Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Pernikahan danindra dan atrees


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Hari ini hari yang sudah di nantikan danindra dan atrees. Pagi ini atrees terlihat cantik dan menawan dengan balutan kebaya putih. Mama priska dan adiknya mendampingi atrees berjalan menuju ke tempat duduk akad nikahnya.


Disana danindra sudah menunggu dirinya. Danindra juga terlihat sangat tampan. Hatinya berasa seperti naik rollercoaster. Namun keterangannya tak bertahan lama, melihat wanita yang di cintainya kini sudah duduk disampingnya.


"Apa bisa kita mulai?" tanya pak penghulu.


"Sudah pak." jawab danindra penuh keyakinan.


Papa destian menjabat tangan danindra, dan beberapa saat kemudian suara gemuruh kebahagian terdengar saat danindra mengucapkan ijab qobulnya dengan suara lantang.


"Bagaimana para saksi, sah?" tanya pak penghulu.


"Sah." jawab semua saksi dan tamu undangan.


Mereka semua kemudian memanjatkan doa, kemudian atrees mencium tangan danindra diiringi ciuman kening yang diberikan danindra pada atrees.


Suasana nampak bahagia. Danindra menatap kagum istrinya yang berada disamping kirinya.


"Kenapa sayang, ngeliatin aku terus?" ucap atrees dengan suara pelan.


"Kamu cantik banget. Jadi gak sabar buat nanti malem." jawab danindra penuh mata menggodanya.


Atrees tak menyangka, danindra bisa berkata dengan santainya. Sedangkan dirinya saja masih merasa nervous.


Setelah acara akad selesai, semua bergegas ke hotel berbintang lima, dimana acara resepsi mereka akan dilangsungkan. Bahkan saat ini sudah banyak media yang ingin meliput acara pernikahan anak pengusaha terbesar di kota ini.


"Sayang, kok banyak wartawan diluar?" tanya atrees.


"Kamu lupa atau pura pura gak tau sih yank. Papaku kan pengusaha terbesar di kota ini. Jadi pernikahan kita akan masuk Hot News di surat kabar. " jawab danindra sembari menyentuh pipi atrees.


" Tapi jujur aku gak nyaman acara kita diliput seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, kan memang ayah itu pengusaha besar. Mau gak mau aku harus menjalaninya kan?" gerutu atrees.

__ADS_1


"Istri pintar. Kamu harus terbiasa dengan ini semua ya sayang. Lagi pula ini kan bagus, jadi mulai saat ini biar semua orang tahu siapa istri danindra prasetya, menantu diky prasetya yang cantiknya kelewat batas ini." ucap danindra hingga membuat kedua pipi atrees seketika memerah.


"Sayang, mulai deh ngeluarin gombalan mautnya. Emang kamu gak capek muji aku terus? " jawab atrees sembari memeluk manja lengan danindra.


"Gapapa dong gombalin istri sendiri. Dan mulai hari ini aku bakal muji dan gombalin istri aku setiap hari."


"Hahahaha, makasih ya suamiku yang ganteng" jawab atrees sambil memberikan sekecup ciumnya ke pipi danindra.


"Kok di pipi sih yank, disini dong." kata danindra sambil menekan nekan bibirnya.


"Sayang malu, ada pak sopir. Nanti malam aja ya." bisik atrees ke telinga danindra.


"Kamu ya sayang, mulai nakal. Udah ayo turun,kita udah sampai." ucap danindra.


Dengan pengawasan ketat, danindra dan atrees di bawa ke kamar riasnya. Atrees yang sedang di rias oleh seorang MUA terkenal, kedatangan mama dan papanya.


"Alhamdulillah ya sayang, kamu dan danindra kini sudah menjadi suami istri. Mama berharap jadikanlah cerita rumah tangga mama dan papa itu pelajaran buat kamu. Jangan contoh kami ya nak. Suatu saat jika rumah tangga kalian ada masalah, jangan pernah mengutamakan egois masing masing. Jika danindra yang keras kali harus melunak, begitu juga sebaliknya." ucap mama priska sambil merapikan rambut atrees.


"Oh iya atrees, sehabis menikah kamu dan danindra akan menetap dimana?" tanya papa destian.


