Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Minta maaf


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya danindra dan yang lainnya sudah tiba di puncak.


Ferdi kemudian langsung menuju tempat dimana atrees biasanya pergi. Dan benar dugaan indy dan ferdi, dari jauh nampak mobil atrees. Danindra yang duduk di samping ferdi juga melihat mobil atrees yang terparkir.


"Itu mobil atrees kan?" ucap shintya sambil menunjuk komik berwarna merah milik atrees.


"Iya itu mobil atrees. Fer buruan, gue takut atrees kenapa napa." ucap danindra.


"Iya ndra." jawab ferdi.


Saat sampai di tempat, danindra bergegas turun dari mobil. Ia berusaha mencari keberadaan atrees, namun karna matanya yang lelah karna menangis atrees pun tertidur di dalam rumah pohon.


"Atrees sayang, apa kamu diatas?" teriak danindra namun tak ada jawaban dari atrees.


Merasa panik dan khawatir, danindra memutuskan untuk naik ke atas. Dah benar, ternyata atrees berada di atas rumah pohon berbaring dengan matanya yang masih sembab.


"Ternyata kamu tidur ya yank, kalau ada yang punya niat jahat sama kamu gimana? Sembrono banget sih jadi cewek." batin danindra.


Danindra pun berjalan mendekat ke arah atrees, dan ia mulai membangunkan atrees dari tidurnya.


"Sayang, ayo bangun." panggil danindra sambil menepuk nepuk pipi atrees.


Merasa ada yang memanggil dirinya, atrees mulai membuka matanya yang masih terasa berat.


"Danindra? Ini kamu?" tanya atrees sambil mengucek matanya.


"Ya iya ini aku yank. Kamu ngapain kesini, bahaya. Lain kali jangan kayak gini lagi ya."


"Iya sayang. Terus kamu tau darimana kalau aku kesini?"


"Dari indy sama ferdi. Kata mereka, dulu kamu pernah ngajak mereka kesini." jelas danindra.


"Terus mereka mana yank?"


"Mereka nungguin kita dibawah. Sekarang kita balik ke Jakarta ya. Biar mobil kamu aku yang bawa. Mama kamu khawatir banget sama kamu yank." ucap danindra.


"Aku gak mau pulang yank, aku masih pengen disini." jawab atrees yang masih teguh dengan pendiriannya.


"Sayang, tolong dong. Kamu anggep aku ini apa? Kamu kesini tanpa bilang ke aku. Kamu lagi ada masalah juga gak cerita sama aku. Sebenarnya aku berarti gak sih buat kamu?" tanya danindra dengan suara yang agak tinggi.


"'Bukan gitu sayang, yaudah aku mau pulang, tapi aku mau tidur di rumah shintya kalau enggak indy. Yang perting aku gak mau pulang dulu. Aku masih males ketemu mama."


"Tapi trees.."


"Please yank, aku minta tolong banget sama kamu. Jangan paksa aku buat pulang. Kalau enggak, biarin aku disini." ancam atrees.


Karna tak ada pilih lain, danindra pun menyetujui permintaan atrees.


"Atrees.." teriak indy dan shintya kompak sambil berlari kearah atrees dan langsung memeluknya.


"Trees loe kenapa, kita semua khawatir sama loe. Apalagi calon suami loe, uring uringan terus dari tadi. Lagian kenapa loe nekat banget sih kesini sendirian. Kalau ada apa apa gimana?" tanya indy.


"Tapi loe lihat sendiri kan, gue gak papa. Gue baik baik aja."


"Yaiya, tapi lain kali kalau loe ada masalah, loe bisa cerita ke gue, indy atau ferdi. Kita semua ini sahabat loe trees. Susah seneng kita harus sama sama." ucap shintya.


"Iya trees, jangan kayak gini lagi ya." sahut ferdi dan langsung di sambut pelukan oleh atrees.


"Ferdi... Loe udah pulang. Gue kangen tau sama loe." kata atrees yang membuat danindra kini merasa cemburu.


Walau hatinya senang karna mendapat pelukan dari atrees namun ferdi melihat mata danindra yang di penuhi rasa cemburu.


