
Sesampainya di rumah Mama Priska, kehadiran mereka sudah di tunggu oleh Mama Priska. Karna setelah menikah, Atrees memang belum pulang lagi ke rumah mamanya.
"Mama..." teriak Atrees yang langsung memeluk mamanya.
"Anak mama, ternyata sebelum menikah kamu sudah melakukannya ya," kata Mama Priska sambil mencolek hidung Atrees.
"Bukan Atrees yang mau mah, itu tuh Danindra memperkosa Atrees," jawab Atrees dan membuat Danindra seketika menoleh ke arah istrinya.
Wajah Danindra mulai memerah, antara takut dan malu. Melihat ketakutan di wajah menantunya, Mama Priska berjalan mendekat ke arah Danindra. Dan kini wajah Danindra semakin pucat ditambah ucapan papa dan mamanya sendiri yang semakin menakut nakuti dirinya.
"Lah, syukurin kamu. Mama mertua kamu marah kayaknya," goda Papa Pras.
"Mah, bantuin Danindra dong," ucap Danindra pelan pada mamanya.
"Wah gak ikut ikut deh Ndra, mama mertua kamu kalau marah itu serem," ucap Mama Viona.
Danindra memejamkan matanya karna kini mama mertuanya sudah berjalan semakin mendekat kearahnya. Sedangkan Atrees juga mulai takut jika suaminya akan mendapat omelan dari mamanya.
"Mama mau ngapain Danindra ya? Pasti mama marah karna aku udah melakukan hal yang belum seharusnya di lakukan," batin Atrees.
Namun ternyata pikiran mereka salah. Mama Priska menyuruh Danindra untuk masuk kedalam rumah.
"Ayo nak masuk, bibi sama mama tadi udah masak," ucap Mama Priska yang langsing membuat Danindra mulai membuka matanya sedikit.
"Mama gak marah sama Danindra?" tanya Danindra.
"Hahaha, mau marah juga percuma. Kan udah terlanjur juga. Toh kalian juga udah menikah, jadi buat apa mama marah sama kalian," jawab Mama Priska.
"Maaf ya mah ya," ucap Danindra.
"Iya, mama gak pernah marah kok. Malah ide kamu ternyata bagus juga ya. Mama gak nyangka Atrees hamil secepat ini."
"Ya iya dong Pris, anakku kan emang tokcer," sahut Mama Viona.
"Ya sudah ayo masuk. Kok malah ngobrol di luar. Mending kita lanjutin sambil makan," ajak Mama Priska.
"Terus Destian mana Pris?" tanya Papa Pras.
__ADS_1
"Oh sebentar lagi datang mas, lagi jemput Cena dulu di sekolah," jawab Mama Priska.
"Ayo mah, Atrees udah laper. Telor dadarnya udah di buatin kan mah?" tanya Atrees.
"Oh sudah sayang, yaudah ayo buruan masuk. Kasihan kan calon cucuku udah ngidam telor buatan omanya," jawab Mama Priska sambil merangkul pundak Atrees.
Mereka semua pun menuju meja makan, dan tak berapa lama Papa Destian dan Cena juga tiba. Mereka berdua langsung menyusul ke meja makan dimana semua sudah berkumpul disana.
"Eh anak papa, udah lama sayang?" tanya Papa Destian sambil mencium kening Atrees.
"Baru aja kok pah," jawab Atrees.
"Wuiihh bentar lagi gue punya ponakan dong. Cepet bener kak? Loe nabung dulu ya?" tanya Cena sambil melirik ke arah Danindra.
Danindra hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahahaha, bisa salting juga ya kakak iparnya gue. Tapi gue salut loh kak sama loe, ternyata subur juga ya elo," ucap Cena yang langsung mendapat lirikan tajam dari Atrees.
"Hahaha, iya. Tapi gak boleh loe tiru ya," jawab Danindra.
"Iya iya mah."
Saat mereka makan sambil mengobrol, Atrees terus saja melahap nasi dan telor dasar buatan mamanya. Dan tanpa terasa telor yang di buat mamanya sudah habis, namun perutnya masih saja terasa lapar. Atrees pun meminta dibuatkan telor dadar lagi pada Mama Priska,hingga membuat semua tertegun memandanginya.
