Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Susah move on


__ADS_3

Sesampainya dirumah,danindra langsung masuk walau dengan langkah yang berat. Ia pun langsung membuka pintu,dan disana mama dan papanya sedang duduk diruang tamu.


"Kamu darimana danindra?Pasti kamu berusaha menghindari pertemuan ini kan?"tanya pak pras.


"Danindra habis dari rumah koko pah.Lagian papa ini kenapa selalu mikir jelek soal danindra! Siapa juga yang menghindari acara ini. Kalau pun danindra menghindar, danindra gak akan angkat telpon papa dan pulang malam ini."jawab danindra.


"Betul kata danindra. Kalau danindra berusaha menghindrari pertemuan malam ini, dia sekarang gak akan berdiri di depan kata saat ini."timpal mama vio.


"Kalau gitu danindra ke kamar mau mandi terus siap siap. Memang temen mama sama anaknya itu udah mau sampai ya?"tanya danindra.


"Mereka gak jadi kesini, pasti sekarang kamu senang kan karna pertemuan ini batal?"tanya pak pras.


Dalam hati danindra kini bersorak senang. Doanya dari tadi ternyata di kabulkan. Namun demikian, dia tetap bersikap acuh dengan mama dan papanya.


"Papa gak capek apa mikir jelek soal aku terus? Udahlah danindra males debat sama papa. Danindra mau ke kamar dulu."


"Iya danindra, jangan lupa acaranya di undur sabtu malam. Jadi sabtu malam kamu gak boleh kemana mana."teriam mama vio.


Danindra tak memperdulikan teriakan mamanya.


"Sabtu malam? Berarti gue gak bisa pergi malmingan dong sama atrees. Terus gue harus alasan apa sama atrees. Arghh mama sama papa kenapa pakai acara jodoh jodohin segala. Emang mereka kira aku gak bisa cari calon istri sendiri apa? "batin danindra kesal.


Sesampainya di dalam kamar,danindra berbaring di atas ranjangnya sambil mengingat hubungannya dengan atrees yang sudah resmi pacaran. Wajah atrees selalu terlintas di pikirannya, dan danindra ingat jika ia akan mengabari pacarnya itu jika ia sudah sampai dirumah.


Danindra mengambil ponsel dalam sakunya, dan ia hendak menelpon atrees. Namun ia melihat ada beberapa panggilan dari atrees dan satu pesan darinya.


Saat ia membuka pesan itu, danindra merasa kesal. Ia berusaha menghubungi atrees namun sayang nomor atrees tidak aktif. Karna khawatir dengan pacarnya itu, danindra bergegas pergi kembali untuk menemui atrees.


"Danindra, kamu mau kemana lagi? "tanya mama vio.


" Danindra lupa ada tugas kuliah,barusan temen danindra telpon buat kerjain tugas dirumahnya."


"Oh yaudah, kamu hati hati."sahut pak pras.


"Iya pah mah."


Karna tak tahu rumah indy, akhirnya danindra memutuskan untuk menunggu atrees di depan rumah shintya.


Kini shintya dan atrees sudah tiba di rumah indy. Walau kini sudah jam 9 malam, namun orang tua indy tetap mempersilakan mereka untuk bertemu dengan indy.


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu kamar indy.


"Masuk."ucap indy.


Indy terkejut melihat kedatangan atrees dan shintya. Indy mengira jika shintya dan atrees akan menghina dirinya. Namun pikirannya itu salah, shintya dan atrees justru langsung berlari dan memeluk indy.


"Sayang, kamu kenapa kok keluar dari grup?"tanya atrees.

__ADS_1


"Iya ndi, loe kenapa sih? "tanya shintya juga.


"Gue ngerasa gue gak pantes sahabatan sama kalian, terutama loe trees. Gue udah jahat sama loe. Gue udah jadi orang ketiga dalam hubungan loe sama juan. Gue bukan sahabat yang baik trees."ucap indy sambil menangis sesenggukan.


"Udah dong jangan nangis. Gue gak pernah marah sama loe kali ndi.Gue sayang sama loe. Dan jangan pernah berpikir loe bukan sahabat yang baik buat kita. Namanya manusia pasti ada punya salah. Dan gue udah maafin kesalahan loe."


"Loe serius trees. Loe gak marah sama gue? Loe gak pengen ngatain gue apa gitu? "tanya indy kembali.


"Sssst, udah ya. Gue ikhlas kok kau juan sama loe. Toh dari awal gue emang gak pernah cinta sama juan."


"Kalau loe gak cinta kenapa tadi siang loe nangis trees?"


"Gue cuma kecewa aja karna kalian udah bohong sama gue.Apalagi gue denger loe udah gituan sama juan. Hati sahabat mama yang gak hancur sih ndi. Tapi udahlah semua udah lewat. Lagian gue ikhlas kalau emang loe pacaran sama juan."ucap atrees.


"Ya ikhlas lah, secara loe udah dapet danindra. Ibarat kata loe buang tomat busuk tapi loe dapet pengganti buah jeruk. Makanya loe gak terlalu sakit hati."sahut shintya.


"Oh jadi loe sekarang pacaran sama danindra? Gue ikut seneng ya trees."ucap indy.


