Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
ADIT


__ADS_3

MAAF YA BARU UP BANYAK KERJAAN SOALNYA


Ian bangun Ian Lina membangunkan Ian yang masih tertidur pulas.


Bangun Ian Lina terus mengguncang badan Ian dengan pelan.


Hummmm Ian langsung memeluk perut Lina yang duduk di samping nya.


Bangun buruan kita kan mau kerja.


Aku akan bangun kalau... Adrian tak meneruskan perkataan nya.


Kalau apa???


Ian menunjuk pipinya dengan jari telunjuk nya.


Lina yang tau artinya hanya tersenyum.


Kalau aku gak mau???


Aku gak akan kerja dan tetap memeluk mu.


kenapa dia menjadi seperti anak kecil ya?? batin Lina.


cupp cupp..


2 kecupan mendarat di pipi Ian. Wajah Lina langsung memerah karena malu.


Kenapa wajahmu memerah begitu sayang??? Ledek Ian sambil menyibak rambut Lina yang berantakan.


Panas ... jawab Lina dan berlalu dari Ian.


Ian yang melihat tingkah Lina hanya tersenyum manis.


panas darimana ?? dingin begini ac juga gak mati kan?? bilang aja kalau kamu malu sayang. Kamu sudah cinta sama aku kan??? bisik Ian dala hati.


MANDI.. teriak Lina dari luar kamar.


IYA SAYANG......jawab Ian yang masih senyum senyum.


Nanti habis makan siang ada meeting di kuar mungkin sampai malam.


Nanti kamu pulang sendiri ya sayang.


Baiklah... tapi nanti siang aku mau ketemu mas Adit.


Kenapa lagi??? sedikit kesal.


Ada yang mau aku omongin sama mas Adit.


Tapi jangan peluk peluk ya.


Kenapa?? tanya Lina yang pura pura gak tau maksud Ian.


Aku gak suka ada cowok lain yang peluk pacarku.


Tapi kan aku dan mas Adit gak ada apa apa Ian.


walaupun.. aku gak suka bentak Ian.


Iya... iya.. iya... Gak usah pake urat.


Jawab Lina dengan lembut karena dia melihat Ian sudah emosi.


Kata kata Lina mampu membuat Adrian melupakan emosinya.


Kita sudah sampai sayang!!


Iya udah tau kali..


Lina hendak keluar dan membuka pintu mobil tapi tertutup lagi karena Ian menarik tangan nya.


Lina menghela nafas nya dan membuangnya dengan kasar.


Apa lagi..???

__ADS_1


Ian hanya cengengesan dan langsung mencium bibir Lina.


Udah????


Peluk.... titah Ian dan merentangkan tangan nya.


Lina hanya menggelengkan kepalanya tapi langsung memeluk Ian.


Kamu sudah seperti anak TK aja Ian manja banget ujar Lina tapi tetap memeluk pria itu.


Gak apa apa kalau manjanya sama kamu doang.


Ian mengeratkan pelukan nya dan berbisik "I love you"


Lina merinding karena suara Ian yang tepat di kuping nya dan juga suara Ian yang begitu seksi.


Bisa gila aku lama lama dekat kamu Ian umpat Lina dalam hati dan melepaskan pelukannya.


Saat istirahat makan siang Lina langsung bergegas menuju taman.


Dia memang sudah janjian dengan Adit tadi pagi sebelum Ian bangun.


Keduanya kini duduk di taman dekat kantor Lina.


Lina tidak tau kalau Adrian juga mengikutinya dan mengintip Lina dan Adit.


Mas.. aku mau nikah!!!


Iya mas sudah tau dari mbak mu!


kamu mencintai laki laki itu???


Aku gak tau mas!


Menikahlah mas juga akan menikah dengan mbak mu!


Apa????


Iya mas akan menikah dengan mbak mu!


Mas pacaran dengan mbak Reni???


Iya sejak mas tau dia bercerai dengan suaminya.


