Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Perjodohan


__ADS_3

Kini atrees dan mama priska sudah sampai di rumah pak destian. Dan mereka langsung di persilakan masuk oleh pembantu rumah pak destian. Namun baru saja mereka masuk, cena langsung menghampiri mama dan kakaknya.


"Mama, kak atrees, kalian apa kabar?"sapa cena.


"Baik cena, gimana sekolah kamu? Lancar kan?"tanya mama priska.


"Lancar dong mah. Ow iya, kakak sama mama ada perlu ya sama papa? "


" Iya, terus papa mana? "sahut atrees.


" Papa ada di ruang kerjanya. Cena panggilin dulu ya mah, kak. "


" Hmmm. "jawab atrees singkat.


Tak berapa lama, pak destian datang bersama dengan cena.


" Atrees, kamu apa kabar nak? Sudah lama papa gak ketemu sama kamu. "sapa pak destian namun tak ada jawaban dari atrees.


" Mas,kamu apa kabar? "tanya mama priska.


" Baik, mending sekarang kita ke ruang makan sekalian makan siang. Tadi aku juga udah pesen beberapa makanan. Sekali kali kita makan bareng. "ucap pak destian.


Mendengar ajakan papanya, atrees tanpa sengaja menjatuhkan air matanya yang langsung ia usap.


" Setelah perpisahan mama dan papa, sekarang aku bisa merasakan lagi kebersamaan ini. Pah, mah, atrees kangen kumpul bareng kayak gini. "batin atrees.


Mereka berempat kemudian pergi menuju ruang makan. Dan mereka juga langsung menyantap makanan yang sudah disediakan.


Setelah selesai makan, pak destian kemudian mulai membuka pembicaraan keinginan dirinya dan mama priska.


" Atrees, kenapa dari tadi kamu diem? Kamu masih membenci papa nak?"


"Gak perlu atrees jawab. Semua juga udah kejadian kan. Sekarang atrees mau tanya sama papa. Kenapa papa nyuruh atrees dan mama kesini. "tanya atrees.


" Atrees, sebenarnya ada yang mau mama dan papa bicarakan sama kamu. Dan sebenarnya rencana ini sudah lama kami rencanakan sebelum kami bercerai nak. "sahut mama priska.


" Iya atrees, papa dan mama ingin yang terbaik buat kamu. "sahut pak destian.


" Udah langsung bilang aja gak usah muter muter. Mama sama papa punya rencana apa buat atress? "desak atrees.


" Kami ingin menjodohkan kamu dengan sahabat kami. Dan kami harap kamu mau menerimanya. "ucap pak destian.


Dengan spontan atrees langsung berdiri dari kursinya dan menatap kedua orang tuanya.


" Apa? Gak, atrees gak mau!! "teriak atrees.


" Pah,mah,kak atrees mau di jodohkan sama siapa? Jangan gitu mah, pah. Biarin aja kak atrees dengan pilihannya sendiri. "timpal cena.


" Cena, lebih baik kamu diam. Kamu masih kecil gak tau apa apa. Atrees kamu duduk lagi! "perintah pak destian.


" Apa hak papa nyuruh nyuruh atress kayak gini. Setelah papa bercerai dengan mama, papa gak pernah nanyain kabar atrees kan? Gak pernah perhatian lagi kan sama aku. Mama juga, mama juga gak pernah peduli atress ada dimana dan sama siapa. Mama juga gak pernah luangin waktu buat atress. Kalian semua terlalu egois. Atrees mau pergi, dan maaf atrees gak mau nurutin permintaan kalian. "ucap atress yang langsung meninggalkan rumah pas destian.


Mama priska kemudian berusaha mengejar atrees.


" Atrees tunggu sayang, kita bisa bicarakan ini kan? "ucap mama priska sambil menarik lengan atrees.


" Sudahlah mah, atrees bilang gak mau ya gak mau. Mama jangan maksa. Lagian atrees udah punya pacar mah. Atrees gak mau di jodoh jodohin gini. Atrees aja hargai keputusan mama dan papa buat bercerai, jadi atrees juga mau papa dan mama hargai keputusan atrees."jawab atrees.


