Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Surat perjanjian


__ADS_3

Setibanya di apartemen, danindra menggendong atrees dan membaringkanya di ranjang. Indy dan shintya hanya melongo saat melihat apartemen mewah danindra.


"Ndra, ini apartemen loe?" tanya shintya.


"Ya iya lah. Loe pikir punya siapa. Emang kenapa?"


"Gede banget ndra, dan sekarang gue percaya kalau loe emang cowok tajir melintir."jawab shintya kembali.


"Iya, gue gak bisa bayangin aja apartemen loe aja semewah ini apalagi rumah loe ndra." sahut indy.


"Kalian ntar juga bakalan main kerumah gue, tapi nanti pas gue udah nikah sama atrees." jawab danindra yang membuat indy dan shintya tertawa.


"Hahahaha,ternyata loe bucin bener sama atrees. Sampai udah mikir jauh ke depan." ucap shintya dan langsung mendapat tatapan tajam danindra.


Indy berusaha mengode shintya untuk menghentikan ucapannya. Mendapat senggang tangan dari indy, shintya tersadar akan ucapannya. Ia pun berusaha mengalihkan pembicaraan untuk meredakan kekesalan danindra.


"Eh ndra, ada makanan gak? Gue laper." ucap shintya.


"Loe minta bibi aja buat masakin makanan buat kalian." jawab danindra.


"Loe sekalian gak ndra?"


"Gak, gue gak laper. Oh iya shin, ndi gue minta tolong ke kalian ya jangan cerita apa yang udah juan lakuin ke atrees tadi. Gue gak mau atrees jadi down."


"Loe tenang aja ndra. Yaudah gue sama shintya keluar dulu ya. Tapi inget loe juga jangan curi kesempatan sama atrees. Awas aja kalau gue tahu."gertak indy.


"Heii, loe pikir gue juan. Kalau gue mau cium atrees gak perlu bikin dia gak sadar kali."


"Jadi maksud loe dalam keadaan sadar, atrees mau loe cium gitu?"tanya shintya yang kaget mendengar jawaban danindra.


"Udah buruan kalian keluar, keburu bibi pulang nanti gak ada yang masakin baru tau rasa."


"Yaudah kita keluar dulu ya, kita titip atrees bentar."


"Hmmm.. "


Atrees kini mulai membuka matanya, dan ia seperti tak asing melihat sekeliling ruangan. Saat menengok ke samping kanannya, ia melihat danindra,pacar kesayangannya.


"Sayang, kok aku bisa disini. Terus kenapa kepalaku pusing banget ya." ujar atrees seraya memegang kepalanya.


"Mana yang sakit, mau aku panggilin dokter? "


" Gak usah yank, ntar juga hilang sendiri. Oh iya kamu belum jawab kok aku bisa disini?"


Danindra masih belum menjawab, hatinya masih sakit mengingat apa yang sudah juan lakukan pada atrees.

__ADS_1


Dengan mata berkaca-kaca danindra mulai bertanya


"Sayang, kenapa kamu tadi bisa sama juan? Kenapa kamu mau dibawa sama dia? Kenapa kamu gak nolak sih yank?"


Atrees yang masih belum sadar betul, berusaha menanyakan maksud perkataan danindra. Ia berusaha mengingat semua kejadian sebelum ia dibawa juan.


"Aku tadi mau pulang yank, terus juan nyamperin aku. Dia minta maaf buat semua yang udah dia lakuin sama aku dan Indy."


"Terus?"


"Terus dia kasih aku coklat oleh oleh dari kak bian. Kan aku sama kak bian juga deket. Jadi aku terima aja coklatnya. Tapi habis aku makan coklat itu kepalaku pusing banget yank. Aku sempet mau telpon kamu, tapi handphone aku langsung diambil juan. Dan habis itu aku gak inget apa apa lagi. Emang ada apa sih yank?"


"Terus kamu percaya sama semua omongan juan? Kamu itu bodoh atau gimana sih trees kamu tau gak kamu tadi dibawa juan ke apartemennya dan dia mau memperkosa kamu. Lain kali kamu itu harus waspada sama semua orang. Jangan main makan apa yang dikasih orang. Untung aku dateng pas juan mau lepasin semua baju kamu. Kamu tahu gak gimana perasaanku saat juan mencium kamu di depan aku?" danindra berteriak tanpa dia sadari ia mengatakan sendiri pada atrees tentang kejadian yang menimpa dirinya.


Air mata atrees mulai membasahi pipinya. Ia sudah tak mampu berkata apa apa. Hanya perasaan menyesal dan merasa kotor yang dirasakannya saat ini dan pikirannya melayang jauh mengira dirinya kini sudah ternodai oleh juan.


