Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Minta cucu


__ADS_3

"Hei, kalian dari tadi disini ya? Kenapa gak ke depan." panggil atrees.


Karna kedatangan atress dan danindra, indy dan shintya lupa kalau dirinya ingin menghakimi ferdi.


"Huft, untung atrees sama danindra dateng. Selamatlah riwayat gue dari dua bogem indy sama shintya." batin ferdi sambil mengelus dadanya.


"Ya ampun atrees, loe cantik banget." ucap shintya saat melihat sahabatnya seperti cinderela.


"Iya atrees, loe cantik banget tau." sahut indy.


"Beruntung banget loe ndra, dapet istri kayak atrees. Dijaga yang baik, bini cantik gini banyak yang nungguin di luar sana." sambung koko sambil menepuk pundak danindra.


"Jangan bilang gitu ko, bisa bisa sikap posesifnya tambah akut tuh." imbuh elang.


Danindra di buat kesal karna kedua temannya terus saja meledek dirinya. Namun jauh dilubuk hati danindra, sebenarnya ia juga takut jika atrees akan berpaling darinya.


"Sayang, mulai besok kalau mau pergi kemana mana harus sama aku ya. Gak boleh pergi sendiri. Inget kemana pun." ucap danindra sambil menatap tajam ke arah atrees.


Atrees seketika menoleh ke arah koko dan elang dengan wajah yang terlihat kesal.


"Kalian tuh ya, udah tau sahabatnya posesif malah bilang kayak gitu. Dasar mulut kalian, minta di lem alteco biar gak bisa manas manasin danindra lagi." lirih atrees sambil menggertakan giginya.


"Sayang, kok diem sih. Dengerkan aku tadi bilang apa?" tanya danindra kembali.


"Iya sayang,denger kok. Nanti kemana pun aku pergi akan ajak kamu ya sayang." jawab atrees terpaksa.


"Iya trees, kalau loe mau boker juga harus ajak danindra ya. Hahaha." ucap ferdi membuat semua mata tertuju pada dirinya.


"Matilah aku, salah ngomong lagi kan. Serem banget mereka semua, gue berasa mau di bunuh sama zombie." kata ferdi dalam hati.


Merasa ada yang salah dengan perkataannya, ferdi langsung memberi ucapan pada atrees untuk mengalihkan kemarahan semuanya.


"Congrats ya atrees, moga moga gue segera dapet ponakan dari kalian." ucap ferdi sembari mengulurkan tangannya.


"Hmmm, thanks ya fer." jawab atrees.


"Sekarang daripada kalian ribut dan buat mood gue sama atrees jelek, Mending kalian nikmati hidangannya dulu. Gue mau ajak atrees pergi kesana." ajak danindra sambil menggandeng tangan atrees.


Acara resepsi pernikahan danindra dan atrees yang masuk ke televisi, membuat juan yang mendengar berita dari televisi mengepalkan kedua tangannya.


"Danindra, seharusnya yang menjadi suami atrees itu gue bukan loe. Loe udah merebut atrees dari gue dan kalau gue berhasil keluar dari kota ini, gue akan ambil atrees lagi dari loe. Awas aja loe danindra, gue akan balas semua perbuatan loe sama gue dan keluarga gue." batin juan yang langsung mematikan televisi.


Flashback on...


Koko dan elang yang masih berada di apartemen juan, sedang menunggu pak totok asisten pribadi keluarga danindra datang. Tak berapa lama pak totok datang setelah mendapat perintah dari danindra.


Namun ketika sampai di apartemen juan, pak totok terkejut melihat juan anak dari sahabat istrinya tersungkur di lantai dengan wajah yang lebam dan penuh darah serta tangan di tali.


"Pak totok, apa danindra sudah meminta bapak untuk membuang juan keluar negeri." ucap elang.

__ADS_1


"Iya mas elang, sudah. Saya sudah urus semua keberangkatan teman mas ini." ucap pak totok.


"Terus anak buah bapak kemana?" tanya koko.


"Sebentar lagi mereka datang mas, kalau mas elang dan mas koko mau pergi gak papa biar saya yang urus kepergian mereka berdua."


