Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Perdebatan ibu dan anak


__ADS_3

Tak terasa atrees dan kedua orang tua danindra mengobrol dan bercanda hingga tengah malam. Danindra yang dari tadi bermain game sendiri, sudah mulai bosan dan akhirnya ia menghampiri atrees dan orang tuanya.


"Mah, pah udah jam 12 loh. Kalian gak mau tidur?" tanya danindra kesal.


Mama vio pun langsung melihat ke arah jam dinding di kamar danindra.


"Eh iya, bunda sampai gak lihat jam karna keasyikan ngobrol sama kamu. Yaudah kalau gitu, bunda sama ayah balik ke kamar dulu ya sayang." ucap mama vio.


"Iya atrees kalau kamu mau butuh apa apa tinggal minta bibi aja." sahut papa pras.


"Iya ayah, bunda." jawab atrees.


Danindra dari tadi berdiri sambil senyum senyum sendiri, karna hasratnya yang belum tersalurkan akhirnya akan tersalurkan juga.


"Akhirnya, sebentar lagi gue sama atrees bisa berduaan deh di dalam kamar." batin danindra bahagia.


Namun tiba tiba semua harapan danindra musnah, saat tangannya di tarik oleh mama vio.


"Danindra ngapain kamu masih nglamun disini, kasihan atrees mau tidur. Pasti dia udah ngantuk." ucap mama vio.


"Tapi mah, ini kan kamar danindra."


"Ya iya mama juga tau ini kamar kamu, tapi kan dipakai atrees dulu, jadi malam ini kamu tidur di kamar tamu." jawab mama vio.


"Sudahlah ndra, kamu pasti ngarep pengen tidur sama atrees kan. Sabar, sebulan lagi kamu setiap malam akan tidur sama atrees." sahut papa pras dengan bulu kumis bergerak gerak karna menahan tawa


Dalam hati atrees kini meloncat bahagia, karna dirinya terbebas dari pikiran kotor danindra.


"Mah, danindra pengen tidur sama atrees aja. Lagian kan danindra juga udah kikuk kikuk sama atrees. Jadi percuma juga mama takut, toh tadi udah dilakuin juga." ucap danindra hingga membuat mama vio melempari dirinya dengan pukulan.


Plak.. Plak.. Plak..


"Kamu itu ya, kayaknya mama perlu baycline tuh otak kamu,atau mama suruh bibi buat beli sianida biar mama gak malu punya anak kayak kamu." kesal mama vio.


"Mama kok jahat sih, danindra kayak gini kan juga nurun dari papa. Terus kalau danindra mati dan atrees hamil gimana? Mama mau tanggung jawab." jawab danindra yang tak mau kalah dari mamanya.


"Eh sekarang kamu berani ya jawab semua ucapan mama. Pinter banget putar balikin fakta. Nih rasain, udah lama mama gak jewer telinga kamu." kata mama via sambil tangannya sibuk memeluntir telinga danindra.


Atrees dan papa pras seperti mendapat tontonan gratis antara ibu dan anak ini, hingga akhirnya papa destian merasa kasian melihat danindra terus berteriak kesakitan.


"Sudah mah, kasian danindra. Gitu gitu anak kesayangan mama juga kan." ucap papa pras sambil berusaha melepaskan tangan mama vio.


"Bela terus danindra, kapan papa belain mama." gerutu mama vio dengan bibir yang sudah membentuk kerucut.


Papa pras dengan spontan mencium bibirnya istrinya di depan atrees dan danindra. Dan...


Cupp....


Satu kecupan dari papa ke bibir mama vio yang membuatnya hanya bisa melotot karna kaget. Sedangkan atrees langsung menutup matanya karna merasa tidak enak melihat kejadian barusan.


Kesal dengan tingkah suaminya, mama vio pun langsung mendorong suaminya hingga terjatuh.


"Papa kamu itu." mama vio berkata dengan menggertakan giginya.


Papa pras hanya tertawa melihat wajah istrinya yang mulai memerah karna malu.


