
"Indy tungguin gue." teriak elang yang langsung berusaha mengejar indy.
Di kantin, atrees dan yang lainnya mulai mengkhawatirkan keadaan indy.
"Sayang, perasaanku gak enak deh." ucap atrees sambil menggoyangkan kedua kakinya
"Udah, gak perlu parno gitu. Aku yakin elang pasti bisa yakinin perasaannya sama indy." jawab danindra.
"Tapi kenapa si indy gak nerima elang, padahal kita tahu kan kalau indy itu juga cinta sama elang." sahut shintya.
"Ya kita tahulah alasannya shin, dan menurut gue gak perlu di perjelas kan? "
" Iya trees, i know. Gue jadi iba deh lihat indy. Sumpah dasar cowok pk, untung aja loe juga belum jadi korbannya dia." ucap shintya yang langsung mendapat tatapan tajam dari danindra.
Atrees kembali teringat dengan kejadian dirinya, dan ia pun pamit untuk pergi ke toilet.
"Gue ke toilet bentar ya." pamit atrees yang langsung bangkit dari duduknya.
"Aku temenin ya yank?" tawar danindra.
"Gak usah yank,cuma sebentar kok." ucap atrees.
Setelah kepergian atrees, danindra langsung memarahi shintya dengan nada tinggi. Menyadari akan perkataannya yang salah, shintya hanya duduk diam sambil menunduk.
"Loe gimana sih shin, sahabat atau bukan sih loe. Loe tau kan atrees itu masih trauma sama kejadian kemarin. Kok malah loe ingetin lagi sih." teriak danindra yang langsung berdiri sambil menunjuk shintya.
"Iya ndra, gue ngaku gue salah. Gue keceplosan." jawab shintya pelan.
"Udah dong ndra, toh atrees gak kenapa kenapa kan? Loe nya aja yang lebay." jawab koko yang kini juga ikut berdiri.
"Oh mentang mentang loe suka sama shintya, dia salah tetep loe belain gitu, bagus bagus. Daripada gue disini sama kalian, mendingan gue susul atrees ke toilet." ucap danindra seraya mengambil tasnya dan pergi meninggalkan shintya dan koko.
Koko hendak menanggapi ucapan danindra, namun shintya dengan cepat memegang tangan koko.
"Udah ko, gue gak papa kok. Kan emang gue salah."
"Ya tapi gak gitu caranya, asal bac*t aja tuh anak." kesal koko.
"Mungkin danindra lagi banyak masalah. Mending kita lanjutin aja makannya, ntar mereka juga balik sendiri." jawab shintya.
"Iya shin." jawab koko dan ia kembali duduk di sebelah shintya.
Danindra kini sudah berdiri di depan toilet wanita. Ia merasa khawatir dengan keadaan atrees hingga ia memutuskan menunggu atrees.
__ADS_1
Tak berapa lama atrees keluar dengan mata yang merah. Melihat kesedihan di wajah atrees, danindra berusaha membuat atrees tenang. Danindra pun langsung memeluk atrees.
"Jangan sedih ya my girl, jangan inget inget itu lagi. Dia udah pergi dan aku pastiin dia gak akan muncul lagi di hadapan kamu."
Mendengar perkataan danindra, hati atrees mulai sedikit tenang. Atrees kemudian membalas pelukan danindra sambil wajahnya menyelusup ke dada danindra.
"Makasih sayang. Makasih. Aku cinta sama kamu,tapi apa kita bisa bersatu selamanya ya sayang?" ucap atrees dengan nada terbata.
"Pasti sayang, karna kita akan seperti ini selamanya. Dan aku gak akan biarin kamu pergi dari aku. Aku janji." ucap danindra sambil mencium puncak rambut atrees.
Pelukan danindra begitu hangat, namun pikiran atrees kembali teringat dengan rencana perjodohan nanti malam.
"Sayang, maafin aku jika nanti kita gak bisa bersatu. Tapi sampai kapan pun kamu gak akan terganti oleh siapapun. Dan jika aku benar benar menikah dengan orang itu, dengan cepat aku akan segera minta cerai darinya dan kembali bersama kamu." batin atrees sambil meneteskan air matanya.
Merasa bajunya basah, danindra melepaskan pelukan atrees dan menangkup wajah atrees.
"Kamu nangis yank? Kenapa? Apa masih kebayang-bayang ucapan shintya tadi?" tanya danindra namun atrees menjawab dengan gelengan kepala.
"Bukan yank, aku cuma takut jika suatu hari aku bikin kecewa kamu." ucap atrees.
"Kamu gak pernah bikin kecewa aku, kalau pun kaki buat aku kecewa aku pasti gak akan marah karna aku gak pernah bisa marah sama kamu." ucap danindra yang membuat senyum atrees kembali.
