
"Atrees, kamu mau pakai wedding organizer mana untuk pernikahanmu nanti?" tanya papa destian.
"Terserah sih pah. Atrees ngikut aja." jawab atrees.
"Hmmm, coba kamu rundingan dulu sama danindra ya. Habis ini kamu telpon danindra dan ajak dia makan malam. Papa mau ajak kalian dinner di luar."
"Iya pah, habis ini atrees telpon danindra ya. Tapi apa mama udah enakan?Atau kita dinner di rumah aja pah. Biar atrees masak sama bibi."
"Emang loe bisa masak kak? Jangan pah, mending kita dinner di luar aja. Daripada cena keracunan makanan kak atrees." ucap cena dan langsung mendapat tatapan mematikan dari atrees.
"Sudah atrees, cena jangan berantem lagi ya. Mama udah enakan kok badannya, jadi mending kita dinner di luar aja. Lagian kamu nanti capek trees kalau masak. Kan baru aja kamu sampai rumah." ucap mama priska.
"Iya mah. Terserah mama aja. Kalau gitu atrees ke kamar dulu ya mah, pah. Atrees mau telpon calon suami atrees." kata atrees yang membuat semua disana tertawa.
"Wah kayaknya kakak gue udah jadi bucin nih. Ciyee yang udah mau nikah." goda cena dan atrees pun berjalan mendekati cena lalu menjewer telinganya.
Cena merintih kesakitan karna tarikan tangan atrees di telinganya. Namun kedua orang tuanya bukan berusaha membantu dirinya malah menertawakan anak mereka.
"Mah, pah, tolong cena dong." rengek cena.
"Wah papa gak ikut ikut deh. Salah sendiri kamu bangunin singa yang lagi tidur." ucap papa destian.
"Mama, tolong cena. Telinga cena bisa jadi kayak gajah nih gara gara kak atrees."rengek cena yang berusaha meminta bantuan dari mamanya.
"Waduh sayang, gak ah mama juga gak mau ikut ikut." jawab mama sambil tertawa.
"Makanya, loe masih berani ngeledek gue?" ucap atrees sambil menggertakan giginya.
"Iya deh kak, ampun. Cena gak bakal ngeledekin kakak. Tapi tolong lepas kak, masa loe tega sih lihat adik loe yang ganteng ini telinganya jadi ndower." ucap cena yang akhirnya membuat atrees melepaskan tangannya.
"Yaudah ayo keluar, mama mau istirahat. Dan gue hukum loe buat bersihin kamar gue. Gue mau telpon calon kakak ipar loe dulu." perintah atrees.
"WHAT?? Kak tega bener sih loe. Gue aja gak pernah beresin kamar gue sendiri, kenapa sekarang loe nyuruh gue beresin kamar loe sih." gerutu cena dan langsung mendapat lirik tajam dari atrees.
Merasa dirinya sedang di pelototi kakaknya, cena pun berlari menuju kamar atrees untuk menjalankan hukumannya. Dan tak lama kemudian, atrees pun juga keluar dari kamar mamanya.
"Mah, pah, atrees mau telpon danindra dulu ya." pamit atrees.
"Iya sayang." jawab mama dan papa kompak.
Saat atrees menutup pintu kamar mamanya, atrees kembali membuka pintu dan berusaha menggoda kedua orang tuanya.
"Pah, mah, jangan sekarang ya. Nunggu halal dulu baru boleh." ucap atrees sambil tertawa.
"Atrees!!!" teriak mama priska dan papa destian.
Pintu kamar pun sudah tertutup, dan papa destian berjalan ke arah pintu untuk mengunci pintu kamar.
Ceklek...
Suara kunci pintu.
"Mas, kamu mau apa?" tanya mama priska karna papa destian berjalan ke arah ranjangnya.
Fiiiiuhh..
Papa destian memberi tiupan tepat di belakang telinga mama priska hingga membuat tubuhnya menjadi merinding.
"Mas, jangan aneh aneh deh. Ada cena dan atrees."