"Tuh, bukan salahku kan yank kalau aku sedikit mesum. Lihat papaku, lebih mesum dari aku kan?" ucap danindra sambil tertawa.


"Dasar anak sama papanya sama aja. Pantes aja danindra itu pengen nyerodok terus orang papanya aja juga seneng nyerodok,kayak banteng." batin atress sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Mama vio pun menghampiri atrees yang sedari tadi terus menatap dirinya.


"Atrees maaf ya, calon papa mertua kamu itu emang suka gitu."


"Hahahaha, iya bunda. Atrees malah seneng lihat ayah sama bunda masih romantis."

__ADS_1


"Yasudah sekarang kan udah malem, bunda mau ke kamar dulu ya. Tenang aja danindra tetap akan bunda suruh tidur di kamar tamu. Kalau dia gak mau, bunda akan suruh dia tidur sama mikir, kucing kesayangannya. Habis kami semua keluar, jangan lupa kunci pintunya ya biar anak nakal ini gak nyelonong masuk ke kamar ini." pinta mama vio yang langsung di angguki oleh atrees.


Daripada terus berdebat dengan mamanya dan kemungkinannya kecil untuk menang,danindra akhirnya menurut dan ia juga keluar dari kamar. Namun sebelum keluar, lagi lagi danindra membuat ulah yang membuat mamanya kembali spot jantung.


Danindra kembali ke ranjang atrees dan langsung mencium bibir atrees di depan mama dan papanya.


"Danindra!!! Kamu itu bisa bisanya cium atrees di depan kami. Tunggu kalian menikah dulu, habis itu terserah kamu sama atrees mau ngapain." gerutu mama vio.


Namun bukan danindra namanya jika tak bisa memutar balikan semua ucapan mamanya.


Danindra berjalan ke arah pintu, sambil membisikkan sesuatu.


"Mamaku sayang, jangan marah terus. Mama lupa tadi papa nyontohin gimana sama danindra. Papa aja cium mama boleh, masak danindra cium calon istri danindra gak boleh." jawab danindra dengan senyum smirknya.


"Lihat itu pah, kelakuan anak kamu. Gak beda jauh sama kamu." kesal mama vio.


"Sudahlah mah, gak capek apa marah marah terus. Mending kita ke kamar aja ya, mumpung hujan kan enaknya peluk peluk sambil celup celup." ucap papa dengan puppy eyesnya.


Mama vio yang sudah kehabisan kata kata, akhirnya pergi dari kamar atrees sambil menarik tangan suami dan anaknya.


***********


Keesokan harinya, atrees sengaja bangun lebih pagi untuk membuat sarapan. Atrees berjalan ke dapur, dan disana sudah ada bi iyah dan bi nani yang sudah mulai memotong sayur.


"Pagi bi." sapa atrees.


"Eh pagi non atrees. Non atrees mau butuh sesuatu?" tanya bi nani sambil memandang atrees kagum.


"Enggak kok bi, justru atrees ke dapur mau bantuin bibi masak. Bolehkan bi?" tanya atrees.


"Boleh sih non, tapi mending non atrees ke kamar aja. Biar bi nani sama bi ijah yang masak. Iya kan jah?" ucap bi nani sambil menyenggol pinggang bi ijah.


"Eh iya non. Mending non atrees ke kamar aja. Nanti kalau sarapannya udah siap bibi panggil non atrees." imbuh bi ijah.


Bukannya kembali ke kamar, atrees justru mengambil pisau dari tangan bi nani.


"Hehehe, bibi juga masih bingung sih non mau masak apa. Ni, kamu mau masak apa?" tanya bi ijah.


"Waduh bibi juga masiho bingung sih. Kayaknya bibi mau bikin nasi goreng sama telur dadar aja. Sayurnya bisa buat makan siang nanti sambil cari di youtube dulu siapa tau punya ide masak apa." jawab bi nani.


