Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
BERTENGKAR


__ADS_3

Ting tong


Adrian langsung beranjak dari sofa untuk membuka pintu dia tau kalau itu adalah baju yang di pesan nya tadi.


Ini pesanan nya pak


Makasih ya..


sama sama pak


Adrian pun langsung menuju kamar nya untuk menaruh baju di ranjangnya.


Saat dia berjalan hendak memasukkan baju itu ke kamar Lina keluar kamar mandi dengan handuk terlilit di tubuhnya.


Adrian menelan liur nya perlahan dia terpesona dengan keindahan yang ada di hadapannya.


Lina pun diam bak patung mendapati pria itu di kamar tersebut.


Aku mau menaruh baju mu ini ucapa Adrian menaruh baju itu di atas ranjang.


Perlahan Adrian menghampiri Lina, jiwa nya tak tenang melihat tubuh Lina yang begitu indah.


Kamu seksi bangat goda Adrian


Ian..


Tapi ucapannya terhenti saat Adrian telah melingkarkan tangan nya di pinggang perempuan itu.


Memeluknya semakin erat menempelkan tubuh Lina ke tubuhnya.Mendekatkan wajah mereka.


Perlahan Adrian ******* bibir Lina yang sedaritadi membuat dia tak tenang.


Mata Lina melotot mendapat ciuman dari Adrian. Tangan nya tetap menggenggam handuknya. Dia begitu takut kalau handuk itu sampai melorot.


Drtt drtt drtt


Adrian melepas ciuman nya mendengar ponsel Lina berbunyi di atas ranjang.


Lina segera berlari kecil saat lelaki itu melepas pelukannya.


Mas Adit: Kita ketemu di taman dekat kantor mu sekarang mas tunggu PENTING.


membaca itu Lina pun kuatir ada apa?? Ok aku berangkat mas balas Lina.


Lina meraih baju yang sudah di sediakan Adrian dan masuk ke kamar mandi untuk memakianya.


Adrian penasaran dengan isi pesan itu dan membacanya.


Seketika wajah Adrian penuh amarah.


Ian aku pergi dulu ya buru buru kata Lina sambil bersiap siap setelah memakai bajunya .

__ADS_1


Mau kemana??


Ke taman??


Mau ketemu siapa?


Ada penting..


Saat lina membuka pintu Adrian mencegahnya.


Ada apa kenapa kamu buru buru??


Kamu mau ketemu pria mana??


Lina menghela nafas nya.


Aku gak mau berdebat Ian please mohon Lina.


Adrian pun meberi jalan pada kekasihnya itu.


Dia berinisiatif untuk mengikutinya saja.


Ada apa mas Adit tanya Lina yang telah mendekat kepada Adit.


Lin mas baru balik dari kampung kamu harus pulang kampung!


Kenapa???


Bisa sakit juga si tua bangka itu jawab Lina dengan senyum sinis.


Lin kamu gak boleh terus terusan dendam


Sampai kapan pun aku gak akan pernah memaafkannya.


Lin sekali saja buka pintu maaf untuk ayahmu.


Untuk apa mas memberi maaf buat pemabuk seperti dia.


Mas adit gak tau bagaimana sakitnya Ibu, aku dan mbak Reni menerima perlakuan dia.


Main perempuan, mabuk, mukulin anak istrinya. jawab Lina dengan emosi dan air mata yang suda menetes di wajahnya.


Mas tau.. tau semua tapi setidaknya hargai dia sebagai ayahmu.


Aku gak mau mas. jawab lina sambil berdiri hendak berlalu.


Adit menahan pundak Lina dan membalikkannya menghadap padanya.


Memeluk sahabat baik nya saat di kampung itu. Sahabat yang sudah dianggap seperti adik sendiri. Lina menangis sejadi jadinya di pelukan Adit. Mengingat semua kejadian dulu saat ayah nya berlaku kasar kepada mereka.


Adit melepas pelukan nya dan menaruh kedua tangan nya di kedua pundak Lina.

__ADS_1


Mas percaya kalau kamu bisa memaafkan ayahmu.


Jangan menjadi anak durhaka setidaknya berikan dia kesempatan untuk minta maaf.


Brukkk


Tiba tiba sebuah pukulan mendarat di pipi Adit


Brukk


Belum sempat melihat siapa yang memukulnya sudah mendapat pukulan lagi.


Adrian.. teriak Lina yang melihat nya


Adrian tak memperdulikan Lina dia terus menghajar Adit.


Adrian permana STOP..... teriak Lina


Adrian pun berhenti dengan nafas yang ngos ngosan.


Lina berlari melihat keadaan Adit.


Mas.. mas gak apa apa??


Siapa lelaki ini tanya Adit setelah berhasil berdiri.


Aku kekasihnya jawab Adrian.


Adit hanya tersenyum.


Ayo Lina antar pulang mas ajak Lina dan tidak menghiraukan Adrian.


Tega sekali kamu Ian kamu main pukul aja impat Lina dengan begitu kesal.


Lin kamu urus dia dulu titah Adit


Gak usah mas biarin aja..


Lina benar benar marah dengan kelakuan Adrian.


Adrian yang melihat tindakan Lina membuat amarahnya semakin memuncak.


Lin.. lina.. teriak Adrian.


Lina memghampiri Adrian,


Aku gak pernah tau kalau kelakuan kamu begini Ian.


Dia siapa?? tanya Adrian


Tadinya aku mau menceritakanya padamu tapi melihat kelakuan mu aku gak akan cerita apapun dan jangan temuin aku lagi.

__ADS_1


Lina benar benar marah akan ulah Adrian yamg membabi buta itu.


__ADS_2