Ceria Putri Yang Terbuang

Ceria Putri Yang Terbuang
Anggota keluarga baru


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan sekaligus cerita dari wanita yang ditemuinya, ria akhirnya memutuskan untuk memperkerjakannya di ruko laundry dan sekaligus mengizinkannya untuk tinggal bersama dengan ria.


"Kak... Bagaimana kalau kalian tinggal dirumah ria dan sekaligus bantuin ria disini..." Ucap ria sambil tersenyum.


"Benarkah kau serius mau menerima kami.."


"Iya kak, tapi sebelumnya mari kita berkenalan, dan kenalkan aku ceria." Ucap ria sambil mengulurkan tangannya.


"Aku mita dan ini adikku nita, kenapa kau mau menolong kami dan bahkan mengizinkan kami tinggal di rumahmu.." Tanya mita dengan rasa heran.


"Sebenarnya kita sama kita dibuang orang tua kita, cuma bedanya ria dibuang sejak bayi dan dirawat nenek ijah.." Jawab ria dengan nada sedih.


"Maaf..." Ucap mita sambil mengelus punggungnya.


"Tak apa, bagaimana kalo mulai sekarang kita menjadi saudara, kita harus saling berjuang dan memberi dukungan satu sama lain." Ria berbicara sambil berharap agar mita bersedia jadi saudaranya.


"Baiklah mulai sekarang kau adikku, dan ini nita adikmu kita akan menjadi keluarga, kakak janji akan selalu menjadi saudaramu dan tak akan pernah mengkhianatimu..." Ucap mita sambil tersenyum.


"Terimakasih kak mita.." Jawab ria sambil memeluk mita dan nita.


"Kak ia..." Ucap nita mencoba memanggil ria dengan suara anak kecil yang lucu jika didengar.


Setelah sarapan ria kembali mengerjakan tugas cuci jemur setrika antar, namun kali ini ria berbeda karena ada mita yang membantu membuat ria lebih bersemangat ria dan mita membagi pekerjaannya.


Sedangkan nita si gadis kecil hanya diam dan asik bermain dengan dunianya sendiri tanpa rewel atau mengganggu pekerjaan ria dan mita.


Tak terasa hari sudah sore pekerjaan juga sudah beres dan sekarang ria sedang mengantar pakaian bersih ke rumah costumer sambil membawa tumpukan pakaian kotor yang siap untuk dicuci besok.


Sedangkan mita dan nita masih menunggu ria sambil membersihkan ruko sebelum ditutup, saat ria datang ria memasukan semua pakaian kotor yang dibawahnya kedalaman keranjang kemudian mengunci rukonya.


Setelah mengunci rukonya ria pun mengajak pulang mita dan nita kerumahnya. Saat sampai didepan rumah mita nampak sedikit resah, melihat hal itu ria pun menyakinkan nya.

__ADS_1


"Tak apa kak, ada ria disini dan jangan takut nenek orangnya baik.." Ucap ria sambil menggandeng tangan mita dan mengajaknya masuk, sedangkan mita hanya mengangguk sambil berjalan dibelakang ria.


Saat ria masuk nenek ijah menyambutnya dengan tersenyum, ria langsung mencium punggung tangan nenek ijah, kemudian dilanjut mita dan nita mencium punggung tangan nenek ijah.


"Nenek kenalkan ini kak mita dan ini adiknya nita, bolehkan mereka tinggal disini bersama kita nek, mereka tak punya siapapun dikota S ini.." Ucap ria sambil memelas.


"Emang darimana asalmu nak, dan dimana keluargamu...?" Tanya nenek ijah.


Kemudian mita menceritakan semua yang dialami hingga akhirnya bertemu dengan ria dan ria mengajaknya untuk tinggal bersama dengannya.


"Baiklah kau boleh tinggal disini nak, dan mulai sekarang kita adalah keluarga, kalian semua harus rukun karna nenek tak mau cucu-cucu nenek tak akur.." Ucap nenek ijah sambil tersenyum.


"Baiklah sekarang kak mita dan adikku yang cantik ini istirahat saja dikamar ria, biar ria bersihkan kamar tamu dulu.." Ucap ria sambil tersenyum.


