
"Kalian tadi ribut ya?" tanya indy setelah melihat atrees dan danindra kembali masuk ke dalam.
"Iya, ada apa sih?" sahut shintya.
"Gak papa kok, biasalah ribut dikit. Dalam hubungan pasti ada ributnya. Ia kan sayang?"
"Iya. Eh shin, ndi loe udah makan belum?" tanya danindra.
"Udah,emang kenapa?"
"Masih gak? Gue laper juga."
"Yah ndra, udah habis. Loe gak bilang sih minta di masakin sekalian." jawab indy memelas.
"Dasar kalian aja yang kelaparan. Yaudah deh kita makan di luar aja ya sayang." tanya danindra, namun atrees justru berjalan ke arah dapur.
Di dapur, atrees melihat ada beberapa bahan yang bisa dimasak. Ia kemudian memakai celemek lalu mulai memotong sayur dan menyiapkan bahan.
Danindra, indy dan shintya hanya melihat dari kejauhan apa yang sedang dilakukan atrees. Ini pertama kalinya indy dan shintya melihat sahabatnya itu memasak. Namun tidak untuk danindra, ia malah menyadarkan tubuhnya ke tembok sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Pacar gue, emang istri idaman banget ya?" lirih danindra yang terdengar ke telinga indy dan shintya.
"Yah ndi, ada yang gak bisa merem lihat kayak begini nih. Gak inget ya dulu dia kayak apa sama temen kita." ucap shintya dan langsung mendapat tatapan tajam danindra.
"Shin, mending kita ke ruang tengah nonton tivi deh. Daripada loe dimakan macan. Apalagi macannya lagi laper tuh." bisik indy.
Shintya dan Indy melihat dirinya yang sedang diperhatikan oleh danindra. Mereka kemudian berjalan mundur dan berlari pergi meninggalkan danindra.
Danindra berjalan mendekati atrees dan langsung memeluk atrees dari belakang. Tanpa ia tahu ternyata atrees masih sedih mengingat perlakuan juan pada dirinya. Ditambah ucapan danindra,membuat atrees masih membayangkan apa yang berusaja ia alami.
"Sayang, kamu masak apa?" tanya danindra sambil mengeratkan pelukannya di perut atrees.
"Sayang, jangan bikin kaget dong." jawab atrees sambil membuang mukanya.
Danindra kemudian membalikkan badan atrees, dan ia melihat sang pacar menangis.
"Kamu nangis ya? Kenapa yank?" tanya danindra sambil mengelap air mata atrees.
"Gak kok, siapa yang nangis. Ini tadi gara gara aku ngupas bawang. Makanya mata aku perih." bohong atrees.
"Bohong, bawangnya aja belum kamu kupas. Udah mending kamu gak usah masak, kita pergi cari hiburan. Dan aku minta lupain semuanya. Aku gak mau lihat kamu sedih terus kayak gini." ucap danindra sembari melepas celemek atrees.
Atrees yang masih belum puas menangis, memeluk erat danindra. Dan di dalam pelukan danindra, semua rasa sesal, sedih dan kecewanya ia tumpahkan dalam tangisannya.
Danindra membalas pelukan atrees. Ia pun berusaha menenangkan pacarnya yang seperti mengalami trauma.
"Udah ya, jangan sedih. Aku pengen lihat atrees yang kuat. Kemana pacarku yang selalu tegar?" ucap danindra.
"Sayang, kamu bisa bilang gini. Tapi aku tahu, sebenarnya hati kamu juga sakit kan. Tubuhku udah di sengaja juan. Aku jijik yank sama diriku sendiri."
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih yank, gak ada yang megang tubuh kamu. Aku gak mau denger kamu bilang kayak gini lagi, atau nanti aku malah beneran marah sama kamu."
"Iya sayang, maaf." jawab atrees.
Saat mereka sedang berbicara, koko menelpon danindra.
Kriiiingg.....
Suara telpon dari ponsel danindra.
"Siapa yank?" tanya atrees.
"Koko yank, bentar ya aku angkat dulu." danindra berusaha mengangkat telpon menjauh dari atrees.
"Kenapa gak angkat disini yank?"
"Bentar kok yank, mending kamu nemuin indy sama shintya. Dan kalian siap siap ya, habis ini kita ke Timezone. Nanti koko dan elang juga nyusul kok."
"Yaudah deh. Tapi jangan lama ya telponnya"
"Iya sayangku." jawab danindra sembari mencium kening atrees.
