Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Untung saja


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Danindra dan Atrees tiba di Bandara Leonardo da Vinci kota Roma, Italia. Mereka lalu bergegas untuk ke hotel yang sudah mereka booking. Selama di dalam taxi, Atrees terlihat takjub dengan keindahan kota.


"Kamu bahagia sayang?" tanya Danindra.


"Bahagia banget sayang. Makasih ya udah bawa aku kesini." ucap Atrees sambil memeluk danindra.


Namun lagi lagi Atrees merasa mual dengan aroma parfum Danindra.


Oeeekk.. Oeeekk...


"Sayang kamu kenapa?masih pusing?" tanya Danindra panik.


"Iya sayang, perut aku kayaknya kembung deh,udah gitu pusing banget. Hotelnya masih jauh ya?"


"Enggak kok, mending kita mampir ke restoran dulu ya. Kita makan pizza,gimana?" tanya Danindra.


"Aku gak pengen makan pizza sayang, tapi aku pengen makan soto. Kan kalau masuk angin enak makan yang anget anget." jawab Atrees yang membuat Danindra membulatkan bola matanya.


"Soto? Atrees ini kenapa sih? Mana ada soto disini." batin Danindra.


"Sayang, kita ini lagi di luar negeri loh. Gak ada dong soto disini. Gimana kalau cream soup aja. Enak kok. Itu kan juga anget." tanya Danindra namun Atrees masih menggelengkan kepalanya.


"Gak mau, aku maunya soto atau rawon juga gak papa yank." rengek Atrees.


"Sayang, kamu ini kenapa sih. Kok minta yang aneh aneh. Apa kita mau pulang ke Indonesia aja biar kamu bisa makan soto. Di Italia gak ada soto apalagi rawon,jadi jangan rusak moment kita dengan permintaan kamu yang aneh aneh." kesal Danindra.


"Yaudah gak usah makan. Kita ke hotel aja. Aku udah gak laper." lirih Atrees sambil mengusap air matanya yang menetes.


Mereka memutuskan untuk langsung pergi beristirahat ke hotel. Danindra yang masih merasa kesal dengan Atrees masih saja diam, begitu juga dengan Atrees.


Sesampainya di kamar, akhirnya Danindra mengalah untuk memulai pembicaraan dengan Atrees.


"Atrees kok masih diem ya, apa dia tersinggung sama ucapan gue tadi ya. Kalau didiemin gini bisa bisa aku gak dapet jatah nih. Mending aku ngalah aja deh." batin Danindra.


Danindra berjalan mendekat ke arah Atrees dan memeluk istrinya itu dari belakang.


Cupp...


Satu kecupan mendarat di leher belakang Atrees.

__ADS_1


"Sayang, maaf ya kalau bicaraku tadi agak keras. Nanti kita makan soto atau rawon kalau kita udah balik ya ke Indonesia." ucap Danindra pelan.


"Tapi aku pengennya sekarang yank. Kenapa kamu gak ngerti sih. Badan rasanya gak enak, dan aku pengen makan yang anget anget." jawab Atrees yang kembali menangis.


Danindra membalikkan badan istrinya, dan menghapus airmata Atrees yang mengalir di pipinya.


"Jangan nangis ya sayang, kamu mau makan yang anget anget?" tanya Danindra sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Atrees.


Atrees hanya mengangguk pelan, menjawab pertanyaan Danindra.


"Kita mandi dulu ya, habis ini kita ke restoran hotel. Aku mau minta ke koki hotel buat masakin kamu soto. Sekarang kita mandi bareng aja ya." ajak Danindra yang kini sudah menggendong Atrees dan menaruhnya di bath up.


Sudah bisa di tebak Atrees, suaminya itu pasti melakukan ini karna ada maunya. Di dalam kamar mandi, Danindra terus meminta jatahnya hingga membuat Atrees kewalahan. Walau baru melakukan 2 kali pelayanan, entah kenapa Atrees sudah merasa lelah.


Danindra yang masih belum merasa puas terus menghajar istrinya tanpa mendengar rintihan suara Atrees. Hingga saat Danindra masih dalam permainannya, ia melihat darah segar mengalir di kaki Atrees dan melihat Atrees sudah pingsan.


Danindra pun mulai panik, ia segera menelpon pihak receptionist hotel untuk menyiapkan mobil. Setelah memakaikan pakaian ke tubuh Atrees, dengan segera Danindra membawa Atrees menuju rumah sakit.