"Ya sudah nak, mama gak akan maksa kamu. Sekarang kita pulang bareng ya. Tapi pamit dulu sama papa dan cena. "


" Gak mau, mama aja yang pamit. Atrees gak sudi pamit. Atrees tunggu mama di mobil aja ya. "ucap atrees.


" Iya udah. Sebentar, mama masuk dulu ya."


Mama priska kemudian masuk kembali ke ruang makan untuk menemui pak destian dan cena.


"Gimana atrees? Apa kamu sudah bisa bujuk dia buat menerima perjodohan ini? "tanya pak destian.


" Mas, bukannya aku membela atrees. Tapi lebih baik kita jangan paksa atrees. Biarkan atrees menentukan pilihannya sendiri. Dia juga udah dewasa, dia pasti tahu yang terbaik buat dirinya sendiri. "jawab mama priska.


" Apa? Bisa bisanya kamu berubah secepat ini. Apa kamu lupa, siapa yang menolong kita dulu saat perusahaan aku mengalami koleps. Siapa yang memberi kita fasilitas rumah saat rumah kita disita bank? Apa kamu lupa jasa jasa mereka priska?"bentak pak destian.


"Iya aku inget mas. Lagipula viona juga sahabat lama ku mas. Aku juga pengen berbesan dengan dia. Tapi gak dengan mengorbankan kebahagiaan atrees kan? Kamu tega menjodohkan atrees sama anak mereka yang tempramental. Selama ini kita selalu menyakiti hati atrees. Jadi aku berharap kamu menghargai keputusan atrees mas. "


" Hahahaha, ini nih yang bikin aku yakin dengan keputusanku buat bercerai dari kamu. Karna kamu selalu membantah aku. "

__ADS_1


" Aku juga tidak menyesal sudah bercerai dari kamu, karna aku sudah muak menjadi istri suami egois kayak kamu! "teriak mama priska.


Pak destian dan mama priska terus saja bertengkar dan berdebat. Mereka lupa jika cena masih duduk di meja makan dan menyaksikan pertengkaran mereka.


Cena hanya mengepalkan kedua tangannya, dan akhirnya amarah cena memuncak. Ia langsung memukul meja untuk menghentikan perdebatan mama dan papanya.


"UDAH CUKUP!"teriak cena.


Dan kini mereka sama sama diam. Pak destian dan mama priska kaget melihat kemarahan dari mata cena.


"Papa dan mama kalau mau bertengkar silahkan. Tapi jangan pernah kalian tunjukin itu di depan aku dan kak atrees. Kenapa mah pah,kalian gak pernah bisa akur. Papa dan mama gak lihat kak atrees. Sampai sekarang dia aja belum bisa menerima keputusan kalian. Tapi kalian masih saja menuntut kak atress. Dimana hati nurani kalian sebagai orang tua. "


"Cena, kamu berani sama papa?" teriak pak destian.


"Maafin cena pah karna cena sudah tidak menghormati mama dan papa. Tapi selama ini cena udah berusaha mengerti dan menerima keadaan keluarga kita sekarang. Dan disini mungkin kesabaran cena sudah habis dan cena mulai sadar dan sependapat sama kak atrees. Jika kalian berdua orang tua yang egois. Kalian selalu mengambil keputusan tanpa menanyakan pendapat anak kalian. Sudah, cena mau pergi. Cena udah enek lihat perdebatan kalian." ucap cena yang langsung pergi meninggalkan pak destian dan mama priska.


Melihat kepergian cena,mama priska berusaha mengejar cena. Namun tangannya langsung di tarik oleh pak destian hingga mama priska jatuh kedalam pelukan pak destian.


Mata mereka kini saling beradu. Mereka sama sama saling menatap. Dan rasa kerinduan mereka kembali muncul. Hingga tanpa di sadari, pak destian mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir mantan istrinya itu.


Cup..


Mama priska yang juga merasa rindu dengan mantan suaminya itu hanya bisa terdiam saat pak destian mencium dirinya.


Merasa tidak ada penolakan,pak destian mulai rakus menciumi bibir mama priska bahkan tanpa disadari pak destian mulai membuka satu persatu kencing baju mama priska.