"Udah ya bi, biar atrees aja yang masak. Bibi bantuin aja nyiapin bahannya."


"Maaf non, tapi emangnya non atrees bisa masak?" tanya bi ijah heran.


"Hahahaha, enggak bisa sih bi. Cuma atrees sering bantuin mama sama bibi masak,jadinya atrees dikit dikit ngertilah soal masakan. Tenang aja bi, masakan atrees masih bisa di makan kok. Nanti bibi cobain aja."


"Kamu jah, jangan suka nilai orang gitu. Gak enak kan jadinya sama non atrees. Punya mulut jangan kayak netijen, ini nih akibatnya kamu keseringan buka akunnya lambe turah, jadi suka nyinyir juga kan." kesal bi nani.


"Apa sih kamu ni. Apa hubungannya coba lambe turah sama mulut aku. Kamu itu yang baperan, gara gara sering nonton ikatan cinta sih, dasar emak emak." gerutu bi ijah sambil memonyongkan bibirnya karna kesal.


Atrees kini berusaha menengahi perdebatan antara bi ijah dan bi nanti yang semakin sing mengolok.


"Udah bi, udah. Lagian apa sih itu lambe turah, apalagi ikatan cinta. Mending kita buruan bikin sarapan sebelum semua bangun." ucap atrees.


"Eh iya non,maaf ya non kalau ucapan bibi tadi menyinggung perasaan non atrees. Bukan maksud bibi menghina non, tapi biasanya kan kalau orang cantik kayak non gini anti masuk dapur." ucap bi nani dengan memasang wajah memelasnya.


"Hahahaha, gak papa kok bi. Yaudah ini atrees mau bikin soto ayam sama tahu tempe. Simple, cepet, dan cocok buat sarapan." jawab atrees hingga membuat bi ijah dan bi nani kagum.


"Wah den danindra beruntung ya dapet istri cantik, baik, ramah, udah gitu pinter masak lagi."


"Iya, pantes aja den danindra klepek klepek sama non atrees. Orang non atrees ini gak ada jelek jeleknya. Sempurna banget jadi perempuan." sambung bi nani.


"Bi, udah dong jangan muji atrees terus. Jadi nerveos nih. Nanti bisa bisa salah masukin bumbunya. Pokoknya kalau udah jadi, bibi harus coba ya." ucap atrees yang langsung mendapat acungan jempol dari bi ijah dan bi nani.


Sambil memasak, mereka pun mengobrol seperti teman. Bahkan sesekali atrees memeluk bi ijah dan bi nani karna tingkah keduanya yang konyol.

__ADS_1


Sikap atrees itu semakin membuat bi ijah dan bi nani kagum pada dirinya. Hingga pujian terus pujian mereka lontarkan untuk atrees.


Kini masakan atrees sudah jadi, dan aromanya langsung membuat mama vio, papa pras dan danindra terbangun.


"Pah, bibi kayaknya masak soto deh. Mama jadi laper." ucap mama vio sambil mengucek cuek matanya.


"Iya mah, perut papa juga langsung bunyi bug. Mending kita mandi dulu, habis gitu ke meja makan buat sarapan. Jangan lupa, bangunin atrees juga." jawab papa pras.


"Iya pah."


Sementara danindra langsung pergi menuju dapur, dan betapa kagetnya danindra melihat atrees sedang sibuk memasak sambil bercanda dengan kedua pembantunya.


Danindra pun berjalan dan langsung memeluk atress dari belakang.


"Kamu ngapain disini yank." ucap. danindra yang kini semakin mengeratkan pelukannya.


"Sayang, lepas dong. Malu tuh dilihat bibi." jawab atrees sambil berusaha melepaskan tangan danindra yang mengingkar di perutnya.


Danindra kemudian mengode bi nanti dan bi ijah untuk pergi meninggalkan dirinya bersama atrees.


"Non, bibi permisi mau ke meja makan dulu ya. Mau nyiapin piring, sendok dan garpu buat sarapan." pamit bi nani.


