
Sesuai permintaan atrees, danindra pun mengantarnya ke rumah shintya. Setelah itu, danindra berpamitan pada pacarnya untuk langsung pulang.
"Sayang, aku pulang dulu. Kamu tidurnya jangan malem malem ya."kata danindra sambil mencium kening atrees.
"Iya sayang. Nanti kabarin aku kalau udah sampai rumah."
"Pasti, yaudah kamu masuk dulu sana. Biar aku pastiin kamu gak kenapa napa. "
"Iya, bye sayang."atrees pun pergi masuk ke pintu gerbang rumah shintya sambil melambaikan tangannya kearah danindra.
Danindra kemudian melajukan motornya dan langsung pulang kerumah. Sedangkan saat atrees hendak menekan bel rumah shintya, mamanya menghubungi dirinya.
Kringg...kringg..
Suara ponsel atrees.
"Hallo mah."
"Atrees kamu dimana sekarang. Kata kamu cuma pergi sebentar. Mama udah nungguin kamu dari tadi. Kita udah terlambat datang. Mama tunggu kamu di rumah sekarang."
"Mah, berapa kali atrees harus bilang sama mama. Atrees gak mau di jodoh jodohin. Atrees mau cari suami pilihan atrees sendiri. Lagipula atrees masih muda,atrees belum pengen menikah. Tolong mama ngertiin atrees."
"Mama ngerti perasaan kamu.Tapi mama minta kamu juga mengerti perasaan mama trees. Sebenarnya mama juga gak mau memaksa kamu tapi mama gak enak sama sahabat mama. Mereka sudah terlalu baik sama keluarga kita trees. Jadi mama mohon kamu mengerti posisi mama sekarang."
"Mengerti mama bilang? Sejak kapan atrees gak pernah mengerti mama. Sudahlah mah,atrees butuh waktu sendiri dulu. Dan atrees mau mikirin ini semua sendiri. Udah dulu ya mah."
"Atrees... Atrees...mama belum.." ucap mama priska terputus karna panggilannya langsung di matikan oleh atress.
Saat mama priska hendak menghubungi atrees kembali nomor atrees sudah tidak aktif. Dan akhirnya mama priska menelpon mama vio untuk membatalkan acara makan malam mereka.
"Hallo pris, gimana? Kamu jadi kesini kan sama anak kamu dan mantan suami kamu? "
" Maaf vio, tadinya aku udah mau berangkat sama anakku aja. Soalnya aku ada masalah dikit sama mas destian. Tapi tiba tiba anakku gak enak badan. Kalau acara pertemuan mereka kita tunda minggu depan gimana? Biar anakku sembuh dulu."
"Oh iya gak papa pris. Sebenarnya aku udah gak sabar lihat anak kamu. Tapi ya sudah, kita tunda minggu depan aja. Sampaikan salamku buat anak kamu ya. "
" Iya vio, makasih ya. Tolong sampaikan juga maafku buat suami kamu."
"Iya nanti aku sampaikan."
"Kalau gitu udah dulu ya vio,sampai ketemu minggu depan ya."
"Oke priska."
Pak prasetya yang kebetulan sedang berada disamping istrinya menanyakan tentang pembicaraan mereka di telpon tadi. Dan mama vio pun menjelaskan tentang acara pertemuan anak mereka yang tertunda.
__ADS_1
Ia pun kemudian mengabari pak destian tentang penundaan pertemuan anak mereka. Karna merasa tidak enak hati, selesai bertelponan dengan teman lama sekaligus teman bisnisnya itu,pak destian langsung menghubungi mantan istrinya.
"Mas destian? Mau apa lagi dia telpon aku?"batin mama priska.
Berkali-kali mama priska menolak panggilan dari mantan suaminya itu. Dan akhirnya pak destian mengirim sebuah pesan ke ponsel mama priska.
Mas Destian : " Priska, tolong angkat telponku sebentar. Aku mau bicara soal atrees."
Setelah mengirim pesan dan sudah terbaca oleh mama priska, pak destian pun kembali menelpon mama priska. Dan panggilannya pun kini diangkat oleh mama priska.
"Halo, kamu mau bicara apa?" tanya mama priska.
"Mana atrees, aku mau bicara sama dia. Apa bener dia sakit. Atau memang kamu bohong sama vio dan pras karna kamu mau bantuin anak kamu itu buat menghindar dari perjodohan ini?"
"Kamu itu suka berpendapat sendiri tanpa tahu kejadiannya. Aku gak pernah bantu atrees buat menghindar dari perjodohan ini. Karna aku sadar, aku banyak hutang budi sama vio dan pras. Tapi masalahnya atrees kabur. Aku juga gak tau dia dimana. Dan dia minta waktu buat sendiri dulu. Makanya aku bohong sama vio. Karna gak mungkin jika aku harus jujur jika atrees menolak perjodohan ini."
"Terus kemana dia sekarang. Kamu sudah hubungi semua teman temannya? "
" Sudah, tapi atrees gak ada di sana. Aku pikir pikir mungkin lebih baik aku memang kasih waktu buat dia mikirin ini semua. Karna kalau aku paksa dia,dia akan semakin nekat."
"Oke kalau kamu pikir itu yang terbaik. Tapi kamu harus terus meyakinkan dia buat menerima perjodohan ini. Karna cuma dengan ini kita bisa balas budi sama vio dan pras."