"Mah, Atrees masih laper. Bisa buatin lagi gak mah?" rengek Atrees.
"Sayang, tadi tuh mama bikin sepuluh telor dadar loh dan cuma kamu yang makan. Masih kurang?" tanya Mama Priska dengan perasaan sedikit syok.
"Iya mah, Atrees masih laper," jawab Atrees.
Danindra hanya bisa menganga melihat perubahan nafsu makan Atrees yang meningkat.
"Sayang, nanti kamu kekenyangan loh. Nanti kalau muntah gimana?" tanya Danindra.
"Enggak kok. Yaudah deh kalau gak boleh, Atrees juga gak maksa kok," gerutu Atrees sambil meletakkan sendok dan garpunya.
"Eh anak bunda kok ngambek. Bukannya kita gak bolehin sayang, makannya di sela nanti lagi ya," sahut Mama Viona.
__ADS_1
Kesal dengan semua yang berada di meja makan, Atrees pamit untuk pergi ke kamarnya. Mereka semua pun memaklumi perubahan sikap Atrees yang sedang hamil muda. Dan mereka pun membiarkan Atrees untuk beristirahat di kamar.
Tak lama kemudian, Danindra menyusul istrinya ke kamar. Dan disana ia masih melihat kekesalan di wajah Atrees.
"Sayang, kita pulang ke rumah yuk," ajak Danindra sambil memeluk Atrees dari belakang.
"Enggak, aku mau tidur sini," jawab Atrees yang membuat Danindra langsung membalikkan badan Atrees.
"Kok tidur sini? Besok aja ya tidur sini. Kasihan bunda sama ayah. Masak iya ayah sama bunda disuruh pulang sendiri?"
"Loh kan ada sopir yank. Ya kalau kamu gak mau juga gak papa. Aku tidur sini, kamu pulang aja," ucap Atrees.
Danindra pun membuang nafasnya. Kesabarannya benar benar sedang diuji. Daripada membuat Atrees sedih, Danindra pun mengiyakan permintaan istrinya itu.
"Yaudah, tapi aku ke bawah dulu ya. Mau bilang sama mama dan papa," ucap Danindra.
"Gak boleh, aku pengen kamu temenin aku tidur."
"Tapi sayang, kasihan mama dan papa dong nungguin kita," ucap Danindra.
"Kan bisa telpon yank. Ini pakai aja handphone aku,yayaya," jawab Atress sambil menyerahkan ponselnya.
Mau tidak mau daripada berdebat dengan istrinya, Danindra pun menuruti kemauan Atrees kembali. Dan ia menyampaikan semua keinginan Atrees pada mama dan papanya.
Mama Viona dan Papa Pras pun tidak keberatan dengan permintaan Atrees. Dan tak lama kemudian mereka berpamitan pada Mama Priska, Papa Destian dan Cena. Tak lupa mereka juga menitipkan salam untuk Atrees dan Danindra.
Didalam ranjangnya, Atrees kini tidur dalam pelukan Danindra dan sesekali mengendus ketiak Danindra hingga membuat Danindra geli.
"Sayang, kamu ngapain? Aku belum mandi," ucap Danindra.
"Biarin, baunya juga masih wangi kok. Baunya malah sedap banget bikin ketagihan," jawab Atrees sambil terus menciumi ketiak Danindra yang lebat dengan bulu hitam.
Danindra berusaha menahan geli, hingga akhirnya Atrees pun tertidur. Ia segera menyandarkan kepala Atrees ke atas bantal.
"Ya ampun baby, kamu beneran bikin mommy kamu berubah 180°. Tapi daddy suka lihat mommy kamu jadi manja sama daddy. Daddy pamit mandi dulu ya baby, terus mau nemuin Oma, Opa sama Uncle Cena dulu di bawah," pamit Danindra sembari mencium perut Atrees serta keningnya.
Danindra bergegas mandi, dan setelah itu ia turun ke bawah untuk berbincang bintang dengan mertua serta adik iparnya.
__ADS_1