
Paginya, juan sudah datang kerumah atrees untuk menjemput atrees. Mereka berdua langsung pergi menuju kampus.
Selama perjalanan juan berpura-pura seolah ia tak tahu dengan apa yang di lihatnya semalam. Bahkan juan berusaha menyembunyikan kekesalannya pada atrees. Ia tetap bersikap seperti biasa di depan atrees hingga mereka kini sudah sampai. Dan tanpa sengaja, juan melihat handphone baru atrees.
"Loh yank kamu udah beli handphone? Kok kamu gak kasih tau aku? "
" Oh iya sayang,baru semalam kok di beliin mama. "
" Ya bagus deh kalau kamu sekarang udah beli handphone lagi, jadi aku mau hubungi kamu juga gak susah. Soalnya handphone itu penting sayang. "
" Iya sayang. "
" Kamu kirim nomor kamu ya. "
" Iya yank. "
Hingga tak terasa, atrees dan juan sudah sampai di parkiran kampus. Saat mereka turun dari mobil, kebetulan danindra juga baru sampai di sana. Melihat ada danindra, juan kemudian merangkul atrees dan mencium pipi atrees. Danindra hanya mengepalkan kedua tangannya. Ia tahu jika juan melakukan ini sengaja di depannya.
"Sialan, maksud dia cium atrees di depan gue apa? Mau pamer atau mau manas manasin gue. Awas loe juan, gue gak akan biarin atrees jadi mainan loe. " batin danindra.
" Hahahaha, gue tau sekarang pasti loe kesel karna gue cium atrees di depan loe. Jangan harap loe bisa ambil atrees dari gue. Karna atrees itu pacar gue, milik gue, selamanya. Dan gue gak akan lepasin dia. " batin juan.
Atrees yang tahu jika danindra dan juan saling beradu mata langsung mengajak juan untuk pergi dari tempat itu.
" Juan, kita ke kantin yuk. Temenin aku, aku belum sarapan. "ucap atrees.
" Oh pacarku belum sarapan? Ayo sayang, aku temenin kamu sarapan di kantin . "
" Iya sayang. "
Juan pun merangkul atrees dengan erat dan mereka melewati danindra. Ketika sampai di kantin, kebetulan indy, shintya dan ferdi juga berada disana.
" Hai tress, makin lengket aja loe. Kayak perangko. "shintya berusaha menggoda atrees dan juan.
" Eh kalian,kok gak bilang pada kumpul disini? "tanya atrees.
" Gue sama ferdi udah dari tadi sih di kantin, kalo indy baru aja nyampe. "
" Oh, yaudah gue mau pesen makanan buat kamu dulu ya yank. "
" Iya sayang, kayak biasanya yah. "jawab juan.
Setelah kepergian atrees, juan duduk tepat di samping indy yang kebetulan juga kosong. Namun indy seolah cuek dan tak peduli dengan kehadiran juan. Ia pun memalingkan wajahnya, ia cemburu melihat kemesraan juan dan atrees.
" Ndi, kok dari tadi loe diem. "tanya juan.
" Iya, padahal sebelum loe sama atrees dateng dia ngomong terus loh. Kok loe tiba tiba diem sih. "sahut shintya.
" Yee, siapa juga yang diem. Gue cuma lagi nikmatin makanan gue aja. "jawab indy.
" Oh, gue kira loe cemburu sama juan dan atrees. "sambung ferdi yang membuat atrees tersedak.
Uhhukk...uhhukk...
" Ini buruan di minum. "ucap juan sambil memberikan segelas air pada indy.
" Makasih juan. "jawab indy.
" Maksud loe apa fer ngomongin gitu? "
__ADS_1
" Ya gak maksud apa apa. Secara loe dulu kan juga naksir juan. Iya kan? "goda ferdi.
" Diem loe. Gak lucu tau. "bentak indy.
Ferdi pun merasa aneh dengan perhatian juan pada indy, dan juga tatapan indy pada juan. Dan rasa curiga ferdi bertambah karna sabtu kemarin indy dan juan sama sama tidak bisa di hubungi.
" Ehem. Ehem. " suara deheman dari mulut ferdi dan membuyarkan tatapan indy dan juan.
Kini atrees sudah tiba sambil membawakan makanan untuk juan. Ia kemudian duduk di tengah tengah indy dan juan.
Tak berapa lama, danindra, koko dan elang datang di kantin. Dan karna kehadiran mereka, semua mahasiswi berusaha mendekati danindra.
"Danindra, loe duduk sini aja. "ucap seorang mahasiswi.
" Iya kalian berdua duduk samping gue aja. "sahut mahasiswi lain.
Namun bukan danindra namanya jika ia tidak mengacuhkan ucapan para mahasiswi. Tanpa menjawab, danindra hanya melewati para mahasiswi itu. Dan ia duduk tepat di kursi depan atrees dan sahabat sahabatnya.
Danindra melihat atrees sedang melihat ke arahnya sedangkan danindra membalas pandangan atrees dengan senyuman.
Sayangnya, tatapan mereka berdua dilihat oleh juan. Dan juan langsung menarik dagu atrees ke depan wajahnya.
"Kamu ngapain ngeliatin dia, mending kamu ngeliatin aku aja. " ucap juan yang membuat atrees merasa malu.
" Enggak kok yank, siapa juga yang ngeliatin dia. "
" Oh iya yank, kemarin pagi dan malem aku pergi ke rumah kamu. Tapi bibi bilang sabtu malam kamu gak pulang, dan malamnya kamu juga gak ada di rumah. Emang sabtu malam kamu tidur dimana ? Terus seharian kemarin kamu dimana? "tanya juan.
