Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Momen bahagia bersama keluarga bayu


__ADS_3

Di padang rumput di pagi hari, sepasang sahabat yang kini sudah menjadi kekasih sedang menikmati waktu bersama di taman depan rumah bayu.



"Ria, i love you.." Bayu berbicara sambil menatap ke atas sambil tersenyum ke arah ria.


"I love you too bayu..." Ria menjawab sambil memandang wajah bayu yang ada dipangkuan nya.


"Ria, tak terasa kita sudah kelas IX, sebentar lagi kita lulus.."


"Iya bayu waktu berjalan dengan cepat, rasanya baru kemarin kita daftar SMP sekarang kita sudah mau lulus saja."


Saat ini ria dan bayu sudah di kelas IX, sejak bayu berpacaran dengan ria nilai bayu menjadi sangat bagus bahkan kini bayu satu kelas dengan ria dan cris.


Bicara soal cris sejak ditolak ria, banyak murid perempuan yang menyatakan cintanya untuk cris. Namun cris tetap enggan untuk berpacaran dan memilih fokus kepada sekolahnya.


"Ria, bagaimana kalau liburan yang tinggal satu minggu ini, ria ikut dengan bayu mudik ke kota G."


"Maaf bayu, ria tidak bisa meninggalkan nenek sendiri."


"Emmbz.. Baiklah, kalau begitu kita bakal LDR dong." Bayu menjawab dengan wajah kecewa.


"Iya, sabar saja bayu, lagipula kita masih bisa video call."


"Iya deh, bayu pasti akan merindukan ria."


"Sama, ria juga pasti rindu bayu."


"Ria, bayu tidak sabar cepat lulus kuliah kemudian kerja dan melamar mu."


"Dasar bayu,... Lulus SMP dan SMA saja belum sudah mikir melamar ku.." Ria berbicara sambil mencubit hidung mancung bayu.


"Tidak masalah, kita persiapkan masa depan kita mulai sekarang."


"Hemmb... Terserah bayu saja."


"Ria, sebelum menikah bayu ingin beli rumah baru yang akan kita tempati bersama nenek ijah dan anak kita nanti." Sambil tersenyum menatap wajah ria.


"Bayu, kenapa mama dan papa tidak ikut tinggal bersama kita.."


"Mama dan papa akan tinggal sama adik kita."


"Adik...!! Maksudnya...?" Ria bertanya dengan heran.


"Ria belum tau, mama kan lagi hamil 3 bulan."


"Mama hamil, Alhamdulillah.. Sebentar lagi kita punya adik." Dengan wajah tersenyum bahagia.


Sambil membelai rambut ria dengan posisi masih tidur dipangkuan ria, bayu menatap wajah ria, ria pun mengahadap ke bawah menatap wajah bayu yang sedang tersenyum.

__ADS_1



"Ria, percayalah bayu akan selalu mencintaimu selamanya, meskipun bayu akan meninggal duluan, hati ini hanya untukmu."


Deg... jantung ria seakan berhenti saat mendengar ucapan bayu.


"Bayu jangan bicara seperti itu, meskipun semua orang akan meninggal, tapi ria sedih mendengar ucapan bayu." Tanpa disadari air mata ria menetes mengenai pipi bayu.


Bayu langsung bangun dan duduk menghadap ria.


"Hei.. Cantik kenapa kau menangis." Sambil mengusap air mata ria.


Ria masih menangis tanpa berbicara, entah kenapa hati ria menjadi sakit saat bayu berbicara seperti itu.


"Sudah jangan menangis, maafkan bayu ya." Bayu memegang kedua tangan ria dan mencium tangan ria.


"Jangan diulangi lagi ria gak suka."


"Iya, ria sayang ku." Sambil tersenyum dan mengusap rambut ria.


"Ria, pandanglah wajahku, lihatlah mataku hanya ada wajahmu disana."


Mata mereka saling memandang seakan dunia milik berdua.


"Ekhem.. Sampai kapan mau pacaran dibawah sinar matahari." Suara mama bayu yang tiba-tiba datang membuat ria dan bayu kaget bercampur malu.