"Iya aku ngerti. Udah gak ada yang perlu kita bicarakan lagi kan? Aku masih banyak tugas kantor. "
" Iya, oh iya pris aku mau minta maaf soal perkataanku kemarin. Aku bicara seperti itu karna... "
******
Di rumah shintya, atrees menumpahkan kekecewaannya soal indy pada shintya. Bahkan setelah mendengar cerita atrees, shintya pun ikut merasa kesal dengan sikap indy.
"Gue gak nyangka trees, indy bisa tega sama loe kayak gitu."
"Iya, sama shin. Tapi ada untungnya juga sih indy kayak gitu sama gue."
"Untung gimana maksud loe? Harusnya kan elo malah benci mereka, kok loe malah senyum dan kayak bahagia gitu putus dari juan. Apa loe emang awalnya gak cinta ya sama juan? Terus kalau iya kenapa loe nerima dia jadi pacar loe. Bahkan sampai jalan hampir 2 bulan. Kepo deh gue." kata shintya yang sedang berusaha mendesak atrees.
"Iya, emang dari awal gue pacaran sama juan, gue emang gak cinta sama dia. Tapi lama lama rasa itu muncul. Dan entah kenapa, tiba tiba danindra deketin gue lagi. Dan perasaan gue sama danindra muncul lagi deh."jelas atrees.
"Danindra?sejak kapan loe suka sama danindra? Bukannya loe benci banget ya sama dia? Dan maksud loe danindra deketin loe gimana sih? Kok gue jadi bingung ya sama arah pembicaraan loe."gerutu shintya.
"Gini biar gue jelasin. Tapi janji ya loe gak boleh ngambek( atrees mulai bercerita tentang awal hubungannya dengan danindra yang membaik hingga alasan dirinya menerima juan menjadi kekasihnya pada shintya)."
"Dan loe selama ini gak pernah cerita sama gue, ferdi dan indy. Gila loe. Terus kenapa loe malah happy putus sama juan? "
" Ya karna tadi danindra nembak gue, dan akhirnya gue jadian sama dia."jelas atrees.
__ADS_1
Shintya membelalakan kedua matanya. Ia tak percaya dengan keputusan atrees yang cepat menerima danindra.
"WHAAT? loe baru aja putus beberapa jam, dan loe udah langsung dapet pacar? Gila gila. Sejak kapan trees loe jadi playgirl kayak gini? "
" Enak aja, kan gue udah bilang dari awal gue cintanya sama danindra. Dan gue gak mau kehilangan dia lagi shin. "
"Ciyeee temen gue jadi bucin baru nih. Tapi gue patah hati dong. Kan bebep danindra sekarang udah punya pacar. Huuuuaaa.." teriak shintya.
Atrees kemudian teringat jika shintya sangat mengagumi danindra. Merasa tidak enak hati, atrees pun meminta maaf pada shintya.
"Eh shin, gue lupa. Loe kan naksir danindra ya? Maaf ya shin, gue bener bener lupa."
Namun shintya malah tertawa melihat wajah atrees yang memelas di hadapannya.
"Loe apaan sih. Biasa aja keles. Gue bukan indy kali,yang cuma gara gara cowok gue rela kehilangan sahabat gue. Selamat ya. Gue seneng, karna danindra udah bikin senyum loe kembali lagi."
"Shin? Loe gak bohong kan? Loe gak marah kan sama gue? "tanya atrees.
" Ya ampun trees, enggak gue gak papa. Kan temen loe si koko itu juga ganteng. Mending gue sama dia, dia belum punya cewek kan? "
"Kayaknya sih belum, ntar coba deh gue tanya sama danindra. Loe mau gue comblangin sama dia?" tanya atrees kembali.
"Boleh boleh, ya siapa tahu jodoh kan. Hehehe... "jawab shintya.
" Huuuh, dasar labil. Gampang banget berpaling loe."
"Yee biarin aja, daripada gue ngrebut danindra dari loe. Mau loe? "goda shintya.
"Awas aja kalau loe kayak gitu. Gak cuma gue pecat jadi sahabat, tapi loe langsung masuk list pertama musuh bebuyutan gue."
Shintya hanya tertawa melihat sahabatnya yang sudah bucin pada danindra. Namun saat mereka asyik mengobrol tiba tiba indy mengirim pesan di grup chat mereka.
Indy : "Gue pamit keluar dari grup ini ya. Maafin gue kalau selama ini gue ada salah sama kalian."
...Ferdi : "Maksud loe apa ndi? Kenapa loe mau keluar dari grup. Loe lagi ada masalah sama siapa?"...
...Indy keluar...
Namun indy tak membalas pesan yang dikirim ferdi dan ia pun langsung keluar dari grup chat mereka.
Atrees dan shintya pun langsung saling menatap satu sama lain. Mereka mempunyai pikiran yang sama. Dan shintya langsung mengambil kunci mobilnya.
Sebelum pergi kerumah indy, atrees berusaha menghubungi danindra untuk pamit pergi kerumah indy. Namun sayang, telponnya tidak diangkat oleh danindra. Akhirnya atrees pun memutuskan mengirim pesan pada pacarnya itu.
My lovely : " Sayang, aku pamit kerumah indy ya sama shintya. Kita ada perlu sama indy. Kamu gak usah khawatir, aku sama shintya cuma pergi sebentar aja.
__ADS_1
Selesai mengirim pesannya, atrees memasukkan ponselnya kedalam tas nya. Kemudian ia melajukan mobilnya, dan mereka pun pergi ke rumah indy untuk menyelesaikan masalah mereka.