Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Menghindar


__ADS_3

Belum sampai elang membawa indy ke apartemennya,indy sudah sadar terlebih dulu. Ia mulai membuka matanya pelan pelan. Dan ia kaget, saat ia melihat ia sedang berada di dalam mobil. Ditambah ia melihat ada elang yang sedang menyetir.


"Elo!!Kok gue bisa sama elo?"tanya indy sambil mengingat apa yang terjadi.


"Loe lupa? Tadi gue lihat loe nangis di pinggir jalan.Eh pas gue mau nyamperin loe,elo nya malah pingsan."


"Oh iya gue inget."


"Tadinya sih gue mau bawa ke apartemen gue. Gue juga udah ngabarin koko sama danindra. Tapi karna loe udah sadar kayaknya gak usah deh. Mending gue anterin elo balik ke rumah aja ya."


"Jadi loe udah kasih tahu danindra?"


"Udah, emang kenapa?kok elo kayak kaget gitu?"


"Gak papa kok. Gue balik naik taksi aja ya. Jadi tolong berhenti di depan sana."pinta indy.


"Udah gue anterin aja,sekalian gue pengen tahu alamat rumah loe. Jadi sewaktu waktu gue pengen main, gue udah tahu rumah loe. "


"Tapi loe gak keberatan?"


"Ya enggaklah."jawab elang.


"Makasih ya lang."ucap indy.


"Iya sama sama."balas elang.


Elang kemudian mengantar indy ke rumahnya,dan tak lupa elang mengirim pesan pada danindra dan koko jika ia sudah mengantar indy pulang.


Di tempat lain,danindra mengajak atrees berkeliling kota. Dan karna merasa lelah,danindra berhenti sejenak di taman kota.


"Trees kita istirahat bentar ya di taman.Gue capek."


"Iya ndra."


Setelah turun dari motornya dan melepaskan helm di kepala atrees,danindra berjalan sambil menggandeng tangan atrees.


"Ndra,gak usah digandeng kali. Gak bakalan gue hilang."gerutu atrees.


"Udah jangan ngeluh mulu.Lagian elo sekarang kan udah jomblo. Jadi gak akan ada lagi yang marah. Tadi aja loe masih pacaran sama juan gue gandeng gak papa, sekarang loe udah sendirian masak gak boleh gue gandeng?"


"Yaudah deh terserah loe."jawab atrees.


Danindra kemudian mengajak atrees duduk di bangku taman tersebut. Walau dari tadi atrees terlihat kuat,danindra tahu hatinya tetap saja sakit. Danindra dan atrees pun sama sama diam, hingga danindra melihat ada penjual es krim.


"Trees,gue ke toilet bentar ya.Elo jangan kemana mana. Tetep tunggu gue disini.Oke??"ucap danindra.


"Iya, tapi jangan lama lama ya.Gue takut duduk sendirian disini."


"Iya gak lama kok."

__ADS_1


Danindra kemudian pergi membeli es krim, dan setelah membeli es krim itu ia memberikannya pada atrees.


"Nih buat loe."ucap danindra sambil menyodorkan 1 cup es krim.


"Katanya loe ke toilet. Kok malah beli es krim sih? "


" Kebiasaan kan. Loe itu kebanyakan tanya. Mending loe buruan makan sebelum es krimnya cair. "


"Iya deh iya. Makasih ya ndra."


"Hmmm."jawab danindra.


Danindra pun duduk menyebelahi atrees.Ia melihat atress hanya mangaduk aduk es krim itu dengan tatapannya yang kosong.


Menyadari kesedihan atrees, danindra mendorong kepala atrees dan menaruhnya di pundaknya.


"Kalau loe mau nangis,nangis aja kali trees.Loe gak perlu malu atau menahan kesedihan loe didepan gue.Gue tahu, saat ini hati loe pasti hancur dan sakit.Nangis aja di pundak gue,nangis aja yang kenceng biar hati loe lega."


Ucapan danindra seketika membuat atrees sudah tak sanggup lagi menahan air matanya. Tangis yang sudah is tahan dari tadi, akhirnya pecah.


"Ndra apa salah gue, sampai pacar dan sahabat gue tega nyakitin hati gue kayak gini. "tanya atrees.


" Loe gak salah kok. Mereka aja yang b**o. Loe sekarang boleh nangis dan gue bakal nungguin loe sampai loe puas nangis. Tapi besok gue udah gak mau lihat air mata loe lagi."


"Ndra, kenapa loe baik sama gue. Bukannya loe dulu benci banget ya sama gue. Dan kemarin loe juga bilang kan kalau loe udah gak suka sama gue. Tapi kenapa loe selalu ada saat gue lagi down?"


Danindra kemudian menatap atrees sambil memegang kedua pundak atrees.