"Kamu kenapa tegang gitu sih Pris. Cena lagi beresin kamar atrees, dan atrees juga lagi asyik telpon danindra. Apa yang kamu takutkan sayang." ucap papa destian sambil memberikan ciuman di belakang leher mama priska.
"Mas, jangan dong." desah mama priska hingga membuat gairah papa destian semakin menggebu.
"Sebentar aja kok pris. Kamu tau kan sudah lama kita tidak bercinta di kamar ini." bisik papa dengan tangan nakalnya yang sudah menjalar kemana mana.
"Mas.. To... to.. long jangan mas.." desah mama priska.
"Aku tau kamu juga menginginkannya kan? Sudah nikmati saja."ucap papa destian yang sudah membuka satu persatu kencing mama priska.
Walau berusaha menolak sentuhan papa destian, mama priska sudah tidak bisa membohongi dirinya yang sudah hanyut dalam permainan yang papa destian berikan.
"Mas... Aku mencintaimu.." ucap mama saat pelepasan mereka berdua terjadi.
"Aku juga mencintaimu priska." jawab papa destian sambil terus menggoyangkan badannya.
Saat mereka masih asyik bercinta, tiba tiba ada suara kaki yang mendekat ke arah kamar mama priska.
Papa destian dengan cepat memakai semua pakaiannya begitu juga mama priska. Papa destian kemudian segera membuka kunci pintu kamar mama priska, sambil merapikan baju dan rambutnya.
Tak lama setelah membuka kunci pintu kamar, atrees mengetuk pintu kamar mamanya.
Tok tok tok....
__ADS_1
"Mah, pah, boleh atrees masuk?" tanya atrees.
"Masuk aja atrees." jawab papa.
"Mah, pah, kita malah disuruh ke rumahnya danindra. Kata danindra, mama dan papanya mengundang keluarga kita untuk makan malam di rumahnya. Gimana mah, pah?" tanya atrees.
"Ya sudah, kita kesana aja sayang. Bilang sama cena suruh mandi dan siap siap. Kamu juga ya atrees." ucap mama priska.
"Iya mah." jawab atrees.
Ketika atrees hendak pergi, atrees melihat mama dan papanya seperti mandi keringat. Atrees pun menoleh ke ac di dalam kamar priska, namun ia melihat ac di kamar mamanya masih dingin.
"Mah, pah, kok kalian keringetan sampai kayak gitu. Emang panas ac nya gak nyala?" tanya atrees.
"Oh iya kayaknya trees." jawab mama sambil mengibas-ibaskan tangannya ke badan.
"Tapi dingin tuh mah. Mungkin mama masih belum sehat kali ya, atau efek obat. Yaudah deh atrees ke kamar dulu ya. Mau atrees tutup pintunya apa di buka aja?" tanya atrees.
"Tutup." ucap papa.
"Buka nak." jawab mama.
Jawaban papa dan mamanya yang berbeda membuat atrees bingung memilih. Dan akhirnya atrees mengikuti jawaban mamanya.
"Udah deh atrees buka aja ya pah. Kan papa sama mama gerah, jadi biar gak kepanasan makanya atress buka aja pintunya ya."
"Iya nak, makasih ya." jawab mama sambil tersenyum licik ke arah papa destian.
"Awas aja kamu priska. Aku tahu kamu pasti seneng kan bikin aku tersiksa dengan perbuatan kamu ini. Tapi nanti kalau kita sudah menikah kembali, aku akan balas perbuatan kamu yang sudah membangunkan juniorku sekarang." batin papa yang terlihat kesal.
********
Malam harinya, atrees dan keluarganya sudah sampai di rumah danindra. Dan kehadiran mereka sudah ditunggu oleh danindra dan kedua orang tuanya.
Ting Tong..
Suara bel rumah danindra.
"Danindra itu pasti calon mantu mama udah dateng." ucap mama vio.
"Iya mah, pasti itu mereka. Ayo kita keluar mah." jawab papa pras.
