
"Mah, pah, danindra mau ijin pulang malam. Danindra mau ajak atrees jalan jalan dulu." ucap danindra.
"Ya kamu itu harusnya ijin sama mamanya atrees bukan sama mama." jawab mama vio.
"Eh iya, tante danindra mau ijin ngajak atrees jalan boleh? Paling nanti pulangnya agak malem."
"Boleh, asal jangan pulang pagi aja." ucap mama priska yang membuat semua tertawa.
"Pasti dong tante."
Atrees dan danindra kemudian pamit pada kedua orang tua mereka. Saat berada di mobil, danindra selalu memandangi wajah atrees sambil terus tersenyum lebar.
"Sayang, kenapa sih ngeliatin aku terus,mamu gak gila kan?" tanya atrees.
"Enak aja, mana ada orang gila yang gantengnya kayak aku."
"Ihh pede banget kamu yank, terus kenapa kamu senyum senyum sendiri?" tanya atrees kembali.
Danindra menarik tangan atrees sambil menggenggam erat tangan atrees dan menciumnya.
"Kamu tau gak gimana perasaanku sekarang. Lega banget. Tadi aku beneran udah takut kalau bakal bikin kamu kecewa. Tapi gak taunya yang mau di jodohin mama dan papa itu kamu."
"Sama yank. Aku juga. Terus sekarang kamu mau ajak aku kemana?" tanya atrees.
"Ke apartemen." jawab danindra singkat dan langsung mendapat tatapan marah dari atrees.
"Enggak, mau ngapain kita ke apartemen. Jangan jangan kamu mau..." ucap atrees yang langsung di potong oleh danindra.
"Otak mesum. Aku lagi pengen manja aja sama kamu yank. Pengen berduaan." jawab danindra.
Atrees hanya melirik ke arah danindra sambil menaikkan alisnya.
" Ya sama aja kali. Nanti kalau ada setan lewat gimana?"gertak atrees.
"Ya gapapa, malah seru dong jadi rame. Lagian bulan depan kita kan udah nikah. Bisa nabung dulu deh." goda danindra.
"Danindra, mending kita pulang aja deh kalau gitu." gerutu atrees sambil memalingkan wajahnya.
"Bercanda sayang. Gitu aja ngambek. Aku pengen ngajak kamu dinner. Tadi kita kan belum sempet makan,dan aku tahu kamu pasti laper kan? Soalnya aku juga, Hehe." ucap danindra sembari mencubit pipi .
"Auu, sakit sayang. Aku gak seneng kalau kamu ngomong gitu."
"Iya deh, janji gak akan ngomong gitu lagi. Lagian bulan depan aku juga bakal ngerasain juga, iya kan?" ucap danindra dengan puppy eyesnya.
"Arrghh, sayang berhenti ngomongin itu lagi." teriak atrees.
"Hahahaha, iya iya." jawab danindra sambil mengacak rambut atrees.
Atrees yang baru sempat membuka ponselnya, nampak terkejut melihat status indy.
"Sayang.. Sayang.." panggil atrees sambil menepuk pundak danindra.
"Apa sih yank, kok heboh banget."
"Indy yank,indy." teriak atrees.
"Iya indy kenapa?cerita yang jelas dong."
"Indy jadian sama elang." jawab atrees dan membuat danindra langsung mengambil ponselnya.
Danindra terlihat santai. Ia hanya tertawa melihat status elang dan indy. Kemudian ia mencoba menelpon elang,dan kebetulan telponnya langsung diangkat oleh elang.
"Halo ndra, ada apa?"
"Loe dimana bro?"
"Gue, gue masih di apartemen gue."
"Hah? Ngapain? Celup celup ya?"
"Mulut loe gak bisa di kondisiin apa. Loe pikir gue juan?"
"Hahahaha, udah gak usah ngeles. Loe sama dia tuh sama. Loe gak usah bohong sama gue. Mending loe nyusul gue ke cafe 24. Gue tunggu loe disana. Daripada loe cuma bisa buat dosa mulu."
"Sialan loe. Yaudah gue sama indy habis ini nyusul loe. Oh iya by the way gimana sama perjodohan loe? Calon bini loe cantik gak?"
