
Cinta itu tidak akan cepat muncul atau menyusul jika benih-benihnya tidak ada. Itu artinya Mina dan Yungi tidak akan dengan mudah saling membuka diri, kecuali sebenarnya mereka sama-sama memiliki perasaan sebelumnya. Begitulah pikiran Jay saat pikirannya memutar kembali bayangan Mina dan Yungi yang tengah asyik bercengkrama melalui video call Justin pada waktu mereka berkumpul bersama di Jepang.
Apa yang salah dengannya? Dia punya semua yang perempuan dan laki-laki mana saja idamkan. Kehidupannya begitu sempurna sehingga sebenarnya akan sangat mudah baginya untuk bersama dengan siapa saja yang ia mau. Namun, ia menolaknya dan semuanya hanya karena satu orang perempuan yang bernama Mina.
Sejak pertama bertemu saat mereka sama-sama dijadikan perwakilan sekolah untuk menjadi model promosi sekolah, mata dan hati Jay sudah tak bisa dialihkan kepada siapa pun. Kedua bagian dari tubuhnya itu sangat tekun mengamati anak perempuan yang menjadi incarannya itu. Sama seperti anak lelaki lainnya yang juga menaruh perhatian pada bintang sekolah, Ace-nya dalam ice skating, Jay mencoba mendekati Mina.
Ia beberapa kali mengirim surat cinta, bunga, cokelat, dan barang-barang lainnya dan menyimpannya di lokernya, tapi hasilnya nihil. Ia sama seperti laki-laki lainnya yang juga berkeluh kesah karena tidak ada balasan. Setidaknya, ia tahu itu saat ia tak sengaja menguping beberapa temannya berbicara soal itu. Setelah itu, dia tahu juga dari Mina sendiri bahwa Mina memang tidak membalas surat-surat mereka karena katanya dia sering dijadikan bahan taruhan surat siapa yang akan dia balas duluan dan dia tidak suka hal itu.
Jay mengalami patah hati oleh Mina berkali-kali. Tapi, Jay juga tidak bisa menyalahkan Mina. Itu murni kebodohan dirinya karena sikapnya yang pecundang dan memilih cinta diam-diam, sehingga itulah akhirnya, dia hanya bisa menikmati Mina dari kejauhan.
Patah hati Jay yang pertama kali adalah saat tahu Mina jadian dengan Genta, tapi kemudian harapannya berkembang kembali saat Genta meninggal dan dia tak dimiliki oleh siapa pun. Celahnya semakin besar saat mereka sering bertemu karena sekolah membuat mereka bertemu dalam banyak kesempatan. Itu bersama dengan lima teman lainnya dalam Circle 7.
Ketika mereka punya kesempatan itu, mereka menjadi lebih dekat dan saling mendukung. Jay sering hadir ketika Mina ikut pertandingan dan Mina juga sama. Dia sering sekali datang ke acara pertandingan Kendo Jay. Beberapa teman Jay bahkan berpikir bahwa mereka pasangan karena Mina selalu ada di sana saat masa-masa penting Jay. Mereka juga sering nonton dan nongkrong berdua. Jadi, siapa yang akan berpikir bahwa Mina hanya menganggapnya sebagai teman.
Patah hati yang kedua adalah saat ia tahu bahwa Yungi adalah lelaki pertamanya Mina. Itu saat Mina nongkrong dengannya pada suatu hari seusai kuliah. Dia juga menceritakan bagaimana Yungi memaksa dirinya dan jika saja Mina tidak memintanya untuk merahasiakannya, dia sudah memukuli Yungi habis-habisan.
Patah hati yang ketiga saat Awan diperkenalkan kepada semua anggota Circle 7. Dia tahu itu benar-benar akhir perjalanan cintanya kepada Mina dan dia harus menyerah. Mina akan menikahi lelaki pilihannya dan tentu saja sebagai orang yang juga mencintainya, dia mendukung pilihan perempuan yang selalu mengisi hatinya itu. Karena itu dia memilih mengejar karirnya dan menenggelamkan semua perasaannya di sana.
Lalu dunia seperti berpihak padanya, memberinya kesempatan lagi saat Awan meninggal dunia, tapi secara perlahan direnggut lagi dan kali ini oleh Yungi, meskipun sebenarnya itu karena anak-anaknya yang memintanya untuk mereka menikah. Sudah terlalu sering ia sakit oleh Mina, tapi ia tak bisa menyalahkannya. Sekali lagi, itu akibat kebodohannya sendiri. Ia terlalu pengecut untuk maju dan menjelaskan semua perasaannya kepada Mina.
Benar bahwa Jay juga mendukung Yungi. Itu karena pada awalnya, Jay mempunyai pikiran bahwa pernikahan mereka hanya setingan, menunggu waktu yang tepat untuk mereka kemudian bercerai. Jay paham benar Mina dan ia tak berpikir sedikit pun bahwa Mina juga ternyata memiliki perasaan terhadap Yungi dan itu adalah kesalahan terbesarnya.
Dia seorang pengacara yang hebat. Seharusnya dia mengurai setiap kejadian dan memahami setiap interaksi, khususnya antara Mina dan Yungi dan sekarang dalam perenungannya itulah dia kemudian bisa menyimpulkan bahwa keduanya saling menyukai tetapi sama-sama tidak menyadari perasaannya. Hanya perlu waktu dan momen, dengan begitu semuanya akan terbuka dengan sendirinya. Momennya sudah ada, setidaknya kedua anaknya yang menciptakannya dan waktunya sudah juga mendatangi mereka, toh sekarang mereka menikmati kehidupan mereka.
