
Sepeninggal Lina dan Andine Ian mulai kepo apa masalah Andine.
Emang Andine ada masalah apa Yes?,
Saya gak tau pak, tadi kita hanya di telepon untuk menemani bapak malam ini jawab Yessi.
Tumben!! biasanya kalian selalu cerita!!
Mungkin nanti dia akan cerita pak jawab Yessi lagi yang memang tak tau masalah sebenarnya.
Ehh ngomong ngomong kalian pacaran ya? tanya Ian yang heran kenapa keduanya yang menjaga dirinya.
Hahh jawab keduanya serentak!
Iya pacaran!! sahut Ian lagi.
Ihhhh Al bergidik ngeri. Siapa yang mau pacaran sama nenek lampir begini pak kata Al.
Heh siapa juga yang mau pacaran sama loe!! bentak Yessi. Dasar dedemit kali angke loe ejek Yessi.
Apa loe bilang?? gua demit?? loe tuh wewe gombel.
Stop.. bentak Adrian yang pusing mendengar pertengkaran keduanya.
Keduanya langsung terdiam dan tertunduk malu.
Kalian disini untuk jaga saya bukan bikin saya makin pusing titah Ian.
Iya pak maaf jawab Alvian.
Lagian kenapa memang kalau kalian pacaran?? apa yang salah??
Salah pak, dia bukan tipe saya jawab Al singkat.
__ADS_1
Adrian hanya terkekeh. Cinta itu gak pake tipe Al.
Hati hati terlalu benci bisa bisa kamu jadi bucin.
Yessi yang mendengar itu hanya memajukan bibirnya.
Ihhh amit amit deh pak saya jadi bucin nya dia jawab Al dengan menunjuk Yessi.
Kalau bucin nya Lina sih saya mau kata Al.
Al mendapatkan tatapan tajam dari dang empunya kekaaih.
Hehehe Al menunjukkan cengir kudanya. Maaf pak hanya bercanda.
Candaan kamu gak lucu jawab Ian.
Ohh ya Yes.. apa selama saya koma Lina baik baik saja?
Yessi menggeleng. Dia gak pernah baik baik saja pak.
Deg
Bagai disambar petir aiang hari Ian mendengarnya.
Apa??
Iya pak .. dia hampir mengakhiri hidupnya setelah dia tahu kalau Adit lah pelaku kecelakaan bapak.
Emang bapak gak tau?? tanya Al penasaran.
Gak ada yang memberitahukannya!! jawab Ian kecewa.
Dia kecewa pada mamanya yang tidak menceritakan kejadian sebenarnya.
__ADS_1
Bapak bisa lihat pergelangan tangan Lina, ada bekas luka disana.
Ian berkaca kaca, dia tak menyangka Lina akan sebegitu nekadnya.
Kenapa dia melakukan itu Yes?,
Dia ingin tidur seperti bapak, dia tidak bisa menerima semuanya dengan tiba tiba. Adit yang mencelakai bapak, bapak yang tak.kunjung sadar, mbaknya yang marah marah. Terlalu berat untuknya pak, tutur Yessi.
Bapak beruntung punya Lina. Dia selalu menjaga perasaannya untuk bapak. Dia memutuskan kerja pun hanya untuk mengalihkan sedikit perhatiaannya dari bapak supaya dia tidak sedih terus.
Ya walaupun pengaruhnya hanya sedikit. Di kantor juga dia masih tetap aja kepikiran bapak, dan sering melewatkan waktu makannya.
Apa bapak gak melihat dia kurusan??
Mendengar pertanyaan Al dia baru menyadari memang kalau calon istrinya itu semakin kurus.
Seberat itukah yang dia tanggung?.
Yessiyang susah mengeluarkan airmata hanya mengangguk pelan.
Mama kenapa gak cerita ya??
Pasti Lina yang suruh jaga rahasia nya pak.
Makanya bapak jangan kelamaan tidur lagi. Nanti Lina aku ambil loh pak kalau bapak gak sama dia lagi tutur Al sembarangan.
Tatapan maut itu pun memandang Al.
Aku gak akan biarkan siapapun untuk mengambil Lina dari sisikku.
Iya pak saya juga tau bapak sangat mencintai Lina.
Ohh pasti itu!!
__ADS_1
Kamu bia tidur disofa Yes titah Ian yang dijawab dengan anggukan saja.