Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Bertemu anak yang aneh bin lucu


__ADS_3

"Inikah mamaku, wajahnya tak berubah sama sekali sejak 19 tahun yang lalu..." Batin ria terus memandangi wajah seorang ibu yang ada didepannya dengan air mata yang menetes.


"Eh... Teman kamu kenapa menangis.." Ucap ibu itu, mendengar ucapan ibu itu ria langsung menghapus air matanya.


"Eh.. Enggak papa bu, maaf mata saya kena debu.." Ucap ria sambil tersenyum.


"Oh... Kenalkan saya marina ibunya rey, kamu bisa panggil saya tante marina, nama kamu siapa..." Tanya tante marina sambil memperkenalkan diri.


"Saya ceria biasa dipanggil ria.." Jawab ria sambil bersalaman dengan tante marina.


"Nama yang bagus, maaf anakku rey dia baru saja pergi karena marah, soalnya dia keberatan jika harus tinggal disini dengan nenek dan kakak sepupunya, tapi dia juga gak mau ikut dengan saya dan suami saya untuk tinggal di kota J..." Ucap tante marina menjelaskan dengan nada bingung.


"Maaf sebelumnya, kenapa tante dan suami harus tinggal dikota J.." Tanya ria dengan nada hati-hati, takut tante marina.


"Suami saya ada kerjaan dikota J sampai empat tahun dan putri kami juga tinggal sendiri dikota J, jadi mau gak mau kami harus pindah dan tinggal disana, namun sikap rey yang membuatku bingung, harus memilih antara ikut suami atau tinggal dengan anak lelakiku..." Jawab tante marina semakin sedih.


"Oh... Ria faham sekarang, tapi kenapa tante ingin menyewa seorang guru privat dan bukan baby sitter saja untuk menjaga rey..." Tanya ria lagi.


"Ria kamu banyak tanya banget..." Ucap silvi.


"Maaf kak silvi dan maaf tante jika ria banyak tanya..." Ucap ria merasa bersalah.


"Tidak masalah ria, tante sudah beberapa kali meminta baby sitter tapi tak satupun ada yang bisa bertahan dengan sikap rey yang nakal, dan rey juga gak mau pergi sekolah jadi kami memutuskan untuk rey bersekolah secara online, apa lagi sekarang musim virus, membuat kami lebih tenang kalau rey dirumah..." Ucap tante marina menjelaskan.


"Oh, begitu ya..." Jawab ria faham.


"Tante juga mohon supaya ria bisa bersabar dalam menghadapi kenakalan rey, jika ria tinggal disini juga tak apa, tapi kalau ria tak ingin tinggal disini tante tak bisa memaksa, asalkan ria bersedia mendidik dan menemani rey selama tante tak ada, kamu tenang saja nanti nenek dan kakaknya rey juga akan membantumu menjaga rey..." Ucap tante marina.


"Baiklah tante saya bersedia mendidik dan menemani rey.." Jawab ria sambil tersenyum.


"Terimakasih ria, tante percaya kepadamu dan ini surat kontrak selama tiga tahun, kamu bisa baca dulu dan tanda tangan disini..." Ucap tante marina sambil memberikan sebuah map merah dan pulpen.

__ADS_1


Ria membuka dan membaca isi kontrak kerja itu, isi surat itu berisi beberapa perjanjian kerja, upah kerja dan tak lupa ada tanda tangan bermaterai.


Setelah membaca map itu ria pun mantap untuk menandatangani surat kontrak kerja itu, begitupun dengan tante marina, setelah tanda tangan tante marina meminta pembantunya untuk mencari rey.


Lama ria menunggu kehadiran rey akhirnya ria dan silvi pun pamit untuk pulang. Di perjalanan pulang ria melihat pembantu tante marina sedang mengejar anak lelaki dipinggir jalan, hingga akhirnya anak itu berlari untuk menyebrang jalan tanpa menoleh kanan kiri.


"Awas....!!" Ucap ria dan silvi bersamaan ketika melihat sepeda motor akan melintas kearah anak kecil itu, dengan cepat ria berlari kembali memeluk anak kecil itu dan mengajaknya ke pinggir jalan.


"Kamu tak apa..." Ucap ria sambil memeriksa anak kecil yang sedang memeluk tubuhnya dengan tubuh gemetar akibat takut.


