Cewek Broken & Cowok Tajir

Cewek Broken & Cowok Tajir
Suami Terbaik


__ADS_3

3 bulan berlalu. Rumah tangga Atrees dan Danindra semakin membaik dan bertambah romantis. Tidak ada lagi pembahasan di masa lalu antara mereka. Di tambah kini kedua orang tua Atrees sudah menikah kembali, hingga keluarganya sudah kembali utuh seperti dulu.


Pagi itu seperti biasa, Atrees dan Danindra berangkat ke kampus bersama. Namun tiba tiba, tubuh Atrees terasa lemas. Wajahnya pun juga terlihat pucat. Tapi ia berusaha untuk bersikap biasa saja di depan kedua mertuanya serta suaminya.


"Pagi mah, pagi pah," sapa Danindra.


"Pagi sayang. Kalian mau berangkat ke kampus?" tanya Mama Vio.


"Iya mah. Aku sama Atrees sama sama ada kuliah pagi," jawab Danindra.


"Tapi kamu jangan lupa Ndra, siang nanti ke kantor untuk meeting," sahut Papa Pras.


"Iya pah."


Sikap Atrees yang dari tadi diam sedikit membuat bingung Mama Vio. Apalagi Atrees terus saja memegang sambil memijat keningnya.


"Atrees, kamu sakit?" tanya Mama Vio.


"Enggak kok mah. Atrees baik baik saja."


Seketika Danindra langsung menoleh ke samping. Dan dia baru sadar jika wajah istrinya nampak begitu pucat.


"Sayang, kamu sakit?" tanya Danindra panik. Sambil mendongakkan dagu Atrees dan mengamati wajahnya.


Atrees hanya menggelengkan kepalanya. Ia hanya menganggap dirinya kecapean karena tugas kampus yang terus menerus ia dapat dari dosen untuk mengejar ketertinggalannya selama ini.


"Enggak sayang. Oh iya sini aku ambil in roti buat kamu, mama dan papa ya."


"Iya sayang," jawab Danindra.


Baru saja Atrees berdiri, kepalanya terasa semakin berat. Dan..


Brrukk..


Tubuhnya tergeletak di lantai. Danindra, Mama Vio dan Papa Pras langsung berdiri. Dengan segera Mama Vio menghubungi dokter keluarga mereka. Sedangkan Danindra langsung membopong tubuh istrinya ke kamar.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dokter pun tiba. Ia langsung memeriksa keadaan Atrees yang masih belum sadarkan diri.


"Gimana keadaan istri saya dokter?" tanya Danindra.


Dokter yang memeriksa Atrees malah melengkungkan garis lebar di bibirnya.


"Selamat Danindra, kamu akan menjadi seorang ayah," ucap Dokter Feri.


"Apa dokter? Jadi istri saya hamil?"


Dokter pun mengangguk. "Kalau begitu saya permisi. Dan ini beberapa obat bisa kamu tebus di apotek ya."


" Baik dokter. Sekali lagi terima kasih."


Setelah selesai memeriksa Atrees, dokter Ferdi pun pamit dan diantar oleh Papa Pras keluar.


Dikamarnya, Mama Vio dan Danindra masih menunggu hingga Atrees sadar. Sambil memperlihatkan raut bahagia di wajah mereka masing masing. Tak lupa, Mama Vio langsung mengabari Mama Priska dan memberitahu kabar bahagia ini kepada keluarga Atrees.


Dengan setia Danindra terus menggenggam tangan Atrees sambil mengelus elus pucuk rambutnya.


"Akhirnya kita akan punya anak sayang. Aku janji, kejadian masa lalu itu tak kan terulang," lirih Danindra.


"Iya mah. Pasti."


Tak berapa lama, Atrees mulai membuka matanya pelan pelan.


"Sayang, aku kenapa?" tanya Atrees pelan.


