Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Moment bahagia


__ADS_3

"Sayang, emang kita mau kemana sih?" tanya atrees yang sedari tadi penasaran dengan danindra.


"Hmmm, mau tau apa mau tau banget?" senyum danindra terarah pada atrees.


"Sayang, kesel ah. Yang penting aku gak mau ya kamu ajak aku ke apartemen, villa atau hotel. Pasti pikiran kamu sekarang cuma itu kan?" tanya atrees kembali hingga membuat danindra tertawa terbahak-bahak.


"Ih, sayang kok malah ketawa sih. Emang ada yang lucu?"


"Enggak enggak sayang, cuma aja semesum itu ya pikiran kamu tentang aku?" danindra berkata masih dengan tawanya.


"Iya, tapi emang kenyataan kan? Sekarang pikir aja, di kamar udah tau ada cena kamunya kok ya bisa masih ngelakuin itu. Emang gak bisa sabar nunggu sampai nikah apa. Udah gitu malah bilang sama mama dan papa. Siapa coba yang gak malu?" gerutu atrees.


"Aku emang gak sabar nunggu sampai nikah. Kan gak seru malam pertama masih kesakitan. Yang ada kamu bisa ngoceh mulu tiap aku minta jatah. Lah kalau udah enak gini kan mau berapa minta berapa ronde sama kamu pun pasti dikasih." ucap danindra hingga membuat atrees seketika mencubit pinggang danindra.


Tak lama mobil atrees berhenti di sebuah hotel berbintang. Atrees hanya membelalakan matanya, dan sekarang yang ada di pikirannya tentang danindra itu benar.


"Ayo turun sayang." ajak danindra sambil membukakan pintu mobil atrees.


"Gak, aku gak mau turun. Aku kan udah bilang jangan lakuin itu lagi ndra. Aku mau nunggu sampai nikah, kalau kamu gak suka ya gak papa. Cari aja wanita lain yang bisa nurutin nafsu kamu. Aku bukan orang seperti itu ndra. Walaupun kita akan segera menikah, tapi dosa ya tetep dosa. Udah aku mau pulang aja." ucap atrees dengan suara terbata.


Atrees keluar dari mobil Danindra sambil mengusap air matanya. Namun tangan atrees langsung ditarik oleh danindra.


"Sayang, kamu mau kemana? Ikut aku bentar aja. Aku tau aku salah udah lakuin hal yang seharusnya kita lakuin nanti. Aku minta maaf soal itu, makanya aku pengen mama dan papa buat percepat pernikahan kita. Aku janji aku gak akan minta hal yang membuat kamu marah. Tapi tolong ikut aku sebentar aja."


Atrees pun menurut dengan perkataan danindra. Walau hatinya masih ragu dengan ucapan danindra, namun ia tetap berusaha percaya pada calon suaminya itu.


Hingga akhirnya danindra mengajak atrees masuk ke ruang president room. Dan langkah atrees pun terhenti saat berada di depan pintu kamar.


"Ngapain kamu ajak kamu kesini. Jangan macem macem ndra, kalau kamu sampai bohong sama aku, aku akan batalin pernikahan kita." ancaman atrees dengan tatapan tajam.


Danindra hanya tersenyum melihat kemarahan calon istrinya. Tanpa menjawab ucapan Atrees, danindra menarik tangan atrees untuk masuk ke dalam kamar. Atress berusaha melepaskan tangan danindra yang menggenggamnya erat.


"Ndra, lepas gue gak mau..." ucap atrees terputus saat danindra menarik wajahnya untuk menatap kedepannya.


"Surprise... " ucap semua sahabat mereka.


Atrees tak dapat berkata kata. Butiran air matanya satu per satu jatuh. Kamar penuh bunga mawar, boneka teddy bear kesukaannya dan banyak balon berbentuk hati.


Indy dan shintya berjalan sambil memberikan rakitan bunga mawar yang mereka kalung kan ke leher atrees.


"Selamat ya sayang.." ucap shintya dan Indy sambil memeluk atrees.


"Makasih ya guys. Sumpah gue pengen nangis." ucap atrees sambil mengibas ibaskan tangannya.

__ADS_1


"Bukannya udah dari tadi nangis ya." celoteh shintya hingga membuat semua yang disana tertawa.


Danindra pun berjalan mendekat ke arah atrees. Sambil berjongkok danindra mengeluarkan sebuah kotak merah ke hadapan atrees.


"Will you marry me atreesnia anugerah candra?" tanya danindra hingga akhirnya membuat tangis atrees pecah.


"Arghh, sayang. Kamu suka banget bikin jantung aku copot. Gak usah kamu tanya aku pasti akan bilang Yes, I will danindra prasetya." ucap atrees.


Danindra memakaikan sebuah cincin berkata berlian ke jari manis atrees. Hingga membuat atrees menangis dalam dekapan danindra.


"Ciyee, yang mau nikah. Jangan lupa ya bikinin gue ponakan kembar." goda shintya.


"Iya, selamat ya cinta. Semoga keluarga kalian nanti akan bahagia selalu." imbuh indy.


"Selamat ya trees, akhirnya loe menemukan jodoh loe. Ini sama aja perjodohan yang memang berjodoh ya kalian. Congrats ya." timpal ferdi sambil mengulurkan tangannya.


