
Beberapa hari berlalu, hubungan atrees dan danindra sudah banyak menjadi pembincangan di kampus. Banyak sekali yang mendukung hubungan mereka ditambah sikap danindra yang biasanya keras dan angkuh seketika berubah di depan atrees, membuat para mahasiswa tertawa melihat kebucinan danindra.
Mendengar kabar itu, juan pun menelpon aya untuk segera mempercepat rencana mereka. Dan aya sedang berusaha mencari celah agar dapat memisahkan atrees dengan danindra.
Siang itu, jadwal kuliah atrees dan danindra berbeda. Makanya hari itu atrees membawa mobil sendiri. Aya pun langsung memberikan info pada juan.
"Halo juan, kita bisa lakuin rencana itu hari ini. Mumpung atrees lagi bawa mobil sendiri,danindra ada jadwal kuliah sampai sore."
"Oke, pokoknya sebisa mungkin loe bikin danindra lupa kasih kabar ke atrees. Dan kalau urusan atrees gue yang atur."
"Oke, tapi loe janji ini harus berhasil."
"Pasti aya, loe tenang aja. Dan setelah itu gue jamin danindra udah gak mau sama atrees dan elo bisa masuk pas saat danindra putus sama atrees nanti."
"Oke, udah dulu ya. Elang sama koko udah dateng."
"Oke."
Selesai menutup telponnya, koko melihat raut wajah aya yang sedikit tegang. Melihat kecurigaan koko, aya berusaha menyembunyikannya rasa tegang di depan elang dan koko.
Belum sempat koko bertanya pada aya, atress, danindra dan shintya datang menyusul mereka di kantin.
"Hai bro, kayak lem sama perangko aja loe. Dimana ada loe disitu ada atrees."ucap elang.
"Biarin aja, makanya loe buruan cari cewek. Atau mau sama aya aja. Gimana ya?"ucap danindra yang langsung mendapat timpukan dari elang.
"Ngaco loe ndra."gerutu aya.
"Udah dong sayang, jangan godain elang terus."sahut atrees sambil memeluk danindra.
"Yah raja bucin diem juga kalau sang ratu udah bicara."sambung elang dan langsung mendapat pelototan mata dari danindra.
Melihat kebucinan danindra, membuat rasa cemburu aya meluap. Namun aya berusaha tenang dan tidak membuat semua curiga. Sesekali aya melirik ke arah atrees dengan tatapan sinisnya.
"Puas Puasin waktu loe sama danindra. Dan setelah ini apa loe bisa sebahagia ini lagi." batin aya sambil tersenyum licik.
Atrees teringat dengan jadwal kuliah danindra, dan ia langsung meminta danindra untuk segera masuk ke kelasnya.
Setelah memberikan ciuman di kening atrees, danindra mulai meninggalkan pacar dan sahabat sahabatnya. Dan tak berapa lama, atrees pun ijin untuk pulang terlebih dulu.
"Guys gue cabut ya."pamit atrees.
"Tunggu bentar napa sih trees, lagian kita kan baru sampai. Loe kan belum makan, gue pesenin ya."ucap shintya.
"Gue gak laper shin,gue ngantuk banget. Tadi habis ada jadwal kuliah pagi. Gue mau balik terus tidur dirumah. "jawab atrees.
" Emang loe gak bareng sama danindra?" tanya koko.
"Enggak ko, gue bawa mobil sendiri. Yaudah gue cabut dulu ya."pamit atrees.
__ADS_1
Setelah kepergian atrees, aya mengirim pesan pada juan. Namun semua gerak gerik aya membuat koko sedikit mulai curiga.
"Habis atrees pergi, kok aya langsung nulis pesan. Dia lagi chattingan sama siapa?" batin koko.
Atrees yang berjalan sendirian mulai diikuti oleh juan. Dan melihat situasi yang memungkinkan, juan pun menghampiri atrees yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Hai trees."sapa juan basa basi.
"Elo, ngapain loe disini?" ucap atrees dengan nada yang agak tinggi.
"Gue kesini cuma mau minta maaf sama elo. Dan gue juga mau minta maaf sama apa yang udah gue lakuin ke sahabat loe. Gue cuma pengen kita berteman, loe mau kan?"
"Loe serius? Gak lagi akting kan?"
"Enggak trees, gue serius."jawab juan sambil memperlihatkan wajah yang meyakinkan.
"Gue udah maafin loe kok, tapi loe juga harus minta maaf sama indy. Karna dosa loe lebih besar ke dia daripada ke gue."
"Iya nanti gue bakal minta maaf ke indy. Oh iya trees, ini gue punya coklat dari Arab. Kemarin kan kak bian bawain ini buat elo. Dia kira kita masih jalan, tapi dia tetep nyuruh gue buat kasih oleh oleh ini ke elo."
"Oh kak bian udah pulang ya. Gak perlu repot repot juan."
"Enggak repot kok, kan emang kan Bian sengaja beli ini buat elo. Cobain deh, enak kok coklatnya."
"Iya nanti gue makan dirumah aja ya."
"Coba satu aja trees, biar gue bisa bilang kak bian, loe suka apa enggak sama coklatnya."
"Hmmm, enak kok juan. Bilang ke kak bian thanks ya."ucap atrees.
