
Lina yang sudah bangun dari subuh tidak mengangkat tubuh nya dari kasur. Hari ini hari sabtu dan kantor libur dia terus mengutak atik ponselnya.
Merasa ada yang kurang dari kemarin siang itu Adrian tidak menghubunginya lagi.
Ada rasa rindu yang terselip tapi Lina tidak mau mengakuinya.
Ada yang kurang ketika Adrian tidak ada tapi Lina lagi lagi menyangkal perasaan itu.
Lina menaruh ponselnya di ranjang kemudian menatap langit langit kamarnya. Kembali terngiang di telinganya kata kata papa dan mama Adrian.
Apa aku harus menerimanya??
bagaimana aku menerimanya??
Lina menutup matanya dan mengingat semua kejadian dulu.
Ketika ibunya dipukuli oleh ayahnya .
ketika sang kaka menderita karena dipukuli suaminya.
ketika sahabatnya imel hampir dijual ke tempat hiburan malam agar suaminya bisa berjudi.
Itulah yang membuatnya tak ingin menikah.
Flassbackon
Plakk plakk plakk
Bunyi itu membangunkan Lina dan kakanya Reni.
Kedunya pun beranjak dari kamarnya, pemandangan yang mereka lihat sangat menyayat hati.
Ibu mereka tersungkur di lantai ketika di tampar oleh ayahnya.
Ayah mabuk lagi?? tanya Lina ketakutan pada ayahnya
Bukan nya menjawab Lina malah dirinya mendapat tamparan yang sangat keras sampai darah mengalir di sudut bibirnya .
Lina dan Reni hanya bisa menangis dan memapah ibunya ke kasur.
Setiap Ayahnya pulang dengan kondisi mabuk hal itulah yang akan selalu terjadi.
Berkali kali Lina dan Reni mendapat tamparan dari ayahnya ketika melindungi ibunya.
Berkali kali juga mereka mendapat tamparan ketika mereka menegur ayahnya yang suka bermain api dengan perempuan lain.
Sakit memang tapi ibu nya tak pernah mau meninggalkan ayahnya. Ibunya selalu percaya kalau suami nya akan berubah.
Itulah hal yang membuat Lina selalu selisih paham dengan Ibunya. Lina selalu mengatakan kepada ibunya untuk bercerai saja.
__ADS_1
Hal inilah yang membuat Lina tak pernah mau pulang ke kampung.
Karena disana dia akan melihat wajah ayah yang begitu dia benci.
Flashbackoff
Tak terasa air mata Lina mengalir mengingat kejadian itu lagi.
Krekn krekk krekk
Ponsel Lina berbunyi
Dengan lunglai dia mangambil ponsel nya.
BAYI GEDE
Lagi ngapain??
Lina: santai aja di kasur
Adrian: kamu belum mandi??
Lina : Belom
Adrian: pantesan bau
Lina: gak mungkin baunya sampai kesana
Lina tersenyum membaca kalimat terakhir Adrian
Lina: terserah kamulah
Adrian: mandi gi.. nanti malam kamu mau kemana??
Lina: iya bentar lagi mandi.. mau nongkrong sama teman
Adrian: cowok atau cewek??
Lina: cowok ama cewek
Adrian: gak boleh kalau ada cowok nya
Lina: kenapa??
Adrian: Aku gak suka..
Lina: cemburu??
Adrian: Mungkin!!!
__ADS_1
Lina: aku cuma makan sama yessi, imel ama Andine doank
Adrian: ohh ok
Lina: Kapan pulang??
Adrian tersenyum akhirya dia menanyakan nya juga umpat Adrian
Adrian: kenapa kangen ya??
Lina: gak nanya aja gak boleh
Adrian: boleh dong sayang kenapa gak boleh
kayanya besok baru aku bisa pulang
Lina: ohh baiklah hati hati disana
Adrian: kamu takut aku kecantol sama wanita lain??
Lina: mungkin ...
Adrian: I LOVE YOU aku gak akan kecoqntol cewek lain kok
Lina hanya tersenyum membaca isi pesan Adrian.
Adrian yang sedari tadi asyik berbalas pesan dengan Lina di kagetkan dengan bunyi ponsel nya.
PAPA?? Adrian langsung mengangkatnya
Adrian: Ada apa pa??
Indra: cepatlah pulang dan uruslah pernikahan mu
Adrian: maksunya pa??
Indra: papa sudah ketemu dengan gadis bernama Lina itu sepertinya dia gadis baik baik. kamu buru buru nikahin dia nanti keburu di ambil orang
Adrian: papa ngapain nemuin dia??
Indar: Papa pengen lihat bagaimanakah wajah wanita yang membuat hatimu luluh itu.
Adrian: Papa bisa ja!!!
Indra: Papa serius nak segeralah menikah dan berumahtanggalah
Adrian: Dia belum terima aku pa aku masih berjuang
Indra: Papa yakin dia mau dan kamu pasti bisa meyakinkannya.
__ADS_1
Adriqn: terimakasih pa
Indra langsung menutup telepon nya.