Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
PULANG


__ADS_3

Ketiga wanita itu sudah menuntaskan makan malamnya.


Lina, ibu dan mbak nya kembali duduk di ruang tamu.


Mbak coba kamu telepon mas Adit!! titah Lina.


Tuttt... tutttt... tut...tut..


Gak diangkat Lin! kata Reni dengan kecewa.


Coba lagi aja siapa tau tadi dia gak dengar.


Tutt... tutttt.....tuttt..


Halo Ren jwab pria di seberang sana


Halo Dit... kok lama diangakatnya?


Iya tadi gak kedengaraan.


Kamu sibuk ya Dit??


Iya gitu deh! Ada apa emang??


Kamu gak jadi pulang kampung untuk bahas pernikahan kita?? tanya Reni antusias.


Aku masih banyak kerjaan Re, kayanya pernikahan kita jangan dulu deh kata Adit dengan tegas.


Reni mencoba memahami Adit walau hatinya sedikit kecewa.


Ohhh ya sudah..


Apa ada lagi yang penting??


Dua minggu lagi sepertinya aku dan ibu kesana!


Memangnya ada apa?? mau ke apartemen ku??


Ya gak lah Dit , Lina akan menikah tadi dia udah dilamar sama Adrian. Kamu tau Adrian kan??


JLEBBB


Mendengar itu Adit sangat sangat marah dan kecewa. Kini matanya merah menahan amarahnya. Nafasnya memburu seolah ingin memukul seseorang.


Aku sibuk Ren aku matikan dulu ya kata Adit yang langsung mengakhiri panggilan itu.

__ADS_1


Kenapa mbak?? tanya Lina yang sedaritadi memperhatikan Reni.


Reni hanya mengangkat kedua bahunya.


Lina dan Irma saling pandang melihat ekspresi wajah Reni yang kecewa.


Ada apa Ren?? cerita sama kita ucap ibumya.


Pernikahannya di tunda dulu kata Adit bu tutur Reni dengan mata berkaca kaca.


Lina yang mendengar itu menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya kasar.


Alasannya apa mbak??


Katanya dia lagi banyak kerjaan??


ohhh jawab Lina dengan santai, sementara hatinya sudah benar benar tidak tenang.


Dia tau alasan Adit menunda pernikahannya dengan mbak nya.


Ketiga wanita itu pun saling diam, mereka larut dengan pikirannya masing masing.


Drt..drt...drt..


calon misua


Baby jangan lupa makan dan tidurnya jangan larut besok kita pulang!LOVE YOU.


Lina hanya membaca pesan yang di kirim Ian tanpa membalasnya.


Karena mendengar penuturan mbak nya membuat hatinya kacau.


Ya sudahlah mbak gak usah dipikirin. Kalau jodoh gak akan kemana kata Lina menyemangati mbak nya.


Iya Ren kalau nak Adit itu memang jodoh mu, dia gak akan kemana mana, sekalipun dia pergi dengan wanita lain dia akan kembali lagi sama mu nak.


Perkataan Lina dan Ibu nya mampu membuat hati Reni sedikit tenang.


Ya udah mbak kita tidur yuk ajak Lina.


Besok aku mau pulang, besok antarin aku ke hotel tempat Adrian nginap ya mbak pinta Lina.


Siap Lin .. jawab Reni dengan tegas.


Pagi harimya Lina dan Reni sudah sampai di hotel tempat Adrian dan orangtuanya menginap.

__ADS_1


Pagi baby... sapa Ian memeluk Lina, dan mencium pucuk kepalanya.


Lina menggeliat dan menghindari ciuman Ian karena malu di lihat calon mertuanya dan orang yang lalu lalang di loby hotel.


Miskha dan Hendra hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak nya itu.


Tak berapa lama taksi yang di pesan untuk mengantar ke bandara pun sampai. Keempatnya langsung chek in.


Hari sudah sore keempatnya sudah samlai di kediaman orangtua Adrian.


Mereka berempat asyik membicarakan tentang pernikahannya.


Lina menginginkan pernikahan yang sederhana saja, tapi Adrian dan kedua orangtuanya tidak menyetujuinya.


Apalagi Miskha yang sudah heboh dengan pernikahan Adrian.


Mah... Ian yang nikah kenapa mama yang heboh seh protes Adrian yang melihat mama nya sibuk menunjukkan macam macam bentuk kebaya di majalah kepada Lina.


Miskha tak menggubris Adrian dia tetap asyik dengan Lina


Hendra pun sibuk menanyai Adrian hotel mana yang akan mereka sewa untuk pernikahan Adrian.


Udah seh pa di hotel yang kita kelola aja jawab Adrian yang melihat ayahnya sibuk juga.


Kan masih ada hotel yang lebih mewah Ian,


Dengar ini pernikahan anak satu satunya mama dan papa yang sudah lama papa dan mama impikan.


Jadi beri kami kesempatan memberikan yang terbaik ucap Hendra dengan memohon.


Lina menatap tajam Adrian dan menarikmya ke dapur.


Udah lah sayang biarkan mama dan papa melakukannya.


Aku khawatir sama kamu aja baby, kamu kan pengen yang sederhana.


Gak apa apa! Benar kata papa Ian, dia hanya ingin yang terbaik buat anaknya.


Kamu benar gak apa apa? semua nya seauai keinginan papa dan mama.


Gak apa apa, yang penting aku menikah sama kamu! Jawab Lina menarik hidung Adrian.


Baiklah baby.. so.. kiss me


Lina mengecup lembut bibir Adrian dan berlalu menemui Miskha dan Hendra.

__ADS_1


__ADS_2