Cinta Bisa Menyusul

Cinta Bisa Menyusul
Bab 54 Celah


__ADS_3

Setelah delapan bulan pencarian dan belum menghasilkan, ayah Mina meninggal dunia karena serangan jantung. Belumlah duka itu berakhir, Ibu Mina menyusulnya tepat setahun ketika Mina hilang. Tangan Sesil semakin penuh. Ia harus bertanggung jawab atas perusahaan orang tuanya yang tentunya sekarang menjadi perusahaan Mina dan Sesil juga. Pembacaan waris ditunda. Sesil memilih menunggu sampai kakaknya ditemukan agar semuanya menjadi jelas. Dengan tugas yang semakin berat, Sesil meminta bantuan Yungi untuk mengurus perusahaan Mina dan membiarkan dirinya untuk berkonsentrasi pada perusahaan yang ditinggalkan oleh orang tuanya. 


Seiring dengan itu, pihak kepolisian menutup kasus hilangnya Mina. Alasannya sudah terlalu lama, menghabiskan banyak tenaga dan uang. Yungi tak bisa berbuat apa-apa kecuali mengandalkan pada sang detektif yang berpura-pura setia padanya, melakukan pencarian dan mengirimi berita. Dan sampai detik itu, tidak ada hasil yang membahagiakan. Yungi kelelahan. Tanpa dukungan istri, anak yang semuanya membutuhkan perhatian dan perusahaan alias toko-toko  Mina yang kini juga menjadi tanggung jawabnya. 


Kemenangan telak untuk Leo Sudarsono dan itu dirayakan dengan menghadirkan dirinya di hadapan Mina. Tentu saja Mina sangat terkejut. Ia tak menyangka bahwa lelaki itu adalah pelakunya. 


“Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Apa salahku kepadamu?” Mina menatap Leo dengan penuh kebencian. Hanya itu yang biasa ia lakukan sebab tangan dan kakinya diikat menggunakan borgol dan tali setelah puluhan kali ia mengamuk dan hampir bunuh diri.


Leo duduk di sebuah kursi tepat di depan ranjang sambil tersenyum. Dengan posisi kaki tumpang kaki dan wajah yang arogan, lelaki itu menatap Mina dengan cara yang menjijikkan.


“Salahmu adalah menolakku. Jika saja kau mengatakan iya waktu itu, aku mungkin tak akan bertindak sejauh ini,” jawab Leo dengan tenang.


“Lihatlah sekarang! Ini adalah bukti kesabaranku. Setahun dan aku sudah memperkirakannya. Apakah kau tahu bahwa polisi sudah menutup kasusmu dan suamimu hanya mengandalkan detektif yang ia sewa. Semuanya percuma. Para polisi dan detektif yang ia sewa itu sudah aku bayar dan mereka tidka akan berkutik. Di dunia ini, hmmm, ... siapa yang tidak suka uang, iya kan?” Leo menaikkan alisnya.


“Kau sudah gila!” Mina meninggikan suara, mengeluarkan amarahnya. 

__ADS_1


Leo tertawa. 


“Kau sangat imut bahkan saat kau marah. Aku menyukainya.” Leo bertepuk tangan. 


“Tapi kau benar! Aku gila, tapi itu juga karena kau. Awalnya, aku hanya ingin mengajakmu bekerja secara profesional, tapi karena kau menolakku, aku jadi penasaran. Apa kau tahu aku menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan uang untuk mencari tahu tentang dirimu, tapi ini sangat layak untuk diperjuangkan. Aku suka aura misteriusmu dan kau sudah membangkitkan semangatku untuk mencintai seseorang. Kurasa kau sudah menyentuh sisi sentimentilku dan aku tidak berdaya di hadapanmu. Apa kau tahu aku selalu memimpikanmu setiap malam dan setiap hari semakin tidak tertahankan. Hatiku tidak akan tenang jika aku belum memiliki dirimu. Nah, sekarang kau sudah paham kan, di mana letak kesalahanmu, hmm?” Leo menjelaskan panjang lebar. Selama ia menjelaskan, ia sempat beberapa kali berdiri lalu mondar mandir seperti seorang dosen yang tengah berceramah di dalam kelas. 


Mina hanya menatapnya dengan jijik. Ekspresi di wajahnya adalah rasa benci dan tatapan matanya dipenuhi dengan aura ingin membunuh.


“Kau menjijikkan,” sinis Mina. 


“Sekarang kau bilang seperti itu. Nanti kalau kau sudah menikah denganku, kau akan berkata sebaliknya. Percayalah! Aku akan menjadikan perempuan yang paling bahagia di dunia ini,” sahut Leo dengan rasa percaya diri. Ia berjalan mendekati Mina dan duduk di dekatnya. Tangannya menjulur ke arah wajah Mina, membelainya dan itu membuat Mina semakin jijik. 