Jadi mas yang mbak ceritakan ke saya???


Iya.


Cairan bening itu pun akhirnya melelh di wajah Lina, dia tak menyangka kalau orang yang begitu dicintai nya itu akan menikah dengan mbak nya dan akan menjadi kaka iparnya.


Sudahlah Lin...mas gak bisa menyayangimu lebih dari seorang adik.


Mas hanya menganggap mu sebagai adik mas.


Jangan pernah mengharapkan lebih dari mas. Lebih baik kamu menikah dengan lelaki itu Reni bilang dia begitu menyayangimu.


Adit adalah sahabat Reni yang sangat di cintai Lina. Lina pernah mengutarakan perasaannya kepada Adit tetapi di tolak Adit.


Lina terus mencoba melupakan dengan berpacaran dengan pria lain tapi dia tetap tak bisa melupakan nya.


Kali ini pun dia begitu berharap Adit akan melarang nya menikah karena cemburu, tapi kenyataan pahit yang di terimanya.


Belajar lah menerima dan melupakan mas Lin titah Adit.


Lina langsung memeluk Adit dan menangis di pelukannya.


Kamu akan terima dia kan?? tanya Adit


Lina hanya mengangguk.


Adrian yang melihat semuanya itu pun sangat kesal.


Ternyata kau begitu mencintainya!!!


prakkkk

__ADS_1


Ian menendang bekas kaleng minuman di hadapannya.


Mendengar itu Adit dan Lina pun melepaskan pelukannya.


Lina berlari mecari suara tadi dan dia melihat punggung Ian yang berlalu.


Lina menarik nafas nya dan menjambak rambut nya.


AHHHHHHH


Jelaskan dengan baik ke dia dan terimalah dia. Mas yakin dia mencintaimu dan akan membahagiakan mu.


Mas pulang ya..


Lina hanya mengangguk dan berjalan menunduk menuju kantornya.


Ian yang sudah sampai di kantor pun begitu emosi dengan apa yang di lihatnya tadi.


diakah cinta pertamamu?? sampai kau begitu sulit menerimaku?? kupikir kau benar benar mencintaiku lin.


tok tokk tokk


Masuk jawab Ian.


Kita berangakat sekarang Ian ajak Riko


Ayooo jawab Ian dan mengambil jas nya yang terngantung itu.


Saat di loby Ian dan Riko berpapasan dengan Lina.


Lina menghampiri Ian.


Kamu mau berangkat??


Humm


Hati hati ya titah Lina dan mencium pipi Ian.


Riko dan karyawan yang lain hanya melotot melihat kejadian itu.


Sementara Ian yang masih emosi menatap Lina dengan tatapan datar nya seolah tak terjadi apa apa.


Aku menunggumu kata Lina.


Humm


Lina tau Adrian sedang dalam keadaan marah karena kejadian di taman barusan.


Maafkan aku Ian gak bisa menjadikan mu yang pertama di hatiku umpat Lina dan berlalu meninggalkan Ian.


Tumben loe gak kegirangan di cium Lina biasa nya loe bisa liat dia senyum ke loe aja loe udah kegirangan. Riki menyerocos di dalam mobil yang di setirnya.


Dia mencintai orang lain jawab Ian datar.


serius???


Iya...


Tapi dia kan sudah menerimamu Ian!


Kalau karena keadaan terpaksa aku gak akan mau.


Tapi kelihatannya dia mencintaimu Ian.


Aku gak tau kita fokus kerja aja. jawab Ian datar lagi.


Keduanya pun telah sampai di tempat meeting nya.


Karena suasana hati Adrian yang tidak begitu bagus dia pun menolak kerja sama itu.


Dia tidak begitu bersemangat mengikuti meeting itu.


Di tempat lain Lina terus mengutuki dirinya.


kenapa aku harus berkata begitu kepada mas Adit?? mas Adit kau benar benar tak punya hati padaku.

__ADS_1


__ADS_2