Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Terima Kasih Danindra


__ADS_3

Flashback On...


Saat Sandra menemui Juan untuk meminta pertanggungjawaban Juan, ternyata Juan malah meminta dirinya untuk menggugurkan kandunganya. Kecewa dengan permintaan Juan, Sandra pun langsung pergi setelah memutuskan hubungan mereka.


"Aku benci kamu Juan, aku salah menilai kamu. Aku fikir kamu jauh lebih baik dari Danindra, tapi ternyata aku salah. Kamu memang laki laki penuh perhatian dan bisa bersikap lembut tapi kamu laki laki yang gak punya hati," batin Sandra sambil berlari pergi.


Danindra yang semula hendak menemui Sandra, tanpa sengaja mendengar semua percakapan antara Sandra dan Juan. Ia pun berusaha mengejar Sandra yang sudah naik ke atap sekolah.


"San, loe mau ngapain?" teriak Danindra karna melihat Sandra yang akan terjun dari atap.


"Danindra, loe kok tau gue disini?" tanya Sandra.


"Loe kenapa nangis san? Cerita sama gue, ya walau hubungan kita belakangan ini gak baik tapi loe masih pacar gue," rayu Danindra yang perlahan berjalan menghampiri Sandra.


"Ndra, gue bukan pacar yang baik. Gue udah kotor Ndra. Mending loe pergi aja dari sini, gue lagi pengen sendiri," ucap Sandra sambil berteriak.


Danindra dengan cepat meraih badan Sandra setelah jarak antara mereka sudah dekat. Sandra pun jatuh ke pelukan Danindra dan tubuhnya kini menindih diatas tubuh Danindra


"San, gue sayang banget sama loe. Apapun yang terjadi sama loe, gue akan terima," ucap Danindra sembari menghapus air mata Sandra.


Sandra segera bangkit dan duduk disebelah Danindra. Namun ia sudah tak sanggup bicara bahkan air matanya kini semakin deras membasahi wajahnya.


"Ndra, gue hamil. Gue hamil sama Juan. Maafin gue ya Ndra, gue udah mengkhianati elo," ucap Sandra dengan nada terbata.


Danindra membalikkan tubuh Sandra, lalu mendongakan dagunya.


"Gue udah tahu San, tadi gak sengaja gue denger pembicaraan loe sama Juan. Gue gak akan pernah maafin Juan. Dan gue minta loe jangan gugurin kandungan elo ya. Anak loe gak salah, cukup loe berdosa karna sudah berzina tapi jangan pernah loe jadi pembunuh," ucap Danindra sambil menyentuh pipi halus Sandra.


"Tapi apa yang harus gue bilang sama papa dan mama gue. Gue takut Ndra, gue takut."


"Loe gak perlu takut, gue yang akan bertanggung jawab atas anak loe. Dan gue akan urus semuanya. Gue akan carikan elo tempat tinggal dan gue yang akan biayai semua kebutuhan elo dan anak loe. Nanti jika bayi ini udah lahir, gue akan cari baby sister buat mengurus dia waktu loe kuliah," ujar Danindra.


"Terus gue alasan apa sama mama dan papa gue?"


"Loe tinggal bilang aja loe kuliah di luar kota. Buat alasan ke anak anak, biar gue yang urus semua. Bilang aja ke Juan juga loe kuliah ke luar negeri dan bilang loe udah gugurin anak loe. Lupain soal Juan, anggep semua itu masa lalu yang kelam buat loe."


"Thanks ya Ndra. Harusnya dari awal gue sadar loe emang yang terbaik buat gue."


"Yaudah ayo kita balik ke kelas, sebentar lagi jam masuk," ajak Danindra.

__ADS_1


"Iya Ndra," jawab Sandra sambil menerima gandengan tangan Danindra.


Sesuai janjinya, Danindra membawa Sandra kuliah di luar kota dan mencukupi semua kebutuhan dirinya dan anaknya. Di awal janjinya, memang dirinya hendak menikahi Sandra. Namun kehadiran Atrees merubah semua janjinya pada Sandra.


Awalnya Sandra sedikit kecewa pada Danindra. Namun karna mengingat kebaikan Danindra, Sandra pun melepas Danindra untuk menikah dengan Atrees. Karna sesungguhnya hati Sandra tak pernah berubah untuk Juan.


Flashback Off...


Setelah mendengar cerita Danindra, Juan merasa bersalah pada Sandra. Ia pun menangis mengingat ucapan dan permintaannya pada Sandra.


Danindra berjalan mendekat ke arah Juan, sembari menepuk pundak Juan.


"Loe salah brp kalau loe kira gue selalu menang dari loe. Kenyataannya loe udah menang merebut hati Sandra. Asal loe tahu walaupun loe menyakiti Sandra begitu dalam, dia masih mencintai elo," ucap Danindra.


"Ndra, bawa gue ketemu Sandra dan anak gue. Please Ndra, gue mau nikahi Sandra dan gue mau hidup bahagia bersama dia dan anak gue," pinta Juan.


