Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
CEWEK MATRE


__ADS_3

Pagi ini Lina dan Adrian akan berangkat ke kantor.


Walau sudah mengenakan baju kerjanya, Lina enggan berangkat kerja. Enatak kenapa dia begitu malas untuk berangkat.


Kenapa? tanya Ian yamg melihat kekasihnya duduk dengan tatapan kosong.


Gak kenapa napa, cuma malas aja berangkat kerja!


Ada apa?? apa ada masalah??


Lina hanya mengangkat kedua bahunya, lalu berdiri menghampiri Ian yang duduk di hadapannya. Dia duduk di pangkuan Ian dan memeluknya.


Adrian mengelus punggung Lina.


Ada apa baby?? tumben begini!!


Gak tau kenapa tapi aku gak mau pisah dari kamu sayang!!


Siapa yang mau berpisah??


Gak tau perasaanku pengen bareng kamu terus.


Kamu sakit? tanya Ian yang masih memeluk Lina.


Lina hanya menggeleng.


Kamu mau istirahat? gak mau kerja?,


Gak tau sayang.. aku hanya gak mau pisah dari kamu saja.


Baiklah.... kita akan bersama sampai di kantor, tapi aku harus pimpin rapat baby, kamu tau kan Riko baru siang nanti tiba.


Lina menarik nafasnya dan membuangnya kasar, berdiri dan meraih tas nya dengan wajah di tekuk.


Ayolah.. nanti kamu terlambat ajak Lina.


Adrian meraih lengan Lina dan merengkuh kedua sisi wajahnya.


Kenapa?? Ada apa??


Lina meneteskan airmata.


Adrian makin bingung, dia tak tau kenapa, Ada apa dengan pacarnya ini.


Kamu kenapa baby?? kalau kamu gak ngomong aku gak tau!!


Aku mimpi kamu di tembak orang.. dari pagi aku ketakuta , semuanya terasa nyata seperti ada orang yang akan memisahkan kita.


Hey.. hey.. jangan bicara begitu!! siapa yang mau memisahkan?? gak akan ada baby.. jangan menangis lagi titah Ian dan menghapus airmata Lina dengan jempolnya. Dia peluk gadis itu dengan begitu erat. Mengelus punggungnya dan mencium pucuk kepalanya.


Jangan menangis lagi. Aku mencintaimu baby..


Aku juga mencintaimu sayang kata Lina dengan mengeluarkan airmatanya.


Adrian bingung dengan tingkah Lina dari pagi.


Dari bangun tidur saja dia ogah ogahan. Dia terus saja memeluk Adrian di ranjang. Sampai sampi Adrian menggendongnya masuk ke kamar mandi.


Bukannya tidak senang dengan tingkah Lina dia juga pegen seharian ini bersama Lina, tapi mau gimana lagi dia harus buru buru ke kantor umtuk mengikuti rapat.

__ADS_1


Dilepaskannya pelukan itu dan mengajak Lina untuk berangkat ke kantor.


Dengan lunglai Lina melangkah menuju meja kerjanya.


Setelah duduk dia kembali mengingat mimpinya. Itu bukan seperti mimpi, semunya terasa sangat nyata.


Lamunannya di kagetkan kedatangan Alvian.


Hey.. apa ini?, tanay Adrian menunjukkan undangan pernikahan Lina dan Adrian.


Apa?. itu undangan pernikahan jawab Lina.


Iya pernikahan siapa??


Loe gak bisa baca Al??


Alvian mendengus kesal, ternyata loe pacar bos disini?


Lina hanya tersenyum mendengarnya!


Kenapa Al??


Kenapa loe gak pernah ngomong??


Untuk apa? untuk pamer?? tanya Lina kesal.


Loe matahin hati gua Lin!!


Lina hanya terkekeh, mendengat ucapan Alvian.


Jangan tertawa!! larang Ian.


Menurut loe?? kalau gua gak naksir loe kenapa gua harus patah hati.


HAHAHAHAHA kita bisa jadi teman kata Lina.


Ehemmm ehemmm ehemm suara deheman Adrian membuat keduanya kaget.


Siaoa yang suruh anda godain calon istri saya?? tanya Adrian pada Alvian.


Lina hanya tersenyum melihat Alvian yang jadi salah tingkah.


Cukup sekali saya mengingatkan anda untuk tidak menggoda kekasih saya.


Baik pak.. maaf pak.. jawab Alvian ketakutan dan kembali duduk di belakang meja kerjanya.


Ikut aku.. titah Ian dan menarik lengan Lina, membawanya keruangan.


Yessi dan Anton yang dari tadi melihat kejadian itu menertawakan Alvian.


Apa loe ngetawain gua?? gak tau apa gua lagi patah hati.


Lagian berani berani nya loe naksir sama kekasih bos loe sendiri ledek Yessi.


Namanya juga cinta gak tau arahnya kemana aja.


Gaya loe Al sok iyess aja ledek Yesi.


Berisik loe Yes, sekali.lagi loe ledek gua, awas aja ancam Al.

__ADS_1


Kenapa.. loe mau ngapain??


Alvian bangkit dari bangkunya dan mengahampiri Yessi, menunduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yessi semakin dekat sampai Yessi menahan nafas.


Gua akan cium bibir loe yang manis ini ancam Alvian dan berlalu meninggalkan Yessi yang sesak nafas mendengar ancaman Alvian.


***


Di ruangan nya Adrian masih saja mendudukan Lina di pangkuannya, memeluk pinggang Lina.


Apa dia menggodamu??


Tidak!! kenapa dia harus menggodaku??


Sepertinya dia menyukaimu!!


Mungkin!! tapi itu hak dia sayang jawab Lina asal.


Apa dia sangat menarik??


Tidak!!


Kenapa??


Karena dia tidak kaya seperti kamu!!


Aku baru tau kalau kekasih ku ini ternyata cewek matre!!


Lalu kamu menyesal mau menikahiku??


Tidak!! jawab Ian yang tau kalau kekasihnya itu lagi menggodanya. Kamu bebas menggunakan uangku untuk apapun.


Kalau begitu kemarikan dompet mu pinta Lina menjulurkan tangannya.


Adrian mengambil dompetnya dan memberikannya pada Lina.


Baiklah tuan muda nanti aku akan menghabiskan isi dompet mu yang lumayan tebal ini kata Lina yang sudah melihat isi dompet Ian.


Gunakan sesukamu titah Ian.


Kalau begitu bisa kah kau melepaskan pelukanmu??


Boleh asal kau cium aku dulu!! titah Ian memajukan bibirnya.


Lina mengecup bibir Adrian dengan lembut.


Kamu tau kenapa aku memilihmu?? bisik Lina di telinga Adrian.


HUMMM


Karena kau adalah Adrianku!!! bisik Lina di kupingnya dan mencium pipi Adrian.


Senyum Adrian merekah dan melepaskan tangannya dari pinggang Lina.


Lina berlalu dan menaruh dompet Adrian di meja kerjanya.


Gak jadi menggunakannya baby?? tanya Adrian.


Untuk apa?? kamu gak beritahu aku pin Atm mu, kalau hanya yang di dompet sepertinya kurang sayang.

__ADS_1


Bye.. lambai Lina dan pergi meninggalkan Adrian yang masih saja tersenyum dengan tingkah kekasihnya. Hari hari Adrian kini memang sangat bahagia setelah kedatangan Lina di hidupnya.


__ADS_2