
Apa apan seh loe Ko??? tanya Lina yang kaget melihat tangan Riko mengeluarkan darah karena memukul kaca di tembok ruangannya.
Mendengar suara kaca pecah Lina yang lagi lewat ruangan Riko langsumg masuk.
Loe kenapa??
Riko masih saja diam membiarkan tangannya mengeluarkan darah!!
Sakit neh orang... ucap Lina kesal dan mengambil kotak p3k.
Lina menarik Riko dan mendudukkannya di sofa. Menarik tangannya yamg luka dan membersihkannya.
Riko hanya diam mengikuti semua perlakuan Lina.
Loe kenapa seh??? tanya Lina yang sudah membalut tangan Riko dengan perban.
Loe boleh keluar Lin usir Riko.
Baiklah.. mungkin loe belum.mau cerita sama gua. Kalau nanti loe udah siap loe bisa cerita.
Gimana gua bisa cerita sama loe Lin?? loe lah penyebab semua ini, perasaan ini Lin gak bisa lagi ku bendung. Setiap hari kita ketemu dan itu semakin menumbuhkan rasa cinta di hati gua. Bagaimana bisa aku mencintai pacar sahabatku?? bagaimana bisa aku menyumpahi Adrian untuk meninggal demi mendapatkanmu??.aku egois Lin batin Riko.
Dia memang kini menyadari perasaanya ke Lina. Satu hal yang dia tau adalah dia mencintai Lina.
Dan satu hal lagi Andine tau kalau Riko mencintai Lina.
Andine lah yang selalu menyadarkan Riko.
#Flashbackon#
__ADS_1
Rik loe gak bisa ngelak dari gua lagi!!
Loe mencintai Lina kan??
Apa apan seh kamu Din??
Rik aku lihat semua dengan mata kepalaku ini aku lihat nagaimana kamu memperhatikan Lina, bagaimana kamu.mengkhawatirkannya kalau dia melewatkan jam makannya.
Sekalipun aku memcintai Lina tapi tetap gak bisa memilikinya kan!! kata Riko putus asa.
Untuk itu aku mau menyadarkanmu Rik stop mencintai Lina. Bisa bisa kamu kehilangan dia kalau dia tau kamu mencintainya!!!
Lina gak akan pernah tau kakau kamu gak kasih tau dia Din.
Kamu bisa percaya sama ku Rik aku gak akan pernah memberitahu rahasia ini.
Deg
Riko teringat akan hal itu. Beberapa minggu ini dia memang melupakan Adrian. Dia tak pernah mampir lagi untuk sekedar melihat Adrian. Dia juga hanya menunggu Lina di parkiran rumah sakit saat berangkat kerja. Dia tidak suka melihat adegan Lina yang selalu mencium Adrian saat berangkat kerja.
Dia cemburu, benar benar sangat cemburu.
Aku gak tau Din!!!
Mungkin aku akan mencintainya terus!!!
Kamu gila Rik!!!
Iya aku emang gila Din gila karena mencintai kekasih sahabat ku sendiri.
__ADS_1
#Flashbackoff#
Pembicaraan dia tadi malam dengan Andine lah yang menyebabkan dia memukul kaca di tembok itu.
Pak Riko kenapa Lin?? tanya Alvian dan Yessi yang juga mendengar kekacauan itu.
Lina hanya menggeleng dan kembali duduk.di belakang mejanya.
Loe yakin gak tau?? desak Yessi.
Gua gak tau Yes!! kalau penasaran tanya aja sendiri sana titah Lina.
Ogah.... nanti gua malah kena semprot.
Setelah Lina membalut tangan nya Riko memutuskan untuk pulang ke apartemnnya.
Pulang kerja Lina mencari cari Riko ke sana kemari tapi tidak menemukannya.
Dia menanyakan satpam dan mengatakan kalau Riko sudah pulang sedari siang!!
Biasanya Riko akan mengantarkan Lina ke rumah sakit.
Rumah sakit sudah menjadi rumah Lina saat ini. Dia benar benar tidak mau kalau harus balik ke apartemen. Dia akan selalu teringat kebersamaannya dengan Ian.
Setiap dia pergi kesana kemamgan itu akan memutar di otaknya.
Airmata itulah yang akan keluar ketika
mengingat semua kenangan itu. Di kantor pun dia tak pernah mau memasuki ruangan Adrian.
__ADS_1