Danindra yang sedari tadi berdiri disamping atrees, melihat mata ferdi dengan tatapan cemburu. Namun ferdi malah mengalihkan uluran tangannya ke hadapan danindra.


"Congrats ya bro. Jangan cemburu gitu, gue sama atrees itu pyur sahabatan. Gue emang pernah punya perasaan sama atrees, tapi itu dulu bro. Karna gue lihat loe emang pantes buat dampingin cewek sebaik dan secantik atrees." ucap ferdi.


"Udahlah ndra, udah mau nikah masih aja cemburu. Gak bakal hilang kok calon bini loe." sahut koko.


Meski hatinya masih sedikit kesal dengan perhatian ferdi pada atrees, namun danindra menerima jabatan tangan ferdi.


"Thanks ya bro. Gue harap loe juga akan segera dapet jodoh loe." ucap danindra.


Ternyata kelakuan atrees kembali membuat rasa cemburu danindra timbul kembali. Ia menatap atrees tajam. Mengetahui sang calon suami sedang kesal, atrees pun mendaratkan sebuah ciuman ke pipi danindra.


Cupp..


"Jangan marah lagi ya calon suami." ucap atrees hingga membuat teman mereka iri melihat keromantisan calon pasutri ini.


"Ih uwu banget sih kalian. Mau dong digituin." ucap indy dan membuat elang memeluk indy dari belakang.


"Bentar lagi kita nyusul ya honey. Kelamaan kalau nunggu lulus." bisik elang yang mendapat anggukan kepala dari indy.


"Ciyee Ciyee, yang punya pasangan. Gue sama ferdi kapan ya?" tanya shintya sambil melirik ke arah koko.


"Hahahaha, ko shintya minta kepastian tuh. " kata atrees membuat koko salah tingkah.


" Tau nih koko, gak bisa gercep. Ntar kalau shintya di samber orang baru tau rasa." sahut elang dan langsung mendapat tatapan tajam dari koko.


Tiba tiba terlintas ide ferdi untuk mengerjai koko. Ferdi berjalan mendekat ke arah shintya dan berjongkok seperti yang dilakukan danindra pada atrees. Semua hanya menganga melihat tingkah ferdi termasuk shintya.

__ADS_1


"Fer, loe ngapain?" tanya shintya.


Dengan tatapan yang ia buat, ia mengambil setangkai bunga yang jatuh di lantai.


"Shin, mau gak loe jadi pacar gue." ucap ferdi dan membuat mereka semua terkejut.


"Fer, loe ngomong apa? Gak lagi gila kan gara gara atrees mau nikah sama danindra." jawab shintya sama memegang dahi ferdi.


"Enggak shin." ucap ferdi.


Koko yang kesal dengan tindakan ferdi, berjalan ke arah ferdi sambil menarik baju ferdi.


"Apa loe bilang, coba bilang sekali lagi." ucap koko yang hendak melempar ferdi dengan satu pukulan.


"Kenapa loe marah, emang loe siapa nya shintya." tanya ferdi.


"STOP." teriak shintya.


Situasi mulai memegang. Karna merasa takut atrees dan indy sama sama memeluk pasangan mereka.


"CUKUP.. kalau kalian mau bikin onar diluar jangan disini. Jangan rusak moment bahagia gue. Dan loe Fer, udah tau koko suka sama shintya kenapa loe nembak shintya didepan dia. Mau bikin masalah loe sama temen gue" gertak danindra.


Saat semua mulai menyudutkan dirinya, ferdi yang dari tadi sudah menahan tawanya akhirnya sudah tak dapat ia tahan lagi.


"Hahahaha." tawa ferdi pecah hingga membuat semua yang disana semakin bingung.


Ferdi melepaskan tangan koko yang masih menarik krah bajunya.


"Makanya bro, kalau cinta tinggal bilang. Kalau diambil orang nyesel kan loe." ucap ferdi sembari menepuk pipi koko.


"Maksud loe apa sih fer." tanya shintya heran.


"Gue itu cuma ngerjain kalian. Habis gue gregetan, lihat cowok model kayak koko. Gak buruan nembak, lah kalau gini kan elo udah tau perasaan koko sama loe, tanpa dia bilang." ucap ferdi.


"Oh jadi loe ngerjain gue bro. Bagus bagus. Berhasil loe." jawab koko.


"Makanya ko, buruan di tembak tuh shintya. Cerdas juga loe fer, bikin koko mati kutu." sahut indy.


Akhirnya koko mulai menyatakan perasaannya pada shintya. Moment bahagia ini bukan hanya milik atrees dan danindra, namun juga milik shintya dan koko.


"Terima kasih yank, kamu udah bikin aku bahagia banget hari ini." bisik atrees.


"Walaupun kita dijodohin, aku hanya ingin mewujudkan mimpi kamu saat akan menikah dilamar dengan suasana romantis. Aku udah berhasil belum bikin kamu terharu?" tanya danindra.

__ADS_1


"Berhasil banget, gak cuma terharu aku malah mewek terus kalau inget kejadian ini. Sekali lagi makasih ya sayang. I love you." ucap atrees.


"I love you forever atrees." jawab danindra sembari mencium kening atrees.


__ADS_2