
"SAYANG..." teriak Atrees yang kini sudah bangun dari tidurnya.
Teriakan suara Atrees terdengar hingga ke telinga Mama Priska yang sedang membuatkan minuman untuk Danindra, Cena dan Papa Destian.
Mama Priska pun bergegas menuju ke galabo belakang rumahnya untuk memberitahu Danindra.
"Ndra, sepertinya Atrees udah bangun. Dia teriak teriak nyariin kamu," ucap Mama Priska.
"Apa mah? Atrees udah bangun? Yaudah kalau gitu Danindra ke kamar dulu ya," jawab Danindra yang mulai berdiri dari kursinya.
"Yah kak elo mau kemana? Kan main kartunya belum selesai. Udah biarin aja, ntar Kak Atrees juga dateng kesini buat nyariin elo kak," sahut Cena.
Baru saja selesai dengan ucapannya, Atrees sudah berada di belakang Mama Priska.
"Sayang, kamu kok jahat sih. Ninggalin aku sendirian di kamar. Tadi katanya kamu nemenin aku tidur di kamar," ucap Atrees dengan maya berkaca kaca.
"Tadi aku gak ngantuk sayang, tapi baru aja kok aku nyusul papa sama Cena," jawab Danindra yang terpaksa berbohong.
"Kamu pasti bohong ya, kamu pasti udah ninggalin aku lama kan, huuuuuaaaa..," teriak Atrees sambil menangis memeluk Mama Priska.
"Enggak sayang, beneran baru aja kok," ucap Danindra sembari memegang tangan Atrees namun justru tangannya langsung di hempaskan oleh Atrees.
"Kak loe kok lebay banget sih. Masak iya sih Kak Danindra loe suruh nungguin loe tidur. Bosen kali kak," sahut Cena.
Tersinggung dengan ucapan adiknya, Atrees berlari masuk ke dalam kamarnya kembali dan langsung membanting pintu kamar lalu menguncinya.
__ADS_1
Danindra yang khawatir dengan keadaan istri dan anaknya langsung berlari mengejar Atrees.
"Sayang, buka dong pintunya. Aku minta maaf ya. Lain kali aku gak akan ninggalin kamu lagi. Aku janji," ucap Danindra.
"Bohong,kamu selalu aja bohong. Mending kamu gak usah disini. Pulang aja sana ke rumah kamu. Kamu emang gak pernah sayang sama aku dan anak kita," teriak Atrees.
"Enggak sayang, kata siapa? Aku sayang sama kamu dan anak kita. Buka ya pintunya, kita bicara baik baik," bujuk Danindra.
Danindra terus berusaha membujuk Atrees yang marah dan enggan menjawab ucapannya, hingga akhirnya Mama Priska datang dan meminta Danindra untuk pergi kembali bersama Cena dan Papa Destian.
"Kamu tunggu di Galabo aja ya Ndra, biar mama yang bicara sama Atress. Mama mohon kamu maklum dengan kondisi Atrees ya. Mungkin ini bawaan dari bayinya," ucap Mama Priska.
"Tapi Danindra khawatir sama keadaan Atrees mah. Danindra gak mau bikin Atrees stres. Danindra nyesel mah," jawab Danindra.
"Udah gak usah panik gitu. Atrees dan anak kalian gak akan kenapa napa. Wajar kalau emosi Atrees naik turun. Sekarang lebih baik kamu kembali main kartu sama papa dan Cena. Habis ini mama akan bawa Atrees kesana,"
"Iya iya, udah sana. Mama mau ajak Atrees bicara," jawab Mama Priska.
Danindra kini sudah kembali ke Galabo. Sedangkan Mama Priska pelan pelan mulai mengetuk pintu kamar Atrees.
Tok tok tok...
"Atrees ini mama nak, tolong buka ya pintunya," ucap Mama Priska.
"Enggak, Atrees gak mau bukain pintunya. Pasti mama sekongkol kan sama Danindra. Pasti Danindra masih nunggu di depan kamar kan?" jawab Atrees.
__ADS_1
"Enggak nak, Danindra sudah pergi. Kan tadi kamu nyuruh dia pulang kan? Danindra udah pulang beneran ke rumahnya," ucap Mama Priska yang berusaha membohongi Atrees.
Mendengar kepergian Danindra, Atrees pun langsung membukakan pintu kamarnya.
"Mah, Danindra beneran pergi. Kok Danindra jahat sih mah. Tadi kan Atrees gak beneran nyuruh dia pulang. Kenapa Danindra beneran pulang sih mah. Bener kan Danindra gak pernah sayang sama Atrees," rengek Atrees sambil memiliki mamanya.
"Bukan gak sayang, dia tadi cuma bilang gak mau bikin kamu stres. Makanya dia pulang," jawab Mama Priska sambil berusaha menahan tawa.
"Huhuhu, tapi Atrees gak serius nyuruh Danindra pulang. Tolong mah telpon Danindra buat balik kesini lagi ya."
"Yah gak bisa dong sayang. Kan Danindra masih nyetir kalau ada apa apa gimana? Nanti aja ya kita telpon Danindranya. Mending sekarang kita ngobrol di galabo sama papa dan Cena. Habis itu nanti kita telpon Danindra, gimana?"
"Yaudah deh mah, tapi bener ya mah nanti telponin Danindra," ucap Atrees.
"Iya, udah ayo ke galabo."
"Iya mah," jawab Atrees.
Dan saat sampai di galabo, Atrees bahagia melihat suaminya masih berada disana. Atrees pun berlari dan langsung memeluk Danindra.
"Sayang, kamu jangan pulang ya. Aku minta maaf sama ucapanku tadi," kata Atrees sambil menangis di dada Danindra.
Danindra heran dengan perubahan sikap Atrees yang begitu cepat. Baru saja ia melihat kemarahan Atrees, sekarang istrinya malah memeluk dirinya dengan erat. Danindra menoleh ke arah Mama Priska yang di balas anggukan kepala mama. Sedangkan Papa Destian dan Cena hanya menggelengkan kepalanya
"Sabar ya Ndra, dulu mamanya Atrees kalau hamil juga gitu," ucap Papa Destian.
__ADS_1
"Iya pah, Danindra akan selalu sabar kok ngadepin Atrees. Ini kan bukan maunya Atrees tapi maunya anak daddy, iya kan mommy?" tanya Danindra sambil mengelus perut rata Atrees.
"Iya Daddy," jawab Atrees sambil menirukan ucapan anaknya.