"Makanya loe buruan nyusul kesini. Gue bawa calon bini gue nih."
"Wah parah loe. Kayaknya dia lebih dari atrees ya sampai loe langsung berpaling."
"Banyak omong loe. Udah gue lagi nyetir. Jangan kelamaan, gue gak mau nungguin loe."
"Iya iya ndra, koko juga ikut?"
"Loe telpon dia, ajak dia juga ya."
"Oke. "
Melihat danindra yang sudah selesai menelpon,rasa penasaran atrees pun mulai muncul.
"Kamu tadi telpon elang yank?"tanya atrees.
"Iya sayang. Aku nyuruh dia nyusul kita ke cafe. Kebetulan dia lagi sama indy."
__ADS_1
"Mereka beneran jadian yank? Wah seru dong. Tau gak yank, aku lebih seneng deh kalau indy sama elang. Bukan sama si juan, tukang cabul itu." sewot atrees dan membuat danindra tertawa mendengarnya.
"Sayang, kamu gak tau sih. Elang sama juan itu sama aja. Cuma bedanya elang orang yang bertanggung jawab. Selama indy gak main main sama elang, dia akan selalu serius dalam hubungannya. Cuma hasrat seksnya sama aja." batin danindra.
"Kamu kok ketawa sih? Emang ada yang lucu?" kesal atrees.
"Enggak kok sayang. Gak papa. Udah mending kamu telpon shintya, soalnya koko juga aku suruh nyusul ke cafe 24. Jadi kita bisa triple date."
"Oke sayang." jawab atrees lalu sambil mengambil ponselnya dan menelpon shintya.
*******
Di lain tempat, indy masih tertidur lelap di pelukan elang. Dan..
Cupp...
Satu ciuman mendarat di bibir indy.
"Honey.." panggil juan pelan.
"Hmmm, apa sayang." ucap indy yang masih dalam keadaan menutup matanya.
"Bangun yuk, danindra baru aja telpon nyuruh kita nyusul ke cafe." ucap elang.
"Ini jam berapa emangnya hon?aku masih pengen sama berduaan sama kamu." jawab indy manja.
"Jam 8 malam honey. Aku sebenarnya juga masih pengen berduaan sama kamu,tapi kasihan danindra sama koko. Nanti mereka nungguin kita. Apa kita lakuin sekali lagi ya, salah sendiri kamu godain aku terus." kata elang sambil tangannya yang sudah bermain di kedua barang kenyal milik indy.
"Arhghh elang. Kamu itu... " ucap indy dengan nafasnya yang mulai tak beraturan.
Indy yang awalnya hendak menolak permainan elang, akhirnya hanyut dalam situasi. Dan mereka pun kembali melakukan hal itu.
"Hon... Honey. Ka.. Kamu janji kan gak akan ninggalin aku." ucap indy yang kini berada di bawah tubuh elang dengan suara mendesahnya.
"Eng...engg...enggak sayang. Udah ya, kita selesaiin dulu. Nanggung sayang."
"Arhghh hon, punya kamu masih sempit. Nanti malam tidur sini aja ya."
"Tapi hon." jawab indy terputus karna elang kembali menciumi bibir dan lehernya.
"Ya hon, sekali ini aja." bisik elang tepat di telinga indy.
"Iya hon, tapi jangan lakuin ini lagi. Nanti aku bisa hamil." jawab indy.
"Gak papa, kalau kamu hamil aku bakal nikahin kamu." ucap elang.
"Janji hon." tanya indy.
"Janji honey,aku udah mau selesai nih, bentar hon." kata elang dan akhirnya elang menanamkan benihnya ke rahim indy.
"Hon, udah itu handphone kamu bunyi pasti danindra yang telpon."
"Udah biarin aja. Salah sendiri gangguin kita." jawab elang yang kini sedang bermanfaat di tubuh indy.
"Elang sayang, udah dong. Nanti malam lagi. Gak enak sama danindra."
"Iya deh iya. Tapi nanti lagi ya."
"Iya sayang, nanti malem aku yang bakal buat kamu puas." jawab indy dengan senyum menggodanya.
"Oke honey, aku pegang janji kamu." jawab elang yang sekilas mencumbu barang kenyal milik indy.
