
Kepada para pembaca tercinta maaf novel sempat berhenti sejenak dikarenakan author habis lahiran. Dan sekarang author bakal lanjutkan kisah Ceria silahkan dibaca kalau yang sudah lupa bisa baca ulang ya, mangaaat...!!!
...(Tinggal dengan pria asing bagaimana ini, apa dia serius tulus atau dia punya niat buruk bagaimana kalau dia juga seperti Desi, tapi ini sudah malam aku harus kemana...?)Batin Ria....
"Bagaimana apa kamu bersedia tinggal denganku.."
Ria hanya diam dengan pemikiran waspadanya.
"Jangan takut aku bukan orang jahat, aku teman Dony pacarnya Silvi sahabatmu dan aku mengenalimu juga karena Silvi yang selalu cerita soalmu..."
"Kak Silvi maksudnya kak Silvi yang kerja jadi pembantu dirumah calon suaminya..."
"Benar sekali, kalau difikir mereka konyol ya..."
"Itu jodoh namanya, cinta tak pandang kasta..."
" Bagaimana apa kau setuju tinggal denganku, aku janji besok aku antar kau ketempat Desi untuk ambil barangmu dan kita cari kontrakan baru..."
"Ria masih ragu dan trauma soal tadi bagaimana kalau kak Alex pertemukan aku dengan kak Silvi..."
"Hemmbz... Baiklah ayo kita ketempat Silvi.."
Dua puluh menit kemudian mereka sampai didepan pintu rumah Silvi, Ria merasa deg-degan bahkan badannya gemetar bukan karena grogi karna rumah majikan Silvi yang mewah namun Ria masih trauma soal dibonceng Alex dengan kecepatan melebihi rata-rata dan beberapa kali Alex menyerobot jalanan yang ramai dengan mobil karena malam ini malam Minggu.
tin..tong... *Anggap aja bunyinya seperti itu.
Cklek...(pintu terbuka*)
"Ya Tuhan Ria ada apa bagaimana bisa kamu bertemu Alex dan kenapa mendadak kesini saat sudah larut, apa Desi berbuat sesuatu.."
"Sayang ajak temannya masuk dulu.." Kali ini Dony sang kekasih yang bicara.
"Tau nih kak.silvi bukannya suruh masuk malah dikasih banyak pertanyaan.."
"Eh maaf ria ayo masuk, kak Alex silahkan masuk, kalian mau minum apa...?"
"Gak perlu sil, biar aku ambil sendiri, Don ayo ikut aku bentar biarin mereka bicara dulu.."
"Siap brow, yank... Abang kesana dulu ya.."
__ADS_1
"Iya Bang,.."
Ria hanya diam tersenyum sambil mengangguk. Saat Alex dan Dony sudah menjauh kini tinggal Ria menceritakan semuanya tentang Desi.
"Tuhkan bener kakak bilang apa... Desi itu orang gak bener untung tadi ada kak Alex yang tolongin kamu, coba kalau gak ada dia bisa habis kamu dijual Desi, jujur sebenarnya bang Dony udah curiga soal Desi yang jadi mucikari didaerah ini tapi sangat susah karena gak ada bukti kuat..."
"Ria kapok kak,... Kak boleh gak kalau Ria tinggal disini beberapa hari sampai Ria dapet kontrakan baru, Ria takut tinggal dengan Desi..."
"Kalau itu kamu tanya sama bang Dony saja..."
"Ria takut wajah bang Dony nyeremin..."
Ditempat Dony dan Alex (Meja makan kalo ria diruang tamu)
"Kamu yakin dia Ceria anak Tante Tari gadis yang selama ini kamu cari itu.."
"Seribu persen aku yakin..."
"Darimana kamu yakin itu dia, sedangkan melihat rupa anak Tante Tari saja kamu gak pernah..."
"Ini semua karena pak tua itu yang memaksa aku ikut dengannya dan membuat aku menyesal sampai saat ini, tapi yang pasti aku yakin gadis itu adalah Ceria gadis yang kucintai sejak dia dalam kandungan mama Tari.."
(Menarik nafas dan dibuang kasar...)"Entahlah menurutmu aku harus apa,..? Bisa bantu aku..."
"Lex aku akan slalu membantumu, karena aku faham betul apa yang kau rasakan, kita sudah bersahabat bahkan aku menggapmu sebagai saodaraku sendiri..."