" Ohh kemarin siang aku pergi sama cena sekalian beli handphone juga. Kebetulan mama nyuruh aku buat cari handphone. "bohong atrees.
" Oww,terus sabtu malam kamu kemana? Kenapa gak pulang? Kamu tidur dimana? "tanya juan kembali dengan mata menyelidik.
"Ohh... Itu.. aku... " ucap atrees yang langsung di sahut ferdi.
" Hmmm, gue. " jawab indy terputus.
" Udahlah fer, mungkin indy lagi kumpul sama temen temen modelnya, terus juan paling dia ada acara keluarga. Iya kan? "tanya atrees.
" Iya bener tuh trees. Lagi pula loe kira gue kemana? "tanya indy.
" Kok aneh ya, kalian sama sama susah di hubungi kemarin. Atau jangan jangan kalian berdua? "ucap ferdi yang langsung di potong shintya.
" Udah udah. Malah jadi bahas yang kemarin. Gak mungkinkan fer, indy sama juan pergi berdua. Kebanyakan nonton drakor sih loe. Makanya halu loe berlebihan."
Juan yang melihat kepanikan di wajah indy, berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka.
" Maaf ya sayang, kemarin sabtu aku disuruh nganterin mama arisan. Dan handphone aku ketinggalan dikamar. Makanya aku gak bisa ngabari kamu dan yang lain. Terus minggu pagi aku kerumah kamu buat jelasin ke kamu, tapi kamunya gak ada dirumah. " jelas juan.
" Iya sayang, aku percaya kok. Udah jangan dengerin omongan ferdi. Dia emang gitu. Jangan dimasukin hati ya. "
" Iya sayang. "jawab juan sambil mengacak rambut atrees.
Merasa tak sanggup melihat kemesraan atrees dan juan, indy kemudian berpamitan dari sana. Dan beralasan jika dirinya mau ke kelas.
" Guys, gue cabut dulu ya. Ada kelas nih. "pamit indy.
" Oh iya ndi. Ntar pulang kuliah ke mall yuk. "ajak shintya.
" Gampang, ntar kalian tinggal chat aja. "jawab indy.
__ADS_1
Danindra kemudian mengode elang, karna melihat indy yang sudah beranjak dari kursinya. Dan elang yang mengerti maksud danindra, kemudian beranjak juga dari kursinya.
Elang kemudian menabrakkan dirinya dengan indy.
" Auu... Kalau jalan pakai mata dong. "gertak indy.
" Eh maaf. Sini gue bantuin. "ucap elang sambil mengulurkan tangannya.
" Gak usah gue bisa berdiri sendiri. " jawab indy sambil berlalu meninggalkan elang.
Juan hanya bisa melihat kepergian indy. Dan ia sadar jika ia sudah menyakiti hati indy. Tanpa di ketahui juan, atrees melihat pandangan mata juan yang melihat kepergian indy.
" Juan, kenapa kamu ngeliatin indy?"tanya atrees.
"Udah dari tadi kali tress. Waktu loe pesen makan, juan juga ngeliatin indy mulu. Makanya gue curiga sabtu kemarin pasti mereka pergi berdua. "sahut ferdi.
" Diem loe. Kalau ngomong dipikir. Apa maksud loe ngomong kayak gini. Loe pikir gue selingkuh sama indy,hah? "gertak juan.
" Udah sayang, duduk. Malu dilihat anak anak. "
" Aku pergi aja yank. Aku males kalau gabung sama nih curut. "ucap juan.
Juan yang kesal langsung mengambil tas nya dan pergi meninggal atrees. Namun semua itu hanya alibi juan, dan ternyata juan berusaha mengejar indy.
" Loe sih fer, bikin masalah aja. "ucap shintya.
" Emang bener kan? Loe lihat sendiri tadi? "jawab ferdi.
" Loe gak kejar juan trees? "tanya shintya kembali.
" Gak usah, juan kalau lagi marah emang suka sendiri. Lagian gue juga masih kesel sama dia."jawab atrees.
Hingga akhirnya mereka bertiga melanjutkan obrolan mereka tadi.
Danindra pun berusaha menghibur atrees dan mengirimkan pesan pada atrees. Saat membuka pesan, atrees yang masih hafal dengan nomor danindra pun langsung membukanya.
"Danindra? Ngapain dia kirim chat ke gue? " batin atrees.
0858****12** :"Nanti malam jalan yuk? Gue punya surprise buat loe."
" Dia mau ngapain lagi sih. Oh iya nanti malam kan mama mau ngajak gue ke rumah anak sahabatnya itu. No, mending gue menghindar aja lah. Kebetulan nih anak ngajak jalan. Bagus kalau gitu, gue gak perlu cari alesan buat nolak keinginan mama. " gumam atrees.
Me : "Ngapain? Kalau gue gak mau gimana?"
0858****12** : "Ya harus mau. Kalau gak gue culik loe pulang darit kuliah nanti. Sekalian ada yang mau gue kasih tahu ke elo."
Me : " Soal apa?"
0858****12** : " Gak usah banyak tanya, nanti gue jemput loe jam 5 sore. Okey."
Me : "Hmmm, yaudah kalau gitu. Gue tunggu loe dirumah."
Danindra pun terlihat senang, ia menaruh kembali handphone nya ke dalam saku. Elang dan koko hanya kebingungan dengan sikap danindra.
"Loe kenapa bro? Happy banget. "tanya elang.
" Gak papa, nanti gue mau jalan sama atrees. Sekalian gue menghindar dari perjodohan nanti malam"
"Hahahaha ,sejak kapan sahabat gue bucin sama pacar orang. "ledek koko.
__ADS_1
"Sejak saat ini ko, puas loe? Cabut yuk." ajak danindra.
"oke mr. bucin. "jawab elang dan koko.