Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
HUMMM


__ADS_3

Lina meninggalkan Adit di dalam cafe itu.


Saat ini dia benar benar kacau dengan semua perkataan Adit. Saat dia mencoba memulai yang baru kenapa Adit harus datang lagi dengan sebuah pernyataan cinta. Lina benar benar kacau.


Di dalam cafe Adit benar benar geram dan marah karena di tolak Lina mentah mentah. Rasa tidak terima Lina menjadi milik orang lain semakin menggebu di hatinya.


Di tempat lain Adrian benar benar marah melihat sebuah pboto yang dikirim kepadanya. Photo saat Adit menggenggam tangan Lina. Ya dia menyuruh seseorang untuk mengikuti Lina.


Berani berani nya kau Adit.batin Adrian di sela sela rapatnya.


Hari sudah sore tapi Adrian tak kunjung sampai juga di kantor.Sementara Riko sudah berada di kantor. Lina bingung harus pulang dengan siapa karena tadi pagi dia berangkat bersama Adrian.


Berulang kali Lina menelepon Adrian tapi tidak diangkat, beberapa pesan pun sudah dikirimkan tapi tak kunjung berbalas.


Kenapa lagi kamu Ian???


Hey... ngelamun aja.


Alvian menepuk bahu Lina yang sedang asyik memainkan ponselnya.


Bikin kaget aja loe Al ucap Lina kesal.


Makanya jangan ngelamun mulu tuan putri.


Mau pulang bareng gak???


gak ah... kapan kapan aja.


Lina gak menolak ajakan Alvian karena dia tau kalau Adrian tau maka akan ada lagi ngambek part selanjutnya.


Lina memutuskan untuk pulang di antar Yessi.


Saat mekihat Yessi keluar dari parkiran Lina memanggil nya dan meninggalkan Alvian.


Yess gua nebeng ya....


Calon suami loe mana emang??


Gak tau tadi katanya ada rapat di luar kantor.


Ohhhh


Lina dan Yessi pun membelah jalanan yang sangat macet karena sekarang adalah waktu pulang pekerja.


Yessi dengan konsentrasinya memacu kuda besinya. Sementara Lina di belakang masih memikirkan Adrian. Tak biasanya Adriqn seperti itu. Ada apa?? kenapa dia gak telepon aku?? dia kan tau aku gak bawa motir ke kantor.


Banyak pertanyaan yang terlintas di otak Lina.


Lina memasuki apartemen Adrian langaung mencari keberadaan Adrian, tapi hasilnya nihil.


Perasaan Lina semakin gak karuan. Akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Riko.


Tuttt...tuttt.tuttt.

__ADS_1


Halo... Lin


Halo pak Riko.


Iya ada apa Lina jawab Riko.


Pak Riko lagi bareng Adrian ya???


Gak Lin tadi habis rapat dia pergi sendiri setelah nganterin aku ke kantor jawab Riko.


Bapak tau gak kemana??


Kenapa gak telepkn aja Lin??


Aku udah telepon tapi gak diangkat pak.


Nanti aku coba telepon deh!! kalau gak tanya tante Miskha.


Ohhh Ok pak.


Kalian berantem lagi Lin???


Gak tau pak perasaan tadi pagi baik baik aja.


Nanti aku coba hubungi dia ya jawab Riko.


Baik pak makasih ya pak.


Darimana aja?? tanya Lina.


Dari rumah teman jawab Adrian ketus.


Ohhhh jawab Lina yang tidak puas karena melihat muka Adrian yang di tekuk.


Adrian langsung masuk ke dalan kamar dan mengambil handuk untuk membersihkan diri.


Melihat tingkah Adrian Lina menarik nafas nya dan membuangnya kasar.


NGAMBEK LAGI PASTI.


Lina tau kalau Adrian pasti lagi ngambek. Tapj apa sebabnya Lina belum tau.


Lina melihat ponsel Adrian di atas nakas dan membukanya.


membuka setiap pesan masuk dan akhirnya ketemu dengan pesan yang mengirimkan gambarnya dengan Adit di cafe dan juga Alvian di depan kantor. Entaj kenapa juga hati Lina menyuruhmya membuka ponsel Adrian.


Lina kembali menarik nafas nya dan membuangnya kasar. Dia tidak tau lagi harus berkata apa kepada Adrian yang selalu saja ngambek.


Lina meletakkan kembali ponsel itu dan berlalu ke dapur untuk mengambil minum.


Tak lama Adrian keluar dari kamarnya dan menyeduh kopi untukmya sendiri.


Kamu kenapa Ian???

__ADS_1


Gak kenapa napa.


Oh... jawab lina berohh ria.


Lina berlalu meninggalkan Adrian dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah 15 menit Lina pun keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap. Dia meliht Adrian yang masih saja cemberut. Adrian duduk di atas ranjang dengan menyenderkan kepalanya di kepala kasur. Dia memainkan laptop nya tapi sesekali melirik Lina yang lagi duduk di meja riasnya.


Kali ini Lina benar benar kesal dengan tingkah Adrian yang masih saja cembururan dan tidak mau menanyakan kejadian sebenarnya.


Setelah selesai dengan ritual nya Lina berlalu menuju ruang tv meninggalkan Adirna di atas kasur.


Keduanya tidak saling bertegur sapa. Adrian dengan laptopnya, sedangkan Lina asyik menonton tv dan sesekali membalas chat teman temannya.


Tak terasa malam sudah larut. Adrian baru saja menyelesaikan tugas tugasnya.Dia mengalihkan kemarahannya dengan mengerjakan tugasnya.


Dia keluar kamar untuk mengambil minum. Dia melihat Lina sudah tertidur pulas di sofa depan tv.


Dia menghampiri Lina dan berjongkok di hadapannya.


Adrian mengecup bibir Lina dan membelai rambutnya.


Kenapa tangan kamu ini di pegang laki laki lain ? aku gak suka ! kata Adrian lirih. Tapi Lina masih mendengar perkataan Adrian karena dia hamlnya pura pura tidur saat mendengar pintu kamar terbuka.


Dia daritadi berusaha untuk tidur tapi tidak bisa karena kepikiran Adrian yang masih marah.


Adrian kembali mencium kening Lina dan Lina langsung membuka matanya.


Gak ngambek lagi?? tanya Lina.


Wajah Adrian seketika memerah dan seperti ketakutan ketahuan maling. Tapi dengan cepat dia mengubah ekspresi wajahnya itu menjadi datar.


Siapa yang ngambek??? jawab Adrian salah tingkah.


Udah gak usah ngeles.. aku udah lihat ponsel kamu kok. Gitu aja ngambek.


Aku akan marah kalau masih ada aja cowok yang gangguin kamu dan itu mas mas mu itu kenapa dia pegang pegang tangan kamu.


Ya ampun Ian gitu aja kamu marah dia lagi belajar cara menembak cewek Ian jawab Lina berbohong.


Yang satu lagi tuh cowok siapa tuh??


Dia anak baru Ian namanya Alvian.


Kenapa dekat dekat kamu.


Ya ampun Ian dia itu hanya menawarkan tumpangan saja. Lagian kamu daritadi kemana aja sehh.


Katanya cinta tapi tega nelantarin pacarnya ucap Lina dengan berpura pura ngambek.


Aku kesal sama kamu baby.


Sekarang masih kesal??? tanya Lina menarik kedua wajah Adrian

__ADS_1


__ADS_2