Dan entah setan apa yang berada di diri mereka, hingga akhirnya pak destian menggendong mama priska ke dalam kamarnya.


"Priska, aku merindukanmu. "bisik pak destian ke telinga mama priska.


" Mas.. "ucap mama priska namun langsung di tutup oleh mulut pak destian.


Akhirnya tubuh mama priska dan pak destian kembali menyatu. Dan mereka melepas kerinduan mereka di ranjang mereka dulu.


Cena yang merasa kesal dengan mama dan papanya berusaha mengajak atrees untuk segera pergi dari rumah itu.


"Kak, ayo turun. Loe mending ikut gue. Biarin aja mereka berantem terus. Capek gue dengernya. "ucap cena.


" Apa loe bilang? Mereka bertengkar lagi?"tanya atrees.


"Iya kak, udah buruan loe pakai helm ini. Mending kita keliling kota aja daripada harus dengerin mereka. "


Selama diatas motor, atrees sudah tidak bisa menahan air matanya. Dan ia memeluk cena sambil menangis di punggung cena.


" Kak loe nangis? "tanya cena.


" Cena, kenapa nasib keluarga kita kayak gini. Gue cuma pengen punya keluarga yang utuh. Tapi kenapa mama dan papa selalu aja bertengkar bahkan mereka gak peduli sama perasaan kita? "tanya atrees.


" Udah ya kak, jangan di inget inget lagi. Mendingan kita nongkrong di cafe ya biar loe juga bisa nenangin diri loe dulu."jawab cena.


Cena kemudian mengajak atrees ke cafe favoritnya. Namun baru saja duduk, atrees mendapat telpon dari danindra.


"Hallo ndra, ada apa? "


" Loe lagi dimana trees? Loe mau gak nemenin gue jalan jalan. Suntuk gue dirumah. Lagi males sama bokap nyokap. "


" Yaudah loe nyusul gue ke cafe xxx, gue sama adik gue ada disini."


"Owh loe lagi sama adik loe. Loe gak ada janji kan sama juan? "


" Enggak usah kepo. Kalau loe mau kesini gue tunggu sekarang. Kalau gak mau yaudah, gue cabut aja. "


" Eh jangan dong. Iya iya my wife, gue on the way kesana ya. Tungguin calon suami loe. "


" Danindra, bisa gak loe gak ngomong itu lagi. Telinga gue panas dengernya. "


" Hahha, iya trees. Yaudah gue kesana sekarang ya. "


" Hmmm. "


Setelah menutup telponnya, cena berusaha menggoda atrees karna wajah atrees yang mulai memerah.


" Ciiiee...Itu pacar kakak ya? "tanya cena dengan puppy eyesnya.


" Apa sih dek, bukan. Ini bukan pacar kakak. Pacar kakak lagi dirumah. Ini cuma orang iseng kok. "elak atrees.

__ADS_1


" Ahh masak, kayaknya kakak happy banget dapet telpon dari dia. Dia mau kesini ya kak? "


" Iya, dia mau nyusul kesini. Kapan kapan deh kakak kenalin loe sama pacar kakak. Namanya kak juan, dia baik banget deh dek. Pasti ntar loe suka sama dia. "ucap atrees.


" Oh gue kira yang mau dateng pacar kakak. Atau jangan jangan kakak selingkuh ya."


"Loe kalau ngomong jangan ngawur. Dia ini beneran cuma temen. Cuma kadang kadang sifatnya berubah ubah kayak bunglon. Kadang baik, kadang ngeselin. Jadi kalau dia ngomong, jangan loe masukin hati ya. "


" Iya kak. Eh tapi tunggu bentar deh. Handphone loe baru ya kak? Loe di beliin mama? Gila ini handphone keluaran terbaru kak. "ucap cena sambil meraih handphone di tangan atrees.


" Siniin handphone gue. "


Atrees kemudian mengambil handphonenya kembali dari tangan cena. Cena yang mengira handphone atrees itu pemberian mamanya, mulai kesal dengan mamanya yang hanya sayang pada atrees.


" Mama kok gitu sih. Beliin handphone buat loe aja kak, gue enggak. "gerutu cena.