Beberapa menit kemudian, Danindra tiba di rumah sakit dan berteriak meminta pertolongan untuk istrinya. Atrees langsung di periksa ke ruang IGD rumah sakit.


Beberapa saat kemudian, dokter pun datang dan meminta Danindra untuk tidak kasar dalam berhubungan dengan Atrees karna saat ini Atrees sedang mengandung. Hatinya sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Atrees, namun ia juga mengkhawatirkan keadaan istrinya. Danindra lalu bergegas masuk ke ruang perawatan Atrees dan ia melihat wajah istrinya yang masih pucat.


"Sayang, aku dimana?" tanya Atrees dengan suara lemah.


"Sayang, kamu sudah sadar. Sekarang kita ada di rumah sakit. Apa kamu ngerasa pusing atau kamu ngerasa mual?" tanya Danindra sambil mengusap rambut Atrees.


"Iya yank, masih pusing cuma gak mual. Kok aku bisa disini?" tanya Atrees namun dengan cepat danindra memeluk istrinya itu.


"Sayang, bentar lagi kita punya baby. Makasih ya sayang." kata Danindra sambil mencium kening Atrees.


"Maksud kamu yank?aku hamil?" tanya Atrees yang seakan tidak percaya.


"Iya sayang, maaf ya aku gak tahu kalau kamu lagi hamil. Dan maaf karna tadi aku main sedikit kasar jadi membahayakan anak kita."


"Iya sayang, kamu gak salah kok. Aku sendiri juga gak tahu kalau aku lagi hamil. Pantes aja bulan ini aku belum haid."


"Yaudah kamu istirahat ya, aku mau kabari mama sama papa. Aku mau kasih kabar gembira ini sama mereka." pamit Danindra


"Baby, daddy keluar dulu ya mau telfon oma dan opa ya. Daddy titip mommy sebentar ya." ucap danindra sambil mengelus perut Atrees yang masih rata dan mengajak bicara anaknya.

__ADS_1


"Ciyaappp daddy. Jangan lama lama ya dad." jawab Atrees menirukan anaknya.


"Iya sayang." ucap Danindra sekilas sambil mencium bibir Atrees.


Setelah keluar dari ruangan Atrees, Danindra segera mengambil ponselnya dan menelpon mamanya.


"Halo mah."


"Halo sayang. Kamu udah sampai ya?"


"Iya mah, sekarang aku lagi di rumah sakit mah."


"Rumah sakit? Kok bisa, apa terjadi sesuatu sama kalian?"


"Iya mah, tadi sempet ada insiden kecil."


"Insiden apa Danindra? Jangan buat mama cemas. Cepat cerita!"


Danindra kemudian menceritakan apa yang baru saja dialami oleh Atrees. Dan setelah selesai, ia malah mendapatkan ceramah dan omelan dari mamanya.


"Dasar bodoh, jadi Atrees lagi hamil. Kamu itu kok bisa mau membunuh anak kamu sendiri." kesal mama vio.


"Danindra kan gak tahu kalau Atrees lagi hamil mah. Ya bukan salah Danindra dong. Tapi mama tenang aja, Atrees sama calon cucu mama baik baik aja. Danindra janji akan lebih ekstra jagain mereka."


"Sudah mama gak percaya sama kamu. Lebih baik setelah Atrees keluar dari rumah sakit, cepat bawa istrimu pulang. Mama gak mau sampai terjadi apa apa sama menantu dan cucu mama. Habis ini mama telpon papa kamu dan mertua kamu. Mama mau kasih kabar bahagia ini ke mereka."


"Tapi mah, nanti mama dan papanya Atrees curiga gimana? Kan baru minggu kemarin kita menikah. Mereka pasti curiga mah, dan kalau mereka marah gimana?"


"Hahaha, kamu takut mereka marah?kenapa dulu kamu gak takut sama mama dan papa?" kata mama vio yang berusaha menggoda putranya.


"Mama gak lucu deh."


"Sudah tenang saja. Toh kalian kan sudah menikah,apa yang bikin kamu takut. Nanti biar mama yang jelasin ke mereka. Pokoknya kalau kamu harus segera kembali, dan jangan lupa kabari mama biar mama sama papa bisa jemput kalian di Bandara."


"Iya mah. Udah dulu ya mah, Danindra mau balik ke kamar nemenin Atrees. Kasihan dia sendirian di kamar."


"Oke sayang, jangan lupa pesen mama. Jangan buat Atrees sedih dan capek."


"Iya iya mah."jawab Danindra lalu mematikan panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2