
Danindra sudah tiba di parkiran dan ia melihat kepanikan di wajah indy. Ia kemudian menghampiri indy untuk menanyakan kejadian yang menimpa atrees.
"Danindra, atrees ndra. Gue takut juan bakal nyakitin atrees." tangis indy histeris.
"Gimana ceritanya atrees bisa di bawa juan. Emang atrees gak teriak atau minta tolong atau gimana?"kata danindra yang sudah mulai panik.
"Gue juga gak tau, gue baru dateng terus gue lihat juan kayak mapah atrees ke dalam mobilnya. Gue kira atrees balikan sama juan, tapi pas gue coba tanya dan kejar mereka, mobil juan udah duluan pergi dan gue nemu handphone dan kunci mobil atrees disini. Makanya gue yakin juan udah nyulik atrees. Terus ini gimana ndra?"
Danindra terduduk lemas sambil menangkup wajahnya.
"Kenapa handphonenya pakai jatuh segala. Sekarang aku mau cari kamu dimana? " batin danindra sambil meneteskan air matanya.
"Ndra, apa yang terjadi?" tanya elang.
"Ndi, ada apa?"sahut shintya.
"Juan bawa atrees pergi. Tadi gue udah coba telpon loe tapi gak loe angkat."
"Iya, handphonenya tadi gue silent. Terus juan bawa atrees kemana? Kenapa atrees gak berontak sih."gerutu shintya.
"Itu yang gue bingung. Malah tadi atrees di peluk juan masuk ke dalam mobilnya."jawab indy.
"Ndra, jangan jangan atrees di buat pingsan dan gak sadar sama juan."ucap elang yang membuat danindra semakin khawatir.
"Iya bro, jangan jangan atrees mau di apa apa juan. Gue harus segera tolong dia."ucap danindra yang berlari ke mobilnya.
Saat mereka sedang berlari dan masuk ke dalam mobil danindra, koko datang sambil menarik tangan aya.
"Tunggu."ucap koko sambil menggedor jendela mobil danindra.
"Ada apa ko, gue harus segera tolong atrees. Minggir, gue harus segera ke apartemennya juan."ucap danindra.
"Gue tahu juan bawa atrees kemana. Kalian semua mending bawa mobil kalian sendiri. Biar danindra, gue dan aya yang disini."ucap koko.
"Loe tahu darimana ko?"tanya danindra dengan mata menyelidik.
"Ntar gue ceritain, mending gue yang nyetir loe duduk disamping gue, dan loe aya loe juga ikut. Ini semua juga terjadi gara gara loe!" ucap koko dan membuat danindra langsung menatap tajam ke arah aya.
"Apa maksudnya gara gara dia?"
__ADS_1
"Nanti gue jelasin, yang penting kita harus segera tolong atrees sebelum juan melakukan hal gila itu sama pacar loe."
Danindra semakin bingung dengan semua ucapan koko, bahkan elang shintya dan Indy juga merasa bingung. Namun akhirnya mereka langsung pergi menuju tempat yang di beritahu oleh aya.
******
Di dalam mobilnya, juan mulai tergoda melihat tubuh atrees. Dan saat ini juan menggendong tubuh atrees yang turun dari mobil hingga masuk ke dalam apartemen kakaknya.
Juan pun menidurkan atrees yang masih dalam pengaruh obat bius dari dirinya di ranjang. Sesekali juan menciumi wajah atrees hingga akhirnya ia menurunkan ciuman itu ke bibir dan leher atrees.
"Dulu loe selalu menolak ciuman dari gue. Tapi lihat apa yang gue lakuin sekarang, gue udah dapet ciuman loe dan habis ini gue akan dapet semua dari tubuh loe. Gue akan buat loe menikmati permainan gue atrees sayang." lirih juan sambil membuka kencing bajunya.
Kini juan sudah melepas pakaian yang menutup dirinya, ia pun mendekat ke arah atrees dan membuka satu persatu kancing baju atrees.
"Sayang, lihat ini tubuh kamu sangat seksi. Aku sudah tidak sabar ingin menikmati ini semua. Dan aku akan berikan surga dunia untuk kamu atrees." batin juan sambil tersenyum licik.