"Oke deh, yaudah gue masuk ke kelas dulu ya. Loe hati hati dijalan."ucap juan.
"Iya,yaudah gue balik dulu ya."jawab atrees.
Namun saat atrees hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba tiba kepalanya terasa sangat pusing. Dan atrees mulai tak seimbang dengan tubuhnya.
Juan yang merasa bius didalam coklatnya sudah bereaksi berpura-pura untuk membantu atrees.
"Trees loe kenapa?" tanya juan.
"Gak tau, kepala gue pusing banget juan."
"Yaudah gue anterin loe pulang aja ya."
"Jangan, biar gue telpon danindra aja."jawab atrees sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya.
"Udah gue anterin aja trees."ucap juan yang langsung merebut ponsel atrees.
"Tapi juan.. "
__ADS_1
Belum sempat menolak, atrees sudah mulai tak sadarkan diri. Dan juan langsung tersenyum licik sambil mengusap bibir atrees.
" Habis ini loe gak akan pernah bisa lepas lagi dari gue. Karna habis ini gue akan buat loe sepenuhnya milik gue atreesnia." batin juan.
Juan pun langsung membuang handphone atrees dan segera membawa atrees masuk ke dalam mobilnya.
Namun tanpa diketahui juan, indy yang baru saja datang ke kampus dan memarkirkan mobilnya melihat juan sedang memeluk atrees.
"Loh itu kan atrees sama juan. Kok atrees masuk ke mobil juan, pakai main peluk segala. Apa jangan jangan mereka balikan ya? Tapi gak mungkin deh, atrees kan benci banget sama juan. Apalagi sekarang dia pacarnya danindra. Ini pasti ada yang gak beres." batin indy.
Indy dengan segera mencoba menghampiri mobil juan, namun ia terlambat. Mobil juan sudah meninggalkan area parkiran kampus dan membawa atrees pergi. Saat itu indy melihat handphone atrees terjatuh.
Indy pun mulai panik dan takut bila juan akan berbuat yang tidak tidak pada sahabatnya. Indy berusaha menghubungi shintya, namun karna mode ponselnya diheningkan shintya tidak mendengar ada telpon dari indy.
Indy kemudian menggunakan ponsel atrees untuk menghubungi danindra, namun berkali-kali panggilannya tak di jawab oleh danindra. Indy akhirnya memutuskan mengirim pesan ke nomor danindra menggunakan ponsel atrees.
My lovely : "Ndra, ini gue indy. Tadi gue lihat atrees di bawa juan masuk ke mobilnya. Bahkan handphone sama kunci mobil atrees jatuh. Gue udah coba kejar mereka, tapi gue telat. Buruan loe tolong atrees, gue takut juan berbuat hal gila sama atrees. Sekarang gue ada di parkiran kampus. Buruan kesini ndra. "
Melihat ponselnya yang dari tadi bergetar, akhirnya danindra mengambil ponsel dari sakunya. Dan ia melihat banyak panggilan dari nomor atrees. Dan saat ia membuka pesan yang dikirim dari nomor atrees, dengan cepat danindra langsung meminta ijin pada dosen untuk pulang dan segera menemui indy di parkiran.
"Sayang, kamu dibawa juan kemana. Semua ini salahku, harusnya aku lebih bisa jagain kamu. Dan gak biarin kamu buat pulang sendiri." ucap danindra dalam hati.
Hati danindra mulai tak tenang, ia berusaha menghubungi juan namun nomor juan tidak aktif. Danindra berlari menuju ke parkiran kampus. Saat itu koko, elang, shintya dan aya melihat danindra yang seperti orang panik.
"Eh tunggu deh, itu bukannya danindra. Kenapa dia lari lari gitu. Apa terjadi sesuatu ya?"ucap shintya.
"Iya itu danindra, ayo kita susul dia."sahut elang.
Elang, shintya dan koko pun langsung berlari berusaha mengejar danindra. Namun koko lupa jika handphonenya tertinggal di meja, dan koko pun kembali di ke kantin untuk mengambil ponselnya.
Setibanya di kantin, ia melihat aya sedang berusaha menelpon seseorang sambil berbicara sendiri.
"Juan, kok nomor loe gak aktif sih. Padahal gue mau kasih tau loe kalau kayaknya danindra udah tau koe bawa atrees." kata aya sambil terus berusaha menelpon juan.
Koko pun langsung merebut ponsel aya dan membuat aya terkejut.
"AYA, apa yang loe rencanain sama juan? Jawab gue!!"teriak koko.
"Koko, kok elo bisa disini."
"Udah buruan jawab gue!!Apa yang loe rencana sama juan! "
" Gu... Gu... Gue..."
"BURUAN JAWAB!!"
"Maafin gue ko, juan bawa atrees ke apartemen kakaknya. Dan juan mau lakuin hal itu ke atrees."jawab aya sambil menangis.
Karna marah, koko sudah mengangkat tangan kanannya dan hendak menampar aya. Namun ia mengurungkan niatnya itu.
__ADS_1
"LOE BENERAN UDAH GILA!! sekarang loe ikut gue, kita bilang sama danindra sebelum semua terlambat."ucap koko sambil menarik paksa tangan aya.
"Iya ko."jawab aya dengan suara terbata.