"Trees lepas ya, lihat muka calon suami loe, udah kayak cacing kepanasan." ucap ferdi sambil berusaha melepaskan pelukan dari atrees.


Belum sempat atrees menjawab perkataan ferdi, danindra sudah berdiri di samping mereka.


"Ehemm.. Ehemm... " suara mulut danindra.


Seketika atrees melepas pelukannya dan menghadap danindra yang sudah berada di sampingnya.


"Sayang.. Aku cuma..."


"Masuk kedalam, kita balik jakarta sekarang." perintah danindra.


Melihat kecemburuan dan kemarahan di mata danindra, akhirnya atrees pun langsung menurut perkataan danindra. Dan ia bergegas masuk ke dalam mobil nya.


Setelah melihat atrees pergi, danindra hanya melirik le arah ferdi dengan tatapan sinisnya.


"Fer, gue harap loe jangan terlalu deket sama atrees ya. Gue minta pengertian loe karna kita sama sama laki laki. Harusnya loe paham dan mengerti maksud gue." ucap danindra seraya menepuk pundak koko.


"I know ndra, loe jangan salah paham lagi ya sama gue. Perasaan gue ke atrees hanya sebatas perasaan sayang seorang sahabat gak lebih. Mungkin dulu gue cinta sama atrees, tapi gue lihat kebahagian atrees itu sama loe. Makanya gue lebih ikhlas kalau atrees sama loe dibanding juan." jawab ferdi.

__ADS_1


Mendengar perkataan ferdi, perasaan danindra sedikit lebih tenang. Dan karna merasa malu, danindra hanya bisa tersenyum pada ferdi.


"Thanks bro. Semoga loe juga segera punya cewek ya."


"Amin. Yaudah mending loe pulang duluan. Kasihan atrees udah nunggu lama di mobil."


"Iya bro, sekali lagi makasih ya."


"Iya sama sama." Jawab ferdi.


Sebelum kembali ke mobil atrees, danindra meminta pada elang dan koko untuk membawa mobilnya.


"Lang, ko, mobil gue bawa dulu ya. Gue mau naik mobilnya atrees aja." ucap danindra yang kemudian pergi menuju mobil atrees.


"Oke deh ndra, oh iya shin loe sama gue aja ya." ajak koko pada shintya.


"Terserah, gue ngikut gitu aja ko. Terus indy gimana?" tanya shintya.


"Ya kita bertempat dong shin. Pakai nanya segala."sahut elang.


"Terus ferdi gimana?"


"Udah kalian semobil aja. Gue juga mau mampir ke rumah nenek gue dulu. Mumpungq gue di Bandung. Jadi sekalian gue mau nengok nenek." ucap ferdi dan dengan segera ia pergi meninggalkan tempat itu.


Tak lama setelah kepergian danindra dan ferdi, elang dan koko bersama indy dan shintya juga pergi dari sana. Namun saat berada di tengah jalan, tiba tiba indy mengajak elang, koko dan shintya untuk pergi ke pusat perbelanjaan.


********


Di dalam mobil, atrees masih diam. Namun danindra terus mendesak atrees untuk menceritakan permasalahan dirinya dengan mama priska.


Atrees mulai bercerita tentang kekecewaannya pada mamanya. Hingga rasa sakit hati karna tamparan keras dari mamanya.


Melihat kesedihan dan air mata atrees yang masih terus mengalir, danindra berhenti sejenak ke swalayan untuk membelikan atrees minum. Saat hendak melanjutkan perjalanan, atrees dengan cepat memeluk erat danindra.


"Ndra, jangan pernah tinggalin aku ya. Yang aku punya cuma kamu. Yang sayang sama aku cuma kamu. Aku takut kehilangan kamu yank."


"Aku gak akan pernah ninggalin kamu. Tapi kamu gak boleh pergi jauh lagi tanpa ijin aku ya. Kamu tau nggak, aku takut kamu kenapa napa sayang. Aku khawatir banget sama kamu."


"Iya sayang aku minta maaf." jawab atrees sambil sekilas mencium bibir danindra.


"Sayang, kamu nakal ya." ucap danindra yang hendak menarik badan atrees namun sayang atrees dengan segera mendorong tubuh danindra.


