
Kedua insan yang dimabuk asrmara ini sudah dua jam berkeliling mall.
Banyak pakaian yang di belikan Adrian umtuk Lina.
Kebanyakan ini Ian, kamu mau pimdahin isi toko ini ke apartemen mu.
Kalau kamu mau baby akan kupindahkan.
Ada ada saja kamu Ian..!!
Sudah lah belanjanya, ini juga gak tau lagi kapan mau di pake protes Lina.
Baiklahh baiklahh.
Adrian memang membelikan beberapa pasanga baju, dan sepatu untuk Lina termasuk membeli baju dan sepatu couple.
Kamu udah kaya ABG aja Ian beli baju couple.
Sayang.. aku lapar rengek Lina.
Baiklah kita akan makan disana tunjuk Ian.
Keduanya masuk ke restoran itu dan memesan makanan.
Tak lama makanan pesanan mereka oun datang. Keduanya langsung melahap makannan itu karena mereka sudah kelaparan.
Hy... apa kabar kamu sayang !! sapa seorang perempuan pada Adrian.
uhuk.. uhuk.. uhk.. Lina tersedak melihat perempuan itu sudah mencium pipi Adrian.
Adrian pun kaget setengah mati, dia mencoba mengingat ingat wajah perempuan itu tapi tak diingat nya sedikitpun.
Maaf anda siapa?? tanya Ian yamg sudah tidak enak hati melihat tatapan Lina dihadapannya.
Kamu nenar benar lupa sama ku sayang??
Aku gak kenal sama anda, apa anda salah orang??
Kamu lupa satu tahun yang lalu kita berada di kamar hotel yang sama??
DEGGG
Jantung Adrian seolah berhenti berdetak mengingat kejadian itu.
JLEBB hati Lina sesak mendengar penjelasan perempuan itu.
Satu kamar di kamar hotel?? apa yang nereka lakukan??
Lina benar benar marah tapi dia mencoba menyembunyikannya. Satu tahun yang laku kan dia belum mengenal Adrian.
Kalian perlu bicara kata Lina yang bangkit dari tempat duduk nya dan pergi menimggalkan keduanya.
Dengan perasaan yang tidak karuan dia berjalan menuju parkiran, dia akan menunggu Adrian disana.
Dia memang marah, tapi dia bum mendengar penjelasan Adrian. Rasanya tidak adil kalau tidak menanyakannya dulu pada Adrian.
Dia pergi darisana hanya untuk memberi ruang untuk Adrian dan perempuan itu bicara.
Tak lama dia diparkiran Adrian sudah dtang menghampirinya.
Adrian begitu canggung di hadapan Lina dia ingin membuka mulutnya tapi bibir nya seperti dilem tak bisa terbuka.
__ADS_1
Kita pulang kata Lina memecah kebisuan diantara mereka.
sepanjang jalan pun Adrian tak bisa mengeluarkan kata kata, dia diam seribu bahasa dia takut Lina akan meninggalkannya setelah tau masalah ini.
Lina pun hanya diam dan sesekali memainkan ponselnya.Dia hanya memberi waktu umtuk Ian tenang dan akan menanyakannnya sampai di apartemen.
Keduanya pun sudah berada di aprtemen.
Lina langsumg masuk ke dalam kamar dan rebahan dia ingin meredakan kemarahannya dulu. Dia ingin bertamya tanpa ada emosi pada Adrian.
Melihat tingkah Lina membuat Adrian makin tak berani mengatakan apapun. Adrian yakin kalau Lina lagi marah besar.
Dia pun mengirim pesan pada Riko.
Adrian
Perempuan yang tidur dengan ku di kamar hotel satu tahun lalu muncul saat aku dan Lina makan siang
Riko
Apa respon Lina??
Adrian
Sampai saat ini dia masih diam dan tidur dikamar, dia pasti marah besar bro.
Riko
Bicara baik baik jangan sampai Lina salah paham dan meninggalkan loe.
Riko yang membaca pesan Adrian pun merasa bersalah. Karena ini adalah ulah dia.
Adrian pun memberanikan diri untuk berbicara pada Lina.
Baby.. baby panggil Adrian lembut.
HUMMM jawab Lina masih dengan keadaan mata tertutup.
Kamu mau dengar penjelasanku??
HUMM jelaskan.
Ini semua salah Riko!
Jangan menyalahkan orang lain Ian.!! Jawab Lina masih dengan mata tertutup.
Maaf baby.. Ian sudah tak punya kekuatan lagi untuk berbicara pada Lina.
Lina pun bangkit dan duduk, dia menatap Adrian dalam dalam, sampai Adrian salah tingkah.
Apa yang kamu lakukan di kamar hotel dengan perempuan itu??
Adrian mengumpulkan keberaniannya untuk menceritakan.
Dia adalah kupu kupu malam!
Malam itu aku mabuk berat karena masalah ku dengan Stella, Riko menyuruh perempuan itu membawa ku ke hotel dan ......
Perkataan Adrian terpotong dia tak tbisa mengatakannya.
Dan??? Lina semakin menatap Adrian.
__ADS_1
Dan... Lagi lagi Adrian tak bisa mengatakannya.
Dan... tanya Lina yamg sudah tau apa yang akan dikatakan Adrian, tapi dia ingin kekasih nya itu mengatakan sendiri.
Bukannya mengatakan Adrian malah memeluk tubuh Lina dengan erat.
Maafkan aku baby.. jangan tinggalkan aku jangan....
Lina hanya tersenyum dipelukan Adrian, melepaskan pelukan Adrian dan merengkuh kedua wajahmya.
Hey... siapa yang mau meninggalkanmu??
Aku hanya ingin kau jujur!!
Kau melakukannya dengan perempuan itu??
Adrian hanya menganggukan kepalanya, dan melepaskan tangan Lina dari wajahnya. Dia tak berani menatap Lina.
Apa ada perempuan lain?? tanya Lina.
No baby... Ian menatap Lina, Itu hanya kesalahan seandainya Riko tidak menyuruh perempuan itu akau gak akan bersamanya.
Benarkah?? bukan kamu yang menginginkan?? goda Lina.
Aku mabuk baby... rengek Ian.
Benar tak ada perempuan lain?? kalau ada berarti aku harus menyiapkan hatiku untuk cemburu lagi!!
Adrian hanya menggeleng, kamu tidak akan meninggalkanku kan baby.???
Gak sayang.. itu masa lalu mu, semua orang punya masa lalu dan aku harus menerima itu, sama seperti kamu yang menerima masa laluku.
Tapi kamu tak pernah tidur dengan laki laki lain baby!!!
Siapa bilang?? pernah kok!!! kata Lina mengerjai calon suami nya itu.
Ian menatap Lina dengan tajam, dia tak terima dengan pernyataan Lina.
Kenapa memandangku seperti itu??
Aku tak memandangmu seperti itu saat tau kau pernah tidur dengan perempuan lain protes Lina.
Baiklah.. aku akan menerimanya!!! ucap Ian pasrah.
Menerima apa?? tanya Lina.
Menerima kenyataan kalau kamu pernah tidur sama laki laki lain.
Benarkah??
Adrian mengangguk!! walau hatinya sangat sangat kecewa.
Baiklah bantu aku mencari laki laki lain mana yang akan kutemani tidur!!! titah Lina.
Hahh?? tanya Ian, dia mencerna perkataan kekasihnya dan dia sadar kalau dia lagi dikerjai calon istrinya itu.
Adrian langsung memeluk erat Lina dan menciumnya berulangkali.
Kau mengerjaiku saja kata Ian.
Lina hanya tertawa terbahak bahak.
__ADS_1