
Pagi harinya, danindra bangun terlebih dulu dan ia melihat kecantikan wajah istrinya yang sangat natural yang masih tidur di pelukannya. Ia mencium kening atrees, dan sedikit membuat atrees terbangun.
"Morning honey, tidurnya nyenyak kan?" tanya danindra dengan senyum tampannya.
"Morning juga suamiku. Ia nyenyak banget, apalagi ada kamu sekarang yang nemenin aku tidur." jawab atrees sambil mengecup bibir danindra.
"Mandi bareng yuk, habis gitu sarapan. Semuanya udah nunggu di bawah."
"Iya sayang, tapi gendong ya." ucap atrees manja.
"Sekarang istriku manja banget ya, tapi dengan senang hati aku gendong kamu sayang." jawab danindra sembari menggendong tubuh atrees dan menaruhnya ke bath up kamar mandi.
Selesai mandi, atrees dan danindra pergi ke restoran hotel. Dan disana memang semua keluarga sudah berkumpul dan menunggu kedatangan pasangan baru suami istri ini.
"Anak bunda udah dateng, gimana sayang semalem? Udah dibuatin belum cucunya buat kami." ucap mama vio hingga membuat wajah atrees memerah.
"Ya pasti udah dong vio, kan semalem mereka gak ikut makan malam bersama. Pasti danindra udah gak sabar ya." sahut mama priska.
"Mama, ngomong apa sih." kesal atrees.
"Gak papa sayang, mama juga gak sabar kan pengen cepet dapet cucu dari kami. Tenang mah danindra akan berusaha terus sampai benih danindra ada nih di sini." ucap danindra sembari mengelus perut atrees yang masih rata.
"Hahahaha, bagus ndra. Bibit papa aja dulu top cer loh. Baru sebulan menikah sama mama kamu, papa langsung dapet kamu." kata papa pras dan disambut tawa oleh semuanya.
Namun ternyata semua kebahagiaan kedua keluarga ini diamati oleh seseorang bertepuk dari arah luar jendela. Ia mengepalkan kedua tangannya.
"Selamat menempuh hidup baru ya atrees. Tapi tunggu aku kembali. Dan aku akan merebut u mu dari pelukan danindra. Karna seharusnya memang aku yang menjadi suami kamu bukan dia." ucap juan yang kemudian langsung meninggalkan tempat itu.
Sekilas atrees sempat melihat ada laki laju yang sangat mirip dengan juan, hanya karna ia tak mau merusak moment bahagianya, atrees berusaha tak memikirkan siapa orang tadi. Yang ia tahu, juan sudah di kirim danindra untuk pergi jauh dari kehidupannya.
"Sayang, kamu ngeliatin apa sih?" tanya danindra sambil mengelus pipi mulus atrees.
"Oh enggak kok yank, aku cuma lagi lihat ke arah luar aja. Bagus ya suasana hotelnya." bohong atrees.
__ADS_1
"Kamu itu sayang, kalau kamu mau kita bisa tinggal lebih lama kok disini."
"Eng..enggak usah yank." jawab atrees.
Saat mereka sedang asyik berdebat, tiba tiba papa pras dan mama vio memberikan hadiah pernikahan untuk mereka.
"Oh iya, bunda sama ayah ada sesuatu nih. Coba kalian buka." sahut mama vio sambil memberikan amplop putih pada danindra dan atrees.
"Apa ini mah?" tanya danindra.
"Udah buka aja, nanti kalian juga tahu." jawab papa pras.
Saat membuka amplop itu, atrees sangat bahagia karna ada tiket penerbangan mereka untuk pergi ke Italia, negara yang sangat ingin ia kunjungi.
"Mah ini beneran?" tanya atrees.
"Iya dong sayang, masak mama bohong. Pokoknya kalian harus menikmati honeymoon kalian ya. Dan untuk masalah jadwal kuliah kalian, mama yang akan bicara sama rektor kalian. Jadi udah gak ada masalah lagi. Dan kamu danindra, harus top cer jos gandos ya buat cucunya." ucap mama vio.