"Hemmbz... Terimakasih sobat, untuk sekarang bolehkah aku dan Ria tinggal disini paling tidak sampai Ria dapat kontrakan, dan besok tolong bantu aku kemasi barang Ria ditempat Desi, dan bisa aku minta tolong bereskan Desi.."
"Tinggalah disini kapanpun kau mau, dan urusan Desi serahkan padaku, tapi bisakah kau bujuk Ria agar bersedia jadi saksi dikantor..."
"Aku akan coba tanya Ria besok, terimakasih kawan kamu memang sahabat terbaikku yang slalu bisa memahami ku,.."
"Sama-sama.."
Dony faham betul apa yang dirasakan Alex karena bukan setahun dua tahun dia mengenal sosok Alex namun sejak dia dan Alex berusia 9 hampir tahun tepatnya saat Alex pindah dari Indonesia ke Jepang.
Dony yang merupakan anak bodyguard ayah Alex berteman dengan Alex bahkan bersekolah disekolah yang sama dengan Alex hingga akhirnya mereka pisah kejuruan saat memasuki bangku kuliah.
Alex yang menuruni gen ibunya yang notabenenya seorang dokter membuat Alex tertarik mengikuti jejak sang mama sedangkan Dony memilih menjadi anggota kepolisian karna itulah cita-citanya sejak dulu.
__ADS_1
Meskipun begitu Dony dan Alex tetap menjadi sahabat baik hingga saat ini bahkan Dony memilih meninggalkan negaranya hanya demi mengikuti Alex tinggal di kota P.
Yang kebetulan sang kakak pertamanya juga tinggal dikota itu bahkan rumah yang Dony tempati adalah tempat tinggal sang kakak namun karena tugas sang suami membuatnya harus ikut kemanapun sang suami dinas.
Seringnya ditinggal sang kakak membuat Dony lebih akrab dengan Silvi yang merupakan asisten rumah tangga sekaligus cinta pertamanya.
Dengan ijin pemilik rumah akhirnya Ria dan Alex tinggal ditempat Dony, Ria tidur dikamar Silvi yang ada dilantai satu sedangkan Alex tidur dikamar tamu yang juga dilantai satu dengan alasan Alex terbiasa tidur sendiri padahal alasan Alex sebenarnya ingin dekat dengan Ria agar ketika ria ingin ambil air Alex bisa bangun dan menemaninya di dapur, sedangkan Dony dikamarnya lantai 2.
Seperti prediksi Alex gadis kesayangannya akhirnya keluar tepat jam 3 dini hari dengan rambut basah seperti habis mandi.
"Ria ada apa..."
"Astaga kak Alex ngagetin,.. Kenapa gak tidur apa Ria mengganggu tidurmu...?"
"Emm... Aku haus jadi kedapur ambil air, kau lagi apa...?" Melihat Ria menuangkan tepung ke baskom.
"Bikin sarapan dan beberapa kue buat cemilan. Ria gak bisa tidur..."
"Kamu sudah mandi..."
"Hehe.. Ria biasa bangun jam 2 terus mandi sholat dan cari kegiatan, kebiasaan dirumah kak, hehe..."
"Oh perlu aku bantu..."
"Gak usah kak, mending kakak bobok aja ini masih malam..."
"Boleh aku disini menemanimu..."
"Silahkan..."
"Kamu memang beda dengan gadis manapun Ria disaat para gadis menikmati tidurnya kamu malah sibuk bikin kue dan sarapan, kamu memang pantas menjadi wanita ku, gak salah aku mencintaimu.." Batin Alex memandang ria.
Ria begitu cekatan tangan terampilnya mulai kesana kemari mengiris meracik menggoreng mengaduk hingga tak terasa Alex ketiduran dimeja makan.
Melihat Alex yang tertidur Ria masuk ke kamarnya kemudian keluar dengan membawa selimut tebal yang akhirnya ia pakai untuk menutupi tubuh Alex yang sudah lelap tertidur dengan tangan yang dijadikan bantal.
"*Dia pria yang baik dan tampan, pahlawan ku yang telah menolong ku kemarin, terimakasih banyak kak sudah menyelamatkan ku..." Memandang wajah terl*elap Alex.
Maaf ya yang Uda lupa alurnya silahkan manjat ke atas....
__ADS_1
Mangat bacanya teman-teman tersayang...