Belum sempat membuka semua kancing baju atrees,tiba tiba danindra dan yang lain datang dan langsung mendobrak pintu apartemen juan.
Brruuaakk...
Danindra berlari menuju kamar, dan ia melihat juan yang sedang asyik menciumi leher dan bibir atress.
Buggghh..
"Danindra, kok elo?" tanya juan namun danindra langsung memukul wajah juan.
Danindra pun menghujani juan dengan banyak pukulan hingga juan tak sadarkan diri.
"Br****ek, ayo bangun. Lawan gue!" teriak danindra.
"Ndra, udah dia udah gak sadar. Udah ndra. Bisa bisa dia mati karna loe hajar dia terus."ucap elang yang berusaha menarik lengan danindra.
"Biar aja di ma****s, dia pantes buat dapet ini semua."
Indy dan shintya langsung menutup bagian tubuh atrees yang sedikit terbuka dengan jaket mereka. Lalu Indy dan shintya berusaha untuk membangunkan atrees.
"Trees, bangun dong sayang."ucap shintya sambil menangis.
"Atrees sadar dong trees."rengek indy.
__ADS_1
Atrees yang masih dalam pengaruh bius dari juan, masih belum sadarkan diri. Dan akhirnya indy dan shintya mengajak danindra dan yang lain untuk segera pergi.
"Ndra, ayo pergi. Mending kita buruan bawa atrees pulang."ucap shintya.
"Iya ndra, ayo buruan pergi."sahut indy.
"Mending kalian bawa atrees pergi, biar gue dan elang yang urus juan sama aya."ucap koko.
Danindra berjalan menghampiri aya, ia menunjuk mata aya dan menatap aya yang hanya tertunduk lesu.
"Mulai hari ini, loe bukan sahabat gue lagi. Dan gue gak mau lihat muka loe didepan gue."ucap danindra yang berlalu dan menggendong atrees dalam pelukannya.
"Kalian ikut gue, kita bawa atrees ke apartemen gue."ucap danindra pada indy dan shintya.
"Iya ndra."jawab mereka.
Sebelum pergi, indy menghampiri aya yang masih tertunduk dan menangis.
Plaaak...
Satu tamparan mendarat di pipi kanan aya yang mulus.
"Itu gak sebanding sama yang udah loe lakuin sama sahabat gue."kata indy yang lengannya langsung di tarik oleh elang.
"Udah ndi, udah. Mending loe temenin danindra ya, nanti gue sama koko susul kalian. Biar gue sama koko mengurus juan dan aya dulu."ucap elang.
Indy pun berlari pergi menyusul danindra dan shintya. Selama dalam pelukannya, danindra tak henti memandangi wajah pacarnya yang masih belum sadar.
"Maafin aku yank, aku janji gak akan terjadi lagi hal seperti ini. Aku akan lebih ekstra jagain kamu lagi dan gak akan biarin kamu buat pergi sendiri lagi. Untung aku datang tepat waktu, Kalau gak aku gak tau apa yang akan terjadi sama kamu." batin danindra sambil mencium kening atrees.
Danindra kemudian memasukkan atrees di kursi belakang bersama shintya dan indy. Dan ia pun langsung melajukan mobilnya.
Selama di perjalanan danindra terlihat sedih mengingat apa yang terjadi dengan atrees.
"Ndra, loe sabar ya. Gue yakin juan belum ngapa ngapain atrees. Percaya sama gue."ucap shintya.
"Iya shin, gue gak bisa bayangin hancurnya hati gue jika tau juan sampai melakukan hal itu sama atrees."
"Loe gak perlu takut ndra, karna gue dan shintya gak akan biarin siapapun misahin kalian."sahut indy.
__ADS_1
"Thanks ya, gue seneng lihat atrees punya sahabat seperti kalian. Gue minta tolong ya, kalau pas gue gak sama atrees, kalian jagain dia. Gue gak mau hal kayak gini keulang lagi."
"Iya, loe tenang aja. Sekarang mending loe fokus nyetir, biar gue olesin minyak angin ke hidung atrees biar dia cepet sadar."ucap indy sambil mengoleskan minyak ke hidung dan leher atrees.