Di Cafe, danindra atrees shintya dan koko masih menunggu kedatangan elang dan indy. Bahkan panggilan dari mereka pun tak pernah diangkat.
"Kebiasaan deh ko, elang pasti kambuh lagi." kesal danindra.
"Udah biarin aja. Eh ndra, loe kok bisa sama atrees, bukannya hari ini elo." ucap koko namun tak lagi dilanjutkan.
"Hari ini danindra ketemu sama perempuan yang mau dijodohin sama dia kan?" sahut atrees.
Mendengar ucapan atrees, koko langsung menoleh kearah danindra. Ekor matanya melirik ke arah atrees, seakan meminta penjelasan.
"Ndra." ucap koko pelan.
Danindra hanya tersenyum sembari memeluk atrees.
"Kenapa? Loe bingung ya ko, kok atrees bisa tau." ucap danindra yang mendapat anggukan dari koko.
"Loe udah cerita sama atrees ya ndra?" tanya koko.
"Enggak, asal loe tau cewek yang mau dijodohin mama sama papa gue ternyata atrees."
"Apa? Kok bisa sih. Gimana ceritanya?" tanya koko.
"Jadi sahabat mama gue itu mamanya atrees. Dan temen papa gue itu ya papanya atrees. Dan gue mau kasih tau kalian kalau bulan depan gue akan nikah sama atrees." ucap danindra.
"Oh my god, dadakan banget. Kok loe gak pernah cerita sih sama gue dan Indy, kalau loe mau di jodohin." kesal shintya.
"Iya, gue emang sengaja gak cerita karna gue takut kalau loe sama indy gak sengaja keceplosan dan bikin danindra tau. Eh enggak taunya yang mau di jodohin ke gue itu pacar gue sendiri." jawab atrees sambil tertawa mengingat dirinya yang selalu berusaha melarikan diri dari perjodohan ini.
"Ya mungkin loe sama atrees udah di gariskan buat bersama." ucap koko.
"Amin. Pokoknya kalian harus dateng ya ke acara pernikahan gue nanti."
__ADS_1
"Pasti kita akan dateng, iya kan shin?"
"Iya lah trees, pertanyaan loe itu gak jelas banget. Mana mungkin gue gak dateng ke acara wedding sahabat gue sih." jawab shintya.
"Terus kalian sendiri kapan mau jadian?" tanya danindra.
"Hmmm, mulai deh mojokin gue. Udah mending kita pesen makan aja lah, palingan elang sama indy gak bisa kesini." ucap elang.
"Iya, mending kita pesen dulu." imbuh atrees.
Tak berapa lama setelah makanan keluar, indy dan elang akhirnya tiba disana.
"Loh kalian darimana? Kok rambutnya basah. Kok bisa samaan keramasnya?" tanya shintya.
Danindra dan koko sudah bisa menebak apa yang baru saja dilakukan indy dan elang. Mereka berdua menoleh ke arah elang sambil menahan tawanya.
"Hmmm, itu gue tadi habis berenang sama elang." bohong indy.
"Malem malem gini ndi?" tanya atrees.
"Iya habis tadi gue gerah, kebetulan elang ngajak gue berenang yaudah kita malah jadi berenang berdua." jawab indy yang membuat atrees dan shintya tak menaruh curiga pada dirinya.
"Oh gitu ya ndi. Oh iya ndi loe tau gak atrees sama danindra mau nikah loh bulan depan." ucap shintya.
Indy dan elang bersamaan melihat ke arah danindra dan atrees. Namun sebelum ia mengeluarkan pertanyaan, dengan cepat danindra menjelaskan terlebih dulu.
"Oh jadi cewek yang mau di jodohin bokap nyokap loe itu atrees?wah selamat ya bro."
"Iya thanks. Terus loe mau nyusul kapan sama indy?" tanya danindra.
"Gue masih pengen fokus kuliah dulu ndra. Lagian indy juga sama. Iya kan hon?"
"Iya ndra, ko." jawab indy.
"Wah berarti kurang elo ko yang belum jadian sama shintya. Terus kapan nih." desak elang.
"Udah deh, ayo buruan makan. Oh iya lang, kata danindra semua yang bayar elo ya. Kan elo habis jadian sama indy. Yah itung itung pajak jadian kalian." ucap koko yang membuat elang membulatkan matanya.
