Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
AKUR..


__ADS_3

Lina dan Adrian sudah akur kembali mereka sedang menyantap makan malam yang kemalaman, pesanan mereka. Saking asyik dengan diamnya mereka keduanya lupa kalau mereka belum makan malam.


Di Apartemen nya Riko sedang Asyik memandang photo Andine yang di ambilnya secara diam diam saat pesta pertunangan Lina. Dia memang sedang tergila gila kepada Andine, entah apa yang membuatnya kecintaan pada wanita itu. Sudah dari sore Riko mengirim pesan kepada Andine tapi tak kunjung di balas. Besok pagi Riko berencana menjemputnya untuk berangkat kerja.


Aku akan mendapatkan cintamu Andine kata Riko.


Sementara Adit sedang frustasi di dalam apartemen nya. Dia banyak minum hari ini. Panggilan dari Reni pun dia abaikan. Yang ada di otak nya saat ini adalah bagaimana Lina menolak ajakannya untuk bersama.Yang di pikirkannya saat ini adalah bagaimana cara memisahkan Adrian dan Lina, dia berencana membatalakan pernikahannya dengan Reni.


Kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu pun sekarang sedang berada di ranjang yang sama dan hendak menuju alam bawah sadarnya.


Ian.. panggil Lina dan berbalik menghadap Ian.


Humm jawab Ian yang sudah memejamkan matanya.


Aku mau cerita sesuatu!


Apa??


Tapi janji duku kamu gak akan marah.


Berita baik atau buruk?? Ian masih memejamkan matanya.


Buruk jawab Lina dengan ragu ragu.


Kenapa?? Ian membuka matanya dan meraih Lina masuk ke pelukannya. Seperti ada rasa takut di hatinya saat Lina mengatakan berita buruk.


Lina hanya menurut saja perlakuan Adrian. Lina membalas pelukan itu.


Tadi mas... Ad...dit..


Kenapa?? yang benar ngomong nya baby.


Lina menarik nafas nya dan membuangnya perlahan seolah mengumpulkan kekuatan untuk mengatakannya. Dia gak mau nanti Adrian tau dari orang atau dari Adit.

__ADS_1


Tadi mas Adit bilang kalau dia gak suka kalau aku sama mu Ian dan dia juga suruh aku untuk tinggalkan kamu dan menikah dengan dia. Satu tarikan nafas Lina mengatakannya.


JLEBBBB...


Adrian begitu kaget mendengar penuturan Lina.Dia tau kalau kekasih nya itu belum bisa melupakan Adit. Tapi dia menciba menahan emosinya.


Kamu jawab apa baby tanya Adrian yang masih memeluk Lina.


Aku jawab sudah terlambat dan aku menunjukkan cincin ini sama dia.


Gimana perasaan kamu???


Perasaan apa??


Yahh perasaan kamu?? aku tau kamu belum bisa melupakan dia sepenuhnya kan.


Lina melapas pelukan Adrian dan duduk di atas ranjang. Dia menarik Adrian juga untuk duduk dan menghadap dia. Dengan sangat malas Adrian duduk dan menghapad Lina.


Jujur aku memang masih belum bisa melupakan Adit sepenuhnya sayang. Tapi aku akan tetap sama kamu.


Bukan??


Trus karena apa??


Karena kita sudah tunangan dan akan menikah jadi aku gak akan mungkin sama Adit.


Tidak puas dengan jawaban Lina Adrian kembali merebahkan dirinya diatas kasur dan menutup wajahnya dengan bantal.


Baiklahh baiklahhh kalau hanya karena itu kamu bisa balik ke mas Adit mu itu titah Adrian.


Lina kembali menarik nafasnya dan menarik Adrian untuk duduk.


Apa lagi?? tanya Adrian kesal.

__ADS_1


Kamu tau kenapa aku gak bisa meninggalkan kamu??


Kenapa??


Karena kamulah yang terbaik dan aku sudah menyayangimu. Kamu tau aku selalu kesepian kalau kamu gak ada. Kamu tau gak kalau aku kangen banget sama kamu kalau kamu pergi kemana mana. Mungkin Adit susah hilang dari hatiku karena dia orang pertama yang aku cintai. Tapi untuk selanjutnya aku akan mencintai kamu Ian tutur Lina dengan berlinang airmata.


Adrian yang melihat Lina menangis merasa bersalah telah meragukan Lina. Dia menarik Lina dan memeluknya erat sangat erat.


Aku tadi takut kamu pergi Ian, kamu gak angkat telepon aku dan gak bales pesan ku. Kamu tau gak aku ketakutan. Aku takut kejadian kemarin kemarin kejadian lagi. Tutur Lina yang masih di peluk Adrian dengan berlinang airmata.


Maafin aku sayang aku gak tau aku hanya kesal aja lihat gambar kamu dan laki laki lain. Tadi aku cuma nongkrong sama teman di restoran.


Maafin aku ya baby kata Ian dan menghapus sisa airmata Lina dengan jempolnya.


Jangan begitu lagi Ian kalau ada apa apa langsung tanya aku.


Iya sayang.. maafin aku ya, aku pasti akan nanya kamu lagi.


Ian berkali kali mengecup kening dan pucuk kepala Lina.


Dia begitu merasa bersalah atas tindakannya.


Tapi ada lagi ketakutan aku sayang.. kata Lina.


Apa??


Adit bilang dia akan mengusik teman teman ku.


Udah gak usah di pikirin selama ada aku gak akan terjadi apa apa.


Udah ya baby.. jangan nangis lagi kita tidur aja ya.


Keduanya pun tidur dengan berpelukan.

__ADS_1


Author tolong votenya dan komen nya ya.


__ADS_2