
Pada saat mengendarai mobilnya menuju rumah, danindra mendapat telpon dari koko.
"Hallo ndra, loe dimana? Gimana keadaan atrees?"
"Barusan gue anter dia pulang. Terus si curut sama shintya udah kalian anterin pulang juga? "
" Udahlah,tapi loe gak curi kesempatan kan sama atrees? "
" Loe gak bosen apa dari kemarin nanyain itu melulu. Sekarang mendingan loe sama elang ke rumah gue. Ada yang mau gue sampein ke kalian masalah juan. "
"Juan? Ada apa emang ndra?Dia tahu semalam loe bawa atrees ke apartemen loe?"
"Gak perlu gue jawab disini kan. Kita omongin di rumah gue. Udah dulu ya bro, gue udah mau sampai rumah. "
" Oke bro, gue sama elang langsung on the way kerumah loe. "
" Oke."
Saat sampai di rumahnya,danindra langsung memarkirkan mobilnya ke garasi. Ia pun langsung masuk ke dalam rumahnya, dan kebetulan papa dan mamanya sudah pulang dan mereka kini sedang berada di ruang tamu.
"Danindra, semalam kamu dari mana? "tanya pak pras.
" Owh, danindra tidur di rumah elang pah. Papa sama mama kapan datang? "
" Baru tadi pagi. Kamu sudah sarapan sayang? "tanya mama vivi.
" Sudah mah. Kalau gitu danindra pamit ke kamar dulu ya mah pah. Nanti kalau elang sama ferdi udah dateng suruh langsung ke kamar danindra aja ya. "
" Iya danindra."
Namun baru beberapa langkah, pak pras memanggil danindra kembali.
"Danindra, duduk sini dulu. Ada yang mau papa bicarakan sama kamu. "ucap pak pras.
" Oh iya pah, papa mau bicara soal apa? "tanya danindra.
Setelah danindra duduk, mama vivi dan pak pras sama sama saling tatap. Dan mama vivi hanya menganggukan kepalanya seakan meminta pak pras untuk segera mengatakan.
" Danindra,kamu itu anak tunggal kami. Selama ini mama dan papa melihat kamu selalu bergonta ganti pasangan. "
" Terus? Wajarkan pah, lagipula danindra masih muda. Danindra kan masih pengen main main dulu. Sebenarnya apa arah pembicaraan papa dan mama. To the point aja mah pah. "
" Begini danindra, papa dan mama gak mau sembarangan punya menantu. Dan kami sudah mempunyai calon istri untuk kamu! "sahut mama vivi.
Danindra kemudian berdiri sambil memandang tajam papa dan mamanya.
" APA?? gak danindra gak mau, ini bukan jaman siti nurbaya lagi mah, pah. Lagian danindra juga sudah punya pilihan untuk danindra jadikan istri. "teriak danindra.
Merasa mendapat penolakan dari danindra, pak pras pun juga ikut berdiri. Wajahnya kini merah, rasa marahnya memuncak ketika keinginannya langsung di tolak danindra.
" Duduk kamu!! Berani kamu membentak mama dan papa. Papa gak peduli siapa pilihan kamu. Intinya mau tidak mau kamu harus menerima perjodohan ini. Kalau kamu ketemu sama dia, pasti papa jamin kamu akan langsung tertarik dengan dia."ucap pak pras.
" Iya danindra, selama ini kami selalu menuruti kemauan kamu. Apapun yang kamu butuhkan selalu kami penuhi. Sekarang kami hanya menginginkan yang terbaik untuk kamu nak. Kamu jangan sembarangan memilih calon istri, kamu itu kan pewaris tunggal keluarga kita. Jangan sampai kamu menikah dengan wanita yang hanya mengincar harta kamu. Inget itu danindra. "sahut mama vivi.
" Terus mama pikir, wanita pilihan mama papa itu tidak mengincar harta kita? Apa mama yakin itu juga? Pokoknya danindra tetap gak mau di jodohkan. Danindra pengen punya istri pilihan danindra sendiri. Lagian danindra baru saja lulus sekolah, dan baru aja masuk kuliah. Jadi aku belum mau nikah dulu. "ucap danindra yang langsung pergi.
