
Suasana di dalam mobil begitu hening yang terdengar hanyalah deru mesin mobil yang membelah jalan raya.
Sayang... Adrian memecah keheningan di antara mereka berdua.
Humm Lina masih sedikit kesal dengan tingkah Adrian di cafe tadi.
Temenan sama Yessi udah lama? Adrian mengalihkan topik pembicaraan nya. mencoba memperbaiki suasana hati Lina yang sedari tadi cemberut.
Udah .. dari kuliah...
sama Imel dan Andine juga??
Iya sama Lina mulai meladeni pertanyaan Adrian
Terus sampai sekarang masih dekat ya??
Iya.. tapi dulu sempat gak pernah ketemu imel
Dia sempat nikah tapi cerai ..
Kenapa??
Suaminya pemabok dan suka mukulin dia..
Kasihan dia.. waktu itu dia tertekan dan sangat kacau
Yah imel memang sempat menikah dengan seorang laki laki bernama Andika. Teman kampus mereka juga, tapi pernikahan nya berakhir perceraian karena suaminya suka memukul dan suka mabok.
Kenapa ya laki laki itu kayanya sama aja!!!
Ehhh tunggu dulu dong.. gak semuanya begitu..
Ahh sama aja..
Tau darimana kamu?? Adrian sedikit emosi mendengar kata kata Lina
Aku gak pemabok ya dan gak suka mukul juga.
Ahh manis di awal pahit juga nantinya...
Enak aja... kamu kan belom coba nikah samaku??
__ADS_1
Coba dulu dong..
Emang pernikahan buat coba coba apa??? Lina mulai emosi juga
Lama berdebat tak terasa mereka sampai juga di kantor.
Lina langsung keluar dari mobil dan berlalu meninggalkan Adrian yang masih juga emosi di samakan dengan pria lain .
Enak aja dia sembarangan menilai orang, menyamakan aku dengan b*jinga*n suami Imel itu.
Sampai di ruangan nya dia memanggil Riko ke kantor nya.
Riki yang sudah sampai dan melihat tampang sahabatnya itu sudah negitu mengerti kalau pasti ada yang tidak beres.
Kenapa lagi loe bro???
Gua bingung sama Lina bisa bisa nya dia menilai aku sama seperti suami teman nya kalau akau suka mabok dan suka mukuli perempuan.
Dan dia beraninya bilang kalau menikah itu hanya manis di awal dan selanjutnya akan pahit.
Emang aku ada tampang pemabok dan suka mukuli istrinya??
Udah?? tanya Riko
Udah marah marah nya??
Nafas Adrian mengebu gebu dia tidak habis pikir dengan pemikiran Lina.
Dengan santainya Riko menjawab Sabar bro..
Gak usah emosi.. itukan penilaian dia. Mungkin di pikiran dia ya begitu.
Tugas mu adalah mengubah presepsi dia.
Pasti ada sesuatu yang membuat dia begitu bro. Tidak mungkin dengan hanya melihat suami temen nya begitu dia langsumg men judge begitu.
AHHHHH sudahlah... kamu keluar aja sama aja kamu membela Lina.
Lina rehat sebentar dari pekerjaan nya dan menuju pantry. Dia terduduk disana dan mengambil ponsel nya dari kantong rok nya .
" Gua habis berantem"
__ADS_1
send ke yessi
yessi: *Dimana loe
Lina: pantry
Yessi: gua kesana
Lina: oke
Tak berapa lama* yessi sampai di pantri.
kenapa loe??
Lina menceritakan kejadian siang tadi.
Loe salah Lin loe gak bisa menyamakan pria dengan satu pandangan. ok imel begitu tapi kan gak semua begitu. Banyak juga wanita wanita yang bahagia dengan pernikahan nya.
Ada juga yang wanita nya yang selingkuh atau gimana. Jangan pernah menjudge orang sama rata.
Penjelasan Yessi membuat Lina sedikit berpikir dan menyadari kalau dirinya memang salah.
Benar juga akau tidak bisa menilai dia dengan begitu saja , sementara pengetahuan ku tentang diapun belom apa apa.
Dia sedikit tersenyum mengingat kejadian siang tadi bagaimana marahnya Adrian saat di tuduh seperti itu.
Lina buru buru mengirim pesan ke Adrian.
MAAFKAN AKU...
Menunggu balasan yang tidak kunjung datang membuat Lina sedikit panik.
Apa dia benar benar marah dengan ucapan ku tadi??
Ahhh ya sudahlah kalau marah mau gimana lagi
Sepertinya dia masih marah Yes.Dia gak balas pesan ku.
Mungkin dia sibuk Lin... Yessi mencoba menenangkan sahabat nya itu.
Mungkin juga... semoga karena sibuk bukan karena marah.
__ADS_1