Danindra hanya diam sambil terus tersenyum ke arah istrinya. "Sayang, kamu hamil," serunya.


Air maya Atrees seketika jatuh. Moment ini sudah lama ia nantikan. Sejak kematian anak di dalam kandungannya dulu, dalam doanya Atrees terus meminta untuk bisa segera hamil lagi. Dan kini semuanya akan terwujud.


"Jadi aku hamil sayang, mama?"


Mama Vio dan Danindra kompak menganggukan kepala mereka.

__ADS_1


"Selamat ya sayang. Tadi mama juga sudah kabari mama dan papa kamu. Nanti malam mereka akan datang kemari," ucap Mama Vio.


"Iya mah. Sayang kita akan punya anak lagi. Aku seneng banget sayang," teriak Atrees sembari memeluk tubuh Danindra.


"Iya sama. Aku juga bahagia banget. Dan aku janji, aku akan lebih perhatian, sayang dan cinta sama kamu. Kejadian dulu aku pastikan tidak akan terjadi lagi. Aku janji sayangku."


"Iya sayang. Aku percaya."


"Sekarang kamu istirahat ya. Aku akan telpon pihak kampus untuk meminta ijin jika kita tidak ke kampus dulu hari ini," ucap Danindra.


"Tapi yank..."


"Atrees, benar kata Danindra. Kamu itu lagi hamil muda, jadi jangan terlalu lelah ya nak. Dan kamu Danindra, kamu lebih baik dikamar temani istri kamu. Biar pihak kampus mama yang telpon," sahut Mama Vio.


"Iya mah makasih," jawab Danindra.


Mama Vio lalu pamit keluar dari kamar Danindra dan Atrees. Tak lupa Atrees dan Danindra langsung memberitahu sahabat mereka tentang kabar kehamilan Atrees.


Semua sahabat mereka pun ikut merasa bahagia dengan kabar ini. Atrees lalu jatuh ke dalam pelukannya Danindra dengan air mata kebahagian yang tak pernah mau berhenti jatuh dari matanya.


"Sayang, aku bahagia bisa menjadi istri kamu. Walaupun kamu dulu begitu menyebalkan. Tapi kamu selalu bisa membuat aku tersenyum."


"Aku pun begitu sayang. Maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu," jawab Danindra.


"Sstt.," Atrees menutup bibir Danindra dengan jari jarinya.


"Jangan pernah berkata begitu lagi. Kita sudah berjanji akan memulainya dari awal. Dan lihat, ada Danindra junior di dalam sini." Atrees menarik tangan Danindra dan menaruh tangan Danindra ke perutnya.


Kepala Danindra di letakkan di atas perut Atrees sambil mengelus elus perut yang masih rata itu.


"Junior, papa sayang banget sama kamu. Jangan nakal ya didalam sana. Sembilan bulan lagi kita bertemu," ucap Danindra.


"Iya papa. Aku gak akan nakal kok." Atrees sedang menirukan ucapan anaknya.


Sikap Danindra sekarang benar benar membuat hati Atrees bahagia. Atrees mengelus elus rambut suaminya yang masih sibuk mengajak bicara anak di dalam perutnya.

__ADS_1


"Keputusanku untuk memberikan kesempatan kedua buat kamu memang sudah tepat. Kamu sudah benar benar berubah. Dan aku percaya, kamu akan menjadi suami dan ayah yang bisa menjaga aku dan anak anak kita. Danindra Prasetya, tiba tiba datang dalam hidupku disaat aku sedang terpuruk dengan masalah keluargaku. Laki laki yang sempat menghancurkan hatiku namun sekejap kembali mengembalikan rasa percayaku. I love you my husband. Kamu sudah menjadi suami terbaik untukku selama ini. Dan kini aku juga sedang belajar menjadi istri yang baik untuk kamu. Semoga kamu bukan hanya jodohku di dunia tapi juga di akhirat nanti."


...End...


__ADS_2