__ADS_1
" Terserah kamu jika kamu menolak perjodohan ini. Tapi papa pastikan kamu tidak akan mendapat sepersen pun harta papa. Dan mulai hari ini papa cabut semua fasilitas kamu. Jadi sekarang pilihan ada di tangan kamu. "
Langkah danindra terhenti saat mendengar ancaman dari papanya. Dengan hati terpaksa, akhirnya danindra menurut dengan perkataan kedua orang tuanya.
" Danindra akan mengikuti keinginan mama dan papa, puas kalian. "ucap danindra sambil berlalu pergi.
" Bagus, lusa papa akan segera undang mereka untuk dinner kerumah kita. " jawab pak pras namun tak digubris oleh danindra.
Sesampainya di kamar, kekesalan danindra mulai memuncak.
" Argghh,kenapa gue sama atrees susah banget sih bersatu. Awas aja loe, kalau sampai kita menikah gue akan buat loe hidup di neraka." ucap danindra.
Tak berapa lama, koko dan elang sudah tiba di rumah danindra. Dan mereka pun langsung masuk ke kamar danindra. Elang dan koko merasa heran, karna melihat tatapan danindra yang seakan sedang memendam kemarahan.
"Ndra, loe kenapa. Kok kayak kesel gitu? Apa ada hubungannya sama atrees dan juan? "tanya elang.
" Iya, tadi kan loe bilang mau cerita soal juan. Ada apa emangnya? "
" Loe dan loe duduk, gue udah tau kalau loe udah baikan sama juan. Tapi loe perlu tau sebenernya, dan disini gue akan cerita semua masalah gue dan juan jaman kita SMA dulu."
Elang dan koko pun saling menatap, mereka mengira danindra masih kecewa dengan juan yang sudah merebut pacarnya dulu.
"Ndra, udah dong. Itu kan masa lalu. Toh kalian kan semua gak ada yang jadi sama sandra. Dan gue pengen kita bisa kumpul kayak dulu."ucap koko.
"Iya ndra, gak usah di ungkit terus. Sekarang kan juan udah bahagia sama atrees. Dan jangan bilang loe juga suka atrees dan loe mau balas kelakuan juan dulu." sambung elang.
"Ada yang gak kalian tahu selama ini. Dan hanya gue, juan dan sandra yang tahu."jawab danindra.
"Apa ndra? Yaudah cerita ke kita. Sebenarnya masalah kalian itu apa? "
" Loe tau darimana? Gue masih belum yakin juan kayak gitu. Gue kira dia cowok baik dan setia. "balas elang.
" Gue tahu waktu gue mau nemuin sandra waktu kelulusan, dan gue bilang gue udah maafin dia. Tapi gue lihat juan dan sandra di belakang sekolah, dan sandra bilang dia hamil. Dan juan nyuruh sandra buat gugurin kandungannya, karna dia gak mau tanggung jawab. Makanya sandra sekarang gak tau ada dimana. Dan gue juga gak jadi nemuin sandra."jawab danindra.
Elang dan koko hanya bisa terdiam dan mulai mengerti perasaan danindra.
" Kenapa loe gak cerita sama gue bro. Kenapa loe pendem sendiri."ucap koko sambil menepuk pundak juan.
"Karna gue masih kecewa, dan gue pengen kalian lihat kelakuan juan sendiri. "
"Terus gimana sama atrees? Jangan jangan dia juga udah gak virgin sama juan?" tanya elang.
"Itu dia, gue juga mau cerita sama kalian. "jawab danindra.
" Ndra, kok loe diem? "tanya koko dengan mata menyelidik.
Danindra mulai menarik nafas panjangnya dan membuangnya dengan kasar.
" Kemarin gue udah nanya sama atrees dan dia bilang juan belum pernah melakukan apapun ke dia. Bahkan dia selalu muji muji juan, karna dia anggap juan itu sempurna. Berarti juan emang belum macem macem sama atrees. "
"Huft, lega gue." jawab koko.
"Kenapa? Loe juga suka ya sama atrees? "tanya danindra dengan lirikan tajam ke arah koko.
" Ya enggaklah. Gue itu udah menganggap atrees kayak sahabat gue. Gue cuma takut, dia kan anak broken home biasanya loe tau sendiri kan kalau anak broken home itu gimana. Semalam aja loe tau sendiri atrees sampai mabuk gitu. "
__ADS_1
" Ya itu ko masalahnya. Mungkin sekarang dia masih bisa menahan dirinya, tapi gue takut kalau juan sampai bisa bujuk atrees. "
" Kenapa loe sekhawatir ini sama atrees ndra? Loe suka ya sama dia? "
" Gue.. Gue.. "jawab danindra terputus.