"Iya makasih, semoga elo juga awet ya sama juan."balas atrees.


Indy seketika diam dan menunduk lesu.


"Loe kenapa ndi? "tanya shintya sambil merangkul indy.


"Gue udah putus sama juan."jawab indy lemah.


"WHAT? loe mau gitu diputusin juan setelah apa yang juan lakuin ke elo."teriak shintya yang mulutnya langsung di bungkam oleh indy.


"Kok bisa elo putus sama juan. Siapa yang putusin? "tanya atrees dengan nada naik 1 oktav.


"Gue trees. Juan itu kelihatannya baik tapi hatinya busuk trees."


Indy lalu menceritakan semua ucapan juan yang menghina dirinya pada atrees dan shintya. Atrees meradang mendengar penghinaan juan pada indy. Dan dengan cepat atrees bangkit dan hendak pergi menemui juan.


"Shin, kunci loe mana?"teriak atrees.


"Loe mau kemana?" tanya shintya.


"Ya mau nemuin juan. Gue bakal buat dia menyesal udah menghina loe ndi. Cowok br*****ek kaya dia harus di kasih pelajaran."


"Trees udah dong, gak usah loe kotorin tangan loe buat dia. Biarin aja dia mau menghina gue kayak apa. Toh kalau dia bongkar apa yang terjadi antara gue dan dia ke anak anak lain, kan dia sendiri yang jelek."ucap indy sambil memegang lengan atrees.


"Iya trees, loe jangan gegabah. Kalau loe ke apartemennya juan, sama aja loe masuk kandang macan. Bisa bisa juan ntar ngapa ngapain loe. Kalau loe mau ketemu dia, loe ajak danindra. Jadi ada yang melindungi loe." sahut shintya.


"Iya trees, gue gak mau loe kenapa kenapa. Lagian gue yakin kok, suatu saat gue bakal dapet cowok yang mau nerima gue apa adanya."


"Yaudah kalau gitu, tapi kalau loe sampai di hina atau di lecehin juan bilang ke gue ya."


"Iya atrees."jawab indy singkat.

__ADS_1


Mereka bertiga kemudian saling mengobrol sambil mencurahkan perasaan mereka masing masing. Hingga tanpa mereka sadari waktu kini sudah larut malam.


Di depan rumah shintya,danindra terus melihat jam yang melingkar di tangan kanannya. Ia melihat sekarang sudah hampir tengah malam, namun atrees dan shintya belum juga kembali.


Namun tak berapa lama, atrees dan shintya hampir tiba di rumah. Dan dari kejauhan shintya melihat mobil danindra berada di depan rumahnya.


"Trees, itu bukannya mobil cowok loe? "tanya shintya.


"Mana? Oh iya itu kan mobil danindra. Ngapain dia malem malem kesini."


"Apa dia marah kali loe pergi malam malam gini. Tapi kata loe tadi, loe udah ijin sama dia?"


"Udah kok shin. Gue juga udah kirim pesan ke dia juga."


"Oh yaudah kalau loe gak ada apa apa sama danindra. Kita udah sampai nih, loe buruan turun gue tunggu di dalam ya. "pamit shintya.


" Iya shin."jawab atrees singkat.


Atrees kemudian turun dari mobil shintya dan menemui pacarnya. Dan atrees melihat tatapan tajam danindra.


"Sayang, kamu kenapa kesini malem malem. Udah lama ya? "tanya atrees.


"Lama banget, kamu dari mana sebenarnya?"


"Dari rumah indy sayang. Tadi kan aku udah kasih tahu kamu."


"Gak bohong kan? "tanya danindra yang berusaha memastikan ucapan atrees.


" Enggak sayang, beneran. Terus kamu kesini mau ngapain? Ini udah jam 12,kamu pulang aja yank. "


" Gak mau, temenin aku makan di McD dulu ya. Aku laper banget, mau ya? "


" Yaudah, aku pamit shintya bentar ya, sambil mau pinjem jaketnya shintya. "


" Iya sayang. Jangan lama lama di dalem. Ntar pakai acara rumpi dulu."


"Hehehe, iya pacarku yang ganteng. Bentar ya."ucap atrees sambil mengelus pipi danindra.


Karna suasana malam yang dingin, danindra mendekatkan wajahnya ke wajah atrees. Atrees yang sadar jika danindra akan mencium bibirnya, langsung menutup mulut danindra dengan tangannya.


"Hayo mau ngapain? Gak boleh ya sayang, kalau kita udah nikah kamu baru boleh cium aku. "


"Tapi kan kita udah dua kali ciuman?"tanya danindra dengan nada kesal.


"Ya karna yang pertama aku khilaf, dan yang kedua kamu maksa kan? "


"Hehehe, iya deh sayang. Yaudah buruan pamit sama shintya sana."


Sambil tersenyum melihat kepergian pacarnya, danindra merasa bahagia memiliki wanita seperti atrees yang mampu menjaga dirinya.

__ADS_1


"Sekarang gue tambah yakin yank, kalau loe gak pernah di sentuh juan. Loe emang beda dari yang lain trees. Dan itu yang buat gue susah move on dari loe." batin danindra yang kini masuk kembali kedalam mobil.


__ADS_2