" Tapi dulu bukannya loe bilang gue gak selevel ya sama loe? "


" Ya itu emang kesalahan gue karna gue gengsi buat mengakui perasaan gue di depan elang dan koko. Dan kehilangan loe udah buat gue sadar kalau gue gak mau lagi gengsi untuk bilang cinta ke elo. Bahkan gue udah bilang jujur sama elang dan koko. Sekarang gue mau tanya sama elo,apa loe juga cinta sama gue? Atau emang loe cinta sama juan? "tanya danindra.


"Oh itu ya.Emmm..awalnya gue sebenarnya juga cinta sama loe ndra,tapi karna kebersamaan gue sama juan, rasa gue itu mulai muncul untuk juan."ucap atrees.


"Oh, berarti loe udah gak cinta sama gue. Berarti selama ini gue ya yang kepedean karna gue kira loe juga punya perasaan yang sama buat gue. Udah lupain aja perasaan gue, udah malem gue anter loe pulang ya."


Danindra kemudian berdiri dari kursinya dan hendak berjalan pergi. Namun atrees langsung memeluk danindra dari belakang.


"Jangan pergi lagi ya ndra. Gue belum selesai ngomong. Gue gak memungkiri perasaan gue ke juan, tapi semenjak beberapa hari ini loe hadir lagi ke hidup gue,perasaan gue ke elo datang lagi. Dan gue baru yakin kalau perasaan cinta gue itu memang buat loe,bukan buat juan. Dan soal perasaan gue ke juan,itu hanya sekedar rasa untuk bersama karna gue udah menjalin komitmen dengan dia. Tapi sekarang semua udah berakhir, dan gue harap loe jangan pergi lagi dari gue."ucap atress.


Danindra kemudian membalikkan badannya. Ia pun langsung memeluk atrees dengan erat.


"Gak akan trees,gue gak akan pergi lagi dari elo."


"Heem,gue percaya sama loe ndra."


"Makasih trees, jadi loe mau gak jadi pacar gue? "


"Cuma pacar aja nih? Gak lebih?"tanya atress yang berusaha menggoda danindra.

__ADS_1


" Ya iya dong yank,kan pacaran dulu nanti kalau udah lulus baru gue nglamar loe jadi istri gue."ucap danindra sambil menyentil hidung atrees.


"Hahahaha, iya iya sayang."


"Ndra janji ya loe jangan pernah sakiti gue kayak juan! "


" Gak akan. Aku janji yank. "ucap danindra sambil mencium kening atrees.


Dan saat mereka sedang menikmati hari jadian mereka, tiba tiba ponsel danindra berbunyi dan ia melihat jika papanya yang menghubungi dirinya.


"Sayang,aku kesana bentar ya.Papa telpon aku. Kalau gak percaya,nih lihat papa kan yang telpon."ucap danindra sambil memperlihatkan layar ponselnya pada atrees.


"Iya sayang, aku percaya. Yaudah kamu angkat dulu sana."


"Iya bentar ya sayang."


Danindra yang sudah mengetahui maksud papanya menelpon berusaha mengangkat telpon itu jauh dari atrees. Danindra tidak ingin kalau atrees sampai tahu tentang dirinya yang akan di jodohkan.


"Hallo pah, ada apa? "


" Kamu dimana? Kamu sudah janji sama papa dan mama kalau kamu mau dengan perjodohan ini. Papa tahu kamu pasti sekarang berusaha menghindar kan! Pulang sekarang, karna teman papa akan segera datang. "


" Tapi pah. "


"Gak ada ada tapi tapian. Pulang sekarang."


"Iya pah. "


Setelah mengakhiri panggilannya, danindra kembali menemui atrees.


"Maafin aku trees, aku harus bohong sama kamu. Aku gak bisa menolak perjodohan ini, tapi aku juga gak mau kehilangan kamu lagi. Aku akan cari cara agar perjodohan ini batal dan kita akan tetap bersama.Tapi untuk sementara waktu, biar aku ikutin apa mau papa dulu." batin danindra sambil berjalan menghampiri atrees.


"Sayang papa nyuruh aku pulang. Kamu gak papa kan? "


" Gak papa sayang."


"Yaudah aku anter kamu pulang dulu baru nanti aku langsung pulang ke rumah."


"Aku tidur di rumah shintya aja yank."


"Kenapa emangnya?lagi berantem lagi sama mama? "


" Enggak cuma lagi pengen curhat sama shintya."


"Owh yaudah, ayo yank. "


" Iya sayang. "


Danindra dan atrees pergi ke parkiran untuk mengambil motor danindra. Dan selama perjalanan,atrees memeluk danindra dengan erat.

__ADS_1


" Sayang, maafin aku kalau aku belum cerita ke kamu tentang rencana perjodohan mereka buat aku. Tapi aku bakal cari cara buat meyakinkan mereka buah membatalkan rencana konyol ini." gumam atrees.


__ADS_2