Danindra dan kedua orang tuanya keluar ke ruang tamu. Dan saat bibi membuka pintu rumah, ternyata benar atrees dan keluarganya yang datang.
"Eh calon besan.Ayo ayo masuk, kita langsung ke meja makan aja ya." ajak mama vio sambil menarik tangan mama priska.
"Iya vio." jawab mama priska.
Mama priska berjalan seiring dengan mama vio. Papa destian berjalan seiringan dengan papa pras. Saat danindra hendak memeluk pinggang atrees, dengan cepat cena berdiri di tengah tengah mereka.
"Kakak ipar gak boleh main start dulu. Gak boleh kakak ipar ya." ucap cena sambil tersenyum licik ke arah danindra.
"Adik ipar gue kok gini amat sih. Keliatannya aja gagah dan tinggi tapi sifatnya masih anak anak banget. Sabar danindra, sebentar lagi atrees jadi milik loe." batin danindra kemudian membalas senyuman cena.
"Oh iya cen, ayo kita ke meja makan. Gue tahu loe suka banget kan sama seafood. Di meja makan banyak banget seafoodnya."
"Loe serius kak?"
"Iya, yaudah buruan loe duluan deh." usir danindra dengan cara halus.
"Oke kak." jawab cena lalu berjalan meninggalkan atrees dan danindra.
"Oh iya tolong bilang ke semuanya, gue sam atress ambil cake dulu." teriak danindra yang hanya mendapat acungan jempol dari cena.
Danindra kini mengajak atrees masuk ke dalam mobilnya, dan mengambil pesanan cake yang sudah di pesan oleh mama vio. Dan selama perjalanan pulang, tangan danindra tak pernah lepas dari tangan atrees.
"Yank, aku gak nyangka sebentar lagi kita akan menikah ya." ucap danindra.
"Iya sayang." jawab atrees dengan senyum menggodanya.
Danindra yang imannya sudah tidak kuat, langsung menepikan mobilnya.
"Sayang kok berhenti, kita kan udah di tungguin." tanya atrees.
Danindra malah mendekatkan tubuhnya ke tubuh atress sambil menatap mata atrees yang semakin dekat.
"Sayang, kamu mau apa?" tanya atrees kembali namun ditutup oleh bibir danindra.
Danindra yang sudah lama tidak mendapat suntikan vitamin dari bibir atrees, melahap bibir atrees dengan rakusnya. Dan entah setan apa yanh merasuki danindra, ia berani membuka resleting celana atrees.
Atrees yang juga menikmati ciuman danindra, hanya diam saat tangan danindra sudah masuk ke bagian sensitifnya. Bahkan desahan atress membuat danindra semakin gelap mata. Ciumannya kini bukan lagi ke bibir atrees melainkan ke dua bagian depan atrees yang kenyal. Dan meninggalkan beberapa kiss Mark disana.
Sadar akan kekhilafannya, danindra melepaskan tangan dan bibirnya lalu mencium kening atrees.
__ADS_1
"Satu bulan lagi ya sayang. Kamu sabar dulu." ucap danindra dengan senyum tengilnya hingga membuat wajah atrees memerah.
Danindra kembali menaikkan resleting atress. Merasa malu dengan danindra, atrees pun langsung membuang mukanya. Namun danindra segera menarik dari atrees dan..
Cupp..
Satu kecupan dari danindra untuk atrees.
"Udah kamu gak usah malu, anggep aja ini MOS sebelum nikah." ucap danindra.
"Emang nikah ada MOS nya juga ya yank."
"Hahahaha, kamu itu udah mau jadi istri aku masih aja gampang di boongi. Ya enggak lah sayang, itu cuma kata kiasan." jawab danindra sambil mengacak rambut atress.
"Oh jadi kamu bohong ya sama aku." gerutu atrees.
"Udah ya nanti aja kita bahasnya, kasihan yang di rumah pasti nungguin kita." ucap danindra sembari menyalakan mesin mobilnya.
"Hmmm."