" Ini bukan dari mama dek. Kakak itu cuma..."ucap atrees terputus.


"Cuma gak enak sama gue. Udahlah kak bete gue."


"Dek, bukan gitu. Beneran ini bukan dari mama. Ini dari temen kakak, jadi dia minjemin handphonenya karna handphone kakak rusak. "


" Terus kakak pikir aku percaya. Mana ada orang mau minjemin handphone sebagus itu. Jadi gak usah alibi deh kak. "


Belum sempat atrees menjelaskan, danindra pun langsung menyahut ucapan cena yang tanpa sengaja ia dengar.


" Apa yang atrees bilang itu bener. Itu handphone gue yang kasih. Karna gue yang udah rusakin handphone kakak loe. "ucap danindra.


" Danindra? Loe udah dateng? "tanya atrees kaget.


" Oh jadi kakak gak bohong sama gue. Maaf ya kak, gue kira mama pilih kasih. Habis gue minta ganti handphone tapi gak di bolehin papa. "ucap cena.


" Owh loe mau ganti handphone? Yaudah ayo kita beli handphone buat loe. Kita cabut aja sekarang. "ucap danindra yang langsung mendapat pelototan mata dari atrees.


Mendengar perkataan danindra, Cena terlihat senang dan langsung memeluk danindra.


"Loe serius kak?"


"Iya, sekarang kita cari toko handphonenya. "ajak danindra.


" Enggak, jangan cena. Handphone loe kan masih bagus. Dan loe danindra, apa apaan sih loe. Gue gak suka cara loe manjain adik gue. " sahut atrees.


Karna penolakan atrees, cena pun kembali duduk dengan wajah sedihnya. Akhirnya atrees menarik tangan danindra dan mengajaknya untuk pergi sedikit menjauh dari cena.


" Ndra, loe ikut gue sekarang."ucap atrees dengan mode marahnya.


Saat mereka berada diluar cafe, atrees pun meluapkan kekesalannya pada danindra.


"Ndra, loe apa apaan bilang kayak gitu tadi sama cena? "


"Emang kenapa sih trees. Apa salah gue mau kasih handphone buat adik loe."


"Ya salah lah. Gue gak suka cara loe yang manjain adik gue. Kalau loe dateng kesini buat bikin gue sama cena bertengkar, mending loe balik aja. "usir atrees.


Namun saat atrees membalikkan badannya, danindra mencengkram lengan atrees.


" Loe lupa punya hutang budi sama gue. "ucap danindra.


" Oh jadi loe ngancem gue? "tanya atress sambil menatap mata danindra.


" Bukan ngancem, gue cuma mau ingetin loe aja. "


" Terus sekarang mau loe apa? "tanya atress


" Gue? Gue cuma mau beliin handphone buat cena dan loe gak boleh nolak. Dan hari ini gue pengen habisin waktu gue sama elo sama cena juga."


"WHAT?? " tanya atrees sambil memelototokan kedua bola matanya.


" Udah, ayo masuk. Kasihan cena udah nungguin di dalam."ajak danindra yang langsung menarik tangan atrees.


Setelah masuk kembali ke dalam cafe, danindra langsung mengajak cena untuk pergi dari sana dan mencari toko handphone terdekat.Cena pun langsung melompat kegirangan dan dengan cepat ia pergi keluar cafe.


Danindra kemudian menggandeng tangan atrees dan menyusul cena yang sudah terlebih dulu meninggalkan mereka, dan entah kenapa atrees menerima genggaman tangan danindra.


"Danindra, kenapa loe bikin hati gue dag dig dug gini lagi. Andai aja gue belum pacaran sama juan, gue pasti bahagia banget sekarang." batin atress sambil terus menatap danindra.

__ADS_1


Danindra yang sadar akan tatapan atrees hanya bisa tersenyum dalam hatinya.


"Trees, gue seneng banget bisa megang tangan loe gini. Maafin gue trees, bukan gue pengen kasih harapan palsu ke elo. Tapi gue cuma mau habisin waktu gue sama loe sebelum gue nurutin kemauan papa dan mama. " gumam danindra.


__ADS_2