"Danindra minta atrees ikut bersamanya pah, mah. Gak papa kan? Bukannya atrees gak sayang mama, tapi atrees tahu jika danindra adalah anak tunggal. Kalau atrees meminta danindra ikut bersama atrees tinggal bersama mama, kasihan bunda mah." jawab atrees dengan wajah sayunya.


"Iya mama mengerti kok nak. Bagaimana pun seorang wanita yang sudah menikah itu sudah menjadi hak suaminya. Mama rela kalau kamu ikut bersama danindra, tapi mama harap sering sering main ke rumah ya nak?" ucap mama dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Tentu mah, atrees pasti sering main ke rumah mama. Oh iya terus mama dan papa kapan akan bangun nikah lagi? Bukannya dulu kalian pernah bilang ke atrees dan cena akan menikah kembali setelah pernikahan atrees."


"Iya nak, apa kamu gak lihat ada cincin yang melingkar di jari manis mama kamu? Dua jari yang lalu papa sudah melamar mama secara pribadi, dan rencananya kami akan menikah dua minggu lagi. Hanya saja tidak ada pesta ya nak, paling cuma maka bersama keluarga dan kerabat dekat saja." jawab papa destian sembari menggenggam tangan mama priska.


Kebahagian atrees kini terasa sempurna sudah. Ia menikah dengan orang yang ia cintai, juga bersatunya kembali kedua orang tua nya semakin membuat hidupnya terasa sempurna.


"Terima kasih Tuhan, Dibalik semua kesedihank selama ini ternyata kau berikan akhir yang bahagia. Semoga rumah tangga mama dan papa akan bertahan sampai maut memisahkan mereka. Begitu juga dengan rumah tanggaku." batin atrees terharu.


************

__ADS_1


Kini acara resepsi pernikahan danindra dan atrees sudah mulai. Atrees begitu anggun memakai gaun putih dengan hiasan kalung berlian melingkar di lehernya. Danindra juga terlihat gagah memakai jas hitam dengan dasi mewahnya. Banyak tamu undangan memuji keserasian pasangan ini.


Mewah dan megahnya acara pernikahan mereka, membuat para sahabat mereka berdecak kagum dengan pesta pernikahan sahabat mereka.


"Gila, pestanya mewah banget. Gue baru sadar kalau danindra itu tajir banget tau. Pantes aja atrees klepek klepek." ucap ferdi.


"Hei loe kira atrees matre apa. Kalau atrees denger, bisa di pecat loe jadi sahabatnya." jawab indy kesal.


"Tau si ferdi, mulut cowok tapi licin bener kayak ikan lele. By the way, pangeran kita kemana ya ndi? Katanya cuma mau ketemu danindra, kok lama banget ngilangnya." tanya shintya cemas.


"Tau ah, ntar juga kalau gak diharapkan mereka nongol sendiri." jawab indy santai.


Karna sifatnya yang suka usil, ferdi pun berusaha mengompor-ngompori indy dan shintya.


"Eh hati hati loe kalian, disini ceweknya cakep cakep. Jangan jangan cowok kalian nyangkut ke mereka." ucap ferdi berusaha memancing emosi shintya dan Indy.


"Gak mungkinlah, kalau tipenya kayak koko mah setia, tau deh kalau elang. Dia kan terkenal buaya darat." jawab shintya dan berhasil membuat indy kesal.


"Ya enggak mungkin elang berpaling dari gue, secara dari banyak deretan pacarnya elang yang paling cantik dan hits kan cuma gue." jawab indy penuh percaya diri.


"Ya semoga aja, tapi emang kalian gak pengen nyari cowok kalian. Hati hati loh." sahut ferdi sambil berusaha menghasut indy dan shintya.


Namun sayangnya ucapan ferdi kini di dengar oleh elang dan koko. Mereka berdua segera menghampiri ferdi.


"Diem diem loe lamis juga ya. Pinter bener menghasut pacar pacar kita ya lang." ucap koko sambil menggertakan giginya.


"Iya, enaknya nih anak di buang kemana ya. Apa perlu kita buang kayak juan." ancam elang dengan tatapan seramnya.


Melihat mata elang dan koko yang mengerikan, ferdi berusaha merayu keduanya.


"Santai dong brother, gue cuma bercanda. Sekalian menguji kepercayaan pacar kalian." kata ferdi dengan senyum yang ia paksakan.


"FERDIIII!!!" teriak shintya dan indy kompak karna tanpa sengaja mendengar ucapan ferdi.

__ADS_1


__ADS_2