Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Dari Hati ke Hati


__ADS_3

"Bunda, pasti ada yang disembunyikan Danindra. Bunda beneran gak tau?" tanya Atrees.


"Enggak itu sayang. Sudah kamu jangan mikir macem macem dulu. Kan tadi Danindra sudah bilang, nanti akan menjelaskan dirumah. Mendingan kamu jangan banyak pikiran ya takutnya bayinya juga ikut pikiran," ucap Mama Vio.


Ucapan Mama Vio, sedikit membuat Atrees mengabaikan pikiran negatifnya pada Danindra. Dan tak lama setelah itu, Atrees dan Mama Vio masuk ke dalam ruang USG.


************


Beberapa menit kemudian, Danindra tiba di markas besar keluarganya. Dan kehadirannya sudah di tunggu Pak Totok di depan.


Sebelum masuk, tatapan Danindra pada Pak Totok begitu tajam. Rasanya ia ingin memukul wajah Pak Totok yang sudah berani membohongi dirinya.


"Totok, kamu!!" ucap Danindra sambil menunjuk mata Pak Totok.


"Maafkan saya mas, saya sadar saya salah. Jika setelah kejadian ini Mas Danindra mau pecat saya, saya akan menerimanya dengan lapang dada," jawab Pak Totok sambil menunduk.


"Kalau tadi Juan benar benar membuat istri saya terluka, kamu tidak hanya saya pecat tapi saya pastikan kamu tidak akan bisa melihat istri dan anak kamu lagi. Tapi karna kamu yang sudah menyelamatkan nyawa istri saya, tentu saya sudah memaafkan kamu. Sekarang bawa saya bertemu dengan Juan," ujar Danindra.


Pak Totok lalu membawa Danindra ke sebuah ruangan kecil dimana Juan berada di dalam sana dengan tangan terikat tali.


Juan menatap Danindra dengan tatapan penuh kebencian. Perlahan Danindra berjalan mendekat kearah Juan.


"Lepaskan dia Totok," perintah Danindra.

__ADS_1


Pak totok kemudian menyuruh anak buahnya untuk melepaskan ikatan tali yang ada di tangan Juan.


"Sudah mas," ucap Pak Totok.


"Bisa tinggalkan aku dan Juan disini berdua," pinta Danindra.


"Tapi mas?" tanya Pak Totok yang sedikit tak yakin dengan keputusan majikannya itu.


"Tidak apa apa. Aku ingin berbicara dari hati ke hati dengan Juan. Pergilah," ucap Danindra.


"Baik Mas," jawab Pak Totok kemudian pergi mengajak anak buahnya.


Karna kekhawatiran akan nasib majikannya, Pak Totok bersama beberapa anak buahnys tidak langsung pergi meninggalkan Danindra bersama Juan. Pak Totok pun berjaga di depan ruangan.


Melihat Juan yang sudah bersimbah darah, Danindra pun menghentikan pukulannya. Ia menarik kerah baju Juan dan menyuruh Juan untuk bangkit berdiri.


"Ayo lawan gue, kenapa loe diem aja pecundang. Jangan cuma bisanya main belakang, ayo berdiri," gertak Danindra.


Sambil sempoyongan, Juan mulai berdiri dan menatap Danindra dengan senyum smirknya.


"Loe udah rebut Atrees dari pelukan gue. Gue menyesal udah pernah punya sahabat kayak loe!! Loe selalu miliki apa yang pengen gue miliki. Gue benci sama loe ndra, dan gue janji gue gak akan buat loe menyesal karna sudah mengambil Atrees dari gue," ucap Juan sambil mengelap cairan merah yang ada di tepi bibirnya.


"Apa loe bilang? Merebut Atrees? Loe yang dari dulu selalu merebut orang yang gue sayang. Mungkin dulu gue bodoh karna terlalu percaya sama sahabat kayak loe. Dulu loe udah ambil. Sandra bahkan loe hamilin dia kan dan loe nyuruh Sandra buat menggugurkan kandungannya. Dan setelah itu loe mau lakuin hal yang sama pada Atrees.Tapi untungnya gue bisa menyelamatkan Atrees. Inget ya Juan, gue akan jaga Atrees dari siapapun termasuk Elo," ancam Danindra sambil menarik baju Juan dan menatap wajah Juan.

__ADS_1


Juan yang semula begitu dendam pada Danindra, tiba tiba wajahnya tertunduk.


"Loe tahu soal Sandra?" tanya Juan pelan.


"Iya gue dengar pembicaraan loe sama Sandra waktu di belakang sekolah.. Dan gue gak menyangka loe akan berbuat hal itu. Gue pikir loe itu sahabat terbaik gue karna kita sudah bersahabat jauh sebelum gue kenal Elang dan Koko. Tapi ternyata gue salah, loe justru musuh terbesar yang ada di dekat gue."


Juan terduduk lemas di hadapan Danindra.


"Ndra, maafin gue. Gue gak bermaksud merebut Sandra dari loe. Gue Khilaf Ndra," rengek Juan.


"Maaf? Gampang banget loe bilanh maaf. Seharusnya loe minta maaf sama Sandra dan Atrees, bukan gue," jawab Danindra.


"Gue janji gue bakal minta maaf sama mereka. Masalahnya gue gk tahu Sandra ada dimana," ucap Juan.


"Gue juga gak tau. Tapi loe tenang aja, Sandra akan gue bawa kembali untuk bertemu dengan loe. Dan asal loe tahu Juan, Sandra tidak menggugurkan kandungannya. Jadi putri kecil kalian masih hidup."


"Apa Ndra? Jadi kamu dan Sandra masih berhubungan? Terus gimana ceritanya Sandra melahirkan anak itu. Bukannya dia sangat takut berbicara jujur pada orang tuanya?" tanya Juan.


"Aku gak pernah bertemu Sandra, tapi akulah yang selama ini ada dibelakangnya."


"Maksud kamu?" tanya Juan heran.


Danindra mulai menceritakan tentang kehidupan Sandra pada Juan.

__ADS_1


__ADS_2