"Hei... Punya mata gak sih, kalo nyebrang lihat kanan kiri, emang kamu fikir ini jalan nenekmu..." Ucap pengendara motor itu memarahi ria dan rey.


"Kami minta maaf pak..." Ucap ria meminta maaf dengan nada lembut.


"Dasar orang tua gak becus jaga anak,... Lain kali anaknya dijaga dengan benar dong, menyusahkan saja..." Ucapnya lagi dengan nada kasar.


"Iya maaf.." Ucap ria lagi.


"Dasar anak sial*n...!! Kalau tak ingat ada urusan penting habis kau...!!" Ucap bapak itu kemudian melajukan motornya dengan cepat.


Saat bapak itu sudah pergi silvi dan pembantu tante marina datang mendekati ria.


"Ria kamu gak papa.." Tanya silvi.


"Aden rey gak papa, mana yang sakit biar simbok obati.." Ucap pembantu tante marina.


"Gak usah mbok pulang saja, rey mau sama bebeb cantikku.." Ucap anak kecil itu sambil memeluk ria.


"Haah...?? Bebeb cantikku..??" Ucap ria, silvi dan pembantu tante marina bersamaan.


"Beb.. Lihat lutut ku sakit.." Ucap anak kecil itu sambil menunjuk kearah lututnya.

__ADS_1


"Oh iya, sini biar kakak obati.." Ucap ria sambil mengoles Betadine dan hanasanfal yang selalu dia bawah kemana-mana.


Ria mengobati luka anak itu, sambil sesekali meniup lukanya, anak kecil itu tak menangis dia mala memandangi wajah ria hingga membuat ria risih.


"Kenapa kamu memandangku seperti itu, apa diwajah kakak ada kotoran.." Tanya ria heran sambil melihat ke arah anak kecil itu.


"Beb,... Jadilah pacarku..." Ucap anak kecil itu dan seketika ria, silvi dan pembantu tante marina sama-sama bengong karena terkejut mendengar ucapan anak kecil itu.


"Hei... Anak manis apa kepalamu terbentur, kenapa kamu ingin aku jadi pacarmu.." Ucap ria sambil mengacak-acak rambut anak kecil itu.


"Beb.. Aku serius mencintaimu saat pertama kali melihatmu dan ku yakin kau jodohku.." Ucap anak itu.


"Hahaha... Cinta saat pertama melihat ku.." Tawa ria lepas baru kali ini di melihat anak kecil yang aneh tapi lucu.


"Beb.. Aku serius." Ucap anak itu dengan raut wajah sebal namun terlihat imut bagi yang melihatnya.


"Hai anak kecil, siapa namamu dan berapa umurmu, apa kamu tak sadar kakak yang kamu panggil beb itu wanita dewasa bukan anak-anak.." Kali ini kak silvi yang bicara dengan nada menyindir.


"Namaku rey aku anak mama marina dan aku bukan anak kecil bulan kemarin aku ulang tahun ke 9 tahun, jadi aku sudah besar.." Ucap anak kecil yang bernama rey yang ternyata anak tante marina.


"Oh.. Jadi kamu rey, kenalkan aku ceria kamu bisa panggil aku kak ria dan aku adalah guru privat kamu.." Ucap ria sambil tersenyum kepada rey.


"Jadi beb ria akan jadi guru privatku..." Ucap rey.


"Iya dan ingat untuk panggil aku kak ria jangan panggil beb.." Jawab ria.


"Gak mau pokoknya aku akan terus panggil kamu beb ria, aku sudah gak sabar untuk belajar setiap hari denganmu beb, hore..!! Asik..!! Guruku pacarku..!!" Ucap rey dengan gembira. Membuat ria silvi dan pembantu tante marina geleng-geleng merasa aneh.


"Mbok kenapa diam ayo pulang, aku ingin cepat bilang terimakasih sama mama kemudian menyuruhnya untuk cepat pulang ke rumah kakak, dan untukmu beb ria kutunggu kedatangan mu." Ucap rey kemudian berlari pulang ke rumah.


"Apa keputusanku menjadi guru privat adalah keputusan yang benar ya.." Ucap ria sambil melihat kepergian rey.

__ADS_1


"Selamat ria kamu sudah mendapat pengganti cris dengan cepat dan sangat bronis (berondong manis)." Jawab silvi sambil tersenyum.


__ADS_2