
Beberapa hari berlalu, semenjak kejadian tempo hari danindra lebih sering menghabiskan waktunya bersama atrees. Bahkan atrees hanya dibolehkan pergi jika bersama danindra.
Saat tengah berada di kampus bersama atrees dan teman-temannya, pak pras menelpon danindra untuk mengingatkan dirinya tentang rencana perjodohannya.
Kriiiingg...
Suara ponsel danindra.
"Siapa yank?" tanya atrees.
"Papa yank, aku angkat telponnya disana dulu ya." ucap danindra yang mendapat anggukan kepala dari atrees.
Setelah sedikit menjauh dari atrees, danindra pun dengan segera mengangkat telpon papanya.
"Halo pah. Ada apa telpon danindra?"
"Papa cuma mau ingetin, nanti malam jangan lupa papa sama mama tunggu kamu di Palm resto. Kamu gak lupa kan?"
"Tapi danindra banyak tugas kuliah pah. Ditunda dulu bisa gak."
"Gak, papa tahu kamu hanya cari cari alasan. Kalau kamu masih butuh papa, datang nanti malam jam 7."
"Tapi pah..."
"Sudah papa gak mau tahu, kali ini kamu gak bisa menghindar lagi. Awas aja kalau kamu sampai bikin papa dan mama malu. "
Belum sempat menjawab ucapan papanya, panggilan telpon danindra sudah di matikan oleh papanya.
" Gue harus bilang gimana sama atrees? Apa mungkin hubungan gue emang harus berakhir sama dia." batin danindra sambil mengusap wajahnya.
Dengan langkah lunglai, danindra kembali duduk di samping atrees. Tatapan matanya kosong. Dan setiap ucapan yang atrees keluarkan tak dijawab sama sekali olehnya.
Atrees pun mendekati danindra yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"Yank, kamu kenapa? Ada masalah sama papa."tanya atrees.
"Enggak sayang, gak ada apa apa kok." jawab danindra.
"Jangan bohong, kalau sampai aku tahu awas aja." gerutu atrees sambil membuang mukanya.
"Iya deh, tapi kamu jangan marah ya. Aku gak bisa didiemin sama kamu."
__ADS_1
"Yaudah buruan cerita."
Sambil membuang nafasnya, danindra berusaha mencari cari alasan yang tepat agar membuat atrees percaya.
"Sayang, nanti malam aku gak bisa ikut pergi. Soalnya papa minta aku buat nemenin ke acara peresmian cabang barunya. Kamu gak marah kan?"
Cukup lama atrees diam, ia teringat kembali pesan mamanya sebelum ia berangkat ke kampus.
Flashback on....
"Mah, atrees berangkat dulu ya." pamit atrees sambil mencium tangan mamanya.
"Atrees, mama minta tolong ya sama kamu jangan menghindar dari rencana perjodohan ini ya. Mama kan udah kasih tau sama kamu alasannya mama menjodohkan kamu. Mama minta kamu mengerti nak."
"Tapi atrees pengen nikah sama laki laki yang atrees cinta." jawab atrees dengan suara meninggi.
"Mama ngerti trees,tapi mama minta pengertian kamu. Mama dan papa kamu dulu punya banyak hutang budi sama mereka. Hanya dengan ini mama bisa balas budi sama mereka." ucap mama priska.
"Dengan mengorbankan kebahagian atrees maksud mama?" teriak atrees.
"Percaya nak, cinta itu akan datang seiring berjalannya waktu. Nyatanya mama dan papa dulu saling mencintai dan pacaran cukup lama, tapi lihat itu semua gak menjamin akan bertahannya sebuah rumah tangga. Sekali ini aja mama minta tolong sama kamu atrees." kata mama priska sambil menundukkan kepalanya dan menangis.
Atrees berjalan mendekat ke arah mamanya yang terlihat begitu sedih.
"Terima kasih sayang. Mama tahu kamu anak yang penurut dan berbakti sama orang tua. Mama akan segera telpon papa kamu."
"Yaudah mah, atrees berangkat dulu. Atrees lakuin ini semua buat mama bukan buat papa."
"Iya, makasih ya nak. Mama doakan semoga laki laki itu akan menyayangi kamu ya."ucap mama priska namun tak dijawab oleh atrees.