"Lagian salsh sendiri pakai berhenti di pinggir jalan. Emang calon suami mesum." batin atrees.
Danindra sesekali menoleh ke arah atrees yang masih terlihat kesal. Namun tingkah atress kini malah semakin membuat dirinya tak sabar untuk menjadikan atrees istrinya.
"Udah jangan ngambek lagi, besok dikampus aku tunggu di Aula jam 3 sore ya." ucap danindra yang membuat atrees akhirnya menoleh ke arahnya.
"Mau ngapain? " tanya atrees.
"Namanya surprise gak boleh di kasih tau dong. Kalau emang mau tau, besok dateng aja ya."
"Iya sayang." jawab atrees.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai sudah sampai dirumah. Danindra dan atrees pun langsung pergi ke ruang makan. Namun sayang, semuanya sudah selesai makan dan sedang mengobrol di ruang keluarga.
Danindra kemudian menyerahkan cake tadi kepada bibi, lalu mengajak atrees ke ruang keluarga.
"Kalian darimana? Kita sampai udah selesai makan kalian malah baru dateng." tanya mama vio.
"Oh, tadi kita mampir beli bensin dulu mah, terus cari minum di swalayan. Jadi telat pulangnya." jawab danindra.
"Yaudah kamu ajak atress makan dulu, kasian dia kan belum makan." perintah papa pras.
"Iya pah."
"Ayo sayang kita makan dulu." ajak danindra.
"Terus cake mama mana?" tanya mama vio.
"Tadi udah danindra kasih ke bibi mah."
"Oh yaudah, kalau gitu buruan sana ke meja makan habis itu ajak cena main game dikamar kamu, atrees juga. Biar atrees tau gimana joroknya calon suaminya itu." ucap mama vio hingga membuat atrees menutup mulutnya dan menahan tawa.
Saat di meja makan atrees dengan telaten melayani danindra. Ia mengambilkan nasi dan beberapa lauk ke piring danindra, bahkan atrees pun juga mengambilkan air untuk danindra.
Semua sikap atrees, membuat arah pandangan danindra hanya tertuju pada atrees.
"Sayang jangan ngeliatin aku terus, ayo makan keburu dingin." ucap atrees yang membuat danindra tersadar.
"Eh iya yank. Habis aku udah berada punya istri beneran kalau kayak gini." jawab danindra.
Dan blush...
Wajah atrees kembali memedah mendengar pujian yang di berikan danindra.
"Kan emang sebentar lagi aku jadi istri kamu, jadi wajar dong aku mulai sekarang belajar melayani kamu."
"Terus kalau belajar melayani di ranjang kapan?" tanya danindra hingga membuat atrees membulatkan kedua matanya.
"Ya kalau itu gak udah belajar. Langsung aja, nanti juga mengalir sendiri." jawab atrees.
"Masak iya sih mengalir sendiri. Kayak air dong?"
"Kan emang air yank, air yang bisa bikin baby." ucap atrees sambil tertawa.
"Wah kayaknya calon istriku ganas juga nih. Besok aku mau nyuruh elang sama koko buat nyari video b***p deh. Buat persediaan do kamar kita nanti." kata danindra sambil menarik turunkan kedua alisnya.
"Danindra Prasetya, tolong mulutnya mending digunakan buat makan dulu. Kalau bahas yang jorok jorok bukan sekarang,ngerti!" gertak atrees
"Iya atreesnia prasetya, calon istrinya danindra prasetya." ucap danindra yang berhasil membuat atrees malu untuk ke sekian kalinya.
Untuk menghentikan semua rayuan danindra, atrees pun menyuapi beberapa sendok nasi ke mulut danindra. Cara ini pun berhasil membuat danindra berhenti menggoda dirinya.
"Atrees mendingan loe siapin stamina loe dari sekarang, karna bulan depan bisa bisa setiap hari danindra minta jatahnya. Remuk remuk deh nih badan nanti." lirih atrees dalam hatinya.
__ADS_1