Itu juga berarti tidak akan pernah ada kisah antara Jay dan Mina dan dia harus menutup rapat-rapat celah-celah kecil yang selalu berusaha untuk menjadi lebih besar dengan harapan-harapan yang pada akhirnya menyakitinya. Meskipun begitu, Jay tidak benar-benar menutup hatinya. Dunia pernah memihaknya sekali saat Awan meninggal dan saat itu dia sudah siap untuk meninggalkan Mina, Jadi, apa salahnya jika dia berharap sekali lagi bahwa akan ada akhir bagi Mina dan Yungi dan dia akan menjadi lelaki terakhirnya dalam hidup Mina.
__ADS_1
Haruskah dia menunggu?
Yungi tak akan mengakhiri hubungannya dengan Mina apa pun yang terjadi karena si kadal itu yang mulai melirik Mina dengan caranya sendiri. Ia mulai menjadi seseorang yang akan selalu membuat Mina melihat ke arahnya, mencari perhatiannya dengan bertengkar dengannya dengan membuat dia kesal dan dengan banyak cara lainnya. Si Brengsek itu melakukannya dengan baik dan dia memang patut diacungi jempol karena ternyata Mina menjadi terikat olehnya.
Sebagai sesama lelaki yang juga menaruh perhatian kepada Mina, dia tahu benar yang dilakukan Yungi dan dia juga tahu bahwa dia hanyalah Second lead. Jadi, akankah dia punya tempat di hati Mina selain statusnya sebagai teman yang sangat bisa diandalkan?
***
“Mina, boleh aku nanya sesuatu?” tanya Jay suatu hari saat mereka makan malam bersama seusai nonton bersama di bioskop. Itu saat mereka masih kuliah.
“Ya, boleh. Tentu saja,” ujar Mina. Dia menatap Jay sambil tersenyum.
“Ada banyak cewek nanya sama aku soal kamu,” ujar Jay memulai.
“Iya, ini ada kaitannya dengan Yungi,” ujar Jay.
“Yungi?” Mina mengernyitkan alisnya.
Jay menganggukkan kepalanya.
“Iya katanya kamu ada hubungan khusus sama Yungi, gitu, dan aku bilang itu ga benar, Mudah-mudahan aku ga salah ngomong ya!” Jay berbicara sambil menatap Mina.
Sebenarnya semuanya hanya rekayasa.Itu akal-akalan Jay untuk tahu bagaimana hubungan Mina dan Yungi.
“Iya, emang ga bener kok! Aku sama Yungi kayak aku sama kamu kok Jay! beneran ga ada apa-apa. Lagian kenapa ya cewek-cewek tuh pada kesengsem sama si Yungi. Dia kan playboy ya. Aku tuh kalaupun dia lelaki terakhir di bumi ini, kayaknya ga bakalan mau deh sama dia. Mending sendiri aja sampai mati,” jawab Mina dengan santainya.
__ADS_1
“Hus, Min! Jangan ngomong kayak gitu. Nanti Tuhan malah jodohin kalian,” ujar Jay. Meskipun hatinya senang, ia juga khawatir kata-kata orang tua itu biasanya bertuah dan katanya memang ga boleh bilang amit-amit suka malah jadi kenyataan.
“Habisnya mancing-mancing kekesalan aja!” ucap Mina dengan nada yang memang kesal.
“Soalnya Min, ada beberapa cewek yang pernah denger Yungi bilang katanya dia suka sama kamu gitu!” lanjut Jay lagi.
“Palingan itu tuh akal-akalan si Yungi buat nolak cewek yang nyatain sama dia. Nah, kalau dia nolak itu artinya cewek yang nyatain sama dia itu di bawah standarnya dia gitu. Si Yungi emang sengaja suka bikin kesel aku. Dia mah ga sekali dua kali pake nama aku buat nolak cewek. Kurang ajar da beneran ih! Pikasebeleun (menyebalkan)!” Mina jadi beneran menggerutu.
Jay tertawa.
“Oke deh! Itu artinya kamu benar-benar ga ada perasaan sama dia?” tanya Jay lagi.
“Astaga! Jay, kalau aku harus pilih antara kamu sama dia, aku pasti pilih kamu. Beneran!” ujar Mina sambil tersenyum.
“Udah ah! Jangan nanya-nanya gitu lagi. Mood makan aku jadi rusak nih!” sahut Mina dan dia mengambil minumannya
Mungkin bagi Mina omongan tentang pilihan itu hanyalah sebuah basa-basi saja, tapi tidak bagi Jay yang sampai hari ini, sampai detik ini, dia memegang omongan itu di hatinya. Itu menjadi alasan dasar untuk dia tidak menyudahi cinta diam-diamnya kepada Mina dan akan menunggu yang entah sampai kapan dia akan dengan sabar berjuang agar Mina bisa melihat dirinya.
Sekali lagi dia bertanya kepada dirinya.
Haruskah dia menunggu? Atau haruskah dia mempercepat prosesnya?
Bersambung
bab selanjutnya kembali ke masa sekarang
__ADS_1