"Hahahaha, pasti dong mah." jawab danindra.
"Tuh kan salah ngomong lagi." lirik cena.
"Oh iya mah, kapan acara pernikahan mama sama papa? Nunggu atrees dan danindra pulang kan?" tanya atrees pada mama priska.
"Iya dong atrees, masak iya kami menikah tapi gak nunggu anak sama menantu kami dulu." jawab mama priska sambil menggenggam tangan atrees.
"Disini atrees bahagia banget, dikelilingi orang orang yang sayang sama atrees. Dulu sehabis mama dan papa bercerai, atrees ngerasa udah gak ada yang sayang sama atrees dan atrees selalu merasa sendiri dan kesepian. Tapi semua ternyata ada hikmahnya, dibalik semua kesedihan pasti ada kebahagian yang menanti." kata atrees sambil meneteskan air matanya.
Melihat istrinya begitu sedih, danindra langsung memeluk atrees dan menghapus air matanya.
"Sayang, itu udah masa lalu. Dan sekarang kamu lihat ada kami semua di sekeliling kamu. Jadi kamu sudah gak akan sendiri dan kesepian lagi. Udah dong jangan nangis. Nanti cantiknya luntur loh." Danindra berusaha menghibur istrinya.
"Iya sayang, papa janji setelah menikah kembali dengan mama kamu papa akan jadikan perceraian kami yang dulu sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik. Dan papa akan berusaha menjadi suami dan papa yang terbaik untuk kalian." ucap papa destian yang ikut terharu dalam keadaan ini.
__ADS_1
"Aarggh, aku jadi ikut sedih melihat ini semua. Udah buruan di makan dong, keburu makanannya dingin dan dibanjiri air mata disini." ajak mama vio dan akhirnya mereka semua menyantap makanan mereka.
**********
Hari ini danindra dan atrees pergi ke rumah orang tua mereka untuk berpamitan melakukan perjalanan honeymoon mereka. Dan setelah itu mereka pergi ke bandara.
Selama di dalam pesawat, atrees tak pernah melepaskan pelukannya dari lengan danindra. Namun perutnya tiba tiba merasa tidak enak dan ia pun ijin pada danindra untuk pergi ke toilet.
"Sayang, aku ke toilet bentar ya. Perut aku kembung banget." pamit atrees.
"Kamu sakit yank? Kenapa gak bilang dari tadi. Kan pergi honeymoonnya bisa diundur." jawab danindra sedikit cemas.
"Gak papa kok yank, aku bawa minyak angin. Yaudah aku ke toilet dulu ya."
"Mau aku anter yank?"
"Gak usah sayang, cuma sebentar kok."ucap atrees sambil bangkit dari tempat duduknya.
Selama di toilet, atrees memuntahkan semua makanan yang berada di dalam perutnya. Bahkan sesekali ia mual bila mengingat bau parfum danindra.
Dengan langkah berat, atrees kembali duduk di samping danindra, sambil menggunakan maskernya.
"Sayang? Kamu kenapa pakai masker?" tanya danindra.
"Gak papa yank, aku cuma sedikit pusing aja. Kira kira masih lama gak ya sampainya?"
"Sekitar 8 jam lagi yank, badan kamu masih gak enak ya? Mau aku pesenin sop ayam?"
"Enggak yank, aku mau tidur aja. Tadi aku udah minum obat anti mabuk kok. Mungkin aku gak terbiasa aja perjalanan jauh. Jadi sedikit mabuk."
"Oh yaudah sini kepalamu disandarin aja di pundakku."
"Iya sayang." jawab atrees.
__ADS_1
Saat ia menyandarkan kepalanya, ia kembali merasa mual dengan aroma parfum danindra. Namun ia tetap berusaha memejamkan matanya dan melupakan rasa mualnya hingga pelan pelan atrees tertidur karna efek obat yang baru saja ia minum.