
Selesai makan dan memakaikan cincin ke jari manis indy, elang mengajak indy berjalan ke tepi pantai. Bahkan elang tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan indy.
Elang dan Indy nampak seperti kekasih yang sangat bahagia. Namun entah mengapa indy menghentikan langkahnya.
"Sayang, kenapa berhenti?" tanya elang namun indy hanya diam membisu.
"Kok gak dijawab sih yank? Kamu capek?" tanya elang kembali.
"Elang, apa kamu yakin ingin menjadikan aku pacar kamu dan menjalin hubungan serius sama aku? Atau kamu hanya ingin main main sama aku seperti juan?" tanya indy pelan sambil menundukkan kepalanya.
Elang membuang nafas dengan kasar. Ia melepaskan tangan indy dan memegang kedua pundak indy.
"Lihat aku yank, tatap mata aku."pinta elang dan indy langsung menuruti ucapan elang.
"Apa kamu pikir aku sama seperti juan? Apa kamu pikir aku cuma main main sama perasaan kamu? Enggak yank, aku tulus sama kamu. Bahkan aku bukan hanya ingin menjadikan kamu pacar tapi juga istri aku, ibu untuk anak anakku." jawab elang dan langsung mendapat pelukan dari indy.
"Kenapa gak dari dulu aku ketemu kamu elang. Aku menyesal, sudah memberikan segalanya buat juan,bukan sama kamu. Aku bodoh elang. Andai aja waktu bisa di ulang." ucap indy sambil menangis.
"Huuusstt..jangan bilang itu lagi. Ini akan jadi rahasia antara aku, kamu dan anak anak. Apa boleh aku minta sesuatu dari kamu yank?" tanya elang.
Perasaan indy mulai takut jika permintaan elang sama seperti yang juan lakukan padanya. Indy pun mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan elang.
"Ka..ka...kamu mau mi.. minta apa lang?" jawab indy dengan suara ragu.
"Kenapa kamu takut gitu yank? Aku gak akan minta sesuatu yang berat kok. Boleh?"
"Iya minta apa?" lirih indy.
"Aku cuma minta kamu berhenti jadi model ya. Aku gak mau kamu bergaul terlalu bebas. Tapi aku juga gak maksa kamu untuk turutin kemauan aku. Aku cuma gak mau kamu salah bergaul yank. Dan aku pengen kamu fokus sama kuliah kamu." ucap elang dengan tatapan berharap ke arah indy.
Tanpa pikir panjang indy mengiyakan permintaan elang. Karna bagi indy, memang sudah saatnya ia berhenti menjadi model dan fokus pada kuliahnya. Setelah itu elang pun mengajak indy kerumahnya untuk di kenaikan pada mamanya.
***********
Setelah membelikan boneka untuk atrees, danindra mengajak atrees ke sebuah toko perhiasan. Disana danindra meminta atrees memilih perhiasan yang ia inginkan. Namun karna ia masih memikirkan perjodohannya nanti malam, atrees pun tidak fokus saat diajak bicara danindra. Bahkan tatapan atrees dari tadi kosong dan ia terus melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Sayang, kamu mikir apa? Dari tadi aku lihat kok kamu kayak melamun terus. Cerita dong, kami kenapa?" tanya danindra berusaha mendesak atrees.
"Oh enggak yank, bisa anterin aku pulang yank? Soalnya bentar lagi mama pulang. Dan dia kan mau ajak aku pergi. Jadi aku mau siap siap dulu." kata atrees.
"Oh gitu ya, yaudah deh. Sekalian aja aku pengen ketemu mama kamu, pengen kenapa sama calon mertua" ucap danindra yang membuat atrees terkejut.
Atrees tak bisa mengiyakan permintaan danindra, karna selama ini mamanya tidak tahu jika atrees sudah memiliki kekasih.
"Apa?Danindra pengen ketemu mama? Gak boleh, gue gak mau bikin mama kecewa. Jadi gue harus cari alasan biar danindra gak jadi ketemu mama." gumam atrees dalam hati.
__ADS_1
Namun lagi lagi lamunan atrees dipergoki oleh danindra, hingga akhirnya danindra mulai curiga dengan sikap atrees dan berusaha mendesak atrees.
"Tuh kan ngelamun lagi. Sebenarnya kamu ada masalah apa sih trees? Aku gak suka kau ada yang kamu tutupin dari aku." desak danindra.
Atrees masih bimbang dan ragu untuk menjawab pertanyaan danindra. Hatinya ingin ia bicara sejujurnya pada danindra. Namun pikirannya menolak, karna ia takut jika danindra akan kecewa dan meninggalkan dia pergi.
"Kayaknya emang gue harus jujur sama danindra. Karna sepandai apapun gue nutupi ini pasti akan terbongkar juga. Jadi lebih baik gue jujur dari sekarang sama danindra, dan gue harap dia mau mengerti." batin atrees.