"Iya pak, kami akan pergi setelah juan dan aya benar benar sudah pergi dari negara ini. Memang pak totok mau bawa dia kemana?"


"Saya di perintah mas danindra buat mengirim teman teman mas ke Afrika."


Mendengar Afrika, aya berteriak histeris. Ia memohon pada elang dan koko, namun ucapan aya sia sia karna koko dan elang sudah tidak mau berbicara dengan dia.


Beberapa saat kemudian anak buah pak totok dengan bertubuh tinggi dan kejar sudah datang, pak totok meminta elang dan koko untuk pergi dan mempercayakan semua urusan ini pada dirinya. Tanpa menaruh rasa curiga, elang dan koko pun pergi dari apartemen juan.


Setelah melihat kepergian koko dan elang, pak totok memerintah semua anak buahnya untuk pergi. Pak totok melepaskan tali yang melingkar di tangan juan dan aya.


"Juan, apa yang terjadi kenapa tuan danindra bisa semarah ini sama kamu bahkan mau membuang kamu ke pedalaman?" tanya pak totok.


Juan pun menceritakan semua kejadian pada pak totok. Mendengar cerita juan, pak totok hanya bisa membuang nafasnya. Perbuatan juan memang sudah kelewatan, namun nmengingat hubungan baik dengan keluarga juan, pak totok mencari cara untuk tidak mengirim juan ke pedalaman.


"Om, juan mohon bantu juan. Juan janji gak akan mengganggu dan mengusik kehidupan danindra lagi." mohon juan.


"Iya, nanti om cari cara ya. Tapi kamu harus janji, jangan lakuin hal bodoh ini lagi."


"Iya om, juan janji. Tapi juan juga minta temen juan ini juga ikut bersama juan aja. Juan gak tega melihat aya, dia sahabat juan dari SMA." ucap juan karna terus melihat aya menangis.


"Iya, yaudah om pakaikan talinya lagi ke tangan kalian biar anak buah ok gak curiga."


Hati juan merasa lega karna ternyata orang kepercayaan danindra ada orang terdekat keluarganya. Sambil memeluk pak totok, juan tersenyum licik sambil mencari cara untuk membalas semua perbuatan danindra.


"Danindra, loe pikir loe udah menang. Loe salah danindra, loe udah buat gue berpisah dengan atrees dan loe udah menggagalkan rencana gue. Lihat aja danindra, suatu saat gue akan kembali. Sekarang gue akan ikutin semua permainan loe,dan setelah itu loe ikutin permainan gue." batin Juan.


Melihat senyum danindra, aya merasa ada yang sedang di pikirkan juan. Ia yakin juan sedang merencanakan sesuatu untuk danindra. Namun karna rasa kesal dan marahnya pada danindra yang sudah menghina dan memaki dirinya, ditambah dirinya yang hendak di buang ke pedalaman,membuat aya tak mau tahu dengan rencana juan.


Flashback off...


Selesai acara, semua tamu undangan mulai pergi meninggalkan ruangan. Begitu juga para sahabat mereka yang berpamitan untuk pulang.


Kini hanya tersisa keluarga atrees dan keluarga danindra. Sebelum makan bersama, danindra mengajak atrees untuk mengganti pakaian mereka. Dan saat sampai dikamar, atrees sudah menduga jika suaminya itu ingin mengajak mereka bercinta.


"Sayang, kamu hari ini seperti ratu di pesta tadi." bisik danindra sembari memakan daun telinga atrees.


Mendapat perlakuan dari suaminya itu, tubuh atrees sekejap merinding. Semua bulu kuduknya naik. Apalagi tangan danindra yang meraba raba tubuhnya.


"Makasih ya sayang. Tapi kamu gak lupa kan kita lagi ditunggu mama, papa, ayah dan bunda di bawah. Sabar dikit ya sayang, habis makan bersama kamu mau minta berapa kali aku ladeni." jawab atrees sambil membalikkan badannya.


Karna kehadiran mereka sedang di tunggu para keluarganya, danindra mengurungkan niatnya untuk bercinta dengan istrinya. Namun niat danindra berubah saat ia mengajak atrees mandi bersama untuk mempersingkat waktu.