Flashback off...
Danindra yang melihat atrees melamun, mengira jika atrees akan marah dengan dirinya. Ia pun melambaikan tangannya didepan wajah atrees untuk membuyarkan lamunannya atrees.
"Sayang, kamu kok diem? Kamu marah ya sama aku? Atau aku akan coba bujuk papa biar aku gak ikut dan kita bisa tetep jalan?" tanya danindra.
"Eh jangan, aku gak papa kok yank. Soalnya sebenarnya aku juga gak bisa ikut. Ini aku baru mau bilang. Eh ternyata kamunya juga gak bisa. Yaudah biarin mereka double date aja. Kita perginya kapan kapan juga bisa.
"Emang kamu mau kemana yank?"tanya danindra sambil menatap atrees tajam.
"Jangan suudzon dulu. Jadi mama tadi pagi bilang mau ngajak aku buat ke acara ulang tahun temennya nanti malam. Kasian mama kalau harus pergi sendiri. Lagian jarang banget mama ngajak aku, jadi aku pengen malam nanti nemenin mama pergi. Bolehkan?"
__ADS_1
"Iya gak papa sayang. Tapi matanya dijaga ya, jangan macem macem." jawab danindra sambil mengelus rambut atrees.
"Iya sayang,janji." jawab atrees dengan senyum cantiknya ke arah danindra.
Hati atrees akhirnya lega, sehingga ia tak perlu bingung untuk mencari cara agar danindra tidak tahu tentang rencana perjodohan dirinya dengan anak sahabat mamanya.
"Huft, maafin aku ya sayang aku terpaksa bohong sama kamu. Untuk sementara paling enggak malam ini aku ikutin kemauan mama dulu. Baru nanti aku cari cara buat menghindar dari rencana mama dan papa yang gila ini."batin atrees.
Indy, shintya,elang dan koko yang dari tadi memperhatikan atrees dan danindra penasaran dengan pembicaraan mereka.
"Kalian ngomongin apaan sih, kok kayak serius gitu?" tanya koko.
"Kepo loe. Mending loe ngurusin tuh perasaan loe sama shintya. Kapan loe mau kasih kepastian sama dia." jawab danindra.
"Iya ko, kapan loe mau bilang cinta sama shintya. Jangan cuma bisanya php doang. Kasihan kan sahabat gue ini." tambah atrees yang membuat wajah shintya langsung memerah.
"Udah kalian apaan sih, kasian shintya kan jadi malu. Udah shin, gak usah dengerin mereka ya." ucap koko.
"Iya ko." jawab shintya.
Saat mereka semua sedang menggoda koko dan shintya, tiba tiba elang memegang tangan indy yang berada disampingnya.
Indy pun langsung menoleh sambil menatap mata elang penuh tanya. Namun elang malah tersenyum ke arah indy sambil mengeratkan genggamannya.
Ternyata semua sikap elang pada indy diperhatikan oleh keempat sahabat mereka.
"Cicuiit..." ucap koko.
"Ciyyeee, ternyata ada yang diem diem lebih gesit ya."imbub danindra.
"Eh, kalian jangan salah paham. Gue sama elang cuma.." kata indy yang langsung diputus oleh elang.
"Gue emang suka sama indy, emang kenapa? Gak boleh? " jawab elang sambil menarik kembali tangan indy.
"Lang, loe ngomong apaan sih. Gak lucu ah bercandanya." ucap indy sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Mumpung ada kalian semua, gue mau kalian jadi saksi cinta gue sama indy." kata elang sambil menatap mata indy.
"Ndi loe mau gak jadi pacar gue?" tanya elang dan langsung membuat mata indy herkaca-kaca.
Semua hanya terdiam mendengar pernyataan cinta elang pada indy. Namun bukannya menjawab, indy langsung menghempaskan tangan elang dan berlari pergi.
__ADS_1
"Maaf lang, gue gak bisa." jawab indy sambil berlari pergi meninggalkan semuanya.
"Lang, buruan loe kejar indy. Gue tahu kalau dia juga cinta sama loe. Buruan lang." kata atrees dan elang pun langsung berlari menyusul indy.