
Masih pagi Riko sudah sibuk di buat bos nya itu.
Riko cek semua berkas ini tidak ada yang beres satupun. Panggil semua karyawan kumpul semua di ruang meeting.
Lagi lagi mereka harus menghadapi bosnya yang begitu marah. Saat ini apapun yang mereka kerjakan semua salah.
sudah pukul 20.00 mereka masih di ruang rapat. Riko sudah kehabisan akal untuk menghentikan ulah bos nya itu.
Satu satunya cara adalah dengan memanggil Lina.
Dia pun mengirim pesan kepada Lina.
LINA TOLONGLAH KAMI SETIDAKNYA PIKIRKANLAH TEMAN TEMAN SEJAWATMU INI.
Dia pun mengirim video saat Adrian begitu marah kepada karyawannya.
Lina yang sedang berbincang dengan Andine pun kaget dengan Video yang di bukanya.
Kenapa Lin??
Lina menyerahkan ponsel nya kepada Andine.
Lin loe harus meluruskan ini pada Adrian loe gak boleh begini ini udah hari ke 2 loh! Gimana besok??
bahkan yessi bilang Adrian hanya mencicip sedikit makanan yang di berikan sekretarisnya untuk nya.
Pergilah dan tenangkan dia, dia melakukannya karena begitu mencintaimu.
Lina pun mengambil kunci motor, helm dan jaket nya. Dia memacu motornya menuju kantornya.
Dia mampir sebentar di rumah makan padang dan membeli sebungkus nasi untuk Adrian.
Sampai di kantor dia langsung menuju ruang rapat. sayup sayup dia mendengar suara Adrian yang membentak karyawannya.
Glekk.. semua mata tertuju pada pintu yang terbuka itu.
Lina menghampiri Adrian dan langsung menariknya.
Adrian hanya terdiam melihat gadisnya itu sudah datang. Dia sedikit lega karena akhirnya melihat wajah yang dirindukannya itu.
Dia mengikuti Lina.
Dengan sigap juga Riko segera membubarkan karyawannya dan memerintah kan pulang.
Dia tau kalau saat ini Lina akan bisa menangani Adrian.
Brukk Lina menutup pintu ruangan Adrian dengan kencang dia kesal dengan sifat Adrian yang melampiaskan amarahnya kepada karyawannya.
Dia mendudukkan Adrian sofa yang diikuti olehnya. Dia begitu marah kepada lelaki itu tapi begitu miris juga melihat keadaannya yang begitu kacau.
Maafkan aku Lin..!!!
Adrian memeluk Lina perempuan yang begitu di rindukannya itu.
__ADS_1
Lina tak menggubris perkataan Adrian, tapi sibuk membuka bungkusan nasi padang tadi.
Buka mulut mu titah Lina.
Adrian menggelengkan kepalanya.
Aku gak akan bicara apapun sebelum kau menghabiskan makanan ini. Titah Lina
Aaaaaaa Lina kembali menyodorkan sendok itu ke mulut Adrian.
Adrian pun memakannya dengan lahap dia memang begitu lapar saat ini.
Apalagi yang menyuapainya makan adalah orang yang di rimdukannya.
Entah sudah berapa bungkus makanan yang di beli Riko tapi tak di makannya.
Lina hanya diam dan terus memasukkan makanan itu ke mulut Adrian.
Dia melihat kekasih nya itu tampak lusuh sekali. Dan tampak begitu lelah. Ya kekasih yang telah salah paham antara dirinya dan Adit.
Maafkan aku Lin mohon Adrian kembali setelah dia menghabiskan makanan nya.
Kenapa kamu begini???
Aku gak tau Lin pikiran ku kacau sejak kamu tinggalkan aku di taman.
Kenapa kamu tidak makan??
kenapa kamu menahan karyawan sampai jam segini??
Lina langsung memeluk tubuh Adrian.
Adrian pun membalas pelukannya dan meminta maaf kepada Lina.
Maafin aku sayang.. tinggalkan lah pria itu.
Lina tau kalau Adrian salah paham terhadap Adit.
Kamu jangan salah paham aku dan Adit tidak ada apa apa.
Dia hanya sahabat ku saja.
Lina pun menceritakan pertemuannya dengan Adit.
Adrian begitu terkejut mendengar cerita Lina. Dia baru tau betapa sakitnya kehidupan kekasih nya itu dulu. Kini dia benar benar yakin akan perasaannya dengan Lina.
Maaf kan aku sayang maafkan aku..
Udahlah kamu gak usah minta maaf
yang lalu biarkan saja berlalu.
Adrian memeluk Lina kembali begitu eratnya dia memeluk kekasihnya itu. Dia tak mau kehilangan gadis nya itu lagi.
__ADS_1
Menenggelamkan wajah nya ke leher gadis itu. Menyesali semua yang telah dilakukan nya.
Ayolah kita harus pulang ajak Lina.
Kamu ikut dengan ku kan?? tanya Adrian
Iya ayolah Lina menarik tangan kekasih nya itu.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk samppai di apartemen Adrian.
Mandilah...
Adrian merebahkan tubuhnya di sofa yang diduduki Lina juga.
Kepalanya berbantalkan paha Lina.
Tidurlah.. kamu pasti kurang tidurkan.
Sayang temani aku tidur ajak Adrian.
Lina pun langsung mengiyakannya.
Keduanya berada di satu ranjang saat ini. Adrian memeluk Lina dia begitu merindukan kekasihnya itu. Baru 2 hari dia tak melihat nya dia sudah begitu kacau.
Sayang..
Hummm
Kamu jangan pernah tinggalkan aku ya..
Hummn tapi sepertinya lusa aku akan meninggalkan mu lagi!!
Kenapa??, kamu mau kemana lagi??
pergi dengan siapa??
Jangan selalu begitu Ian dengarkan penjelasan orang dulu. Lina sedikit kesal dengan pertanyaan Adrian.
Aku sudah putuskan untuk menemui ayah.
Tadi mbakku suruh aku pulang saja penyakit ayah sudah semakin parah dia memangil aku terus.
Apa kamu sesakit itu dulu sayang???
Hummm
Sudahlah tak usah di bahas lagi aku tak mau mengingat itu lagi.
Apa karena itu kamu ragu untuk menikah???
Hummm
Aku tak akan begitu sayang percayalah padaku bisik Adrian.
__ADS_1
Lina memeluk Adrian begitu pun Adrian yang sangay erat memeluknya dan larut dalam mimipinya masing masing