
Satu minggu berlalu, Atrees pun sudah pulang dan tinggal bersama suaminya kembali. Namun mereka hanya tinggal beberapa waktu saja, sebelum akhirnya mereka pindah ke apartemen pemberian Pak Pras.
Pagi ini, Atrees dan Danindra kembali masuk kampus. Meski hampir 2 bulan mereka tidak masuk kuliah, namun itu tidak jadi masalah buat mereka. Karna Pak Pras adalah pemilik kampus, mereka selama ini tetap bisa belajar walau dari rumah.
"Sayang, nanti kalau udah selesai mata kuliahnya kabari aku ya. Biar aku jemput ke kelas kamu," ujar Danindra.
"Iya sayang. Emang kamu ada berapa mata kuliah?"
"Cuma 2 aja kok. Nanti siang jadi kan ke rumah mama buat bantu persiapan pernikahan mama dan papa?"
"Iya sayang. Jadi dong. Udah gak sabar aku lihat mama dan papa bersatu lagi."
"Iya sama sayang. Mereka itu masih saling cinta, sama kayak kita. Mama bisa memaafkan papa dan kamu juga bisa memaafkan aku. Semoga masalah kemarin akan jadi masalah terakhir kita ya sayang," ucap Danindra sembari mencium tangan istrinya.
"Karna aku yakin cinta kamu sama kayak papa ke mama. Tulus," jawab Atrees sambil melempar senyum ke arah suaminya.
Setibanya di kampus, Danindra merangkul pundak Atrees. Membuat semua mata tertuju pada mereka. Sungguh pasangan yang serasi.
"Danindra," seru seorang wanita dari belakang.
Danindra dan Atrees menoleh bersamaan. Matanya membulat, saat melihat ternyata Sandra orang yang menyapanya tadi. Wah bisa bisa nanti malam dia gak dapat jatah dari Atrees nih. Pikirnya.
"Sandra," lirih Danindra.
Malas, Atrees kembali membalikkan badannya dan hendak berjalan pergi meninggalkan Danindra terlebih dulu. Namun tangannya di tarik oleh Danindra.
"Mau kemana?" tanya Danindra.
__ADS_1
"Mau masuk ke kelas. Lebih baik kamu temui mantan terindah kamu," jawab Atrees sambil memutar kedua bola matanya jengah.
"Sayang," Danindra malah menarik tubuh istrinya. Sengaja, memperlihatkan keromantisan mereka di depan Sandra. Ini salah satu cara untuk membuat Atrees percaya.
"Apalagi Ndra."
"Danindra, Atrees, kalian baru datang ya? Kalian apa kabar?" tanya Sandra.
"Baik San. Kamu sendiri apa kabar?"
"Baik juga Ndra."
Meski sedang bicara dengan Sandra, tapi ekor mata Danindra terus mengarah ke samping. Dari tadi Atrees memalingkan wajahnya. Mungkin dia masih malas untuk bertemu dengan Sandra.
"Sayang, kamu udah datang?" panggil Juan dari arah belakang Atrees dan Danindra.
"Oh, jadi kamu kesini mau jemput Juan ya San?" tanya Danindra.
"Eh ini undangan pernikahan gue sama Sandra minggu depan. Sorry baru gue kasih, soalnya gue denger dari Indy dan Sintya kalau loe baru masuk hari ini," ucap Juan kembali sembari menyerahkan undangan pernikahannya Dengan Sandra.
"Oh iya bro. Gue sama Atrees pasti datang ke pernikahan kalian."
"Thanks bro. Gue cabut dulu ya," pamit juan sambil memeluk Danindra.
"Iya bro."
"Trees, Ndra, kita pamit ya," Sandra menyela sambil mengulurkan tangannya yang langsung di terima oleh Atrees.
__ADS_1
"Iya San."
Sesaat setelah mobil Juan meninggalkan area kampus, Danindra kembali merangkul pundak Atrees dan mengajaknya untuk masuk kedalam.
"Masih cemburu? Masih gak percaya kalau aku sama Sandra emang gak pernah ada hubungan. Masih mengira aku suka dan cinta sama dia. Dan masih..."
Atrees menghentikan ucapan Danindra dengan jarinya yang menempel di bibir Danindra.
"Stop Ndra. Jangan bahas itu lagi. Sekarang aku udah kubur semua masa lalu kita yang kelam. Dan aku ingin memulai lagi dari awal dengan kamu. Mulai detik ini, aku akan mencoba percaya setiap apa yang kamu ucapkan."
"Makasih sayang. Dan aku juga janji, gak akan pernah lagi bohong atau main rahasia rahasian sama kamu. Karna pada dasarnya keutuhan rumah tangga itu ada di sebuah kepercayaan dan kejujuran. Itu pesan mama waktu kita berselisih paham kemarin," jelas Danindra.
"Iya. Sekarang temenin aku ke kantin dulu ya sayang. Laper," ucap Atrees yang kini sedang menggelendot manja di lengan Danindra.
"Ayo sayang. Apa sih yang enggak buat kamu."
Dari kejauhan, ternyata semua pembicaraan mereka di dengan oleh sahabat sahabat mereka.
"Dih, gombal. Welcome to campus again bebeb Atrees," seru Indy dan Sintya sambil berlari.
"Kalian. I miss you girl," ucap Atrees sambil menelentangkan kedua tangannya.
"I miss you too bebeb," jawab Indy dan sintya kompak.
Akhirnya setelah hampir dua bulan mereka tak berkumpul, kini ketiganya kembali bersama lagi di kampus.
"Aku juga ikut dong," teriak Ferdi namun langkahnya langsung di hadang oleh Danindra.
__ADS_1
"Mau apa kamu?"
"Bercanda Ndra. Hehehe," jawab Ferdi sambil cengar cengir sendiri.