"No, belum boleh. One month again ya sayang." ucap atrees dan berhasil membuat danindra merasa kesal hingga mengacak rambutnya.


"Hahahaha, kamu lucu yank. Kamu pikir nikah itu gampang. Ya banyak syarat yang harus di lengkapi yank."


"Oh gitu ya. Yaudah deh aku akan sabar nunggu sebulan buat jadiin kamu istri aku. Setelah itu kamu dan aku akan selamanya bersama." ucap danindra sambil menciumi tangan atrees.


"Amin. Sekarang kamu fokus nyetir ya sayang."


"Iya sayang." jawab danindra.


Namun indy mengirim pesan pada atrees untuk memberitahu jika ia dan teman teman yang lain akan sampai di jakarta sedikit terlambat.


Indy: "Trees, gue sama anak anak mampir ke mall sebentar ya. Nanti gue beliin loe oleh oleh deh."


"Siapa yank, lok kayak kesel gitu."


"Indy, pamit pergi mampir dulu ke mall. Gitu tadi gak ngajakin kita." gerutu atrees.


"Yaudah nanti tinggal kita ke mall di jakarta aja. Udah gak usah pasang muka jelek gitu." jawab danindra sambil mengacak rambut pacarnya itu.


"Sayang, kebiasaan deh. Tapi kita cari makan dulu ya yank, perut aku laper banget."


"Iya yank, duh kacian pacar aku kelaperan. Sebelum pulang kita cari makan dulu ya." ucap danindra yang mendapat anggukan kepala dari atrees.


Tanpa sepengetahuan atrees, danindra mengirim pesan pada mama priska dan memberitahu dirinya jika atrees sekarang dalam keadaan baik.


Danindra: "Tante, atrees udah sama danindra. Tante jangan khawatir, atrees baik baik aja. Nanti danindra akan coba kasih pengertian sama atrees ya tante."


Tante priska: "Terima kasih danindra, tante titip atrees ya."


Danindra: "Oke tante."


Danindra kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku, setelah selesai memberikan kabar pada mama priska.


Di rumahnya, papa destian sudah tiba di rumah mama priska. Dan ia melihat kesedihan yang dalam di mata mama priska.


" Priska, apa yang terjadi? Kenapa atrees bisa pergi?"


Mama priska lalu menceritakan kejadiannya gak sebenar-benarnya pada papa destian. Tak tega melihat mantan istrinya yang menyesal dengan perbuatannya pada atrees, papa destian dengan sigap menenangkan mama priska di pelukannya.

__ADS_1


"Sudah ya, kamu tenang. Bukannya danindra sudah menemukan atrees. Berarti atrees sekarang sedang bersama danindra. Jadi kamu jangan khawatir lagi." ucap papa destian sembari mengelus punggung mama priska.


"Iya mas, tapi apa atrees bisa memaafkan aku?"


"Percaya sama aku pris, atrees itu anaknya baik dan bijak. Dia hanya sedang emosi. Ketika dia sudah bisa berfikir jernih, dia akan kembali seperti biasa. Sudah ya jangan sedih lagi, habis ini kita makan siang sama cena juga ya. Kamu mau kan?"


"Iya mas, aku mau." jawab mama priska.


"Sekarang hapus air mata mu, ambil tas dan dandan yang cantik ya. Kita pergi ke restoran sekarang, cena udah on the way kesana."


"Iya mas, aku siap siap dulu ya."


"Iya." jawab papa destian dengan senyum tampannya ke arah mama priska.


Saat berjalan menuju ke kamarnya, mama priska kembali menoleh ke belakang melihat papa destian sedang bermain dengan ponselnya.


"Sikapmu sudah berubah mas, kamu yang dulu selalu marah jika aku berbuat kesalahan. Tapi sekarang, kamu bisa menenangkan aku disaat aku sedang ketakutan. Mungkin memang ini yang terbaik,aku yakin aku ingin kembali bersama kamu mas. Ini bukan hanya demi atrees dan cena, tapi demi cinta kita juga." ucap mama priska dalam hati.


