
PLAKKK
Tamparan Reni berhasil mendarat di pipi Lina yang sedang duduk di tepi ranjang Adrian.
Lina hanya mengelus pipinya dan merasa bingung kenapa mbaknya menamparnya!!
Hedra, Miska dan Ibu Lina melotot melihat perlakuan Reni.
Kenapa kamu menamparnya?? tanya Miskha.
Reni tak menjawabnya dia masih saja menatap Lina dengan pandangan mematikan.
Lagi lagi dia mengangkat tangan nya dan hendak memukul Lina, tapi tangan nya tertahan sebuah tangan kekar.
Riko yang menahan tangannya dan dia begitu marah pada Reni.
Apa apaan kamu menampar Lina?? tanya Riki dengan sangat marah.
Dia yang sudah membuat kekacauaan ini, kenapa dia membuat Adit mencintainya!!!
Lina masih saja tak bergeming dia mencoba mencerna perkataan Reni.
Tidak ada yang salah, cinta itu datang dengan sendirinya.
Dia pasti menggoda Adit makanya Adit bertindak konyol seperti ini.
Lina tak terima dikatai menggoda Adit dia langsung menampar mbaknya.
Kenapa kamu menamparku?? Ha..
teriak Reni.
Jaga ucapan mu mbak, aku tak oernah menggoda Adit!!
Mana mungkin, kamu kan mencintainya!! ejek Reni.
Itu dulu.. dulu sekali.. lagian kenapabak marah marah begitu!!
Aku baru ketemu Adit di penjara dan dia mengatakan kalau dia mencintaimu.
Dipenjara batin Lina!!
Kenapa Adit ada di penjara?? tamya Lina heran.
__ADS_1
Ya.. dia dipenjara karena kamu!!!
Kenapa karena saya mbak?? tamya Lina lagi dengan kasar.
Karena dia terlalu mencintaimu dan dia cemburu melihat mu dengan Adrian sampai sampai dia mencelakai Adrian.
DEG
Tubuh Lina nergetar mendengarnya, sesaat badanya nya terasa dingin dan kepalanya sangat pusing.
Dia melemah dan terduduk di lantai.
******** kamu Adit umpatnya dalam hati.
Kamu yang sudah mencelakai Adrian teriak Reni.
Cukup... teriak Miskha.
Jangam pernah menyalahkan Lina atas kejadian ini bentak Miskha kepada Reni.
Kenapa?? memang dia dalang dari semua ini cecar Reni yang sudah menangis sedari tadi.
Cukup.. sayaa bilang cukup.
Reni hanya tertawa sinis dia berlalu dan meninggalkan semuanya disana.
Ibu yang melihat kepergian Reni pun menyusulnya, dia tau kalau Reni hanya marah karena mengetahui Adit tak lagi mencintainya yapi mencintai adiknya sendiri.
Meliha perlakuan ibunya hati Lina pun sakit, Apa ibunya tidak mencemaskan keadaan nya??
Riko memapah Lina untuk duduk di sofa.
Jangan seperti itu!!
Apa benar benar Adit yang melakukannya tanya Lina tak percaya.
Riko hanya mengangguk!!
Lina mengutuki dirinya sendiri dia tak tau kalau Adit akan senekad ini melukai Adrian.
Kamu gak usah pikirkan perkataan kakamu itu titah Hedra.
Lina hanya menundukkan wajahnya, dia malu melihat calon mertuanya itu.!!
__ADS_1
Ini semua sudah takdir Lin kata Hedra. Yamg harus kamu lalukan adalah kuat untuk tetap ada disisi Ian dan menjaga dia.
semangat!!! Miskha mencoba menyemangatinya.
Lina tersenyum tipi melihat Miskha.
Mama sama Papa balik dulu ya ini udah sore kata Miskha.
Iya ma hati hati di jalan!!
Besok pagi mama akan datang lagi, sekalian papa ngantor!!
Lina dan Riko hanya mengangguk.
Riko juga berpamitan untuk membeli makanan untuk Lina.
Kini tinggal mereka berdua disana!!
Ian.... dimana sakit nya?? tamya Lina memgahampiri Adrian.
Ian.. kapan kamu bangun??
Apa seenak itu tidur sampai kamu tak mau bangun??
Aku ingin tidur juga seperti mu Ian.. aku capek memikirkan semuanya kata Lina.
Aku akan tidur juga Ian.....
*******
Lina apa yang loe lakuin sehhhh teriak Riko yang melihat Lina di kamar mandi bersimbah darah.
Sesampainya Riko di kamar rawat Adrian dia tidak menemukan Lina disana. Dia mencoba mencari dan langsung mencarinya di kamar mandi.
Merasa tidak ada suara disana Riko perlahan membuka pintu dan ternyata tidak di kunci.
Mata Riko terbelalak melihat darah yang keluar dari nadi Lina.
Diangkatnya tubuh itu dan memanggil manggil.
Dokter... dokter... dokter..
Sontak perawat yang berada di luar ruangan kaget mendengar suara Riko yang sangat kencang.
__ADS_1