"Pagi darimana, lihat sekarang sudah hampir jam 10 siang."


"Oh, iya hehe..." Bayu berbicara sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.


Sedangkan ria sudah ditarik masuk ke rumah oleh mama bayu. Didalam rumah ria sedang mengupas buah mangga muda karena mama bayu sedang ngidam ingin rujak.


"Mama duduk saja, biar ria yang bikin rujaknya." Tolak ria saat melihat mama bayu ingin mengambil cobek.


"Baiklah, ria memang calon menantu idaman mama, mama sayang banget sama ria."


"Siapa dulu yang cari, bayu gitu loh, hehe.." Balas dengan nada sombong nya.


"Astagfirullah... Anak ini, suka banget ngagetin orang." Mama bayu berbicara sambil mengelus dada dan mengambil air minum.


"Kayak mama enggak aja, mama juga sering ngagetin orang dan cerewet lagi." Bayu menjawab sambil duduk dan minum air dingin.


"Apaaa...." Ucap mama marah.


Bayu langsung lari bersembunyi dibelakang punggung papanya yang baru pulang dengan beberapa bingkisan. Sedangkan ria hanya tersenyum melihat bayu sambil memotong buah.


"Ada apa ma, hai.. Ria sayang" Papa bayu bertanya sambil menaruh bingkisannya.


"Hai, juga papa.."

__ADS_1


"Papa, bayu nakal banget, masa mama diejek cerewet." Mama bayu mencoba mengadu kepada suaminya, sambil menunjuk ke arah bayu yang sedang di samping ria.


"Ya ampun mama... Sudah mirip anak kecil yang minta jajan papanya, ingat ma ada calon menantu disini, jangan bikin malu bayu dong."


Bayu berbicara sambil menunjuk ke arah ria, membuat orang tuanya tertawa dan membuat ria malu setengah mati.


"Papa, mana jeruknya.." Mama bayu bertanya karena tidak melihat buah jeruk di dalam bingkisan yang dibawa suaminya.


"Astagfirullah... Papa lupa ma."


"Papa gimana sih."


"Maaf ma, ya sudah papa beli dulu ya."


"Tidak perlu, biar bayu saja yang beli jeruknya."


"Kenapa jadi bayu, ma..?" Bayu bertanya sambil tetap membantu ria mengupas buah.


"Si adek pengennya bayu yang beli jeruknya." Jawab mama sambil mengelus perutnya.


"Astagfirullah... Begini banget rasanya punya mama hamil (╥﹏╥)." Bayu mengeluh dengan nada melas.


"Sabar bayu ini ujian buat kita kaum pria." Jawab papa bayu sambil menepuk pundak bayu.


"Maksudnya...?" Bayu bertanya kepada papanya.


"Hemmbz.. Kalau wanita lagi hamil mereka jadi berkuasa dan kejam, kemudian kita kaum pria menjadi korbannya."


"Oh.. begitu ya pa.." Kali ini mama bayu berbicara sambil menatap tajam papa bayu.


"Enggak kok ma.." Papa bayu menjawab sambil menunduk.


"Bayu cepat pergi beli jeruk mama mau jeruk yang dipasar bukan ditoko, dan papa cepat panjat pohon mangga di depan rumah, buah


mangga nya harus yang paling atas ya pa."


"Baik ma(╥﹏╥)" Jawab bayu dan papanya bersamaan.


"Hati-hati bayu, dan semangat manjat pohon mangga nya pa..." Ria berbicara saat melihat bayu dan papanya berjalan.


"Iya ria(╥﹏╥), dah ria, dan hati-hati sama mama galak." Bayu berbicara sambil berlari takut kalau mamanya ngamuk.


*Terimakasih masih setia dengan karya saya,.


Maaf up nya kelamaan, semoga kalian tidak kecewa ya, hehehe...


Jangan lupa untuk memberikan rate 5 like dan komentarnya, serta vote ya...


Dukungan kalian berarti bagiku 😘😘*

__ADS_1


__ADS_2