**********


Setibanya di restoran, danindra dan atrees langsung memesan makanan. Dan sambil menunggu makanan tiba, danindra berusaha untuk berbicara empat mata dengan atrees.


"Sayang aku minta tolong ya jangan pernah kayak gini lagi. Kalau kamu lagi ada masalah sama siapa aja, cari aku aja. Aku pasti akan selalu dengerin cerita kamu." ucap danindra sambil menggenggam tangan atrees.


"Iya yank, maafin aku ya. Tadi aku lagi kacau aja."


"Hmmm, yaudah habis ini kita kerumah kamu. Jangan pernah lari setiap ada masalah. Aku yakin tante priska punya alasan hanya belum saja tersampaikan ke kamu." ucap danindra dan membuat atrees melepaskan tangannya.


"Kenapa sih kamu selalu aja bela mama ku. Pacar kamu itu aku, bukan mama." kesal atrees.


Danindra kembali menarik tangan atrees, dan berusaha untuk terus membujuk atrees.


"Sayang, bukannya aku bela tante priska. Tapi mama ada seorang ibu tega menyakiti hati anaknya. Sekarang kamu pikir, buktinya mama kamu langsung meminta aku buat mencari kamu. Pasti sekarang tante priska lagi khawatir sama kamu. Udah ya marahannya sama mama kamu. Mending kamu hubungi dia, kasih kabar,dan minta maaf. Yayaya...??"


Atrees tiba tiba meneteskan air matanya. Ia mengeluarkan semua isi hatinya, rasa kecewanya dengan perpisahan kedua orang tuanya.


"Iya sayang, andai aja papa dan mama gak pisah sekarang ini pasti keluargaku bahagia dan sempurna." ucap atrees.


"Hmmm, aku percaya kalau memang tante dan om itu berjodoh, dia akan bersatu kembali. Bukannya tadi kamu bilang, kamu melihat om dan tante di mobil baru ciuman kan? Berarti tanda nya om sama tante masih saling cinta trees. Mungkin aja mereka mau rujuk. Maybe kan?" kata danindra sambil menghapus air mata atrees.


"Aku juga berharap itu, tapi aku gak mau berharap juga. Aku takut kecewa lagi yank."


"Sekarang kamu telpon mama kamu ya. Minta maaf sama dia. Aku gak mau punya calon istri yang berani dengan orang tuanya."


"Iya sayang."


Atrees kemudian menyalakan ponselnya, dan banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan dari danindra, sahabat sahabat nya tadi, dan juga mama dan papanya.


Mama priska dan papa destian sedang berada di mobil, dan tiba tiba ponselnya berbunyi.


"Siapa pris?"tanya papa destian


"Atrees mas, atrees telpon aku. Akhirnya atress telpon aku, aku angkat dulu ya mas."


"Iya sayang."


"Halo atrees,kamu dimana sayang? Mama khawatir banget sama kamu atrees. Atrees baik baik aja kan nak?" ucap mama priska dengan semangatnya.


"*Atrees baik baik aja mah. Sekarang atrees lagi makan sama danindra, habis itu atrees pulang."


"Iya sayang, mama tunggu kamu di rumah ya. Mama minta maaf sama kamu nak, mama menyesal. Mama tadi itu hanya emosi atrees. Maafin mama ya nak."


"Mama gak usah minta maaf. Atrees yang bicara nya tadi kelewatan mah. Maafin atrees ya mah."


"Iy sayang, mama udah maafin atrees. Nanti ada yang mau mama bicarakan sama kamu nak, tapi lebih baik kita bicara di rumah aja ya."


"Iya mah."


"Yaudah kamu sama danindra hati hati pulangnya ya."


"Iya mah, kalau gitu atrees mau makan dulu ya mah."


"Iya sayang*." ucap mama lalu mematikan ponselnya.


Wajah mama priska kini sudah mulai bisa tersenyum.


"Gimana atrees?"


"Kita udah baikan mas, nanti aku mau sampein niat kita sama atrees dirumah aja." jawab mama priska


"Nanti aku juga mau bicara sama atrees. Kita sampaikan keinginan kita bersama sama ya. Dan aku yakin atrees akan setuju dengan semua ini."

__ADS_1


"Semoga ya mas."


__ADS_2