Hati danindra justru merasa sakit melihat senyum kekasihnya. Ia merasa bersalah, karna ia sudah menyetujui keinginan kedua orangtuanya.
Setelah menyelesaikan pembicara mereka, danindra kemudian mengajak atrees pergi ke sebuah toko boneka.
*********
Ditempat lain, akhirnya elang berhasil mengejar indy sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.
"Lang, lepasin gue. Gue mau pulang." teriak indy sambil berusaha melepaskan genggaman tangan elang.
"Gak, loe ikut gue sekarang. Gue mau ajak loe ke suatu tempat." jawab elang sambil menutup kembali mobil indy.
"Terus mobil gue gimana? Besok aja lang, gue bentar lagi juga ada jadwal pemotretan."
"Batalin semua, kalau loe kena pinalty gue yang akan bayar semua ganti ruginya. Tapi gue minta tolong ndi, sekali ini aja loe ikutin mau gue, please!" pinta elang.
Akhirnya indy menuruti keinginan elang, dan ia pun kini sudah masuk kedalam mobil elang.
Cukup lama mereka diam,tiba tiba elang langsung menarik tangan indy.
"Ndi, gue tau loe juga cinta sama gue. Tapi kenapa loe berusaha nolak gue ndi? " tanya elang sambil mencium tangan indy.
__ADS_1
" Lang, lepas. Gue bilang gue gak bisa ya gak bisa. Kenapa sih loe maksa. Lagian siapa juga yang suka sama elo. Jangan kepedean deh jadi orang." jawab indy yang langsung membuang tangan elang dengan kasar.
Merasa kecewa dengan ucapan indy, elang kembali diam dan langsung melepaskan tangannya.
Dan tanpa terasa elang sudah tiba ke tempat dimana ia ingin membawa indy.
"Kita udah sampai ndi, ayo turun." ajak elang.
"Ngapain kita ke pantai sih lang. Jadi loe rela buang buang uang buat bayar ganti rugi gue cuma buat kesini doang?" ucap indy sinis.
"Udah gak usah banyak komplain. Sekarang buruan turun."
"Iya iya." jawab indy malas.
Elang kemudian membawa indy ke sebuah restoran pinggir pantai yang sudah ia pesan sebelumnya. Bahkan disini ia juga sudah menyewa pengamen untuk menyanyikan lagu untuk mereka.
"Duduk dulu ndi." ucap elang sambil menggeser kursi untuk indy.
"Makasih lang." jawab indy.
Setelah makanan keluar, elang, kembali menyatakan perasaannya pada indy. Ia mengeluarkan sebuah kotak merah berisi cincin berlian yang sangat indah.
"Anindya Fakri, maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya elang dengan tatapan matanya yang mengarah ke mata indy.
Indy berusaha menolak elang, namun hatinya tidak bisa bohong jika ia juga mencintai elang.
"Lang, berapa kali gue bilang gue gak bisa. Gue gak bisa lang." jawab indy dengan tangisnya.
"Kenapa sih ndi, loe selalu bilang gak bisa gak bisa tapi loe gak kasih alasannya." tanya elang kembali.
"Gue gak pantes buat loe lang. Loe pantes dapet cewek yang bersih bukan cewek kotor kayak gue." ucap indy menunduk dan mengalihkan pandangan matanya dari elang.
Elang kemudian melepaskan tangannya dari tangan indy. Hingga indy berpikir jika elang mulai jijik dengan dirinya. Ia pun hanya tertunduk lesu sambil memejamkan matanya.
Namun ternyata pikiran indy salah, elang berdiri di belakang indy sambil memeluk dirinya dari belakang.
"Cuma orang yang pikirannya sempit yang berpikir kayak gitu. Gue gak pernah masalahin masa lalu loe, yang gue tahu gue cinta sama loe dan gue akan nerima loe apa adanya. Jadi please jangan bohong sama hati loe ndi." ucap elang yang langsung membuat indy membuka matanya.
Air mata indy mengalir deras. Dan ia beranjak dari kursinya dan menatap elang.
"Gue juga cinta sama loe lang. Tapi gue gak pantes buat loe. Gue itu bekas orang lang." jawab indy sambil menunduk malu.
"Sssttttt, Gue gak mau denger loe ngomong itu lagi. Karna gue gak peduli loe masih perawan atau gak, karna gue cinta sama loe bukan karna wajah atau karna loe masih perawan. Tapi gue cinta sama loe karna hati loe yang udah buat hati gue nyaman. Dan gue akan nerima apapun keadaan loe ndi. Jadi loe mau kan jadi pacar gue?" tanya elang yang menarik dagu indy.
__ADS_1
"Iya lang, gue mau. Gue mau jadi pacar loe." jawab indy yang langsung disambut pelukan oleh elang.