"Mau atrees bantu bi." tanya atrees namun langsung di tolak oleh bi nanti.


Tak lama setelah kepergian bi nanti, bi ijah pun berusaha mencari alasan untuk pergi juga.


"Non, bibi juga mau pamit ke halaman depan dulu ya. Tadi bibi lupa belum nyiramin tanaman." pamit bi ijah yang langsung pergi.


Atrees kemudian membalikkan badannya dan menghadap danindra. Ia menatap danindra dengan tajam, karna atrees mulai curiga pada sikap danindra kepada dua pembantunya.


" Pasti tadi kamu nyuruh bibi buat pergi kan?" tanya atrees menyelidik.


"Enggak, emang tadi aku nyuruh bibi pergi?enggak kan? Jangan suka suudzon sama calon suami. Daripada pagi pagi udah ngomel, mending kamu kasih aku morning kiss deh yank." ucap danindra.


"Enggak, aku masih sibuk. Mau mindahin sotonya ke meja makan. Daripada pagi pagi piktor kamu merajarela kemana mana,mending kamu bantuin aku bawa sotonya ke meja makan."


"Iya nanti aku bantuin, tapi morning kiss dulu dong yank." tengok danindra namun tetap do tolak oleh atrees.


Kesal dengan sikap atrees, danindra menarik badan atrees dan ia pun langsung mencium bibir atrees sekilas.


Cupp..


"Morning honey." bisik danindra hingga membuat kedua pipi atrees memerah.


"Morning juga honey." lirih atrees.


Setelah mendapat morning kiss, danindra pun membantu atrees memindahkan masakan ke meja makan. Dan kebetulan disana sudah ada mama vio dan papa destian.


"Loh atrees kok kamu yang masak. Mama kira tadi bibi loh. Pantes aja baunya sedap banget, sampai sampai bikin mama dan papa buru buru ke meja makan."


"Tadi atrees bosen aja bunda di kamar, makanya atrees bantuin bibi masak. Atrees gak masak sendiri kok, bi ijah sama bi nani juga bantuin atrees."


"Oh gitu, lain kali gak usah masak sayang kan udah ada bibi."


"Gak papa bunda, atrees hobi masak kok. Ayo bunda ayah, buruan dimakan. Sini biar atrees yang ambilin ya."


Sikap atrees yang lembut dan perhatian pada mama vio, papa pras dan danindra membuat mereka semakin sayang dan kagum dengan atrees.


"Danindra, kamu beruntung memiliki calon istri kayak atrees. Jaga dia baik baik ya." ucap papa pras.


"Pasti dong pah. Kalau itu gak usah papa suruh, pasti udah danindra lakuin." jawab danindra sambil terus memandangi wajah atrees.


"Bunda bahagia banget deh atrees, punya calon menantu seperti kamu. Memang ya firasat kamu sama kamu dari awal sudah tepat. Dulu waktu kamu lahir, bunda sudah ingin sekali menjadikan kamu calon menantu kami. Kamu itu bayi yang sangat cantik, putih, dan lucu. Makanya bunda dan ayah sudah jatuh hati sama kamu dari kamu kecil. Dan kebetulan anak kami laki laki, makanya kami ingin menjodohkan kamu dengan putra kami." ucap mama vio dan membuat mata atrees berkaca kaca.


"Bunda, atrees juga sayang kok sama bunda. Walau baru beberapa kali ketemu, tapi bunda udah atrees anggep kayak mama atrees sendiri. Apalagi bunda dan ayah itu orang tua dari orang yang atrees cintai. Jadi sayang atrees sama ayah dan bunda sama kayak say atrees sama mama dan papa." ucap atrees dan disambut pelukan oleh mama vio.

__ADS_1


Selesai mengobrol, mereka pun melanjutkan makan. Setelah selesai sarapan, mama vio mengingatkan atrees dan danindra untuk pergi ke butik setelah pulang kuliah. Karna mereka harus melakukan fitting baju pernikahan mereka nanti.


__ADS_2