Cinta Dan Dosa

Cinta Dan Dosa
KENAPA TUHAN


__ADS_3

Ada apa ma?? tanya Lina yang melihat Miskha terduduk di ruang tunggu ICU.


Miskha, dan yang lainnya tak bergeming. Tak ada yang berani buka suara?


Ada apa pa?? tanya Lina ke Hendra.


Lagi lagi tak ada jawaban.


Ada apa ko?? tanya Lina memandang tajam ke arah Riko.


Lina mengabsen satu persatu orang yang ada disana.


Lina tau kalau hari ini ibu dan mbak nya akan sampai!!


Apa mbak Reni dan inu yang ada disana?? tanya Lina ke Hendra.


Hendra hanya menggeleng.


Lina kembalj berpikir kalau bikan ibu dan mbak nya??


Lina menutul matanya,, ya pasti Adrian yang ada di dalam sana.


Lina diam mematung dia begitu yakin kalau yang ada di dalam sana adalah Adrian. Melihat semuanya diam membisu, tak ada yang membuka mulut satupun.


Adrian...... teriak Lina dan pandangan nya mulai gelap.


BUKKKKK... Lina terjatuh dan buru buru di tangkap Riko.


Semua khawatir menunggu dokter yang memeriksa Adrian, dan juga khawatir akan keadaan Lina.


Sudah 2 jam dokte memeriksa Adrian. Lina pun sudah tersadar dari pingsannya. Miskha dan Yessi mencoba menenangkan Lina.


Lina hanya terdiam tapi mata nya tak henti mengeluarkan cairan bening itu.


Yang di tunggu pun akhirnya keluar dari ruangan ICU.


Keluarga bapak Adrian??


Iya saya ayahnya jawab Hendra menghampiri dokter itu.


Bapak boleh ikut ke ruangan saya!! titah dokter itu.


Miskha pun mengikuti langkah Hendra. Mereka sampai di ruangan dokter itu.


Silahkan duduk pak/ bu.


Iya .. bagaimana keadaan anak saya dok?? tanya Hedra yang sudah duduk itu.

__ADS_1


Semuanya sudah kita tangani, tapi anak bapak koma. Ada benturan di kepalanya, banyak luka juga di tubuhnya.


Sampai kapan dia koma dok?, tanya Miskha yang sudah seaak mendengar penjelasan sang dokter.


Kita tidak tau bu?? semua kita serahkan kepada Tuhan kita hanya bisa berusaha.


Bisa saja di koma semalam, 2 hari , 3 minggu atau berbulan bulan bahkan bertahun tahun.


Hendra yang mendengarnya pun sudah sesak. Akankah dia kehilangan anaknya lagi??


Lakukan yang terbaik dokter saya mohon ucap sang ayah.


Kita pasti melakukan yang terbaik pak!!


Oh ya dok bisa kah kita memimdahkannya ke ruangan VVIp.


Bisa pak tapi kita harus memindahkan semua alat alat yang dibutuh kan nya.


Lakukan saja dok saya bersedia membayar berapapun.


Baik pak jawab sang dokter.


Bagaimana om?? tanya Riko


Nanti kita bicarakan, Adrian di pindahkan dulu ke ruangannya.


Bagaimana keadaan Lina?? kini Miskha yang bertanya.


Saya mengkhawatir kan nya tante, daritadi dia tak bersuara, dia hanya tak henti menangis.


Miskha mengahampiri Lina yang sedang menundukkan kepalanya.


Berdoa lah agar Adrian kuat!!! Ucap Miskha memeluk Lina.


Tangis Lina pun pecah, dia meraung raung dia terus menyebut nama Adrian membuat yang mendengar tangisannya itu menitikkan airmata juga.


Ian kenapa ma?? kenapa bisa begini.? tadi juga aku gak mau kalau dia berangkat!!!


Lina terus menangis di pelukan calon mertuanya itu.


Yessi dan Alvian yang masih setia menunggupun larut mendengar tangisan Lina.


Aku mau lihat Adrian ma pinta Lina.


Iya nanti kuta akan melihat nya, sekarang Adrian mau di pindahkan dulu ke ruang rawat ya!!


Lina hanya mengangguk dan masih menangis.

__ADS_1


Perih.. sesak.. sakit hati.. pilu itulah yang dirasakan Lina saat ini.Tiga hari lagi dia akan menikah, tapi Ian justru kecelakaan.


Kenapa?? kenapa?? kenapa Tuhan?? tanya Lina dalam hatinya.


Hedra dan Riko pun terlihat membicarakan sesuatu.Entah apa yang mereka bicarakan tak ada yang tau.


Miskha, Yessi dan Alvian sedang membujuk Lina untuk makan tapi tak berhasil.


Kabar kecelakaan ini pun sudah terdemgar ke telinga Ibu dan mbak nya Lina.


Mereka tau saat supir yang menjemputnya menceritakan kenapa bukan sang besan yang menjemput mereka di bandara.


Ibu dan Reni pun di bawa langsung ke rumah sakit.


Reni dan Ibunya tak kuasa melihat keadaan Lina yang kali ini pingsan lagi. Kali ke dua dia pingsan.


Bagaimana ini??


Kita harus merawat Lina di rumah sakit ini ma titah Hendra.


Miskha hanya mengangguk pertanda setuju.


Yessi oun sudah tak tahan melihat keadaan sahabat nya itu.


Sejak Adrian di pindahkan ke ruang rawat dia tak mau melihatnya. Dia hanya menunggu di luar ruangan.


Semua orang sudah membujuknya termasuk ibunya dan Reni tapi tak ada yang berhasil.


Dia benar benar tak tahan kalau harus melihat keadaan Adrian.


Mimpi mimpi nya berapa hari ini kembali hadir di bayangannya.


Airmatanya pun tak henti mengalir mengingat semuanya.


Seandainya.. seandainya.. seandainya aku terus menahan Adrian yess dia gak akan kecelakaan seperti ini .. tangis Lina pecah lagi setelah sadar.


Sudahlah.. Lin ini semua sudah takdir. Yang harus kamu lakukan adalah berdoa agar pak Adrian kuat dan segera bangun.


Kenapa Yes?? kenapa Adrian?? kenapa bukan aku??


Aku gak kuat yess.. aku gak kuat mbak adu Lina pada yessi dan Reni yang menunggunya disana.


Kamu harus kuat!! mbak yakin kamu kuat bujuk mbak nya.


Kenapa Tuhan?? apa dosa ku?? kenapa harus Adrian?? kenapa kau buat dia seperti ini??


Apa yang harus aku lakukan?? tanya Lina dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2