
Hendra dengan cepat membereskan pekerjaannya dan ingin buru buru pulang melihat sang anak.
Hari ini kita harus pulang Ko!!
Kenapa om?? kan besok bisa pulang, ini sudah sore!!
Kita harus pulang dengan penerbangan terakhir Adrian sudah sadar!! dengan semangat Hendra memberitahukan Riko.
Deg...
Jantung Adrian seolah berhenti berdetak.Dia seperti tidak bisa menerima kenyataan bahwa Adrian sudah sadar dan akan bersama Lina lagi!
Perasaan apa ini??? marah?? cemburu atau apa??
Riko bingung dengan perasaannya sendiri bagaimana mungkin dia tidak bersemangat mendengat berita kesadaran sahabatnya.
Bagaimana bisa dia tidak mengaharapkan kesadaran Adrian??
Dia mengikuti semua perintah Hendra. Sampai di bandara pun dia mengikuti Hedra menuju rumah sakit.
Bagaimana perasaan mu nak?? tanya Hendra pada Ian yang sudah duduk di tepi ranjang.
Saat mereka masuk Lina sudah tertidur di samping Adrian. Adrian menyuruh mereka memelankan volume suaranya.
Aku sudah baikan pa!! dua tiga hari lagi sudah bisa pulang!! jawab Ian berbisik.
Papa senang sekali mendengar berita ini nak ucap Hendra memluk anaknya.
Anak satu satunya. Memeluk Ian demgan begitu erat dan tak terasa bulir airmatanya mengalir membasahi baju Ian.
Papa kenapa nangis??
Papa menangis bahagia nak!! bahagia kamu sudah bisa sadar setelah 3 bulan ini.
Ini semua atas kehendak Tuhan pa!! Doa papa , mama di jawab Tuhan.
__ADS_1
Lina juga selalu berdoa untuk mu nak!
Ian tau pa!!
Riko yang menyaksikan keakraban ayah dan anak itu merasa iri dia tak pernah begiu dekat dengan sang ayah sampai ajal menjemput nya.
Udah dong om mesra mesraannya aku juga mau peluk Ian kata Riko.
Ahh loe Ko ganggu aja!!
Sory bro habis nya loe bikin iri seh!!!
Maaf maaf Ko kalau gua bikin loe ingat bokap loe!!
It's okay
Papa kan sudah pernah bilang kalau Riko ini sudah papa anggap sebagai anak papa. Kamu nya aja selalu menjaga jarak dengan memanggil om.
Tau tuh pa!! jawab Ian.
Mulai sekarang kamu harus panggil om papa dan kamu jadi kaka nya Ian. Kamu harus jagain Ian.
Ogah gua punya adik kaya loe!! cengeng... bentak Riko.
Ian hanya menempelkan telunjuknya di mulutnya menyuruh Riko memelankan suaranya.
Iya iya.. yang lagi bermesraan.
Kata mama dia selama ini kurang tidur.
Iya dia selalu jagain loe sepulang kerja sampai pagi kadang dia gak tidur.
Iya.. gua merasa bersalah membuat dia seperti itu.
Loe gak salah Ian dia hanya kaget dengan semuanya.
__ADS_1
Ian hanya mengagguk tanda setuju.
Sudah sudah.. tidak usah di bahas lagi titah Hedra.
Selamat ya bro akhirnya loe bisa sadar juga dan bisa bareng Lina lagi kata Riko dan memeluk Ian.
Makasih bro loe udah jagain Lina, mam, papa dan perusahan selam ini.
Itu sudah menjadi kewajiban gua bro.
Ohh ya Adit sudah mendekam di penjara.
Oya mama sudah kasih tau semuanya bro. Thanks ya bro!!
Hendra bahagia melihat keduanya yang begitu akrab. Hendra memang selau menganggap Riko sebagi anaknya hanya Riko saja yang selalu menjaga jarak darinya. Dia berharap suatu saat Riko akan menganggap nya sebagi papa nya.
Karena sudah larut keduanya pun pamit pulang.
Hedra pulang di jemput supirnya tapi sebelumnya mereka mengantar Riko duku ke apartemen nya.
Sampai di apartemennya Riko membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.
Nyaman itu rasa yang dia dapat disana.
Dia memejamkan matanya dan mengingat oo kebersamaannya denga Lina selama Ian koma.
Tak terasa airmatanya menetes.
RIKO PROV
Aku baru sadar cinta ini memang benar adanya.
Melihat mu berbaring dengan nya tadi sudah membuat hatiku hancur. Bagaimana aku bisa melihat mu nanti bersanding di pelaminan.
Tidak adakah sedikit waktu merasakan bersamamu??
__ADS_1
Beri aku sedikit saja waktu berdua dengan mu biarkan aku merasakan kebersamaman itu!!!
Riko lelah dengan angan angan nya dia pun tertidur.