
Setelah mematikan telponnya dengan Mama Vio, Danindra kembali ke kamar Atrees. Danindra selalu menggenggam tangan istrinya itu karna perasaannya yang teramat bahagia.
"Sayang, tadi mama pesen kamu jangan capek capek. Dan setelah keluar dari rumah sakit kita di suruh balik ke Indonesia," ucap Danindra.
"Tapi yank, aku masih pengen disini dulu. Aku masih pengen jalan jalan keliling Roma sama Milan," tengok Atrees.
"Terus kalau kamu capek gimana?Kasihan baby kita dong. Atau gini aja, aku janji akan ajak kamu kesini sama baby kita besok," bujuk Danindra namun Atrees masih saja murung.
Tak tega melihat istrinya sedih, Danindra akhirnya menyetujui permintaan Atrees.
"Oke kita keliling Roma tapi enggak sama Milan. Kasihan baby kita sayang. Kamu kan masih hamil muda, dan barusan habis pendarahan. Tadi dokter juga pesen sama aku buat gak bikin kamu terlalu lelah dan stres. Jadi aku minta tolong banget pengertian kamu," bujuk Danindra kembali.
Akhirnya usaha Danindra berbuah hasil. Atrees mau menuruti semua perkataannya.
"Iya deh yank, yaudah besok langsung balik ke Indonesia aja. Gak usah jalan jalan, aku gak mau baby kita kenapa napa," jawab Atrees sambil mengelus perutnya.
"Beneran gak mau jalan jalan sebentar?" tanya Danindra yang langsung mendapat gelengan kepala dari Atrees.
**********
Dua hari berlalu, kini Danindra dan Atrees sudah pergi menuju Bandara untuk kembali pulang ke Indonesia. Selama berjalan, Danindra dengan telaten merangkul Atrees. Sesekali ia pun mencium puncak rambut Atrees.
"Sayang, kalau capek bilang ya. Dan kalau kamu mau apa apa, bilang ya sayang. Habis ini kita perjalanan jauh soalnya. Aku masih takut kamu mual mual lagi," ucap Danindra.
Atrees menggelengkan kepalanya, dan karna rasa terharu karna perhatian Danindra tanpa terasa air matanya jatuh.
"Danindra, orang yang begitu dingin, dan keras ternyata bisa lembut. Dulu aku sempet takut hamil karna yang aku tahu Danindra orang yang emosian. Tapi hari ini aku sadar, dia ternyata orang yang sangat perhatian, lembut dan manis," batin Atrees.
Saat menoleh ke arah Atrees, Danindra panik karna melihat istrinya menangis. Ia langsung mengajak Atrees untuk duduk sejenak.
"Sayang kamu kenapa nangis? Ada yang sakit? Bilang sama aku, biar aku batalin penerbangan kita buat pulang,terus kita balik ke hotel," ucap Danindra panik.
Tanpa menjawab Atrees memeluk suaminya itu.
"Danindra aku sayang banget sama kamu. Jangan pernah ninggalin aku ya," ucap Atrees dalam tangisnya.
"Kamu ngomong apa sih sayang? Enggak akan pernah sedetik pun aku ninggalin kamu. Udah jangan nangis lagi ya," jawab Danindra yang kemudian melepas pelukannya dari pelukan Atrees.
__ADS_1
"Maaf ya sayang, gak tau kenapa semenjak aku hamil aku jadi orang yang perasa banget. Dan aku takut banget kalau kamu itu ninggalin aku. Pokoknya aku mau kemana pun kamu pergi aku ikut."
"Hahahaha, iya iya sayang. Ini pasti mau nya baby kita. Ternyata di bucinin istri sendiri tuh enak juga ya," ucap Danindra dan membuat Atrees menatapnya heran.
"Maksud kamu yank?"
"Ya biasanya kan aku yang selalu takut kalau kamu pergi. Sekarang malah kebalik, kamu yang takut aku pergi," jawab Danindra.
Anehnya, bukannya marah dengan sentilan Danindra, Atrees malah menggelendot di lengan suaminya itu.
"Terserah kamu mau ngomong apa, yang penting aku bisa deket sama kamu sayang," ucap Atrees sambil mencium pipi Danindra.
Danindra begitu kaget dengan perubahan sikap Atrees padanya. Biasanya Atrees selalu cuek dan gengsi jika mencium dirinya di depan umum. Namun semenjak kehamilannya, ia benar benar berubah.