" Gue udah tau lama kali ndra, kalau loe sebenarnya udah naksir sama atrees. Cuma loe gengsi aja. Udah gue bakal dukung loe sama atrees."ucap koko.
"Iya sih ko, tapi masalahnya atrees sekarang jalan sama juan. Dan gue lihat juan itu bucin sama atrees. Ya mungkin aja kan juan itu serius sama hubungannya sama Atrees. "sahut elang.
" Loe salah bro. Juan ada main di belakang atrees dan dia selingkuh sama sahabat atrees sendiri, indy. Dan asal loe tahu, hubungan juan dan indy sudah terlampau jauh. Karna juan udah begituan juga sama indy. "jawab Danindra.
Kini elang dan koko semakin marah dengan sikap juan. Bahkan elang yang sudah memendam perasaannya dengan indy langsung membanting handphonenya.
" Loe jangan bohong ndra. Loe tau darimana? "tanya elang.
Danindra pun mulai menceritakan apa yang ia lihat dan ia dengar pembicaraan antara juan dan indy pada elang dan koko.
" Sialan, apa sih mau juan. Dasar penjahat kelamin. Tega bener dia merusak persahabatan indy dan atrees "jawab elang.
" Apa atrees udah tau masalah ini ndra?"sahut koko.
"Belum, gue gak tega ngomong ini. Lagian gue belum ada buktinya."
"Atrees harus tau ini ndra, dan habis itu loe ungkapin perasaan loe sama dia. Karna gue yakin, atrees lebih bahagia kalau sama loe. Dan loe pasti bisa jagain dia. "ucap koko.
" Itu masalahnya bro, gue dan atrees kayaknya gak akan bisa bersatu. Karna barusan bokap nyokap gue bilang, kalau gue mau di jodohin sama anak sahabat lama mereka. "
" WHAT? dijodohin? Ini udah jaman milenial bro, dan loe mau gitu di jodohin? "ucap elang.
" Masalahnya, kalau gue nolak fasilitas gue akan diambil semua. Dan gue gak akan dapat warisan sepersen pun. "jawab danindra.
"Mending kita bahas masalah atrees dulu deh. Gimana caranya kasih tau atrees soal juan. Masalah perjodohan loe, kita pikir nanti aja." sahut koko.
"Iya, tapi loe tenang aja. Gue udah kasih atrees handphone yang di dalamnya udah gue pasang pelacak. "jawab danindra.
" Wah sigap bener loe ndra. Kayaknya loe udah bucin ya sama atrees. Loe gak inget gimana bencinya loe dulu sama dia. " goda elang yang langsung mendapat tatapan tajam danindra.
" Hahahaha, udah gak usah melototi kita kayak gitu. Makanya loe itu kalau ngomong hati hati, baru kejadian malu kan. "sahut koko yang juga ikut menggoda danindra.
Karna merasa terpojok, akhirnya danindra mengajak elang dan koko untuk pergi dari rumahnya. Dan mereka bertiga pergi ke studio band mereka.
Di tempat lain, atrees yang baru saja sampai dari rumah langsung mendapat hujanan pertanyaan dari mamanya.
"Atrees, semalam kamu darimana? Kenapa gak pulang ke rumah? "tanya mama priska.
" Dari rumah shintya, kemarin atrees tidur disana. Lagian tumben mama nanyain atrees? Biasanya mama kan gak peduli sama aku? "tanya atrees.
" Siapa bilang mama gak peduli sama kamu. Mama sayang sama kamu nak. Sekarang kamu siap siap ya, karna mama mau ajak kamu ke rumah papa. Sekalian kita jenguk cena. "
" Kerumah papa? Mau ngapain mah? Atrees gak mau. "tolak atrees.
" Atrees, mama gak mau kamu membenci papa kamu. Ayo sekarang kita siap siap buat pergi kesana. Karna ada yang mau papa dan mama sampaikan ke kamu. "ucap mama priska.
Setelah mengganti pakaiannya, atrees kembali menemui mamanya dan mereka pun kini pergi kerumah pak destian, papa atress.
__ADS_1