Danindra yang tersadar dengan ucapannya berusaha mendekati atrees. Namun saat danindra hendak memeluk atrees dengan cepat atrees menolak pelukan dari danindra.


"Jangan dekat dekat aku ndra, aku gak pantas buat kamu. Aku udah kotor. Dan lebih baik kita putus." ucap atrees sambil berlari keluar.


Menyesal dengan ucapannya, danindra berlari keluar dan mengejar atrees.


"Sayang, maafin ucapanku tadi. Aku gak bermaksud buat ngomong kayak gitu. Siapa bilang kamu udah kotor, kamu masih suci yank. Juan belum melakukan apapun sama kamu. Percaya sama aku atrees." Danindra berusaha menghibur atress dan menghapus air mata atrees.


"Aku gak peduli, yang penting mahkota kamu belum di sentuh olehnya. Aku minta cabut ucapan kamu tadi ya. Karna aku gak sanggup kehilangan kamu yank."


Atrees yang merasa dirinya rapuh langsung memeluk danindra dan mengeratkan pelukannya.


"Sayang maafin aku. Harusnya aku gak gampang percaya omongan juan. Maafin aku yank." tangis atrees di dada bidang danindra.


"Iya, yaudah ayo masuk. Indy sama shintya pasti nungguin kita di dalam. Udah jangan nangis lagi ya. Unyu unyu ku." ucap danindra sambil memonyongkan bibirnya.


"Sayang, kamu itu selalu manggil aku semau kamu."gerutu atrees.


"Yaudah deh, aku manggil kamu calon istri gimana? Bagus kan?" jawab danindra sambil mencubit hidung atrees yang mancung.


"Auu, sakit yank." teriak atrees.


"Makanya udah jangan nangis lagi ya cintaku."


"Iya, tapi ada syaratnya?"


"Syarat apa lagi sayang. Masak iya buat nyuruh kamu gak sedih harus ada syaratnya?"


"Yaudah aku mau pulang aja." ancam atrees yang sudah berjalan meninggalkan danindra.

__ADS_1


"Eittss, kamu mau kemana yank. Iya iya apa syaratnya honey?" ujar danindra sembari membuang nafasnya.


"Beliin es krim, sama main ke Timezone." jawab atrees dengan senyum penuh kemenangan.


Danindra hanya menggelengkan kepala, tak menyangka pacar cantiknya kini berubah seperti anak kecil yang manja dengan papanya.


"Iya iya, yaudah kita ke dalam dulu ya sambil nunggu koko sama elang."


"Emang mereka kemana yank?"


"Mereka baru ngurus juan sama aya." jawab danindra malas.


"Aya? Emang aya kenapa?" desak atrees.


"Sayang jangan kebanyakan nanya ya. Kapan kapan aku jelasin tapi gak sekarang. Aku mau lupain dulu kejadian hari ini. Okey? " tanya danindra yang langsung diangguki kepala oleh atrees.


******


Di apartemen..


Juan mulai sadar, ia melihat koko dan elang berdiri sambil menatap dirinya.


"Kalian? Cihhh..Mau maunya kalian jadi suruhan danindra." kata juan tersenyum licik ke arah elang dan koko.


Buugghh...


Satu pukulan dari elang mendarat di pipi juan.


"Loe cowok B*****an, udah dua kali loe nusuk danindra dari belakang. Apa sih mau loe juan?" gertak elang.


"Santai bro, gue cuma mau pertahankan apa yang gue miliki. Dan dia atrees. Atrees itu milik gue, jadi gak boleh ada yang miliki dia selain gue."


Koko berjalan mendekat ke arah juan, dan ia juga melakukan hal yang sudah elang lakukan sebelumnya.


Buugghh..


"Jaga mulut loe. Sekarang loe tanda tangani surat perjanjian ini. Karna kalau enggak, danindra pastikan 2 jam lagi perusahaan bokap loe akan bangkrut. Dan loe akan jadi gelandangaan." ancam koko lalu melempar sebuah map berisi surat perjanjian.


"Sialan, bilang danindra kenapa bawa bawa orang tua juga. Ini urusan dia sama gue." juan berkata sambil menarik krah baju koko.


"Lepasin temen gue, makanya gak usah berbelit. Cukup tanda tangan dan loe pergi jauh dari kehidupan danindra dan atrees. Maka urusan beres. Sebelum danindra merubah keputusannya." sahut elang.


Akhirnya juan menandatangani surat itu dan tiba tiba koko melempar selembar kertas ke hadapan aya.


"Loe juga. Buruan tanda tangan disini. Dan kalian jangan pernah lagi muncul atau gangguin hubungan atrees sama juan kalau gak mau jatuh miskin."ancam koko.

__ADS_1


__ADS_2