"Kalau hamil ngidamnya pengen deket deket aku terus gini, bikin anak sepuluh pun aku mau. Biar Atrees manja terus sama aku. Terima kasih baby, semenjak kamu ada disini mommy kamu jadi semakin cinta sama daddy. Sehat sehat ya disini baby," gumam Danindra sambil mengelus perut Atrees.
Tak lama kemudian, ada pemberitahuan jika pesawat mereka akan segera berangkat. Danindra dan Atrees bergegas masuk menuju pesawat mereka.
"Sayang kamu tidur aja ya, kan perjalanannya masih lama," ucap Danindra.
"Iya, tapi cium disini dulu ya," jawab Atrees sambil memegangi bibirnya.
**************
Akhirnya pesawat mereka sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Di ruang tunggu kedatangan, ternyata mereka sudah di tunggu oleh kedua orang tua Danindra.
Melihat kedatangan putra dan putrinya, Mama Vio spontan langsung memeluk Atrees karna rasa bahagianya.
"Sayang Atrees, kamu capek ya nak?" tanya Mama Vio.
"Sedikit mah," jawab Atrees.
"Yaudah ayo buruan kita pulang. Danindra kamu gendong istrimu ke mobil. Mama gak mau kalau sampai Atrees kecapekan dan bikin calon cucu mama kenapa napa," perintah Mama Vio.
"Gak usah bunda, Atrees bisa jalan sendiri. Gak usah di gendong bunda," tolak Atrees.
"Enggak, kemarin kan kamu habis pendarahan. Dan kata Danindra, dokter pesen kamu gak boleh kecapekan kan? Udah jangan nolak ya nak, ayo Danindra cepat gendong istri kamu dan bawa dia ke mobil," perintah Mama Vio kembali.
__ADS_1
"Iya iya mah,tapi papa bawain koper kami ya."
"Kamu nyuruh papa nak?" tanya Papa Pras.
"Ya iyalah pah kamu yang bawa. Mana bisa Danindra bawa koper, dia kan mau gendong Atrees. Udah buruan ayo, kasihan Atrees pasti udah lelah," jawab Mama Vio.
Dengan hati terpaksa, Papa Pras membawakan koper milik Danindra.
"Mama kok tega sih, suami sendiri malah di suruh bawain barang. Tau gitu tadi kan nyuruh sopir buat ke dalam jadi bisa bantuin bawa," batin Papa Pras kesal.
"Ayo pah, kok malah diem. Buruan. Kamu mau calon cucu kamu sama menantu kamu kenapa napa?" ucap Mama Vio.
"Iya iya mah, ini juga mau di bawain," jawab Papa Pras.
Kini mereka semua hendak pulang kerumah. Dan saat di jalan, tiba tiba Atrees merasa perutnya lapar hingga berbunyi.
Kriiiiukk..
Semua menoleh ke arahnya. Namun tak lama setelah mendengar suara perut Atrees semua malah tertawa.
"Sayang kamu laper? Anak daddy laper ya?" tanya Danindra sembari mengelus perut Atrees.
"Kamu laper nak?" tanya Mama Vio.
Karna malu, Atrees hanya mengangguk pelan.
"Kamu mau makan apa sayang," tanya Danindra.
"Aku pengen masakan mama. Kamu mau kan kita kerumah mama dulu. Boleh ya bunda, ayah?" tanya Atrees dengan wajah memelas.
"Tapi sayang.." ucap Danindra yang langsung di potong oleh mamanya.
"Boleh dong sayang. Habis ini bunda telpon mama kamu. Kamu mau dimasakin apa sama mama kamu?" tanya Mama Vio.
"Telor dadar bunda, Atrees pengen makan telor dadar," jawab Atrees.
Mendengar jawaban Atrees, semua langsung membuang nafas mereka. Hanya untuk makan telor dadar, mereka harus berputar arah. Namun karna memaklumi kondisi menantunya yang hamil muda, Mama Vio dan Papa Pras pun tidak keberatan. Mereka langsung menyuruh sopir untuk pergi ke rumah orang tua Atrees. Sedangkan Danindra sesekali melirik ke arah Atrees dengan perasaan heran.
__ADS_1
"Orang hamil gini banget ya. Cuma buat makan telor dadar harus ke rumah Mama Priska. Atrees, Atrees kan bisa dibuatin bibi di rumah. Kenapa harus repot repot nyuruh Mama sih. Baby, nanti kalau udah di rumah jangan minta yang aneh aneh ya. Kasihanilah Daddy mu ini," batin Danindra sambil menggelengkan kepala dan memijat mijat keningnya.