Danindra pun kembali menggoyangkan badan atrees dan membuyarkan lamunan atrees.
"Tuh kan diem lagi, sekarang aku tambah yakin kalau ada yang kamu sembunyiin dari aku. Mending kamu cerita sekarang, atau aku akan marah kalau aku sampai tahu sendiri masalah kamu sebenarnya." gertak danindra.
Namun belum sempat atrees berkata, ponselnya berdering. Ia melihat mamanya menelpon dirinya berulang kali.
Kriiiingg....
Suara ponsel atrees.
"Yank aku angkat telponnya mama dulu ya." ucap atrees.
"Iya." jawab danindra.
Atrees kemudian berjalan sedikit menjauh dari danindra. Setelah itu, ia mengangkat telpon mama priska.
"Hallo mah."
"Gak usah di jemput mah, atrees udah perjalanan pulang."
"Yaudah kalau gitu, mama tunggu kamu dirumah ya. Soalnya kita berangkat satu jamagi. Gak enak kalah sampai sahabat mama nunggu kelamaan. Jangan kabur lagi ya trees."
"Iya mah, paling bentar lagi atrees sampai rumah. Mama gak usah cemas, atrees gak akan ingkar janji."
" Oke nak, terima kasih atrees. Kamu memang anak baik. Mama sayang kamu trees."
"Atrees juga sayang sama mama. Yaudah ya mah, atrees matiin telponnya."
"Iya nak."
Selesai menutup telponnya, atrees kembali berjalan menghampiri danindra. Ia pun meminta danindra untuk segera mengantar dirinya pulang.
Saat berada di dalam mobil, danindra kembali meminta penjelasan atrees yang tadi tertunda. Namun saat atrees hendak menjawab, ponsel danindra berbunyi dan ternyata mamanya yang sedang menelpon dirinya.
"Yank, aku angkat telpon dari mama dulu ya." ucap danindra.
"Iya yank."
__ADS_1
Danindra kemudian memakai headsetnya lalu mengangkat telpon dari mamanya.
"Halo mah, ada apa?"
"Danindra, mama cuma mau ingetin kalau satu jam lagi kita ketemu di Palm resto. Jangan coba coba cari alasan gak bermutu lagi. Sekarang mama dan papa udah mau berangkat, jadi kita mendingan langsung ketemu disana ya."
"Iya mah."
Dan setelah telpon mati, baik atrees dan danindra sudah tidak membahas tentang masalah atrees tadi. Dan akhirnya mobil danindra tiba di depan rumah atrees.
"Udah sampai yank, aku langsung pamit ya. Soalnya mama dan papa udah nungguin aku." pamit danindra sambil mencium kening atrees.
"Iya sayang, kamu hati hati di jalan ya."
"Iya, kamu juga ya. Inget kan pesen aku tadi."
"Inget sayang, yaudah aku turun dulu ya. Bye sayang. Love you." ucap atrees.
"Love you too baby." jawab danindra sambil tersenyum tampan ke arah atrees.
***********
Kini atrees dan mama priska sudah tiba di restoran. Disana papa destian sudah menunggu mereka di parkiran restoran.
"Malam atrees, priska." sapa papa destian.
"Malam mas." jawab mama priska namun tidak dijawab oleh atrees.
"Ayo kita masuk, mereka sudah menunggu kita didalam." ucap papa destian.
"Iya mas, ayo sayang kita masuk." ajak mama sambil menggandeng tangan atrees.
Saat ini hati atrees merasa sedih. Ia kini benar benar akan bertemu calon suami pilihan kedua orang tuanya. Sambil berjalan, atrees sudah tidak bisa menahan airmatanya. Namun dengan cepat ia menghapus air matanya agar tidak membuat mamanya kecewa.
"Danindra, maafin aku. Sepertinya kita memang harus berpisah. Maafin aku sayang." batin atrees sambil berjalan.
Papa destian kemudian melambaikan tangan ke salah satu meja di tengah ruangan dan lambaian tangan papa destian dibalas cepat oleh papa pras.
"Itu mereka sudah datang mah, danindra. Kamu pasti tidak menyesal dengan pilihan papa dan mama." ucap papa pras yang tak ditanggapi oleh danindra.
"Sebaik apapun pilihan kalian, bagi danindra cuma atrees yang terbaik." gumam danindra dalam hati.
Mama priska dan papa destian kini sudah berdiri disamping meja. Sedangkan atrees berdiri di belakang mamanya.
"Atrees sini nak, kenalin ini sahabat mama namanya tante vio." ucap mama priska sambil menarik tangan atrees.
__ADS_1
Saat mendengar nama atrees, danindra yang semula sibuk bermain ponsel langsung mendongakan kepalanya.
"Kamu... " ucap danindra dan atrees kompak.