"Tak apa biar kakak saja yang bersihkan, ria istirahatlah dengan nita dikamarmu.." Jawab mita sambil tersenyum.


"Tapi kak.." Ucapan ria langsung dipotong mita.


"Sudah jangan berebut, sini nita biar sama nenek dan kalian berdua cepat bersihkan kamar tamu sebelum malam.." Ucap nenek ijah yang merasa greget dengan kelakuan dua cucu gadisnya itu.


"Baik nek.." Jawab ria dan mita bersamaan.


"Ayo kak kita bersih-bersih.." Ria bicara sambil mengajak mita masuk ke kamar tamu.


Setelah 30 menit akhirnya mereka selesai membersihkan kamar itu, karna mita dan nita tak membawa pakaian sama sekali, akhirnya ria memberikan beberapa bajunya untuk ditaruh di lemari pakaian mita dan tak lupa baju anak kecil milik ria dulu.


"Terimakasih ria, kamu baik banget bahkan kamu mau memberikan bajumu untuk kami.." Ucap mita sambil duduk disamping ria.


"Tak apa kak, kalau kakak menginginkan baju ria yang lain kakak ambil aja di lemari pakaianku.." Jawab ria sambil tersenyum.


"Iya Terimakasih adikku.." Ucap mita sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Sama-sama kakakku, adikmu yang cantik mau mandi dulu ya.." Jawab ria sambil berjalan keluar kamar.


"Iya adikku.." Ucap mita sambil tersenyum.


Sejak saat itu ria, mita dan nita sudah seperti saudara kandung mereka saling menyayangi dan saling membantu satu sama lain.


Sedangkan masalahnya dengan yoga, ria sudah menjaga jarak dengan yoga, ria sengaja menjaga jarak dengan yoga karna tak ingin yoga terus berharap dengannya.


Lama kelamaan yoga pun mulai menjauh namun ria dan yoga tetap berteman baik cuma kalau untuk bertemu ria sudah enggan untuk bertemu mungkin hanya beberapa kali itupun karena paksaan orang tua yoga.


Ria bertekad untuk cepat bisa melunasi semua modal yang diberikan orang tua yoga serta membeli ruko itu, karna ria tak ingin terus berhutang budi dengan keluarga yoga.


Hari demi hari ria terus bersemangat mencari uang dengan dibantu mita usaha laundry ria menjadi lebih laris bahkan pelanggan ria juga sangat banyak, hingga membuat ria dan mita kewalahan melayani costumer.


Karena banyaknya costumer ria memutuskan untuk memberikan beberapa pekerjaan setrika kepada tetangganya yang kebetulan mencari pekerjaan sampingan.


Dengan penuh semangat akhirnya setelah dua bulan ria sudah bisa melunasi modal dan membayar sewa ruko selama dua tahun kedepan.


"Alhamdulillah kak, terimakasih berkat bantuanmu ria bisa melunasi modal orang tuanya yoga dan bisa membayar sewa ruko.." Ucap ria sambil tersenyum kepada mita.


"Tak apa dek, kitakan saudara sudah sepantasnya kita saling bantu.." Jawab mita sambil tersenyum.


"Ria bahagia punya kakak sepertimu, kamu baik dan sangat sayang kepada ria.." Ucap ria sambil memeluk mita.


"Kakak lebih bahagia bisa bertemu denganmu dek, kau adikku yang luar biasa karna mu kakak bisa tau arti kerja keras, kamu adalah inspirasiku dek dan kakak janji akan selalu mendukungmu dan mendoakan mu semoga kau bisa mencapai cita-citamu.." Jawab mita sambil membalas pelukan ria.


Ria sangat bersyukur bisa memiliki keluarga seperti nenek ijah, mita dan nita yang selalu baik dan mendukung ria, mereka seperti keluarga sesungguhnya meski tanpa ikatan darah.


(Sekilas info: Nita adik angkat orang tuanya mita sebelum mamanya Mita meninggal dan papanya mita nikah lagi kemudian mita dan nita diusir dari rumah karena menurut mereka mita dan nita adalah beban hidup.)


Nenek ijah menyayangi mita dan nita sama seperti dia menyayangi ria, begitu sebaliknya mereka berempat saling menyayangi, hari-hari terlewati begitu indah.

__ADS_1


__ADS_2