Awalnya danindra hanya meminta sebuah ciuman dari atrees, tapi karna melihat kemuliaan tubuh atrees, danindra sudah tidak bisa menahan nafsunya ditambah adik kecilnya yang berdiri dan sudah menegang.

__ADS_1


"Sayang, sekali aja ya. Aku udah gak tahan." bisik danindra sambil mencium setiap inci tubuh atrees.


"Tapi sayang, kita udah ditunggu loh." tolak atrees namun tubuhnya juga menginginkan belaian tangan dari danindra


"Sebentar aja sayang, aku tau kamu juga menginginkannya kan. Gak lama kok." jawab danindra sambil pelan pelan memasukkan barangnya ke milik atrees.


Mendengar suara desahan atrees membuat danindra semakin mempercepat tempo permainannya. Dan setelah 30 menit, mereka sama sama melakukan pelepasan bersama.


"Aarghh... " suara yang keluar dari mulut danindra dan atrees.


Sambil mencium sekilas bibir atrees, danindra tersenyum tampan melihat keliaran atrees barusan.


" Kenapa kamu senyum? Jangan bikin aku malu." jawab atrees dengan wajah yang mulai memerah.


"Ternyata istriku udah pinter ya mainnya, baru sekali diajarin udah ngerti. Gimana, bener kan kataku dulu. Kalau kita lakuin di malam pertama, pasti kamu gak bisa menikmatinya seperti sekarang." jawab danindra dengan senyum smirknya.


"Ya tapi kan dosa yank. Pokoknya dosa aku kamu yang tanggung loh ya." kesal atrees sambil melilitkan handuk di tubuhnya.


"Ya mana ada dosanya yang tanggung aku, kan yang enak berdua."


"Udah lah males aku berdebat sama kamu, ayo buruan yank, kasihan semuanya pasti lagi nunggu kita." ucap atrees.


Saat hendak keluar dari toilet, danindra menggendong atress ala brydal style sambil sesekali mendaratkan bibirnya ke bibir atrees. Dan ia membaringkan atrees ke ranjang.


"Sayang kamu mau apa?" tanya atrees yang berusaha bangkit dari ranjang.


Namun danindra kembali membaringkan atrees dan menarik tangannya.


"Sekali lagi ya yank." bisik danindra sambil menciumi wajah hingga turun ke leher atrees.


Atrees hanya membulatkan kedua matanya, karna handuk yang menutupi tubuhnya sekarang sudah dibuang danindra. Tubuh danindra yang sudah menindihi tubuhnya membuat dia sudah tak bisa melepaskan diri.


"Sayang, udah dong. Inget kita lagi ditungguin." ucap atrees sambil menarik rambut danindra yang mulai mencium ke dua bagian di dadanya.


Bosan mendengar celotehan atrees, danindra mengambil ponselnya dan menghubungi mamanya untuk tidak menunggu dirinya.


"Halo mah, atrees dan danindra gak ikut makan ya. Kita mau bikin cucu buat mama dan papa." ucap danindra.


"Iya sayang, gak papa. Semangat ya nak. Pokoknya harus jadi loh ya. Mama udah gak sabar menimang cucu."


"Pasti mah. Udah dulu ya mah. Lagi tanggung soalnya."


"Hahahaha, iya. Dasar sifat kamu gak beda jauh dari papa kamu. Udah sana, mama malah geli denger ucapan kamu."


"Oke mah, See you." jawab danindra dan setelah itu mematikan ponselnya.


Atrees yang sudah beranjak dari ranjang sejenak menghentikan langkahnya menuju lemari. Dan saat ia membalikkan badannya, danindra sudah berdiri di depannya dengan senyumnya yang sumringah.


"Kamu mau alesan apalagi. Tadi mama bilang, kita harus cepat kasih dia cucu. Dan kita gak perlu nyusul ke bawah. Saatnya kita lanjutin yang barusan ya sayang." ucap danindra sembari membawa atrees kembali ke ranjang.

__ADS_1


Dan akhirnya atrees dan danindra semalam melakukanny hingga tubuh atrees merasa remuk tapi ia pun juga merasa puas dengan permainan danindra.


__ADS_2