Danindra kemudian berjalan keluar, sedangkan atrees menemui kedua sahabatnya di ruang tengah.
Setelah berada diluar, danindra menghubungi koko balik.
"Hallo ko, gimana loe udah beresin mereka berdua?"
"Bagus, pastikan mereka berdua pergi dari kehidupan gue sama atrees. Apalagi si juan, jangan sampai atrees ketemu dia. Gue lihat atrees masih trauma, setiap dia lagi sendiri dia selalu nangis."
"Kok bisa, emang dia inget kejadian dia sama juan."
"Enggak ko, gue tadi marah sama dia dan bodohnya gue cerita ke atrees juan ngapain aja. Makanya atrees merasa dirinya kotor. Dia selalu nangis."
"Ya loe nya yang b**o, ngapain loe cerita ke atrees. Toh itu kan dalam keadaan gak sadar ndra."
"Gue cemburu dan marah ko, makanya gue sekarang nyesel. Dan gue minta ke elo, pastikan mereka gak kuliah di kampus kita lagi. Kalau perlu buat mereka pergi keluar negeri."
"Oke ndra."
"Oh iya ko, gue, atrees, indy sama shintya mau ke main ke Timezone di mall xxxx nanti loe nyusul ya."
"Oke, ada shintya kan? Gue pasti nyusul dong."
"Terserah loe, yang penting buruan nyusul. Kalau gue jalannya sama atrees doang mah seneng. Masalahnya atrees ngajak temen temennya juga. Masak iya gue cowok sendiri."
"Ya gak papa kali ndra, biar ketularan cantik."
"Loe berani ya sama gue."
__ADS_1
"Enggak ndra, yaudah gue urus juan sama aya dulu habis itu gue susul kalian."
"Oke. "
Danindra kembali masuk menemui atrees di dalam. Dan ia langsung mengajak pacar dan kedua sahabatnya untuk segera pergi menuju mall xxxx.
Selama di mobil, atrees lebih banyak diam. Setiap pertanyaan danindra hanya di jawab singkat oleh atrees.
Di lampu merah, atrees melihat ada penjual kotak musik dan ia terus memandang anak kecil yang sedang menjual kotak musik itu. Danindra pun memanggil anak itu, lalu membelikannya untuk atrees.
"Dek, sini." panggil danindra.
"Oh iya kak." jawab anak kecil itu.
"beli satu yang ungu ya, berapa dek?"
"Tiga puluh lima kak."
"Ini, ambil aja ya kembaliannya." kata danindra yang memberikan selembar uang seratus ribu.
"Tapi ini kebanyakan kak."
"Udah gak papa."
"Makasih kak, makasih banget. Hore dapat uang banyak. Sekali lagi makasih ya kak. " teriak anak kecil tadi sambil berlari senang.
"Iya sama sama dek." jawab danindra.
Danindra menutup kembali jendela mobilnya dan menerima kotak musik kecil itu pada atrees.
"Ini buat kamu yank. Jangan sedih lagi ya." ucap danindra sambil memberikan kotak musik itu pada atrees.
"Kok kamu tau aku pengen ini."
"Ya tau lah. Apa sih yang gak aku tau soal pacar cantik ku ini." jawab danindra seraya mengelus pipi atrees yang dibalas senyum oleh atrees.
"Ehem ehem...lihat deh shin. Berasa nonton sinetron." gerutu indy.
"Iya, lagian ndra kok elo beli cuma satu doang. Gue sama indy gak dibeliin. Kita kan juga mau kotak musiknya." sambung shintya.
"Ya kalian minta aja sama koko sama elang. Buat apa gue beliin kalian."
"Yaelah ndra, pelit banget sih." gerutu shintya namun tak dibalas oleh danindra.
Atrees mulai sedikit tersenyum saat membuka kotak musik pemberian danindra. Suara musik itu membuat hatinya sedikit merasa tenang.
Danindra, indy dan shintya juga ikut merasa tenang saat melihat atrees sudah kembali tersenyum. Bahkan pandangan Danindra tak pernah lepas dari atrees.
"Aku akan lakuin apapun biar kamu gak sedih lagi dan aku akan lebih jaga kamu yank. Aku janji." gumam danindra sambil mengelus kepala atrees.
__ADS_1
"Argghhh, so sweet banget sih kalian." ucap indy dan shintya kompak.