“Benar. Di sini kau sudah menikah, tapi tidak di Amerika atau Thailand. Entahlah! Aku sedang menimbang-nimbang sekarang kita akan tinggal di negara mana. Tenanglah! Aku tidak akan menyentuhmu sampai kau menjadi milikku sepenuhnya. Aku ini lelaki terhormat dan kau perempuan yang aku cintai. Waktu kita masih panjang.” Leo berdiri dan berjalan mendekati pintu keluar. Lalu ia menoleh.


“Tidurlah yang nyenyak karena sekarang hanya aku yang bisa kau andalkan. Suamimu tidak akan bisa melakukan apa-apa,” ujar Leo. Ia menarik pintu dan keluar dari kamar, meninggalkan Mina yang terlihat sangat shocked. 

__ADS_1


Mina lemas. Tatapannya kosong seolah yang ia perjuangkan sudah mencapai titik menyerah. Ia tak menyadari seorang pelayan masuk ke dalam kamarnya, membuka borgol dan ikatannya agar ia bisa tidur dengan leluasa. Ia pejamkan matanya, tapi ia tidak benar-benar tidur. Banyak hal yang ia pikirkan dan di saat seperti itu, ia membutuhkan Yungi. Air matanya mengalir dan ia terisak, menangisi nasibnya. 


“Yun!” lirihnya lagi. Lalu, ia menyebut nama anak-anaknya satu demi satu. 


Malam itu saat ia benar-benar lelap dalam tidurnya, Mina bermimpi. Ia bertemu dengan ayah dan ibunya. Di dalam mimpinya itu, orang tuanya memakai pakaian pengantin. Mereka berada di tengah laut yang sangat luas nan indah, berdiri di atas sebuah perahu berpegangan tangan sambil melambaikan tangan kepadanya dengan binar mata kebahagiaan. Namun, tak lama kemudian, adegan mimpi itu berpindah pada sebuah rumah. Itu rumahnya dan di sana ia melihat Yungi yang tengah memeluk anak-anaknya sambil menangis. Mereka memanggil dirinya dan terdengar sangat menyakitkan. 


Mina terbangun seketika. Malam itu dia duduk memutar otak. Mimpi itu amat berarti baginya. Sebuah celah yang menyemangatinya agar ia bisa bertahan. Ia lalu memikirkan cara bagaimana ia bisa keluar dari sana. Ia tahu bahwa ia diawasi melalui kamera. Beberapa pelayan selalu memastikan bahwa Mina diperlakukan dengan baik dan mereka sering melihat ke satu arah di dalam ruangan itu seolah mereka takut kalau pelayanan yang mereka lakukan tidaklah cukup baik di mata majikannya. 


Ia juga tahu tidak ada pengawal atau siapa saja yang menjaga rumah itu sebab ketika ia selalu dibawa keluar oleh beberapa pelayan untuk mendapatkan matahari, ia tidak pernah melihat siapa pun di sana kecuali para perempuan itu. Dia bisa memastikan bahwa dia tidak  berada di kotanya karena rumah itu berada jauh di atas perbukitan dikelilingi oleh gunung dan hutan, menjadikannya terisolasi. Selain itu, cara pelayan berbicara juga tidak memiliki kemiripan dengan aksen dan dialek orang-orang di kotanya.  


Setelah seminggu mengamati bagaimana ia dilayani dan diawasi, Mina bisa memastikan bahwa tidak ada cara yang bisa ia lakukan untuk kabur dari sana. Rumah yang ia tempati benar-benar jauh ke mana-mana. Pun, jika ia melarikan diri, Leo akan dengan mudah menemukannya. Begitu banyak CCTV yang dipasang di luar rumah dan itu sepertinya bukan karena kekawatiran akan dirinya yang kabur melainkan karena keamanan rumahnya yang memang harus dipastikan karena di sekitarnya adalah hutan dan bukit. Binatang liar atau begal bisa jadi ancaman di sana. 


Namun, tidak ada manusia yang sempurna dan jalan cerita Mina dengan Yungi masih panjang. Tidak mungkin Mina akan berakhir dengan orang gila seperti dia. Leo melakukan sebuah kesalahan dan itu karena egonya yang luar biasa mengawang. 


Pada suatu hari, setelah hampir tiga bulan kasus ditutup, ia merasa di atas angin. Ia ingin Mina mengetahui seberapa besar cinta dia kepadanya dan semua itu ia simpan di kamarnya. Ia mengambil keputusan untuk membawa Mina kembali ke kotanya. Dan di situlah ia melakukan kesalahan. Cara yang ia lakukan sama. Membuat Mina tak sadar kemudian membawanya dengan menggunakan pesawat pribadinya. 

__ADS_1


Entah berapa lama ia melakukan perjalanan. Yang jelas saat Mina membuka matanya, ia sudah berada di sebuah kamar yang di sekelilingnya dipenuhi dengan fotonya, mulai dari ketika ia bayi sampai sekarang. Dan saat ia menyaksikan pemandangan itu, bukannya perasaan senang yang ada di hatinya, ia malah merasa sebal dan jijik dan karena itu pula ia langsung mual dan ingin muntah. 


Bersambung 


__ADS_2