"Iya lang,bener tuh yang dibilang koko." timpal danindra.
"Loh kok malah gue yang bayar, kan yang ngajak elo ndra."
"Eh loe itu jadi orang jangan pelit."
"Yaudah iya gue yang bayar." jawab elang dengan terpaksa.
*********
Di Palm resto, kedua orang tua atrees dan danindra masih makan malam disana. Dan tak berapa lama, papa pras mengajak istri dan kedua orang tua atrees pergi ke karaoke untuk merayakan rencana perjodohan anak mereka.
Mama priska yang masih marah dengan sikap mantan suaminya kemarin, masih enggan berbicara banyak. Namun papa destian terus berusaha mengajak bicara hingga akhirnya mama priska sedikit demi sedikit mulai menanggapi perkataan papa destian.
Kedua orang tua danindra, berusaha menjodohkan dan menyuruh papa destian untuk rujuk dengan mama priska. Namun mama priska yang masih sakit hati, tetap menolak permintaan calon besan mereka, hingga akhirnya mama vio dan papa pras berusaha menjebak kedua sahabat mereka itu di dalam kamar hotel dan membuat mereka mabuk berat.
Dan karna keadaan mereka yang tidak sadar, mama priska dan papa destian kembali melakukan hal yang harusnya tidak boleh terjadi.
"Mas, ngapain kamu disini?" tanya mama priska sambil mendorong tubuh papa destian yang mendekat ke arahnya.
"Gak papa pris, aku cuma mau tanya sama kamu apa kamu masih mencintai aku?" tanya papa destian yang masih dalam keadaan sedikit sadar.
"Iya mas aku masih sangat mencintai kamu. Sangat sangat mencintai kamu mas."
"Kalau begitu, kembalilah bersamaku pris. Aku juga merasa kehilangan kamu. Kita bisa mulai lagi dari awal."
"Tapi aku takut kamu akan menyakiti aku lagi." ucap mama priska sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
"Enggak sayang, aku janji aku gak akan menyakiti kamu lagi. Kamu mau kan rujuk lagi sama aku?"
"Iya mas aku mau."ucap mama priska yang langsung disambut ciuman oleh papa destian.
Papa destian pun mulai menanggalakan semua pakaian mama priska, dan malam itu malam panjang bagi mama priska dan papa destian.
Keesokan harinya, mama priska mulai terbangun dalam keadaan kepalanya yang masih terasa berat. Dan ia terkejut ketika ia masih dalam keadaan polos dan tidur bersama mantan suaminya.
"Apa yang terjadi sama aku dan mas destian tadi malam? Apa aku melakukan kebodohan lagi. Arrghh, priska kenapa bisa bisanya kamu sebodoh ini." batin mama priska sambil berdiri pelan.
Namun sayang, saat ia hendak berdiri dengan cepat papa destian menarik tangan mama priska hingga jatuh ke pelukannya.
"Kamu mau kemana sayang." ucap papa destian sambil menciumi leher belakang mama priska."
"Mas lepas, apa yang kita lakukan ini dosa. Kita sudah bukan suami istri lagi." jawab mama priska.
"Aku akan urus pernikahan kita setelah pernikahan atrees dan danindra. Aku tahu kamu juga masih mencintai aku, sama seperti aku yang masih mencintai kamu. Dan apa salahnya kita rujuk, aku janji priska aku gak akan bersikap kasar lagi sama kamu. Dan aku tidak akan melarang kamu bekerja. Jadi apa kamu mau kasih aku kesempatan kedua pris?" tanya papa destian.
Mama priska tak kuasa menahan air matanya. Dan ia pun membalas pelukan mantan suami tercintanya itu.
"Aku mau mas, aku mau kasih kamu kesempatan kedua dan aku minta jangan buat aku menyesali keputusanku."
"Pasti pris, Sekarang aku antar kamu pulang dan kita bicarakan niat kita ini sama cena dan juga atrees."
"Iya mas, kalau gitu lepasin aku dulu. Aku mau mandi." ucap mama priska.
"Iya sayang, yaudah buruan mandi tapi sebelumnya kita cari sarapan dulu ya."
__ADS_1
"Iya mas."