"Sandra udah pulang kerumahnya Juan. Dia udah jujur pada orangtuanya setelah gue menikah dengan Atrees. Dia gak mau nantinya Atrees tahu soal dia dan mengira gue dan dia ada hubungan. Kalau loe mau bertanggung jawab, datang ke rumahnya dan minta maaf sam dia dan orang tuanya. Gue yakin, Sandra pasti mau maafin elo."


"Iya Ndra, gue akan kerumah Sandra. Makasih ya Ndra, berkat elo anak gue masih hidup sampai sekarang. Gue janji, gue gak akan mengganggu kehidupan rumah tangga loe sama Atrees."


"Hmmm, gue pegang ucapan loe." ucap Danindra.


"Angkat aja Ndra, gue tahu loe kan udah bucin akut sama si Atrees," sindir Juan yang langsung mendapat tatapan tajam Danindra.


"Sialan loe, yaudah gue pulang aja. Sebelum gue dapet amukan dobel dari Atrees sama nyokap gue. Nanti Pak Totok anterin loe pulang kerumah," ucap Danindra sembari merangkul pundak Juan.


"Iya, sekali lagi thanks ya Ndra."


"Iya sama-sama. Kalau gitu gue langsung cabut ya bro."


"Oke bro," jawab Juan.


Selama perjalanan pulang, ponsel Danindra terus saja berbunyi. Bahkan banyak sekali pesan yang dikirim Atrees untuk dirinya.


Namun ia sengaja tak membalas semua pesan dari Atrees. Semua panggilan Atrees pun sengaja tak diangkat dirinya. Ia ingin menjahili istrinya yang sekarang menjadi over protektif pada dirinya semenjak hamil.


"Hahahaha, biarin aja Atrees telpon. Biar dia mengira gue ada main di belakang. Gue pengen tahu seberapa cintanya dia sama gue. Dulu aja dia gengsi, eh pas hamil baru ketahuan kan kalau dia ternyata juga cinta mati sama gue," ucap Danindra sambil tersenyum sendiri.


Di kediaman Prasetya, Atrees masih saja mencoba menelpon Danindra sambil menunggu dirinya di teras rumah. Mama Vio yang mengetahui jika Atrees sedang khawatir, menghampiri Atrees di luar rumah.

__ADS_1


"Sayang, Danindra belum angkat telpon kamu?" tanya Mama Vio dan Atrees hanya menggeleng pelan.


"Mah, apa Danindra selingkuh ya di belakang Atrees?" tanya Atrees sembari memeluk mama mertuanya.


"Husst, kamu bilang apa sih sayang. Danindra gak akan mungkin berani selingkuh, percaya kan sama mama?"


"Iya mah, terus Danindranya kemana?" tanya Atrees kembali.


Belum sempat Mama Vio menjawab pertanyaan Atrees, mobil Danindra mulai masuk kedalam rumah.


Atrees dengan cepat berlari mendekat kerah pintu mobil Danindra. Ia dengan keras mengetuk pintu mobil Danindra.


Tok..tok..tok..


"Sayang cepet keluar!!!!" teriak Atrees.


Daripada melihat perdebatan anak mereka, Mama Vio dengan segera masuk kembali kedalam rumah.


"Hmmm, rasain kamu Ndra. Istri kamu lebih galak kan dari mama. Biar tau rasa kamu, biar gak sukanya main ngilang gitu aja," batin Mm Vio sembari berjalan masuk kedalam rumah.


Danindra kemudian keluar dari mobilnya dengan memasang wajah tidak berdosanya.


"Sayangku, lagi nungguin aku ya. Anak daddy juga lagi nunggu daddy ya?" ucap Danindra sambil mengelus perut rata Atrees.


Atrees kemudian menampik tangan Danindra yang berada di perutnya.


"Gak usah pegang pegang. Kalau kamu masih sayang sama aku dan anak kamu, sekarang cerita sama aku kamu habis darimana!" gertak Atrees dengan tangisnya.


"Iya sayang nanti aku cerita. Udah jangan nangis dong, nanti kalau kamu nangis anak kita juga ikut nangis. Udah ya,cup...cup...cup."


"Tapi kenapa kamu gak angkat telponku dari tadi. Aku itu khawatir sama kamu yank, kamu itu suka banget sih bikin aku kepikiran," gerutu Atrees.


"Iya iya sayang, aku minta maaf. Aku tuh emang sengaja gak angkat, karna aku pengen ngerjain kamu. Pengen lihat aja seberapa cintanya sih kamu sama aku."


"Tapi gak lucu tau yank, udah ah bete. Aku mau masuk aja," ucap Atrees yang langsung membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Danindra.


Namun baru beberapa langkah, tubuh Atrees langsung diangkat Danindra kedalam pelukannya.


"Udah gak usah ngambek, mending sekarang kita ke kamar. Aku mau jenguk baby kita dulu," ucap Danindra yang membuat Atrees sekejap membelalakan kedua bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2